Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Menghancurkan Pelelangan Gelap



"Jika boleh tau siapa nama tuan penolong ini." Kata Ratna. Ratna tahu bahwa perkataan Fernando tidak bohong saat akan mengantarnya kembali ke kampung halamannya." "Namaku adalah Fernando Clue De Lopez. Kamu bisa memanggilku Fernando." Balas Fernando. "Terimakasih tuan Fernando." Balas Ratna membungkuk.


"Konsumsilah pil level 1 terlebih dahulu." Kata Fernando. "Baik." Ratna mengangguk kemudian mengambil 10 pil level 1 dan menelan semuanya sekaligus. Saat merasakan energi di dalam pil, Ratna mulai duduk dan memejamkan matanya.


1 Jam kemudian Fernando yang sedang duduk melihat hembusan angin kencang dari tubuh Ratna. "Buzzz." "Selamat karena sudah menerobos peringkat B level 9." Kata Fernando. "Terimakasih tuan, ini semua berkat pil yang tuan Fernando berikan." Ratna tersenyum.


"Habiskan pil level 1 dulu sebelum mengkonsumsi pil level 2." Kata Fernando. "Baik tuan." Ratna mengangguk. Fernando menatap ke luar jendela dan berkata. "Banyak sekali lalat." Fernando menghilang kemudian muncul tidak jauh dari penginapan dan mencengkram leher seorang pria. "Uuhhh." Pria kesulitan bernapas saat Fernando mencengkram lehernya.


"Siapa yang mengirimmu." Kata Fernando. "Aku tidak akan memberitahumu." Balas pria. "Cihh. Menjengkelkan." "Krakkk." Leher pria patah. "System aku ingin mempelajari skill pembaca pikiran." "Baik." Sebuah buku kemudian muncul di tangan Fernando.


"Skill aktif melihat kenangan tingkat rendah. Dapat melihat kenangan dari seseorang atau ahli yang masih hidup. Konsumsi 100 poin mana sekali menggunakan. Pelajari YA/TIDAK." "Jadi aku hanya bisa melihat kenangan dari seseorang yang masih hidup. Jika orang itu sudah mati aku tidak bisa melihat kenangannya. Tapi aku yakin sekali orang itu dari pelelangan gelap." Kata Fernando kemudian berkata. "YA Pelajari." Buku menjadi cahaya dan masuk ke dalam kepala Fernando.


"Karena pelalangan gelap berani macam-macam denganku. Maka aku akan memberi mereka hadiah." Fernando tersenyum kemudian menghilang. Fernando muncul di langit dan melihat tempat pelelangan gelap di bawahnya. Fernando mengangkat jarinya kemudian sebuah petir hitam turun dari langit dan menyambar tempat pelelangan gelap. "Boomm!!." Pelelangan gelap hancur akibat terkena petir hitam. Melihat pelelangan hancur dan tidak ada korban yang selamat di dalam tempat lelang, Fernando kemudian menghilang.


Fernando kembali ke penginapan dan melihat Ratna yang menyerap energi di dalam pil. "Aku juga tidak boleh membuang-buang waktu untuk bersantai." Fernando kemudian mengambil 100 pil level 7 dari tabel shop. Beberapa detik kemudian 100 pil muncul di depan Fernando. Fernando kemdudian menelan 10 pil level 7 dan memejamkan matanya.


Keesokan harinya Fernando, Clue dan Ratna sedang berada di ruang makan penginapan. "Kak siapa dia." Clue melihat Ratna yang duduk di samping Fernando. "Dia adalah Ratna, Elf dari benua selatan. Kamu bisa memanggilnya kak Ratna." Balas Fernando. "Ratna, dia Clue adik angkatku." Kata Fernando. "Halo kak Ratna. Aku Clue salam kenal." Clue tersenyum dan mengulurkan tangannya. "Namaku Ratna, salam kenal juga Clue." Ratna menjabat tangan Clue.


"Hei, apakah kamu tahu pelelangan gelap hancur tadi malam, dan para ahli yang mengelola pelalangan gelap juga terbunuh." Kata seorang pria. "Aku tahu, aku dengar seorang ahli marah saat melihat elf wanita yang di jual. Ciri-ciri ahli itu berusia 25 tahun dan memiliki rambut hitam pendek." Kata pria lain.


Setelah mendengar kata Fernando semua orang di dalam ruang makan keluar dengan panik. "Aku bukan seseorang yang membunuh karena bosan, jadi buat apa mereka takut denganku." Mendengar kata Fernando Ratna tersenyum kecut. Perkataan Fernando adalah kebohongan. Ratna menebak Fernando membunuh seseorang karena bosan.


10 menit kemudian Fernando, Clue dan Ratna meninggalkan penginapan. Setelah tidak jauh berjalan dari penginapan Fernando melihat pria tua berdiri di depannya. "Pria tua aku sarankan kamu jangan menghalangi jalanku." Kata Fernando.


"Hoho, aku tidak menyangka ada ahli yang kekuatannya tidak bisa kulihat." Pria tua tertawa. "Kalau boleh tau apa senior yang menghancurkan pelelangan gelap tadi malam." Tanya pria tua. "Benar itu aku, jika tidak ada yang ingin kamu tanyakan lagi. Cepatlah menyingkir dari jalanku." Balas Fernando.


Pria tua melihat Clue dan berkata. "Apa kamu anak perdana menteri dari kerajaan batu hitam." "Apa kakek mengenalku." Clue terkejut. "Hoho, mungkin kamu sudah lupa denganku. Tapi apakah kamu juga melupakan Amelia." Kata pria tua. mendengar kata Amelia Clue mulai mengingat kenangan miliknya. "Ahhh, aku ingat. Apakah anda kakek Amelia." Balas Clue. "Benar, aku Knight kakek Amelia." Balas pria tua bernama Knight.


"Ahh, halo kek. Kalau boleh tau bagaimana kabar Amelia." Tanya Clue. "Mengapa kamu tidak bertemu sendiri dengan Amelia. Jika tidak keberatan Senior juga bisa berkunjung ke tempatku. Lebih tepatnya akademi holy." "Baiklah, pimpin jalan." Balas Fernando. "Hoho, baiklah." Knight berjalan. Semua orang di jalan memberikan jalan lewat kepada Fernando dan yang lain.


Tidak lama kemudian Fernando sudah tiba di akademi holy dan masuk ke dalam. Saat masuk ke dalam Fernando menarik perhatian banyak murid. Tidak lama kemudian Fernando tiba di sebuah ruangan dan melihat sepasang pria dan wanita paruh baya. "Dia adalah senior yang menghancurkan pelelangan gelap. Benar kalau boleh tau siapa nama senior." Tanya Knight. "Namaku Fernando." Balas Fernando. "Halo tuan Fernando, saya Robinho patriack akademi Holy." Kata pria paruh baya.


Fernando mengangguk kemudian duduk di kursi. "Benar, Robinho. Dia adalah Clue teman masa kecil Amelia." "Halo paman Robinho." Clue mengenalkan dirinya. "Oh, rupanya kamu pemuda yang dibicarakan Amelia. Tingkat B level 7 di usia yang begitu muda. Tidak buruk." Robinho mengangguk.


"Benar, dimana Amelia paman." Tanya Clue. Sebelum menyelesaikan perkatannya Clue melihat seorang perempuan yang masuk ke dalam ruangan. "Sepertinya aku mengenalnya." Kata Amelia melihat Clue. "Halo Amelia, sudah lama kita bertemu." Clue tersenyum. Amelia terdiam kemudian menjerit. "Ahhh, apa kamu Clue." "Benar, aku Clue." Clue tersenyum. Amelia berlari dan memeluk Clue. "Clue, aku sangat merindukanmu." Kata Amelia.