
Clue melesat ke arah smile dan menebasnya. "Tingg." Clue melihat smile menangkis pedangnya dengan pedang yang terbuat dari 5 elemen. "Berengsek. Kamu juga menguasai itu. Aktifkan transformasi naga api." Teriak Clue jengkel.
Tubuh Clue mulai membesar dan menjadi seekor naga merah. "Hahaha, apakah kamu juga bisa berubah menjadi seperti ini." Clue yang dalam bentuk naga tertawa. Namun kejadian berikutnya mengejutkan Clue. Slime berubah menjadi naga merah. "Sial, pertarungan ini tidak akan mudah. Karena aku melawan diriku sendiri." kata Clue terkejut.
"System apa kamu tahu cara mengalahkannya." Tanya Clue. "Mudah, anda tinggal menggunakan bom prasasti yang dapat melukai ahli tingkat kaisar." Balas system. Mendengar kata system Clue tertawa terbahak-bahak. "Hahaha, aku sudah lupa jika ada benda seperti it ada di tabel shop." Clue membuka tabel shop.
Beberapa detik kemudian sebuah token muncul di tangan Clue. "Target slime." Kata Clue melemparkan bom prasasti. Slime menghindari bom prasasti. Bom tiba-tiba menghilang lalu muncul di depan slime. "Bomm." Clue melihat slime yang dalam bentuk naga merah mulai berubah menjadi dirinya yang berbentuk manusia.
"Yang dikatakan kucing itu benar. Aku pasti tidak akan mendapatkan juara 1 jika tidak memiliki system. Mungkin setelah bertarung dengan diriku selama 1 hari lebih. Aku akan memilih menyerah." Gumam Clue melihat slime yang berubah menjadi dirinya.
"Aku menyerah." Clue mendengar slime menyerah kemudian melihat dirinya berada di sebuah ruangan putih. "Selamat bagi para peserta yang telah memenangkan pertempuran dan berhasil masuk ke dalam peringkat 6 besar. Ini adalah air kehidupan sebagai hadiah kalian."
Clue melihat botol air muncul di depannya. "Air kehidupan tingkat menengah, Efek meminumnya dapat memperpanjang umur selama 5000 tahun." Clue melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Hei. Aku ingin menantang seseorang." Semua orang di dalam ruangan melihat ke arah pria yang memiliki bekas luka di matanya. "Siapa yang ingin kamu tantang." Tanya domba putih. "Dia peringkat kaisar level 7." Pria menunjuk Clue. "Apa ada yang ingin menantang lagi." tanya domba putih melihat peserta.
"Jika tidak ada maka kalian akan kembali ke planet asal kalian." Kata domba putih. "Kamu akan menyesal menantangnya." Kata slime berbicara menggunakan tubuh Clue sebelum menghilang. "Baiklah, kalau begitu kalian berdua bisa bertarung."
Clue kemudian melihat dirinya di tengah kota. "Aku dengar dari Tian Long, kamu adalah orang yang membunuh Robert." Clue melihat seorang pria muncul di depannya. "Apa kamu ingin membalas dendam atas kematiannya." Clue mencengkram leher pria. Namun Clue melihat tubuh pria menjadi kristal es.
"Benar, Robert adalah adikku. Jadi aku akan membalaskan dendamnya." Kata Pria muncul di belakang Clue dan berkata. "Freeze." Tubuh Clue kemudian mulai membeku. "Krakk." Pria melihat es pecah perlahan pecah dan Clue tiba-tiba berkata. "Apa Cuma segini kemampuanmu."
"Aku tahu kamu bukan lawan yang mudah dikalahkan." "Wussss." Clue merasakan udara menjadi dingin dan tanah dalam jarak 100 meter darinya mulai menjadi membeku. "Freeze." Kata pria kemudian Clue sekali lagi menjadi es.
"Krrak." "Sudah kubilang kemampuanmu itu percuma." Clue memecahkan es dengan mudah. "Ice Spear." Pria berteriak. Clue melihat sebuah tombak es raksasa yang melesat ke arahnya dengan cepat. "Buzzz." Tubuh Clue tiba-tiba diselimuti api hitam. "Fire Hell." Kata Clue meninju ke arah tombak es. "Booomm." Ledakan terjadi.
Clue berjalan dari kabut dan berkata. "Kamu tahu, es akan mencair jika terkena api." Clue menggerakan jarinya kemudian puluhan panah api hitam muncul dan melesat ke arah Pria. "Ice wall." "Bruakk." Sebuah dinding es setinggi 50 meter muncul di depan pria. "Booomm."
"Hehehe. Kemampuan es milikmu cukup bagus." Clue muncul di depan pria dan menusuk perutnya menggunakan tangan yang di selimuti api hitam. "Pucchii." "Uuhh." Pria melihat perutnya di tusuk oleh Clue. "Freeze." Kata pria kemudian tubuh Clue mulai membeku. Pria kemudian mulai melompat menjauh.
"Krakk." Pria melihat es pecah. "Api hitam apa yang kamu gunakan. Sampai memperlambat kemampuan regenerasiku" Kata pria melihat luka di perutnya perlahan sembuh. "Hehe, ini adalah api neraka. Semua mahluk hidup akan mati jika terkena apiku." Clue tertawa kemudian berkata. "Armor." "Baik." Blacky kemudian berubah menjadi armor.
"Aku akan menunjukan seperti apa kemampuan Black sesungguhnya." Kata Clue muncul di depan pria dan memukul wajahnya. "Booom." Pria terlempar sejauh 1000 meter. Clue muncul di belakang pria kemudian menendangnya ke udara. "Booom." Pria terlempar ke langit. Clue muncul di depan pria dan berkata. "Selamat tinggal." "Booom." Clue menendang pria.
Clue yang melayang di langit melihat pria perlahan berdiri dan berteriak. "Aku akan membunuhmu." Clue melihat sebuah burung es raksasa mulai terbentuk di belakang pria dan tanah dalam jarak 200 meter mulai membeku. "Phoenix ice." Burung es raksasa melesat ke arah Clue dengan cepat. "Sudah kubilang, es akan mencair jika terkena api." Clue menarik napas kemudian menyemburkan api hitam yang keluar dari mulutnya. "Boooom."
"Apa kamu memiliki kata-kata terakhir." Kata Clue muncul di depan pria dan mencengkram lehernya. "Aku ingin kamu mati denganku." "Ice explode." "Buzzz." Tubuh pria kemudian meledak dan semua bangunan dalam jarak 1000 meter menjadi es, termasuk Clue yang saat ini menjadi es.
1 menit kemudian es yang menyelimuti tubuh Clue perlahan mulai retak. "Krakk." "Kemampuan bunuh diri yang sangat bagus. Jika aku tidak menguasai elemen api, mungkin aku akan membeku selamanya." Gumam Clue kemudian mengambil kristal putih.
"Ternyata dia mengalahkan Alex dengan mudah." Pria berambut putih melihat Clue. "Baiklah, konsumsilah air kehidupan dahulu untuk memulihkan energimu. Lalu aku akan melanjutkan ke pertempuran selanjutnya." Kata domba putih melihat Clue.
Clue lalu meminum air kehidupan. Tubuh Clue mulai bercahaya setelah meminum air kehidupan. "Aku merasa diriku semakin kuat." Gumam Clue melihat cahaya di tubuhnya meredup. "Tabel status."
Nama : Fernando Clue De Lopez
Usia : 30 tahun
Level : 850 next level (0/85,000) exp
Ras : Manusia elite tingkat Tinggi
Kekuatan : 105,000
Agility : 105,000
Vitalitas : 105,000
Stamina : 105,000/105,000
Ki/Mana : 105,000/105,000
Poin : 0
Melihat statusnya Clue tersenyum. "Kurang 150 level lagi lalu aku menerobos demi god." "Baiklah, pertarungan selanjutnya akan memperebutkan 3 besar. Sama seperti sebelumnya kalian semua akan secara acak bertarung 1 vs 1. Pemenangnya akan mendapatkan 2 air kehidupan yang kualitasnya kalian dapatkan sebelumnya." Kata domba putih.
"Apa ada yang bertanya." Kata domba putih melihat 6 peserta. "Jika tidak ada yang bertanya, maka pertempuran dimulai." Kata domba putih kemudian 6 peserta menghilang.
Clue melihat dirinya berada di sebuah hutan. "Sepertinya aku yang akan memenangkan pertempuran ini." kata Elf wanita berambut coklat muncul di depan Clue. "Bagaimana kamu bisa berpikir untuk mengalahkanku." Kata Clue melihat elf.
"Karena kemampuanku mengendalikan tumbuhan dan pepohonan. Sementara kita berada di sebuah hutan yang memiliki banyak pohon dan tumbuhan." Balas elf wanita. "Lalu tunjukanlah skillmu padaku." Balas Clue. "Baiklah." Wanita mengangguk kemudian berkata. "Hiduplah." Cahaya hijau keluar dari tubuh elf wanita dan menyebar sejauh 100 meter.
"Krekk." "Krekk." Clue melihat semua pohon dan tumbuhan mulai bergerak. "Kemampuan yang bagus. Tapi apa kamu berpikir pohon ini bisa mengalahkanku." "Booom." Clue melihat sebuah akar menampar dirinya. Clue menangkis akar dan berkata. "Sungguh agresif." "Booom." Clue muncul di udara dan melihat semua pohon dibawahnya.
"Jika aku terbang di langit, pohon-pohon itu tidak bisa menyerangku." Clue mencibir. "Benarkah." Balas wanita kemudian berkata. "Bergabung." Semua pohon dan tumbuhan mulai menyatu. Clue yang melayang di langit melihat pohon semakin besar dan tinggi.