
Tidak lama kemudian Clue, Ermi dan Karen tiba di sebuah danau. "Baiklah, kita akan melakukan disini. Karen menjauhlah sedikit." Kata Clue. "Baik tuan." balas Karen lalu menjauh dari Clue. Ermi yang mendengar Karen memanggil Clue dengan sebutan tuan terkejut. "Tidak perlu terkejut, dia memang suka memanggilku tuan, tapi dia adalah wanitaku." Kata Clue. Ermi mengangguk mendengar kata Clue.
"Baiklah, kamu melepaskan pakaian sendiri atau perlu bantuanku." Kata Clue. Ermi tersipu mendengar kata Clue dan mulai melepaskan armor serta pakaiannya. Clue melihat payudara mungil Ermi. "Aku tahu payudaraku kecil." Ermi tersipu.
Clue tersenyum lalu melepas pakaian dan armornya. Ermi melihat ukuran milik Clue dan meneguk air liur. "Besar." Gumam Ermi. "Apakah kamu pernah melakukannya sebelumnya." Kata Clue. "Tidak." Ermi menggeleng dengan tersipu.
"Jika begitu, aku akan mengajarimu." Clue tersenyum dan mencium bibir Ermi.
1 jam kemudian Ermi memakai armor dan pakaiannya sementara Clue hanya mengenakan celana dan duduk di sebuah batu. "Terimakasih." Kata Ermi kepada Clue. "Tidak perlu berterimakasih, kita sama-sama senang." Balas Clue. "Jika kita ditakdirkan, kita akan bertemu lagi." Kata Ermi lalu terbang.
Setelah Ermi pergi Karen tiba-tiba muncul dan memeluk Clue. "Tuan, Karen tidak tahan." Karen berkata dengan wajah merah. "Alasanku berhenti dengannya sangat cepat, karna aku tahu kamu sudah tidak bisa menahannya lagi Karen." Clue mencium bibir Karen. "Tuan adalah yang terbaik." Karen tersenyum bahagia dan membalas ciuman Clue.
9 bulan telah berlalu saat ini Clue dan Karen sedang berada di sebuah bukit. "1 tahun kita berada di dunia ini, kita berdua masih belum bertemu Gin." Kata Clue. "Benar tuan, Karen merindukan kakak Gin." Karen menghela nafas. "Ohh, apa kamu rindu melakukan bertiga dengan Gin." Kata Clue tersenyum. "Emm, benar tuan." Karen mengangguk. "Haha, dasar." Clue mengelus rambut Karen.
"Oh, sepertinya ada yang mendekat ke arah kita." Clue melihat bahwa ada beberapa iblis yang terbang ke arahnya. "Ahh, dia pemuda berambut putih, lari." Teriak Iblis lalu berbalik dan melarikan diri. "Bodoh, aktifkan skill time stop." Clue melihat waktu berhenti dan Iblis tidak bergerak.
Clue muncul di samping 3 iblis lalu memotong kepala mereka bertiga. "Nonaktifkan skill time stop." "Arghh." Ketiga iblis berteriak dan kepalanya terjatuh. "Karen ayo pergi." Kata Clue. "Baik tuan." Clue dan Karen lalu terbang ke timur.
Sementara itu di sebuah hutan beberapa manusia membunuh Orc. "Hehe. Itulah akibatnya berani melawanku." "Bodoh, tanpa bantuanku. Kamu akan kesulitan membunuhnya." kata pemuda lain. "Haha benar." Pemuda tertawa. Detik berikutnya tubuh kedua pemuda bersinar. "Ehh." Kedua pemuda terkejut melihat tubuh mereka bersinar. "Apakah kita menang, dan berhasil membunuh iblis, orc dan ogre." Kata pemuda melihat tubuhnya bersinar. "Benar, kita pasti menang." Kata Pemuda lain.
Sementara itu Clue dan Karen terkejut melihat tubuh mereka berdua bersinar. "Tuan, sepertinya kita menang." Kata Karen. "Benar, semua iblis, orc dan ogre pasti telah mati." Kata Clue mengangguk. Detik berikutnya Clue dan Karen menghilang
Clue melihat dirinya saat ini berada di depan rumahnya dan melihat Gin dan Karen disampingnya. "Sayang." Gin menangis dan memeluk Clue. "Sayang, aku merindukanmu." "Aku juga merindukanmu Gin." Clue memeluk Gin dan mengelus punggungnya. Melihat Clue dan Gin sedang berpelukan melepas rindu Karen tersenyum dan masuk ke dalam rumah. Karen tahu Clue dan Gin akan melepas rindu.
Clue dan Gin berjalan ke arah Kamar dengan bergandengan tangan. "Sayang." Kata Gin mencium Clue dengan agresif. "Tunggu Gin." Kata Clue lalu mengambil pil kecantikan dari cincin penyimpanan. "Ini makanlah." Kata Clue. "Ahh, terimakasih sayang." Gin memakan pil lalu memeluk Clue dan berjalan ke kamar mandi.
Melihat Gin pergi ke kamar mandi Clue bergumam. "Karen sudah tiga kali memakan pil kecantikan, dan yang terakhir beberapa bulan yang lalu sebelum kembali ke dunia ini." "Sementara Gin kedua kalinya memakan pil, dan aku ingin melihat seperti apa perubahan ditubuhnya." Clue tersenyum.
1 jam kemudian Gin keluar dari kamar mandi. Saat melihat Gin Clue terkejut. Kulit Gin yang awalnya coklat telah berubah menjadi kuning sawo, pantat dan payudara Gin menjadi kencang. Clue juga melihat bahwa kerutan di wajah Gin sudah menghilang.
"Sayang bagaimana penampilanku sekarang." Gin tersenyum kepada Clue. "Kamu wanita tercantik di dunia ini." Kata Clue memuji. "Hehe, kamu terlalu memujiku sayang, dibandingkan dengan Karen aku masih kalah." Gin memeluk Clue. "Tapi tubuhmu lebih seksi dari pada Karen." Clue berkata. Gin tersenyum bahagia mendengar kata Clue.
Sementara itu di benua inti beberapa pria dan wanita tua berkumpul. "Ada berita bahwa seorang jenius muncul di dunia colloseum membantai iblis, orc dan ogre." Kata seorang pria tua. "Benar, mengapa aku tidak pernah mendengar tentangnya." Kata wanita tua. "Clue, nama pemuda itu terasa familiar." Gumam lelaki tua lain.
Di benua tengah ada seorang wanita paruh baya berambut putih sedang berjalan di kota. "Apa kamu tahu di dunia colloseum muncul pemuda jenius berambut biru bernama Clue yang rumornya memiliki peringkat sss level 2 sebelum usia seratus tahun." Kata seseorang berbicara. "Aku tahu, dari mana dia berasal. Sebelumnya aku tidak pernah mendengarnya." Kata orang lain.
Wanita paruh baya berambut putih yang mendengar obrolan bergumam. "Dia memiliki nama dengannya." "Oh, benar. Dia juga menyebutkan dirinya king gamer." Kata orang yang berbicara. Mendengar obrolan tubuh wanita paruh baya bergetar lalu tidak sadar dia meneteskan air mata. "Jangan bilang dia telah kembali."
Wanita paruh baya mendekat ke dua pria yang mengobrol dan berkata. "Apakah kamu tahu dimana pria bernama Clue tinggal." Pria yang melihat wanita paruh baya tiba-tiba berbicara berkata. "Dia berkata bahwa tinggal di benua tengah, tapi aku tidak tahu dimana pastinya." Balas pria. "Terimakasih." Kata wanita paruh baya lalu pergi.
Di sebua sekte di benua tengah elf perempuan yang tidak lain Ermi memasuki sebuah ruangan dan melihat elf perempuan yang lebih cantik darinya dan memiliki tubuh yang seksi. "Ibu kenapa kamu memanggilku." Kata Ermi. "
"Apa kamu bertemu dengan pria yang bernama Clue." Kata elf perempuan yang dipanggil ibu oleh Ermi. "Benar bu memang kenapa." Balas Ermi. "Apakah dia benar memiliki rambut putih." Kata elf perempuan. "Benar bu, dia memiliki rambut putih dan mata putih." Balas Ermi. "Baiklah nak, kamu bisa pergi." Kata elf perempuan. "Baik bu." Ermi lalu meninggalkan ruangan.
Melihat Ermi meninggalkan ruangan elf perempuan berkata. "Bu, pemuda itu memiliki nama yang sama dengan pria yang telah meninggalkanmu. Aku berharap itu bukan dia." Elf perempuan melihat lukisan dirinya dengan perempuan. jika Clue melihat lukisan perempuan, dia pasti akan mengenali siapa perempuan itu.
Saat ini di benua tengah seorang laki-laki 30an berambut putih sedang berada di sebuah kuburan dan berkata. "Bu, ada seseorang yang namanya mirip dengan lelaki yang tiba-tiba menghilang saat kamu memasuki dunia ini." Kata laki-laki berambut putih. "Aku ingin memastikan apa lelaki itu memiliki hubungan dengan dia." Kata laki-laki berambut putih lalu menghilang.
1 bulan telah berlalu saat ini Clue, Gin dan Karen sedang berada di ruangan. "Sayang aku punya berita." Kata Gin. "Berita apa." Balas Clue. "Aku hamil." Gin berkata dengan tersenyum. Mendengar kata Gin Clue tersenyum. "Haha, akhirnya keinginanmu terkabul." Clue memeluk Gin. "Hehe, benar sayang."
Saat ini Karen terdiam melihat Clue senang bahwa Gin hamil. Melihat bahwa Karen terdiam dan Clue memeluk Karen. "Jangan mengingat yang dulu, saat kamu bersamaku. Kamu sudah membuka lembaran baru." Kata Clue. "Tuan, aku juga ingin hamil anakmu." Kata Karen. "Hehe, baiklah aku juga akan membuatmu hamil"
Sementara itu di benua inti di sebuah ruangan ada beberapa pria tua dan wanita tua berkumpul. "Apa kalian tahu mengenai informasi tentang Clue." Kata pria tua. "Aku tahu." Balas wanita tua. "Bicaralah." Balas pria tua. "2 Tahun yang lalu sebelum portal dunia colloseum dibuka, ada pria bernama Clue yang menjadi patriack sebuah sekte di benua luar." Kata wanita. "Lalu." Balas pria gemuk tua berkumis. "Dia memiliki rambut putih dan mata putih persis seperti Clue yang dirumorkan."
"Jangan berhenti saat bercerita." Kata seorang pria tua kurus penasaran. "Dia memiliki kekuatan peringkat sss level 10 saat menjadi patriack dan umurnya tidak lebih dari 30 tahun, dia meninggalkan sekte 1 tahun kemudian dan memasuki portal." Kata wanita tua.
"Jangan bercanda peringkat sss level 10 tidak lebih dari 30 tahun." Seorang pria tua terkejut. "Apa informasi kamu benar" Pria tua menatap perempuan tua yang berbicara. "Hoo, aku awalnya juga terkejut, jika kamu tidak percaya cari informasinya sendiri." Balas wanita tua. "Jika dia memang jenius, dia akan memiliki masalah." Kata pria tua kurus. "Benar, pasti ada seorang yang cemburu padanya dan mengincar nyawanya." Wanita tua mengangguk setuju.
5 bulan telah berlalu saat ini Clue berada di kamar dengan Gin dan Karen. "Saat kalian hamil, nafsu kalian semakin tinggi." Clue melihat perut Gin dan Karen yang besar. "Gin dan Karen hanya tersipu mendengar kata Clue.