Rebirth With System

Rebirth With System
Kembali Ke Akademi



Pria paruh baya mulai berjalan dan Clue mengikuti di belakangnya. "Wahh, pemuda itu pasti kuat jika bisa menjinakkan monster peringkat C level 10." "Pemuda itu pasti identitasnya sangat luar biasa. Bahkan para ahli di ibukota tidak mempunyai hewan peliharaan peringkat C level 10." Para penduduk mulai berkata.


Beberapa menit kemudian Clue tiba di rumah walikota dan masuk kedalamnya. "Ayah siapa dia." Kata perempuan berumur sekitar 20 tahunan berkulit putih dan rambutnya di kuncir kuda menatap Clue penasaran. "Perkenalkan tuan muda Clue, dia Silvi anakku." Kata pria paruh baya. Clue sudah memberitahu namanya pada pria paruh baya dalam perjalanan.


"Pak walikota kamu mempunyai anak yang sangat cantik." Kata Clue tertawa. "Haha. tuan muda jangan terlalu memujinya, nanti anakku besar kepala." "Hmm. Ayah." Perempuan mendengus dan menatap Clue.


"Baiklah Sil ayo ikut ke ruang makan, tuan muda Clue sudah lapar." Pak walikota juga mengajak anakknya pergi ke ruang makan. Anehnya silvi mengikuti ke ruang makan dan selalu menatap Clue. "kenapa kamu selalu menatapku." Clue tertawa. "Tidak, tidak, aku tidak menatapmu." Wajah Silvi memerah dan menggeleng. Melihat Clue berbicara kepada anaknua pak walikota bergumam. "Jika dia menjadi menantuku, aku akan sangat senang sekali."


Setelah tiba di ruang makan, Clue melihat berbagai makanan di meja. "Jika boleh tahu apakah tuan muda Clue berasal dari kerajaan menengah." kata pak walikota bertanya. "Tidak, aku hanya berasal dari kerajaan kecil." Balas Clue sambil makan. Pak walikota tidak percaya kepada Clue. Di kerajaan kecil manapun tidak ada ahli yang memiliki peliharaan peringkat C level 10.


Melihat pak walikota tidak mempercayainya Clue berkata. "Tapi aku mempunyai seorang guru yang kekuatan mencapai peringkat B level 10 dan memberikanku sebuah peliharaan." Clue berbohong. "Apa.!" Pak walikota terkejut, sementara Silvi terbengong. Dia hanya tahu bahwa ahli terkuat di kerajaannya hanya peringkat B level 1.


"Tuan muda Clue, apa peringkat kekuatan anda saat ini. Bahkan aku tidak bisa melihat kekuatan tuan muda." Tanya pak walikota. Silvi terkejut bahkan ayahnya peringkat C level 5 tidak bisa melihat level pemuda yang seusia dengannya. "Dengan kekuatannku saat ini. Aku dapat dengan mudah menaklukkan kerajaan kecil." Balas Clue. "Glek." Pak walikota meneguk air liur, sementara Silvi terbengong. "Sial. Jika dia menjadi menantuku aku akan mati bahagia." Pak walikota bergumam.


Clue hanya tersenyum melihat reaksi ayah dan anak lalu melanjutkan makannya. Beberapa menit kemudian setelah selesai makan Clue berkata "Terimakasih pak walikota atas makanannya, aku akan pergi." "Tunggu tuan muda." Kata pak walikota. "Ada apa." Balas Clue. "Apa anda tertarik dengan anakku." Kata pak walikota. "Ayah." Silvi menatap ayahnya.


"Meskipun aku tertarik dengan anakmu, anakmu tidak akan tertarik denganku." Kata Clue. Wajah Silvi memerah saat mendengar kata Clue. "aku juga sudah memiliki 3 pacar." Lanjut Clue. Setelah mendengar Clue memiliki 3 perempuan ekspresi Silvi mulai kecewa. "Itu hanya 3 pacar bukan istri jadi itu hal wajar." Mendengar kata Clue ekspresi pak walikota tetap sama, sementara Silvi terdiam.


"Baiklah aku akan pergi, anakmu tidak tertarik padakku." Clue mulai terbang di langit menggunakan skill mode anginnya. Melihat Clue terbang di langit pak walikota mulai menyesal "Sayang sekali seorang jenius ahli peringkat B tidak bisa menjadi menantuku." "Tapi ayah dia sudah punya 3 pacar." Kata Silvi cemberut. "Itu hanya pacar bukan istri, kau telah menyianyiakan kesempatan emas. Mungkin kamu tidak akan pernah menemukan pemuda yang tampan dan sejenius dia di kerajaan ini." Pak walikota menggeleng, sementara Silvi hanya terdiam.


"Haha, begini rasanya mempunyai kekuatan. Bahkan seorang walikota ingin menjodohkan aku dengan anaknya" Clue juga tahu Silvi sedikit menyukainya. Tapi Clue tidak terlalu tertarik dengan Silvi, karena kecantikan Silvi masih kalah dengan 3 pacarnya.


4 hari kemudian. "Akhirnya aku kembali." Clue melihat sebuah kota besar yang tidak lain adalah ibukota dimana akademi knight dan istana kerajaan berada. "Lihat itu monster rajawali peringkat C level 10." Penjaga melihat monster mendekat ke arahnya dan menelan seteguk air liur. "Ehh, ada pemuda yang berada di atas rajawali." Kata penjaga.


"Wuss." Pupy mendarat tepat di di depan 4 penjaga. 4 penjaga gemetar melihat monster rajawali. Mereka tahu bahkan ahli terkuat di ibukota tidak memiliki hewan peliharaan seekor monster peringkat C level 10. "Pupy bermainlah, jika aku butuh sesuatu. Aku akan memanggilmu." "Quak." Rajawali menjerit dan terbang ke langit.


Clue melempar 1 coin emas ke penjaga lalu masuk. 4 penjaga mulai pulih dan bergumam. "Latar belakang pemuda tersebut pasti istimewa." 3 penjaga mengangguk.


Beberapa menit berjalan Clue akhirnya tiba di gerbang akademi knight. Clue menunjukan token emas kepada penjaga lalu masuk. "Memiliki token emas di usia muda, dia pasti elder tamu yang setengah tahun lebih menghilang." Kata penjaga. "Apakah dia tidak takut kepada sekte blue bird." "Jika dia takut, dia tidak akan kembali." kedua penjaga mulai mengobrol.


"Eh, bukankah dia elder tamu pacar Angel." Para murid luar dan dalam mulai mengobrol saat melihat Clue kembali. "Hehe, tidak lama lagi pasti ada pertunjukan menarik." Kata para murid. Saat tiba di kamar Cindy, Clue tidak menemukan Cindy di dalamnya. Clue juga menuju kamar Angel dan Variz, namun tidak menemukan seorang pun. Akhirnya Clue pergi ke area pusat.


Setelah sampai di area pusat Clue pergi ke ruang patriack. Clue akhirnya menemukan Patriack yang sedang membaca buku dan meminum teh. "Sudah setengah tahun lewat dan akhirnya kamu kembali." kata patriack. Patriack melihat Clue dan tidak sadar meneguk air liur dan berkata "Monster." "Patriack aku bukan monster." Clue tersenyum kecut dirinya disebut monster. "Shit, aku belum menemukan jenius manapun entah itu di kerajaan kecil dan menengah yang dalam 1 tahun kurang kekuatannya melompat 4 level." Patriack menggeleng.


"Haha. keberuntunganku dalam perjalanan tidak buruk. Oh ngomong-ngomong kemana Angel, Cindy dan Variz patriack." Tanya Clue "Mereka pergi ke kolam darah dengan wakil patriack." "Apa itu kolam darah patriack" tanya Clue heran. "Kolam darah yaitu sebuah kolam yang bewarna merah, saat kamu berkultivasi disana. Kecepatan kultivasi kamu 10x lebih cepat." Kata patriack.Clue mengangguk mendengar kata Patriack


"Kapan mereka kembali." Tanya Clue. "2 hari lagi." Balas Patriack "Oh. Oke." Clue mengangguk. "Oh. Apa kau tidak ingin pergi ke kolam darah. Kolam darah terbuka sebulan sekali dan batas waktunya 3 hari sebelum tertutup kembali. Jika kamu ingin pergi aku akan menunjukan jalan." Kata patriack. "Tidak, aku ingin beristirahat" Clue berjalan pergi keluar ruangan. "Sepertinya menjadikan dia elder tamu adalah pilihan yang tepat." Patriack bergembira lalu melanjutkan membaca buku.


Clue tidak kembali ke kamarnya melainkan menuju ke perpustakaan. Saat sampai di perpustakaan Clue melihat pria berkumis berumur 30 tahunan berbicara kepada perempuan cantik berumur 30 tahunan. "Ayolah Bunga. Apakah kamu masih membenciku." Kata pria berkumis. "Pergilah. Aku tidak ingin melihatmu." "Shit.!" Pria berkumis berjalan sedih dan meninggalkan perempuan.