
Saat keluar dari ruangan pria melihat beberapa orang yang memiliki perban di kakinya. "Sekumpulan orang lemah, kalah hanya dengan hunter tingkat c." kata pria kemudian pergi. Mendengar kata pria beberapa orang mulai kesal.
Saat ini Clue yang sedang duduk dan memejamkan matanya mendengar suara teriakan. "Ahhh.." Clue membuka matanya dan terkejut melihat sebuah lubang hitam yang tiba-tiba muncul. "Sebuah dungeon muncul." Kata Clue.
Sementara itu di sebuah ruangan. "Pak, kejadian aneh terjadi lagi. Kali ini di seluruh pulau jawa muncul dungeon tingkat c secara bersamaan." kata pria berkumis. "Lalu bagaimana dengan pulau lain." balas pria paruh baya. "Pulau lain seperti biasa dungeon tingkat e dan a muncul secara bergantian." Balas pria berkumis. "Fenomena apa ini, apakah ada sesuatu yang akan terjadi. Tapi aku yakin dungeon s tidak akan muncul di negara Indonesia. Karena dungeon tingkat s hanya akan muncul jika di suatu negara memiliki 10 hunter tingkat s."
Saat ini Clue yang sedang duduk di dekat lubang dungeon melihat dua pria berpakaian hitam yang datang. Pria kemudian mulai memeriksa tingkat dungeon dengan sebuah alat. "Dungeon tingkat c." kata pria. Mendengar kata pria Clue berjalan ke arah dungeon dengan membawa tas.
"Aku ingin memasuki dungeon." Kata Clue menyerahkan kartu identitas hunternya. Pria mengambil kartu identitas Clue dan berkata."Maaf, hunter tingkat e hanya bisa dungeon tingkat e dan d." "Apa kamu mempunyai alat pendeteksi kekuatan. Sebenarnya aku hunter tingkat c, aku lupa untuk memperbarui kekuatanku." Kata Clue.
Pria menatap aneh kepada Clue kemudian mengambil alat dari saku celananya. "Sentuh alat ini." kata pria. Clue kemudian menyentuh alat. "Tittt." Pria melihat angka 50 yang muncul. "Apa aku boleh masuk." Kata Clue. "Baiklah, kamu boleh masuk jika sudah membayar biaya masuk." Balas pria. Clue mengangguk lalu mulai mentrasfer uang ke rekening asosiasi.
Beberapa menit kemudian pria melihat smartphonenya dan berkata. "Kamu boleh masuk, 30 menit kemudian orang lain juga akan masuk." "Aku tahu." Clue mengangguk "Hanya dalam waktu beberapa menit sejak dungeon muncul. Sudah ada beberapa hunter yang datang." Kata Clue melihat ke belakang beberapa orang sedang berdiri dan melihat dirinya.
"Baiklah, aku akan masuk." Kata Clue memasuki dungeon dengan membawa tas. Setelah Clue memasuki dungeon hal aneh terjadi. Lubang dungeon tiba-tiba di aliri listrik. "Sial, ini dungeon error." Kata pria berpakaian hitam. "Tidak akan ada seorang pun yang bisa memasuki dungeon lagi. Dungeon akan kembali normal jika hunter yang memasuki dungeon meninggal." Balas pria lain yang berpakaian hitam. "Keberuntungan pria itu buruk, dia hanya memiliki tingkat kekuatan 50. Mungkin dia tidak akan bertahan lebih dari 30 menit." Balas pria berpakaian hitam.
Clue yang di dalam dungeon melihat lubang dungeon tiba-tiba di aliri listrik. Clue menyentuh lubang dungeon dan merasakan tangannya kesetrum. "zzztt." "Apakah ini yang dinamakan dungeon error." Kata Clue. Clue sudah tahu bahwa dungeon error serang terjadi, dan tidak akan ada orang yang bisa memasuki dungeon. Kecuali hunter yang berada di dalam dungeon error mati atau menyelasikan dungeon.
"Aku tidak tahu apakah keberuntunganku bagus atau buruk." Kata Clue melihat bahwa dirinya berada di sebuah hutan. "Grrr." Clue mendengar sebuah geraman dan melihat 3 harimau berukuran 2 meter bewarna merah dengan ekor yang terbakar.
"Harimau api ya." Kata Clue kemudian membuat 3 panah dari elemen angin dan berkata. "Mati." 3 panah angin melesat ke arah harimau api. "Buzz." "Woarr." 3 harimau berteriak saat mereka terkena serangan Clue.
Clue melihat 3 harimau memiliki lubang luka di bagian tubuhnya dan mulai bangkit berdiri. "Tidak mati setelah terkena panah anginku. Vitalitas harimau api sangat tinggi, atau serangan elemen anginku yang terlalu lemah." Kata Clue kemudian mulai membuat 3 panah angin lagi dan melemparkan ke arah 3 harimau api. "Woarr." 3 harimau menjerit.
Tidak lama kemudian Clue berdiri di atas mayat harimau api dengan memegang dua kristal bewarna merah. "Aku ingin tahu apakah dua kristal ini dapat memberiku kemampuan mengendalikan api. Tapi sebelum itu aku akan menelusuri dungeon ini." kata Clue mengambil tasnya dan berjalan pergi.
Setelah berjalan sejauh 50 meter. Clue bertemu dengan 6 harimau api. "Grrr." 6 harimau api mulai mengelilingi Clue. "Aku akan membunuh mereka dengan cepat." Clue menjatuhkan tasnya kemudian tubuhnya diselimuti angin. "Woarr." 6 harimau api melesat ke arah Clue. "Clue melompat keudara kemudian mulai membuat 5 panah angin" "Mati." teriak Clue kemudian 5 panah angin mengenai 5 harimau. "Woarrr."
Clue mendarat di tanah dan melihat 1 harimau yang tidak terluka menerjang ke arahnya. Clue tanpa basa-basi meninju harimau. "Bukk." Harimau api terpukul sejauh 2 meter. Clue kemudian membuat pedang angin dan berlari ke arah harimau. "Crash." "Woarr." Clue menebas harimau api. Namun Clue melihat luka tebasan tidak begitu dalam. Clue lalu menendang harimau api. "Bukk." Harimau api terpukul mundur sejauh 3 meter.
"Mati." Clue membuat 5 panah angin dan mengarahkan ke arah 5 harimau yang sudah bangkit berdiri. "Woarr." 5 harimau menjerit sebelum meninggal. "Grrr." Clue melihat harimau yang tersisa bangkit berdiri. "Kamu juga mati." kata Clue membuat panah angin dan melemparkan ke harimau. "Woarr." Harimau menjerit lalu tergeletak tak bernyawa di tanah.
"Pertempuran yang cukup melelahkan, jika dengan kekuatan saat ini. Aku akan kesulitan jika melawan 12 harimau api." Kata Clue. Clue tahu bahwa jumlah harimau api terus bertambah dua kali lipat. Clue membuat pedang angin dan mulai membelah dada harimau api.
Beberapa menit kemudian Clue memegang 3 kristal bewarna merah. "Aku mendapatkan total 5 kristal." Kata Clue. "Aku akan mencari tempat yang aman untuk menyerap kristal." Kata Clue mengambil tas dan berjalan ke arah tempat pertama dia datang.
Tidak lama setelah berjalan Clue berhenti kemudian duduk di tanah dan menaruh tas. Clue menghancurkan kristal merah dengan tangannya. "Crack." Setelah menghancurkan kristal merah Clue merasa udara di sekitarnya menjadi panas, dan energy alam begitu padat. "Baiklah, saatnya berkultivasi dan aku ingin lihat. Apakah aku bisa menguasai elemen api atau tidak." Kata Clue tersenyum kemudian memejamkan matanya.
5 jam telah berlalu saat ini Clue sedang berdiri kemudian melihat tangan kananya. "Wush." Sebuah api muncul dari tangan Clue. "Wushh." Api mulai membesar dan membentuk bola api sebesar bola basket. "Hahaha, sungguh menajubkan. Apa aku juga bisa melakukan itu." Kata Clue.
Beberapa detik kemudian kedua tangan Clue diselimuti api. "Sepertinya aku masih kurang menguasai elemen api. Hanya kedua tanganku yang diselimuti api." Kata Clue. Clue menghela nafas kemudian kedua api di tangannya menghilang. "Baiklah, saatnya berburu. Aku saat ini jauh lebih kuat dari pada tadi." Clue menyeringai.
Sementara itu di sebuah ruangan. "Dungeon error muncul." Kata pria paruh baya. "Benar pak, beruntung itu hanya dungeon error tingkat c." kata pria berkumis. "Kemudian siapa yang memasuki dungeon error tersebut." Kata pria paruh baya. "Dia adalah hunter Fernando Clue De Lopez." Kata pria berkumis.
"Sepertinya aku tidak asing dengan namanya." Kata pria paruh baya. "Dia hunter yang memasuki dungeon bersama 4 orang yang meninggal. Dia juga hunter yang menyelesaikan 7 tahap seorang diri di dungeon tingkat d. Menurut informasi dia memiliki kekuatan sebesar 50." Kata pria berkumis. "Jadi dia menyembunyikan kekuatannya." Kata pria paruh baya. "Jika dia bisa menyelesaikan dungeon tingkat c dan keluar dengan selamat. Kirim orang untuk awasi dia." Kata pria paruh baya. "Baik pak." Balas pria berkumis.