
Mendengar kata wanita, pria paruh baya yang mengenakan jaz menghela nafas. "Dengan jumlah hunter tingkat a yang bahkan tidak mencapai 5 ribu. Jumlah manusia biasa yang meninggal setiap hari akan lebih banyak."
"Benar pak, dunia yang kita tempati saat ini sudah berubah. Bukan yang kaya yang akan bertahan. Tapi yang terkuat yang akan bertahan." Kata seorang pria paruh baya yang memakai seragam hijau. Semua orang di dalam ruangan terdiam mendengar kata pria paruh baya.
7 jam telah berlalu, saat ini Clue sedang duduk di sebuah batu bersama Adrian, Ye Jin dan Jin Woo. "Semua Monster yang berada di kota Jember telah kita bunuh semuanya. Kalian bisa beristirahat." Kata Clue. mendengar kata Clue Ye Jin dan Jin Woo menghela nafas. Mereka tahu dalam satu hari semua monster akan muncul bersamaan dalam satu waktu. Jadi mereka tidak takut akan ada monster yang tiba-tiba muncul lagi.
Clue melihat ayahnya kemudian berkata. "Aku akan pergi dulu." "Oke." Balas Adrian. Clue menghilang kemudian muncul di suatu tempat. Clue melihat 2 baskom yang berisi cairan bewarna ungu dan berkata. "Mari lihat, apakah racun dari monster tingkat a berpengaruh padaku atau tidak." Clue lalu meminum racun. "Glek, glek."
Setelah meminum dua baskom racun Clue merasa seluruh badannya terasa nyeri. "Haha, ternyata racun tingkat a masih berpengaruh padaku. Hampir saja aku berpikir untuk tidak minum racun lagi dan menghadapi racun Sakata jika bertemu lagi. jika aku terkena racun milik Sakata. Bukankah aku akan langsung mati." Clue tersenyum.
30 menit telah berlalu, saat ini Clue membuka matanya dan melihat cairan hitam di bawahnya. "Butuh waktu cukup lama untuk menghilangkan semua racun di tubuhku. Sepertinya jalanku untuk kebal terhadap racun masih panjang." Clue tersenyum dan berkata. "Benar, karena monster tingkat a muncul. Ini adalah waktu yang pas untuk menemui mereka. Tapi pertama-tama aku perlu mengganti pakaian terlebih dahulu."
20 menit telah berlalu saat ini Clue sedang melayang di langit dan melihat ratusan pria berpakaian hitam melihat dirinya. "Akhirnya dia datang." kata seorang pria paruh baya. "Aku ingin menemui presiden. Suruh dia keluar." Kata Clue. "Lancang, kamu pikir dirimu siapa. Kamu adalah pembunuh, tidak memiliki kualifikasi untuk menemui presiden." Teriak seorang pria.
"Cihh, dasar semut." Clue tiba-tiba muncul di belakang pria dan memegang kepalanya. "Lepaskan aku." Teriak pria. "Lepaskan dia." seorang pria menyerang Clue. "Sepertinya kalian lupa mengenai tingkat kekuatanku." Clue menyeringai kemudian tangannya diselimuti api. "Ahhh." Pria yang dipegang Clue mulai terbakar. "Crash." "Apa, bagaimana pisauku tidak bisa mengoresnya, aku bahkan menyelimuti pisauku dengan elemen angin." Pria yang menyerang Clue terkejut melihat pisau miliknya.
"Ketahuilah kekuatan kalian semua para semut. Tidak mungkin hunter tingkat a seperti kalian bisa melukaiku." Clue menginjak tanah kemudian puluhan tombak runcing mulai menusuk puluhan pria. "Ahhh." "Ahhh." "Ahh." "Sial, dia mengerikan. Akhirnya aku tau mengapa presiden melarang semua hunter untuk menyerangnya." Kata seorang pria melihat Clue yang membunuh puluhan temannya dalam waktu beberapa detik.
"Berhenti." Clue mendengar suara teriakan dan melihat tiga orang keluar dari gedung putih. "Jika kamu ingin berbicara denganku. Kamu tidak perlu sampai membunuh." Kata pria paruh baya yang mengenakan jaz hitam. Clue muncul di depan pria paruh baya dan berkata. "Ayo masuk ke dalam, aku ingin berbicara." Clue berjalan masuk ke dalam gedung. "Menurut rumor dia telah melewati tingkat raja, dan mengalahkan hunter Prasetyo dalam beberapa detik itu tidak bohong." Gumam pria disamping Presiden.
Presiden dan kedua pria kemudian masuk ke dalam ruangan. "Baiklah, apa yang ingin kamu bicarakan." Kata Presiden duduk di sebuah kursi. "Aku ingin kamu suruh semua hunter dan penududuk Indonesia untuk pergi dari jawa timur." Kata Clue. Presiden dan kedua pria terkejut mendengar kata Clue.
"Kamu tahu, monster tingkat a sudah muncul. Aku pikir kamu tahu bahwa jumlah hunter tingkat a dinegara ini begitu sedikit dan tidak cukup untuk berburu monster di seluruh Indonesia. Jadi aku mempunyai saran agar kamu menyerahkan Jawa Timur kepadaku."
"Aku akan memberimu waktu 6 jam untuk berpikir. Jika kamu bersikeras untuk menolak. Aku akan tanpa pandang bulu untuk membantai semua penduduk di jawa timur." Kata Clue. "Kamu." Presiden dan kedua pria tidak bisa berkata apa-apa mendengar kata Clue. "Baiklah. Aku akan pergi." kata Clue lalu menghilang.
Melihat Clue menghilang kedua pria berkata. "Presiden, sepertinya kita harus menuruti perkataannya. Bahkan aku saja hunter yang mendekati tingkat raja tidak bisa bergerak saat merasakan tekanan darinya." Kata pria. "Aku akan membicarakan ini dulu dengan yang lain." balas Presiden.
2 jam kemudian beberapa orang sedang berkumpul di ruangan. "Apa kalian setuju untuk menyerahkan jawa timur kepadanya." Kata pria paruh baya yang mengenakan jaz hitam. "Menurutku itu bukan ide buruk. Dengan kita melepas jawa timur. Semua hunter yang berada di jawa timur dapat membantu di kota lain." kata seorang pria. "Jika kita melepas jawa timur, kita terlihat seperti takut padanya." Balas wanita paruh baya.
"Huh, lalu apa rencanamu. Mengerahkan semua hunter seperti terakhir kali untuk melawannya. Bahkan dua hunter tingkat s yang menjaga presiden tidak bisa bergerak saat menerima tekanan darinya. Terlebih lagi bukankah kamu sudah melihat dia bisa membunuh puluhan hunter tingkat a dalam beberapa detik." Kata pria berjaz hitam.
"Bukankah terakhir kali kita berunding untuk memindahkan semua penduduk dan semua hunter di setiap provinsi ke ibukota. Jadi dengan begitu kita bisa fokus melindungi penduduk." Kata seorang pria paruh baya. "Baiklah, rapat hari ini selesai. Aku akan memberikan jawa timur kepadanya dan menyuruh semua penduduk dan hunter untuk pindah ke ibukota."
"Lalu bagaimana dengan penduduk dan hunter yang berasal dari jawa timur pak presiden." Tanya seorang pria. Semarang mungkin tidak cukup untuk menampung semua penduduk dari jawa timur. Maka penduduk Jawa Timur bisa pindah ke Yogyakarta."
4 jam telah berlalu saat ini Clue sedang duduk disebuah kursi dan melihat presiden di depannya. "Bagaimana." Tanya Clue. "Aku setuju dengan permintaanmu. Aku akan memberikan jawa timur kepadamu dan menyuruh semua penduduk untuk pergi dari Jawa Timur." Balas Presiden. "Bagus, aku memberikan waktu 24 jam agar semua penduduk pergi dari Jawa Timur." Kata Clue lalu menghilang.
Melihat Clue pergi Presiden menghela nafas dan berkata. "Aku tidak tahu apakah pilihanku untuk melepas Jawa Timur dan mengumpulkan semua penduduk di satu provinsi ke ibukota benar atau salah." "Aku berharap dengan pilihanku ini, jumlah penduduk yang meninggal setiap hari menjadi lebih sedikit." Kata Presiden.
10 menit telah berlalu. Saat ini Clue sedang melayang di langit melihat sebuah pesawat yang mendarat di bandara. Clue kemudian menghilang dan muncul di bandara. "Haha, saudara Fernando. Akhirnya kita bertemu lagi." kata pria yang turun dari pesawat. Clue melihat pria yang turun dari pesawat adalah Daus ketua guild Armageddon, yang membuat perjanjian dengannya.
"Apakah mereka semua keluargamu." Kata Clue melihat 9 orang yang keluar dari pesawat, dua lansia, empat orang dewasa, 2 wanita dan 1 anak kecil. "Benar, mereka adalah keluargaku. Mulai sekarang kita memutuskan untuk menetap di kota Jember dan berada dibawah perlindunganmu." Daus tersenyum. "Benar, aku pernah berjanji untuk melindungi keluargamu. Selama kalian berada di kota Jember. Kalian akan aman." Kata Clue melihat 9 orang. "Aku berharap kita menjadi tetangga yang baik." Daus tersenyum. "Aku harap begitu." Clue dan Daus berjabat tangan.