Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Berkumpulnya Manusia Terpilih



Beberapa menit kemudian Clue telah tiba di sebuah hotel. "Ikuti saya." Kata Hoobin turun dari mobil dan berjalan ke dalam hotel. Clue turun dari mobil dan melihat Samuel serta Indah yang turun dari mobil. "Ayo." Kata Clue berjalan masuk ke dalam hotel. Clue lalu berjalan ke arah pria yang sedang mengobrol dengan resepsionis. "Butuh berapa kamar." Tanya Hoobin melihat Clue. "4 kamar." Balas Clue. "4 kamar." Hoobin berbicara kepada resepsionis menggunakan bahasa korea selatan.


Seorang pelayan berdiri kemudian mulai mengantarkan Clue, Hoobin dan yang lain ke kamar. "Beristirahatlah dulu, Saya akan kembali beberapa jam dari sekarang untuk mengantar anda menemui Mori han." Kata Hoobin. "Baiklah." Clue mengangguk. "Jika begitu aku pergi dulu." balas Hoobin kemudian pergi.


"Terserah kalian mau pilih kamar yang mana." Kata Clue masuk ke dalam kamar. Setelah masuk ke dalam kamar Clue mendekati jendela dan berkata. "Tidak kusangka saat ini aku berada di korea selatan." Clue melihat kota seoul.


Saat ini Hoobin keluar dari hotel kemudian menghubungi seseorang. "Halo tuan Mori Han." Kata Hoobin menggunakan bahasa korea. "Ada apa Hoobin." Balas pria yang di panggil Mori Han menggunakan bahasa korea. "Apakah anda sibuk, ada hunter yang terkenal dari Indonesia ingin menemui anda." Balas Hoobin. "Oh, siapa dia." Mori Han terkejut. "Dia hunter Fernando. Hunter yang selamat setelah terkena ledakan bom nuklir." Balas Hoobin.


"Oh, hunter yang menjadi musuh pemerintah Indonesia ya." Balas Mori Han. "Benar, saat ini hunter Fernando sedang beristirahat di hotel." Balas Hoobin. "Baiklah, jika dia ingin menemuiku. Suruh dia ke guildku 1 jam dari sekarang." Kata Mori Han. "Baik." Balas Hoobin.


Saat ini disuatu tempat pria berambut putih sedang berdiri di atas mayat monster dan menghubungi seseorang. "Suruh mereka para hunter dari negara lain untuk menemuiku di guild 1 jam dari sekarang. Jika mereka tidak mau datang, bilang mereka akan menyesal." Pria menutup panggilan kemudian menatap langit. "Aku pikir menemukan mereka yang terpilih sangat susah. Tapi tidak kusangka mereka semua justru mendatangiku." Pria berambut putih tersenyum.


Disuatu tempat seorang pria berbadan kekar sedang meninju udara. "Wuushh." "Cratt." Beberapa monster meninggal terkena hembusan angin pria berbadan kekar. "Tuan Xiao Yan, tuan Mori Han ingin menemui anda di guild 1 jam dari sekarang." kata seorang pria memakai pakaian merah. "Huh, dia pikir dirinya siapa berani menyuruhku." Balas pria berbadan kekar melihat pria.


"Tuan Mori han berkata bahwa anda akan menyesal jika tidak datang." kata pria berkata dengan gugup. Pria berbadan kekar terdiam beberapa detik kemudian berkata. "Aku akan menemuinya. Kamu bisa pergi." "Baik." Balas pria berpakaian merah kemudian melesat pergi.


Di tempat lain seorang pria berkulit hitam melihat para monster yang hendak menyerangnya kemudian menusuk sebuah boneka. "Woarrr." Semua monster tiba-tiba menjerit dan tergeletak di tanah dengan mata, telinga dan hidung mengeluarkan darah


Seorang pria berpakaian merah berjalan dengan gugup ke arah pria berkulit hitam dan berkata. "Tuan Bamba. Tuan Mori Han ingin menemui anda 1 jam dari sekarang di guild." "Apa dia berpikir dirinya seorang raja. Berani menyuruhku." Pria berkulit hitam mengeluarkan aura hitam yang mengarah ke pria berpakaian hitam.


"Buuzz." Saat aura hitam hendak menyentuh tubuh pria berpakaian merah. Api merah muncul dan melindungi tubuh pria. Melihat api merah yang tiba-tiba muncul pria berpakaian hitam melihat kalung giok bewarna merah yang digunakan pria. "Sepertinya ketuamu sangat peduli pada bawahannya. Bilang pada dia, aku akan datang meski agak terlambat." Kata pria berpakaian hitam kemudian terbang ke langit.


Melihat pria berkulit hitam pergi, pria berpakaian merah menghela nafas dan berkata. "Apa yang ketua katakan benar. 9 hunter yang datang ke korea, hanya sedikit lebih lemah darinya. Aku beruntung memakai giok yang diberikan ketua."


30 menit telah berlalu saat ini di hotel Clue sedang duduk dan memejamkan mata berkata. "Masuklah." Pintu terbuka dan seorang pria yang tidak lain Lee Hoobin masuk. "Jika ingin menemui Mori Han. Saya akan mengantarkan anda ke guildnya sekarang juga." Kata Hoobin. "Oh, aku pikir perlu beberapa jam lagi untuk menemuinya." Clue membuka matanya dan berdiri.


Clue mengikuti Hoobin meninggalkan hotel. Setelah berada di luar hotel Clue dan Hoobin masuk ke dalam mobil. "Apa anda merokok saudara Clue." kata Hoobin. "Tidak, aku sudah lupa terakhir kali kapan merokok." Balas Clue. "Ahh, jadi begitu." Hoobin mengurungkan niatnya untuk merokok.


"Negara korea selatan lebih bagus dari negaraku dalam menangani monster yang muncul." Kata Clue. "Hehe, itu mungkin disebabkan jumlah hunter negara kami jauh lebih banyak dari pada negara anda hunter Fernando." Balas Hoobin. "Tidak, itu karena sistem di negaramu lebih baik dari pada di negaraku." Balas Clue.


10 menit kemudian mobil yang Clue kendarai berhenti di depan sebuah gedung. "Kita sudah sampai." Kata Hoobin turun dari mobil. Saat turun dari mobil dan melihat gedung Clue lalu bergumam. "Gedung ini dilindungi oleh array. Mori han ini pasti seorang kultivator sepertiku."


"Mari masuk hunter Fernando." Kata Hoobin. "Pimpin jalan." Balas Clue. Hoobin mengangguk dan berjalan memasuki gedung. Saat memasuki gedung Clue tiba-tiba terkejut. "Ada 7 orang yang sekuat atau lebih kuat dariku." Gumam Clue dengan serius.


"Hunter Fernando ketua sudah menunggu anda. Biar saya yang mengantar hunter Fernando." Kata seorang wanita berbaju merah. "Baiklah, kalau begitu aku akan menunggu disini." Kata Hoobin duduk di sebuah kursi. "Hunter Fernando ikuti saya." Kata wanita. Clue hanya diam dan mengikuti wanita.


"Siapa namamu." Tanya Clue. "Nama Saya adalah Kim Min Ah." Balas wanita. "Kamu sangat cantik Min Ah, bahasa inggrismu juga bagus." Balas Clue. "Terimakasih pujiannya." Balas Kim Min Ah. "Wanita yang dingin sepertimu pasti akan berteriak saat kutiduri." Kata Clue. "Maaf saya tidak paham bahasa anda." Kata Min Ah. "Oh, aku berkata. Maukah kamu makan malam denganku hari ini." Clue tersenyum. Kim Min Ah melihat Clue dan berkata. "Aku akan memikirkan tawaran anda." Balas Kim Min Ah. Jika Kim Min Ah tahu apa yang dikatakan Clue. dirinya pasti akan marah.


Kim Min Ah berhenti di sebuah pintu dan berkata. "Masuklah." Kata Min Ah. Clue melihat pintu dan bergumam. "Di dalam banyak sekali orang kuat." Clue kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam.


"Huh." Saat baru saja masuk ke dalam, Clue menghentikan sebuah pisau yang melesat ke arahnya. "Reflekmu cepat. Tapi tidak seharusnya kamu menangkap pisau itu. Pisau sudah kuberi racun, yang bahkan hunter tingkat raja akan mati karenanya." Seorang pria memakai kimono berbicara bahasa inggris.


Namun pria dan semua orang yang di dalam terkejut melihat Clue tiba-tiba hancur menjadi tumpukan batu. "Sungguh penyambutan yang hebat. Sudah lama aku tidak bermain-main dengan racun. Tapi aku lebih kuat dari hunter tingkat raja." Kata Clue muncul dibelakang pria dengan memegang pedang yang terbuat dari angin.


"Hahaha, aku percaya kamu setidaknya tidak lebih lemah dariku." kata pria berkulit coklat juga berbicara bahasa inggris. Clue mengabaikan pria berkulit coklat dan menghunus pedangnya ke arah leher pria. Namun pria berpakaian kimono tiba-tiba menghilang dan muncul beberapa meter dari Clue. "Hoo, apakah kamu ingin bertarung denganku." Kata pria berpakaian kimono. "Kamu akan kehilangan nyawa jika bertarung denganku." Kata Clue.


"Hahaha, sombong. Aku sangat suka pria sombong." Clue mendengar sebuah suara dan pria berbadan kekar memasuki ruangan. Clue juga melihat pria berkulit hitam yang datang bersama pria berbadan kekar. "Jika kalian ingin bertarung. Maka aku akan menjadi wasitnya." Kata pria berbadan kekar tersenyum.