Rebirth With System

Rebirth With System
S2 Makam Han Lee



Esok harinya Clue sedang duduk dan bergumam "tabel status."


Nama : Clue


Umur : 18 Tahun


Level : 240 next level 7200 exp


Job : -


Ras : Manusia Elite Tingkat rendah


Kekuatan : 3500 > 4600 (+2760)


Agility : 3500 > 4600 (+2760)


Vitalitas : 3500 > 4600 (+2760)


Stamina : 3500/3500 > 4500/4600


Mana : 3500/3500 > 4500/4600


Poin : 300 > 0 > 5000 > 0


Coin : 10.550.009.000 > 534.687.500


"Meski aku level 240 peringkat SS level 2. Kekuatan asliku setara level 360 peringkat SS level 6." Gumam Clue. "Saat aku menggunakan skill menghilang dan ingin membunuh seseorang. Ahli di bawah level 360 yang menjadi targetku akan bingung kenapa dirinya tiba-tiba mati." Clue menyeringai.


Saat ini Milea berjalan ke arah Clue dan berkata. "Sayang kekuatanmu saat ini peringkat apa." tanya Milea penasaran. "Peringkatku hanyalah SS level 2, tapi aku bisa membunuh peringkat SS level 5." Balas Clue. Milea terkejut dengan mulut terbuka.


"Aku tidak pernah menemukan ahli yang bisa menerobos dengan sangat cepat. Bahkan bisa mengalahkan 3 peringkat yang lebih tinggi." Milea menggeleng. "Hehe, aku adalah seorang jenius." Clue tertawa. "Hmm, oh benar. kemarin bagaimana bisa buku menjadi sinar dan masuk ke kepalamu." Kata Milea. "Itu rahasia." Clue tersenyum.


"Huh, baiklah kalau kamu tidak memberi tahuku." Milea mendengus. Clue memeluk Milea dan berkata. "Itu adalah salah satu kemampuanku. Aku akan bisa mengerti semua skill dalam beberapa detik." "Apa." Milea berteriak dan menatap Clue tidak percaya. "Aku tidak berbohong, tapi kemampuanku mempunyai batasan. Aku tidak bisa mempelajari skill yang lebih tinggi dari tingkatku." Kata Clue. "Kamu sungguh aneh, jika semua ahli di dunia ini dan dunia kita tahu bahwa kamu hanya butuh beberapa detik untuk mempelajari skill. Mereka akan sangat cemburu dan mencoba membunuhmu." Kata Milea.


"Lalu apakah kamu cemburu dengan kemampuanku." Clue tersenyum. "Huh, jelas aku cemburu. Tapi di satu sisi aku senang. Karna kamu adalah kekasihku." Kata Milea. Clue tersenyum lalu mencium bibir Milea.


Keesokan harinya Clue sedang duduk lalu tiba-tiba Milea duduk di pangkuannya. Melihat Milea yang duduk di pangkuannya Clue meremas payudara Milea dan berkata. "Bukankah kita kemarin sudah melakukan seharian." Milea tersipu saat payudaranya diremas oleh Clue dan berkata. "Itu kemarin, beda dengan sekarang." Clue tersenyum dan berkata. "Kamu beruntung menjadi wanitaku, karena aku satu-satunya laki-laki yang mau memenuhi nafsu wanita tua sepertimu."


"Huh, aku begini juga karna kamu. Juga aku bukan wanita tua. Apakah wajahku terlihat tua." Milea cemberut. "Hehe, kamu tidak tua. kamu sangat cantik dan seksi." Clue membelai wajah Milea dan mencium bibirnya. Milea juga memeluk Clue.


Awalnya Milea yang mengajak Clue untuk berhubungan ****, namun setelah 3 hari Milea memohon untuk berhenti. Namun Clue hanya memberikan waktu 1 jam untuk Milea istirahat dan melakukannya lagi. 


"Sayang." kata Milea. "Apa." balas Clue." "Kamu tahu kan aku sudah tidak bisa jauh darimu, dan saat kembali ke dunia kita dan kembali ke sekte. Aku tidak ingin berpisah denganmu meskipun itu hanya 1 hari." Kata Milea menatap Clue. "Baiklah. kita tidak akan berpisah saat kembali ke dunia kita dan juga saat kembali sekte." Clue tersenyum. "Aku sangat bahagia memilikimu." Milea memeluk Clue.


1 bulan kemudian Clue saat ini berada di sebuah hutan bersama Milea di sampingnya. "Menurut rumor gua yang di selimuti aray yang bahkan tidak bisa dimasuki peringkat Raja ada di daerah ini." kata Clue. Beberapa hari sebelumnya saat berkeliling dungeon bersama Milea. Clue mendengar bahwa ada gua yang di selimuti array yang bahkan peringkat Raja tidak bisa masuk dan menghancurkan array, meskipun menggunakan senjata peringkat level 7 dan skillnya.


Tidak lama kemudian Clue dan Milea menemukan sebuah gua yang diselimuti kabut putih. "Apakah itu guanya. Jika itu guanya kenapa tidak ada sekalipun ahli yang berada disini." Kata Milea terkejut. "Gua ini dikabarkan ada sejak seribu tahun lebih dan tidak ada seorang pun ahli dari ras dunia ini, dan ras dari dunia kita yang bisa memasuki gua. Maka gua ini mulai di abaikan oleh ras dari dunia ini. Ras dari dunia kita saat tidak bisa memasuki gua pasti akan pergi. Karna hanya akan menyinyiakan waktu berada disini." Kata Clue.


Mendengar kata Clue Milea mengangguk. "Baiklah, ayo kita coba untuk masuk bersama." Kata Clue memegang tangan Milea. Milea mengangguk dan memegang tangan Clue dengan erat.


Clue dan Milea mulai berjalan ke arah Gua. Clue menyentuh kabut putih dengan tangannya, dan tidak merasakan keanehan apapun. Saat menoleh ke Milea Clue terkejut bahwa tangan Milea tidak bisa memasuki gua seperti ada dinding di depan Milea.


"Ahh. Tanganmu memasuki kabut." Milea terkejut melihat tangan Clue memasuki kabut. "Benar, aku termasuk kriteria array dan bisa memasuki gua." Kata Clue. "Lalu tunggu apa lagi, cepat masuk di dalam gua. Mungkin didalamnya ada barang beharga." Kata Milea.


"Baiklah, kamu tunggu diluar, aku akan meninggalkan clonku bersamamu. Saat ada ahli kuat yang mendekat cepat teleportasi dengan clonku." Kata Clue. beberapa bulan lalu Clue telah memberikan beberapa token teleportasi kepada Milea. "Baik sayang, kamu tidak perlu khawatir." Milea tersenyum.


Clue memanggil bayangan dan 1 clone Clue muncul di sampingnya. "Baiklah aku akan memasuki gua." Kata Clue. "Sayang." Milea berkata. "Ada apa." Clue menoleh. Milea mencium bibir Clue dan berkata. "Hati-hati dan jangan terlalu lama untuk kembali." Milea tersipu. "Baiklah." Clue mencium bibir Milea lalu memasuki gua.


Milea yang melihat Clue memasuki gua berkata. "Semoga di dalam gua tidak ada sesuatu yang mengancam keselamatan sayangku."


Sementara Clue sudah memasuki gua dan terus berjalan, tidak lama kemudian Clue melihat sebuah taman kecil dan tiga pohon yang memiliki beberapa buah. Di dekat ketiga pohon Clue melihat sebuah peti mati.


"Itu sebuah peti." Kata Clue lalu berjalan ke arah peti mati. Saat tiba di dekat peti, Clue melihat ada sebuah ukiran tulisan persis seperti peti mati jee han yang dia temukan di benua utara. Clue mulai membaca tulisan.


"Saya adalah Han lee. Saya patriack sekte olympus, saya ahli peringkat raja level 2 dan ahli prasasti level 8. Kamu yang menemukan makamku termasuk jenius karna menerobos ke peringkat SS di bawah umur 100 tahun. Semua hartaku ada di dalam cincin penyimpananku. Aku menanam 3 bibit pohon langka di dekat makamku. Jika kamu menemukan makamku 100 tahun kemudian, mungkin pohon sudah tumbuh besar. Itu saja yang ingin ku sampaikan. Jika kamu mempunyai hati yang baik tolong katakan pada anakku Jee han dan cucuku Aina bahwa aku telah meninggal."


"Sialan, apakah dia ayah Jee han yang meninggal" Kata Clue terkejut. "Aku tidak menyangka dulu ada ahli prasasti level 8 di dunia itu. Padahal yang kutahu saat ini hanya ada ahli prasasti level 7." Kata Clue.


(Cincin ruang elite tingkat tinggi memiliki luas 2500x2500 meter untuk menyimpan barang. Dibuat oleh ahli prasasti Han lee dan blacksmith Marcus) "Ahh. cincin elite tingkat tinggi." Clue terkejut melihat notifikasi. Clue melihat isi di dalam cincin dan terkejut saat melihat isi dalamnya.


"Seribu lebih batu alam tingkat menengah, sepuluh ribu batu alam tingkat rendah, 500 lebih pil level 7. Serta beberapa peralatan level 7." Kata Clue. "Dengan menyerap seribu batu alam tingkat menengah dan 5000 batu alam tingkat rendah bukankah aku bisa memiliki 100 milyar lebih coin dan beberapa kali level up." Clue tersenyum. "Tapi sayang sekali tidak ada peralatan level 8." Clue menggeleng.


Clue mulai berjalan ke sebuah pohon setinggi 1 meter dan berkata. "Shit, jika dia meninggal dalam seribu tahun lebih kenapa pohonnya masih setinggi 1 meter. Lalu hanya ada 4 buah di setiap satu pohon" Clue tersenyum kecut.


Clue memetik buah di pohon. (Buah star blue berumur 100 tahun. Efek buah star bule dapat memperkuat otot. Semakin tua buah star blue semakin baik efeknya. Memakannya mendapatkan 100 exp dan 100 poin) Saat melihat notifikasi yang muncul Clue tertawa. "Hahaha efeknya tidak buruk. tapi sayang hanya menambahkan 100 exp."