
Melihat Clue berpelukan dengan Amelia Fernando merasakan perasaan yang aneh. "Apakah aku masih cemburu." Gumam Fernando. "System, apa yang terjadi jika aku membunuh Clue." gumam Fernando. "Tidak akan ada apapun yang terjadi. Karna takdir sebenarnya dia adalah mati, dan berkat bantuan anda. Dia bisa hidup saat ini." mendengar kata system Fernando menghela nafas. "Aneh rasanya melihat tubuh yang aku gunakan di alam mimpi berpelukan dengan perempuan yang dulu pernah kutiduri."
"Baiklah, kalian bisa mengobrol. Ratna ayo pergi." kata Fernando. "Kamu ingin pergi kemana kak." Tanya Clue. "Jalan-jalan, 2 Hari lagi kita akan pergi. Jadi selama 2 hari kamu bisa bersenang-senang dengannya." Fernando melambaikan tangannya kemudian menepuk pundak Ratna dan menghilang. Melihat Ratna menghilang Knight berkata. "Dia telah meninggalkan ibukota ini. Sungguh kemampuan teleportasi yang menajubkan."
Fernando muncul di sebuah hutan dan berkata. "Kita akan berkultivasi disini, konsumsilah pil yang sudah aku berikan sebelumnya." "Baik." Ratna mengangguk kemudian menelan pil yang dia ambil dari cincin penyimpannya. Melihat Ratna mulai menyerap energi di dalam pil, Fernando juga duduk dan mulai menelan pil.
2 Hari kemudian Fernando muncul di dalam sebuah ruangan dan melihat Clue sedang berkumpul bersama keluarga Amelia. "Apa kamu siap untuk pergi." kata Fernando. "Aku siap." Balas Clue. "Jangan lupa untuk mengunjungiku Clue." Amelia tersenyum "Tentu Amelia." Clue tersenyum kemudian berjalan ke arah Fernando. Fernando menepuk pundak Clue dan Ratna kemudian menghilang. Melihat Fernando, Clue dan Ratna menghilang Robinho berkata. "Aku tidak tahu apakah bisa mencapai tingkat ahli itu disisa umurku."
10 menit kemudian Fernando, Clue dan Ratna berada di tepi pantai. "Kita sudah sampai di benua selatan." Kata Fernando. "Akhirnya aku kembali." Ratna tersenyum. Melihat Ratna Fernando tersenyum dan berkata. "Karena aku sudah mengantarmu kembali. Maka kita akan berpisah." "Ahhh, apa kamu sungguh akan pergi." Ratna terkejut mendengar kata Fernando.
"Benar, jika kita di takdirkan bersama. Kita akan bertemu lagi." Fernando tersenyum kemudian menghilang bersama Clue. Melihat Fernando menghilang Ratna menatap lautan. "Fernando, aku tidak akan melupakan kebaikanmu."
20 Menit kemudian Fernando berada di sebuah tepi pantai bersama Clue. "Apa kita sekarang kembali ke benua barat kak." Tanya Clue. "Tidak, sekarang kita di Benua Timur." Balas Fernando. "Ahhh." Clue terkejut. "Selama dua bulan kita akan berada di benua timur." Kata Fernando. "Baik kak." Clue mengangguk.
Keesokan harinya Fernando dan Clue berada di sebuah hutan. "Berani sekali manusia tingkat B level 7 masuk ke wilayah para monster." kata seekor gorila merah menatap Clue. "Dia hanya gorila tingkat b level 7. Hadapilah Clue." "Baik kak." Clue melesat ke arah gorila. "Manusia, kamu mencari kematian." Gorila melesat ke arah Clue.
2 Bulan telah berlalu saat ini Fernando dan Clue sedang memanggang daging bakar dan melihat sepuluh elf berjalan ke arah mereka. "Sudah lama aku tidak melihat manusia." kata seorang elf. "Benar, hanya sedikit manusia yang berani menginjakkan kaki ke benua timur." Kata elf lain.
Fernando melihat seorang elf wanita dan berkata. "Kita bertemu lagi Syafin." Fernando tersenyum. "Haaa, mengapa kamu tahu namaku. Dan apakah kita berdua pernah bertemu sebelumnya." Wanita elf yang di panggil Syafin bingung.
Mendengar kata elf Fernando menghela nafas dan berkata. "Di kehidupan selanjutnya, lebih baik kalian jangan bersikap arogan." Fernando menggerakan jarinya kemudian 9 panah angin muncul di udara dan menembus kepala 9 elf. "Buzzz." "Buzzz." "Buzzz." "Ahhhhh." Syafin terkejut melihat 9 temannya mati dalam hitungan detik.
Fernando berdiri kemudian menepuk pundak Syafin. "Aku harap kamu memiliki kehidupan yang baik Syafin." Fernando tersenyum. "Ayo pergi Clue." "Baik kak." Balas Clue. Fernando dan Clue kemudian menghilang. Melihat Fernando menghilang Syafin perlahan tersadar dan berkata. "Siapa dia sebenarnya."
20 menit kemudian Fernando dan Clue berada di tepi pantai. "Apa kita kembali ke benua barat kak." Tanya Clue. "Tidak, kita sekarang berada di benua selatan." "Ahhh. Kita kembali lagi ke benua selatan." "Apa kita kesini untuk untuk bertemu dengan Ratna lagi." Tanya Clue. "Tidak, kita kesini untuk berlatih." Balas Fernando menepuk pundak Clue dan menghilang.
1 Bulan telah berlalu, saat ini Fernando berada di pegunungan dan melihat perempuan berambut putih di depannya. "Apa kamu manusia yang membunuh ribuan monster selama 1 bulan." Perempuan berambut putih menatap Fernando. "Benar, aku yang membunuh ribuan monster selama 1 bulan." Balas Fernando. "Jika begitu, kamu bisa mati manusia." perempuan melesat ke arah Fernando. "Cepat." Clue terkejut melihat kecepatan perempuan.
"Kamu tetap pemarah Lian." Fernando menangkis pukulan Lian dengan satu jarinya. "Bajingan." Lian mencakar Fernando, namun dengan mudah Fernando hindari. "Apa Cuma ini kemampuanmu." Fernando tersenyum. "Bajingan, kamu meremehkan penguasa ini." perempuan berambut putih marah kemudian berubah menjadi rubah putih berekor Sembilan. Fernando tersenyum melihat perubahan perempuan dan berkata. "Benar, aku meremehkanmu."
10 menit kemudian Fernando berdiri dan melihat perempuan berambut putih yang duduk terengah-engah. "Apa kamu sudah menyerah." Fernando tersenyum. "Mengapa kamu selalu menghindari seranganku, dan kamu tidak pernah menyerang." Tanya perempuan berambut putih. "Tidak ada dendam di antara kita. Jadi buat apa aku menyerangmu." Kata Fernando.
"Lalu mengapa kamu membunuh ribuan monster." tanya perempuan. "Karena aku bosan." Balas Fernando. "Baiklah, ambilah ini." Fernando melemparkan cincin kepada Lian. "Aku akan pergi dari wilayahmu. Jika kita ditakdirkan bersama. Kita akan bertemu kembali suatu saat." Fernando menepuk pundak Clue lalu menghilang. Lian melihat isi di dalam cincin dan berkata. "Jumlah di dalam pil terlalu sedikit, ini tidak sebanding dengan jumlah dia membunuh ribuan monster."
Keesokan harinya Fernando dan Clue berada di sebuah kota yang ramai. "Bukkk." "Maaf." Clue meminta maaf setelah menabrak seseorang. "Hati-hati jika berjalan nak. Beruntung saat ini aku dalam suasana hati yang bagus. Jika aku dalam suasana hati yang buruk. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu." Kata seorang wanita paruh baya.