
"Fernando, Clue apa kamu baik-baik saja." Clue melihat nenek Fernando yang berlari ke arahnya. "Aku baik-baik saja nek." Fernando tersenyum. Nenek Fernando melihat puluhan mayat yang hangus dan berkata. "Apa kamu membunuh mereka semua Clue." "Benar, aku membunuh mereka semua." Balas Clue.
"Jika aku tidak membunuh mereka semua. Mereka semua yang akan membunuh Fernando." Kata Clue berjalan pergi. "Kamu ingin pergi kemana Clue." Tanya nenek Fernando. "Kamu tidak perlu tahu." Balas Clue berjalan pergi.
Tidak lama kemudian Fernando melihat kedatangan puluhan polisi dan anggota asosiasi awakened. "Dimana saudara Clue." Kata pria paruh baya yang tidak lain adalah Samuel. Ketua asosiasi awakened cabang Jember. "Dia sudah pergi." Balas Fernando.
Mendengar jawaban Fernando pria paruh baya melihat puluhan mayat yang hangus. "Bawa mayat mereka semua." "Baik pak." Balas polisi dan anggota asosiasi. "Apa kamu tidak keberatan untuk ikut bersama kami dan memberikan laporan." Samuel melihat Fernando. "Aku tidak keberatan." Balas Fernando.
Saat ini Clue muncul di dalam ruangan. "Kamu dari mana kak." tanya Dini melihat Clue. "Aku baru saja membasmi kecoak." Balas Clue. "Baiklah, ayo kita pergi ke kebun binatang lagi." Clue melihat Dini. "Baik kak." Dini mengangguk.
30 Menit kemudian Fernando keluar dari kantor asosiasi awakened. "Saat ini tidak ada lagi asosiasi penjahat di negara ini. Apa aku perlu untuk bertambah kuat lagi." Kata Fernando menatap langit.
Fernando mencengkram tangannya dan berkata. "Bicara apa aku barusan. Tentu saja aku harus bertambah kuat. Karena di dunia ini ada orang baik dan orang jahat. Orang jahat yang menjadi awakened pasti akan membuat kekacauan dan membunuh orang yang tidak bersalah." Jika Clue mendengar kata Fernando. Clue akan memuji Fernando.
2 Jam kemudian Clue sedang makan bersama Dini di sebuah restoran. Clue melihat melihat Khalid meneleponnya. "Ada apa." Kata Clue mengangkat panggilan. "2 Jam lagi datanglah ke tempat kita mengadakan konferensi pers. Presiden, aku dan dirimu akan mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan berita bahwa anggota asosiasi penjahat telah di musnahkan." Kata Khalid. "Baiklah." Clue menutup telepon.
"Apa kakak akan mengadakan konferensi pers lagi." Tanya Dini mendengar obrolan Clue. "Benar, tapi itu masih 2 jam lagi. Jadi makanlah dengan santai." Clue tersenyum. "Baik kak." Dini mengangguk.
2 Jam kemudian Clue, Presiden dan Khalid berada di sebuah ruangan. "Selamat siang semuanya. Saya sebagai Presiden Indonesia memberitahukan bahwa asosiasi penjahat sudah tidak ada lagi. Clue telah membunuh semua anggota asosiasi penjahat. Mayat mereka saat ini ada di kota Jember." Kata Presiden. Semua wartawan terkejut mendengar kata Presiden.
"Apa presiden yakin jika yang Clue bunuh adalah anggota asosiasi penjahat dan bukan orang lain." Teriak salah satu wartawan. "Aku 100% yakin." Jawab presiden. "Lalu bagaimana jika ada awakened yang masih melakukan kejatahan setelah hari ini." Teriak wartawan.
"Semua manusia memiliki sifat baik dan jahat. Jika kamu saat ini menjadi awakened tingkat 9. Aku yakin kamu akan membuat kekacauan di konferensi pers ini." Kata Clue melihat wartawan. Semua wartawan terkejut saat mendengar kata Clue. "Konferensi pers berakhir disini." Kata Presiden. Clue, Presiden dan Khalid meninggalkan ruangan. "Aku akan pergi." Kata Clue tanpa menunggu jawaban dari Presiden dan Khalid.
Saat ini di suatu tempat seorang pria bermata sipit melihat sebuah berita. "Alex dan bawahannya yang berada di Indonesia telah terbunuh." "Jika dia bisa mengalahkan Alex dan bawahannya. Seharusnya dia memiliki kekuatan 2000 poin." Kata seorang pria berotot.
"Apa kita perlu pergi ke Indonesia dan membunuh pria itu." Kata seorang wanita berambut hitam panjang. "Mengapa masih bertanya. Kumpulkan semua anggota asosiasi penjahat di seluruh asia. Kita akan pergi ke Indonesia dan membunuhnya." Kata pria bermata sipit.
Saat ini Clue sedang berada di jalan dan melihat sebuah pesan masuk. Clue melihat pesan dari Erika yang bertulis. "Jika kamu tidak sibuk. Besok ayo kita keluar. Sudah lama kita tidak keluar bersama." "Sebenarnya dia tidak terlalu cantik. Adiknya lebih cantik darinya." Kata Clue membalas pesan. "Ajak adikmu juga."
Keesokan harinya Clue berada di sebuah mall bersama Erika dan Aina. "Kalian berdua sangat cantik." Clue memuji Erika dan Aina. "Terimakasih Clue." Erika tersenyum. "Terimakasih kak." Aina tersipu malu saat Clue memujinya. "Ayo kita nonton film Clue. Aku dengar ada film baru yang bagus." Kata Erika. "Baiklah." Clue mengangguk dan berjalan ke arah bioskop bersama Aina dan Erika.
Di sebuah bandara seorang pria memakai kacamata hitam dan berkata. "Jadi seperti ini negara Indonesia." "Jumlah awakened di negara ini sangat sedikit." Kata pria berotot. "Meski begitu, negara ini mempunyai awakened tingkat s yang kuat. Meski dia sebentar lagi akan mati di tangan kita." Kata wanita berambut hitam panjang.
Saat ini di sebuah ruangan pria paruh baya berotot melihat seorang pria berdiri di depannya. "Pak, hari ini banyak awakened tingkat 9 dan s dari berbagai negara datang ke negara kita. Tujuan mereka semua adalah kota Jember." Kata pria.
"Baiklah, kamu bisa keluar." Kata pria paruh baya berotot. "Baik pak." Balas pria keluar ruangan. "Jika mereka menuju kota Jember. Tujuan mereka pasti Clue." Kata pria paruh baya kemudian menghubungi Clue.
Saat ini Clue yang sedang membeli tiken bioskop melihat telepon dari Khalid ketua asosiasi awakened Indonesia. "Ada apa." Kata Clue mengangkat panggilan. "Banyak awakened tingkat 9 dan s dari berbagai negara datang ke Indonesia. Mereka semua menuju kota Jember. Berhati-hatilah, mungkin tujuan mereka adalah dirimu." Kata Khalid. "Terimakasih informasinya. Kamu tidak perlu mencemaskanku." Balas Clue menutup panggilan.
"Clue, aku mendengar pembicaraanmu barusan. Tidak masalah jika batal menonton film." Erika melihat Clue. "Tidak perlu khawatir. Ayo kita menonton film." Balas Clue berjalan ke arah studio diikuti Aina. Erika menghela nafas dan mengikuti Clue masuk ke dalam studio.
Clue duduk di kursi paling belakang di tengah-tengah Aina dan Erika. "Mau popcorn." Clue menawari Aina. Aina mengangguk dan mengambil popcorn. "Mengapa kamu tidak menawariku." Tanya Erika. "Bukankah kamu tidak suka popcorn." Balas Clue melihat Erika.
"Siapa yang bilang tidak suka. Dulu aku hanya kenyang dan tidak ingin makan lagi." Balas Erika. "Baiklah, ini makanlah." Clue menawarkan popcorn kepada Erika. Erika tersenyum mengambil popcorn.
5 Menit kemudian Clue melihat film dimulai. Clue melihat Aina dan memegang tangannya. Melihat Aina tidak keberatan tangannya di pegang. Clue kemudian menggengam tangan Aina. Aina tersenyum melihat Clue mengenggam tangannya kemudian bersandar di bahu Clue.
"Wanita ini cukup berani." Clue tersenyum dan membuat ilusi seolah-olah Erika dan seluruh penonton di studio melihat dirinya dan Aina duduk seperti biasa dan tidak melakukan apapun. Clue kemudian merangkul Aina dan meremas dadanya.
"Kak Clue, apa yang kamu lakukan." Aina berbisik dan melihat Clue. "Bukankah kamu yang meminta aku melakukan ini padamu." Balas Clue melihat Aina. "Bagaimana jika kakak tahu kamu melakukan hal seperti ini padaku." Balas Aina. "Aku tidak peduli meski dia tahu. Karena aku tidak suka dengan kakakmu." Bisik Clue kemudian mencium bibir Aina.
"Eeemm." Aina terkejut tiba-tiba Clue mencium bibirnya. Melihat Erika tetap fokus menonton film Aina terkejut. "Bagaimana bisa kak Erika tidak melihat apa yang kak Clue lakukan padaku." Tanya Aina melihat Clue.
"Aku membuat ilusi di studio ini, yang membuat seluruh penonton di studio, melihat aku dan kamu hanya duduk menonton film." Kata Clue melihat Aina. "Aahh." Aina terkejut mendengar kata Clue. "Sebenarnya aku menyukaimu Aina." Clue mengelus wajah Aina. "Apa kakak serius menyukaiku." Aina terkejut. "Aku serius." Clue tersenyum.
"Lalu bagaimana dengan kak Erika. Kak Erika menyukaimu kak." Aina melihat Clue. "Apa kamu tidak menyukaiku." Clue menatap Erika. "Aku menyukai kak Clue. Tapi aku tidak ingin membuat kak Erika kecewa padaku." Balas Aina.