Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Rumah Makan Pasti Puas



Beberapa menit kemudian Clue melihat pesawat lepas landas. "Hei." Kata Clue. "Apa." Nita terkejut Clue menyapanya. "Setelah sampai di Jakarta, ayo kita makan bersama." Kata Clue. "Ah, baik." Nita mengangguk. Clue tersenyum kemudian memejamkan matanya. Melihat Clue tersenyum Nita bergumam. "Kulit wajahnya begitu bersih, tanpa ada satu pun jerawat, dan kerutan. Dia juga cukup tampan." Nita tersipu.


Clue membuka matanya dan bergumam. "Setelah setara hunter tingkat d. Aku bisa merasakan mahluk hidup dalam jarak 5 meter. Ini adalah salah satu kemampuan kultivator atau ahli bela diri legendaris." Clue tersenyum. Nita yang melihat Clue tiba-tiba tersenyum bergumam. "Kenapa dia tiba-tiba tersenyum. Apa dia baru saja bermimpi bagus."


Waktu perlahan berlalu dan Clue melihat pesawat mulai mendarat. "Sepertinya kita sudah sampai jakarta." Kata Clue. "Benar, selama penerbangan kamu selalu tidur, kamu hanya bangun untuk makan dan minum." Nita berkata melihat Clue. Clue hanya tersenyum dia tidak akan menjelaskan bahwa sebenarnya dirinya berkultivasi bukan tidur.


Tidak lama kemudian Clue dan Nita turun dari pesawat. "Apa kamu pernah ke Jakarta sebelumnya." Tanya Nita kepada Clue. "Pernah satu kali ke Ancol saat liburan kelulusan sekolah." Balas Clue. "Hmm, berarti itu sudah lama sekali." Kata Nita. "Benar." Clue mengangguk.


"Karna aku lebih mengenal Jakarta di banding dirimu. Maka aku akan memilih tempat makan yang bagus." Kata Nita. "Baiklah." Clue mengangguk. Clue kemudian melihat Nita bermain handphone. "Aku sudah memesan taxi online. Tidak lama lagi dia akan datang. Ayo kita tunggu di luar bandara." Kata Nita. "Oke." Balas Clue kemudian berjalan bersama Nita.


Tidak lama kemudian Clue dan Nita sudah di luar bandara. "Sepertinya itu mobilnya. Dia bilang menggunakan mobil avanza bewarna putih dengan plat nomor 6969" kata Nita. "Jika begitu, ayo kita kesana." Balas Clue. Nita mengangguk kemudian berjalan ke arah mobil dengan Clue.


"Bak Nita ya." Kata seorang pria paruh baya membuka jendela. "Benar pak." Nita tersenyum. "Silakan masuk." Balas pria paruh baya. Clue dan Nita kemudian masuk ke dalam mobil. "Langsung ke tujuan bak." Tanya Pria paruh baya yang mengemudi. "Benar pak, langsung ke rumah makan Pasti puas." Balas Nita. Mendengar nama rumah makan Clue bingung. "Nama rumah makan yang unik."


30 menit kemudian Clue melihat mobil berhenti dan supir berkata. "Sudah sampai bak." "Ini pak." Nita kemudian memberikan uang kepada supir. "Terimakasih bak, jangan lupa kasih bintang." Balas supir. "Tentu." Nita mengangguk. Clue dan Nita kemudian turun dari mobil.


"Cukup ramai." Kata Clue melihat rumah makan bertulisan pasti puas yang dipenuhi orang sedang makan. "Kamu akan tahu alasan kenapa orang-orang selalu datang kesini." Nita tersenyum. "Apa masakan disini begitu enak." Clue bingung.


Clue dan Nita kemudian berjalan ke arah rumah makan. Setelah cukup lama mengantri Clue dan Nita memesan makanan. Clue memesan kepiting sedangkan Nita memesan Gurami bakar. Beberapa menit kemudian pesanan Clue dan Nita datang. Clue kemudian mulai memakan kepiting.


Saat memakan kepiting Clue bergumam. "Rasanya tidak kalah enak dengan buatan bik Inem." Clue melihat Nita yang sedang makan dan berkata. "Jangan makan terburu-buru." Clue mengambil tisu dan mengusap sisa makanan di bawah mulut Nita. "Ahh, baik." Nita tersipu malu saat Clue membantu membersihkan sisa makanan di mulutnya.


Beberapa menit kemudian Clue dan Nita selesai makan. "Karena kamu yang membayar taxi online, maka aku yang akan membayar biaya makanan." Kata Clue membayar di kasir. "Baiklah." Nita mengangguk.


"Hehe, sungguh kemampuan yang sangat menakutkan." Clue berkata dengan menyeringai. "Haa, aku masih sangat lemah." Clue menghela nafas kemudian berjalan ke arah Nita. "Ayo pergi." kata Clue. "Baik." Nita mengangguk. Pria penjaga kasir melihat Clue pergi dan berkata. "Aku ingin pulang. Kamu jaga kasir." Kata pria melihat perempuan disampingnya. "Baik bos." Balas perempuan mengangguk.


"Apa kamu tidak ingin ikut ke rumahku." Tanya Nita. "Tidak, pertama-tama aku akan mengunjungi ayahku terlebih dulu." Balas Clue. "Baik." Nita mengangguk. "Berikan smartphone mu. Aku akan memberikan nomorku." Kata Clue. "Baik." Nita mengangguk memberikan smartphonenya. Clue kemudian menuliskan nomornya. "Hati-hati dunia saat ini telah berubah, tidak sama seperti dulu." Kata Clue kemudian berjalan pergi. Melihat Clue pergi Nita berkata dan tersenyum. "Pria yang aneh."


Beberapa menit kemudian Clue yang sedang berjalan berhenti dan berkata. "Kenapa kamu mengikutiku." "Aku tidak mengikutimu." Balas pria yang tidak jauh dari belakang Clue. Clue berbalik kemudian berkata dengan nada menyeramkan. "Jika kamu mengikutiku lagi, aku tidak akan ragu untuk menghancurkanmu." Clue berbalik kemudian naik ke mobil Xenia bewarna putih yang berhenti di depannya.


Pria yang mendengar kata Clue kemudian tertawa. "Hehe, sudah lama tidak ada yang berani mengancamku, setelah aku menjadi hunter peringkat A. Hehe menarik, sungguh menarik." Kata pria yang tidak lain adalah penjaga kasir di rumah makan. Pria melihat mobil Xenia yang sudah menjauh dan berkata. "Jika kita bertemu lagi, kamu yang akan kuhancurkan." Pria menyeringai.


Saat ini Clue yang sedang di dalam mobil mengusap keringat di dahinya dan berkata. "Sialan, perjalananku di Jakarta tidak mulus." Clue tahu pria mulai mengikutinya setelah keluar dari rumah makan. Jadi Clue mulai memesan taxi online. Clue menebak pria tahu bahwa dirinya tidak terpengaruh oleh skill hipnotisnya.


40 menit kemudian mobil berhenti di sebuah hotel. Clue memberikan uang kepada sopir dan turun. "Jangan lupa kasih bintang 5 ya bos." Kata sopir. "Tentu." Clue tersenyum. Clue melihat hotel dan berkata. "Hotel ini adalah yang terdekat dari penjara tempat ayahku berada." Clue kemudian masuk ke dalam hotel dan berjalan ke arah Resepsionis.


"Pesan satu kamar untuk tiga hari, serta makanan tiga kali dalam sehari selama aku menetap. Aku akan bayar di muka." Kata Clue. "Ah, baik. Totalnya." Kata resepsionis wanita mulai menghitung. "Totalnya 1 juta." Kata resepsionis. Clue mengangguk kemudian memberikan kartu kredit. Resepsionis mengambil kartu kredit dan mengeseknya di mesin gesek.


"Terimakasih, tolong antarkan kakak ini ke ruangan 11." Resepsionis memberikan Clue kartu kreditnya dan sebuah kunci kamar. "Tas anda bisa saya bawakan." Kata seorang pria berdiri di samping Clue. Clue kemudian memberikan tasnya kepada pria. "Mari ikuti saya." Kata pria. Clue kemudian mengikuti pria.


Tidak lama kemudian Clue berhenti di depan sebuah pintu. "Ini kamar anda." Kata pria. "Ini ambilah." Clue memberikan uang 100 ribu kepada porter. "Terimakasih bos." Sikap pria langsung berubah setelah menerima uang dari Clue. "Jika ada perlu sesuatu panggil saja saya." Kata pria dengan semangat. "Baik, kamu boleh pergi. Aku perlu beristirahat." Kata Clue. "Baik bos. Pria kemudian pergi.


Clue masuk ke dalam kamar kemudian menaruh tasnya di dekat ranjang. Clue kemudian duduk di ranjang dan berkata. "Dengan kemampuanku saat ini, aku tidak yakin untuk pergi ke penjara mengunjungi ayahku." Clue mengingat saat dirinya hampir terhipnotis dan diikuti oleh penjaga kasir.


"Aku harus bertambah kuat dengan cepat." Clue bertekad kemudian membuka tasnya. Clue mengambil kantong plastik dan berkata. "Tersisa 15 kristal. 14 kristal hijau dan 1 kristal putih." Clue mengambil kristal putih kemudian menghancurkan dengan tangannya. Saat menghancurkan kristal putih dengan tangannya tiba-tiba Clue merasakan hembusan angin yang begitu sejuk.