Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Kencan



Saat ini Clue sudah selesai makan dan mulai menata pakaianya ke dalam tas. "Bukankah kamu bilang jadwal penerbanganmu sore hari. Mengapa kamu sudah bersiap-siap untuk pergi." kata Vina melihat Clue menaruh kantong plastik berisi kristal ke dalam tas.


Clue melihat Vina kemudian mulai bercerita tentang dirinya yang kecurian. "Ahh, tidak kusangka kamu kecurian." Kata Vina kaget. "Keamanan di hotel ini begitu rendah, beruntung aku dapat menemukan si pencuri. Lalu mengambil kristalku kembali." Kata Clue. "Benar, kamu sangat beruntung." Balas Vina.


"Baiklah, apa kamu ingin ikut denganku. Aku akan pergi untuk menjual beberapa kristal." Kata Clue. "Baiklah, aku ikut." Kata Vina mengangguk. Clue dan Vina kemudian keluar dari kamar. Clue berjalan ke arah respsionis dan mulai berbincang.


10 menit kemudian Clue dan Vina keluar dari hotel. Clue kemudian melihat mobil avanza bewarna putih berhenti di depannya. "Kita naik mobil, sepeda motormu tinggal disini saja." kata Clue. "Baiklah." Vina mengangguk.


Clue dan Vina kemudian masuk ke dalam mobil. "Langsung menuju toko perhiasan." Kata Clue. "Baik." Balas pengemudi. 25 menit kemudian Clue dan Vina tiba di toko perhiasan. Clue keluar dari dan Vina kemudian keluar dari mobil. "Jangan lupa beri bintang 5 bos." Kata pengemudi. Clue hanya mengangguk. Clue dan Vina kemudian masuk ke dalam toko perhiasan.


"Aku ingin menjual 20 kristal." Kata Clue membuka tasnya dan mulai mengambil 20 kristal lalu menaruhnya di meja. "Silakan duduk, kami akan memeriksanya terlebih dahulu." Kata seorang pegawai. "Baiklah." Clue mengangguk.


Beberapa menit kemudian Clue melihat wanita paruh baya berjalan ke arahnya. "Ternyata kamu." kata wanita paruh baya. Clue tersenyum kepada wanita paruh baya. "Apa kamu mau dibayar lewat rekening." Kata wanita paruh baya. "Benar." Clue mengangguk kemudian melihatkan nomor rekeningnya. "Transfer di rekeningku sebesar 15 juta. Lalu transfer ke rekeningnya sebesar 5 juta." Kata Clue. "Ehh." Vina terkejut dengan kata Clue.


"Cepat tunjukan nomormu." Kata Clue. "Baiklah." Vina ragu kemudian mengangguk lalu membuka smartphonenya dan memberitahu nomor rekeningnya. "Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan menstransfer." Kata wanita paruh baya. "Oke." Balas Clue.


5 menit kemudian Clue melihat wanita paruh baya berjalan ke arah Clue. "Transfer sudah berhasil." Kata wanita paruh baya. Clue melihat info transfer masuk sebesar 15 juta dan berkata. "Terimakasih, kalau begitu aku akan pergi." "Terimakasih." kata Vina melihat transfer juga sudah berhasil ke rekeningnya. Clue dan Vina kemudian keluar dari toko perhiasan.


"Kita akan kemana." Tanya Vina. "Kita akan pergi ke mall untuk berbelanja. Kurasa kamu perlu beli beberapa pakaian." Balas Clue melihat Vina. Vina tersenyum kecut saat mendengar kata Clue.


5 menit kemudian Clue dan Vina melihat mobil Xenia bewarna hitam berhenti di depan mereka. Clue dan Vina langsung masuk ke dalam mobil. "Langsung ke tujuan." Kata Clue. "Baik bos." Balas pengemudi.


30 menit kemudian Clue dan Vina tiba di mall. Clue melihat Vina kemudian memegang tangannya. Melihat tangannya di pegang oleh Clue Vina tersipu malu. "Bagaimana kondisi ibumu." Tanya Clue. "Kondisi ibuku semakin membaik. Mungkin beberapa hari lagi ibu diperbolehkan pulang." Balas Vina. "Bagus kalau begitu." Clue mengangguk.


"Dimana tempat beli pakaian." Kata Clue. "Di lantai atas." Kata Vina melihat lantai atas. "Baiklah, ayo ke atas." Kata Clue. Clue dan Vina kemudian naik escalator. Saat hendak masuk ke tempat pakaian Clue diberhentikan oleh satpam. "Tidak memboleh membawa tas jika masuk." Kata satpam.


"Jika barang di dalam tas ini yang hilang, mungkin kamu akan kehilangan pekerjaanmu." Kata Clue melihat satpam. Satpam menatap Clue dengan serius lalu mengangguk. "Bisa saya cek dulu isi di dalam tas anda." Kata satpam. Clue menyeringai kemudian memberikan tas kepada satpam. Satpam membuka tas dan terkejut melihat Kristal di dalam kantong plastik. "Glek." Satpam meneguk air liur.


"Ahh, baju itu kelihatan bagus." Kata Vina melihat pakaian. "Jika bagus, ambillah. Aku yang akan membayarnya." Kata Clue. "Apa kamu serius." Vina terkejut. "Aku serius, asal tidak lebih dari 1 juta." Kata Clue. "Kamu terlalu baik, kamu sudah memberikanku uang sebanyak 35 juta. Padahal kita belum kenal lama, dan aku masih belum bekerja menjadi pembantumu." Vina tersenyum kecut.


"Uang 5 juta itu untuk biaya tambahan rumah sakit ibumu dan biaya transportasi kamu pergi ke Jember." Kata Clue. "Tetap saja, kamu terlalu royal." Kata Vina. Clue hanya tersenyum kemudian mengambil baju. "Cobalah, jika cocok ambilah." Kata Clue. "Baiklah." Vina mengangguk kemudian pergi ke tempat ganti pakaian.


"Bagaimana, apa cocok." Kata Vina menunjukan pakaian ke Clue. "Kamu semakin cantik." Puji Clue. "Kamu pintar merayu." Vina tersenyum kemudian masuk kembali ke dalam kamar ganti.


2 jam telah berlalu, Clue dan Vina telah selesai membeli pakaian. "Apa kamu lapar." Tanya Clue. "Sedikit." Kata Vina. "Kalau begitu ayo kita beli makanan." Kata Clue. "Baiklah." Vina mengangguk.


Clue dan Vina kemudian berjalan ke arah tempat penitipan barang. Clue memberikan nomor kepada pegawai. Pegawai kemudian memberikan Clue tasnya. "Tenang bos, barang anda aman." Kata satpam saat Clue melihat isi di dalam tasnya. "Bagus, jika kamu pergi ke jember tanya saja namaku. Fernando Clue De Lopez. Orang-orang pasti akan tahu." Balas Clue. Satpam terkejut mendengar kata Clue. Kemudian satpam mulai mengingat namanya.


"Apa kamu begitu terkenal di kotamu." Kata Vina terkejut. "Cukup terkenal, karena aku anak dari seorang koruptor." Balas Clue. Vina tersenyum kecut mendengar kata Clue. "Baiklah, ayo kita ke kfc." Kata Clue berjalan ke arah kfc.


Tidak lama kemudian Clue dan Vina sampai di kfc dan mulai memesan. Beberapa menit kemudian pesanan Clue dan Vina tiba. "Baiklah, ayo makan." Kata Clue. Vina tersenyum dan mengangguk.


10 menit kemudian Clue dan Vina selesai makan. Clue melihat Vina dan berkata. "Aku akan langsung ke bandara. Kamu bisa pulang sendiri." "Baiklah." Kata Vina. Clue tersenyum kemudian bangkit dari tempat duduknya. "Clue." kata Vina. "Apa." Balas Clue. "Terimakasih untuk hari ini." Kata Vina mencium pipi Clue.


"Kamu sangat berani." Clue melihat semua orang menatap dirinya. Vina tersipu malu melihat semua orang menatap dirinya. "Baiklah, aku akan pergi. Aku menunggumu di Jember." Kata Clue pergi. "Hati-hati." Kata Vina.


"Sungguh pasangan yang romantis." Kata seorang pemuda. "Tapi kenapa dia tidak mengantar kekasihnya ke bandara." Kata pria lain. "Mana kutahu, aku bukan ayah mereka." Kata pria lain. Vina tersipu malu mendengar obrolan orang disekitarnya.


1 jam telah berlalu, saat ini Clue sudah berada di bandara. "Kurang 3 jam lagi jadwal penerbanganku." Kata Clue. "Ting." Clue melihat pesan masuk. "Semoga selamat sampai tujuan ^_^" Clue membaca pesan dari Vina. "Dasar." Clue tersenyum kemudian menaruh smartphonenya.


Sementara itu di rumah sakit. "Target yang kamu bicarakan akan kembali ke kota asalnya." Kata pria berpakaian hitam dan berambut merah. "Lalu apa kamu tidak bisa membunuhnya. Bukankah aku sudah menstransfer uang 30 juta padamu." Kata pria yang memiliki perban di kakinya.


"Tambahkan 10 juta lagi, aku akan pergi ke kota jember. Aku akan membunuhnya saat dia memasuki dungeon." Pria hitam menyeringai. "Baiklah, aku setuju." Balas pria yang memiliki perban di kakinya. "Hehe, jika transfer sudah masuk. Aku akan segara berangkat ke jember." Pria tertawa kemudian keluar dari ruangan.