
Tidak lama kemudian Clue dan elf tua berada di dalam ruangan. "Apa anda berasal dari dunia lain." tanya elf tua. "Kamu pasti sudah tahu jawabannya." Balas Clue berubah menjadi manusia. Elf tua mengangguk dan berkata. "Di dunia ini hanya ada ras elf. Jadi anda pasti berasal dari dunia lain." "Oh, jadi di dunia ini hanya ada ras elf." Balas Clue.
"Jika anda tidak keberatan, bisakah anda memberikan pria tua ini beberapa pengetahuan tentang dunia lain." elf tua tersenyum melihat Clue. "Baiklah, aku akan memberimu beberapa pengetahuan. Luar angkasa ini sangat luas dan memiliki puluhan ribu planet." Clue bercerita. "Puluhan ribu." Elf tua terkejut.
"Jika kamu ingin menjelajahi luar angkasa setidaknya kamu harus menerobos alam demi god." lanjut Clue. "Alam demi god." elf tua merenung. "Jika kamu mencoba menjelajahi luar angkasa dengan kekuatanmu saat ini. Kamu akan mati dalam hitungan detik di luar angkasa." Elf tua sekali lagi terkejut.
"Baiklah, cuma itu yang bisa aku ceritakan padamu." Clue meliha elf tua. "Terimakasih anda sudah mau bercerita." Elf tua berterimakasih."Pria tua, bisakah kamu menceritakan sedikit tentang dunia ini." Clue melihat elf tua. Elf tua kemudian mulai bercerita.
5 menit kemudian Clue melihat elf tua dan berkata. "Ambilah." Clue memberikan seribu pil level 7 kepada elf tua. "Anda memberikan ini semua padaku." Elf tua terkejut. "Bagikan ke penduduk lainnya." Clue melihat elf tua. "saya akan membagikan ke penduduk lainnya." Elf tua mengangguk.
"Jika begitu, aku akan pergi." Clue berjalan keluar ruangan. "Semoga perjalanan anda menyenangkan." Elf tua membungkuk. Tidak lama setelah Clue meninggalkan rumah elf tua. Clue melihat gadis kecil berdiri di depannya. "Apa paman kucing ingin pergi." gadis kecil melihat Clue. "Benar, aku ingin pergi."
"Bisakah rapunsel ikut pergi bersama paman kucing." gadis kecil melihat Clue. "Orang tuamu tidak akan mengijinkanmu ikut denganku." Clue melihat gadis. "Rapunsel tidak memiliki orang tua." balas gadis kecil. Clue kemudian teringat dengan Ning er. "Baiklah, aku akan mengajakmu pergi. Tapi aku akan berbicara terlebih dulu kepada elf tua itu." Clue kemudian berjalan ke rumah elf tua diikuti Rapunsel.
Clue masuk ke dalam rumah kemudian melihat elf tua. "Kakek,Rapunsel ingin ikut pegi bersama paman kucing." gadis kecil melihat elf tua. "Rapunsel, kamu masih terlalu muda untuk berpetualang." Balas elf tua. "Rapunsel sudah berumur 10 tahun kek. Rapunsel sudah bisa memasak dan mencuci baju sendiri." balas gadis kecil.
"Aku akan membawanya berkeliling dunia ini sehari. Lalu aku akan bertanya lagi apakah dia masih ingin pergi untuk berpetualang." Clue melihat elf tua. "Baiklah, tolong jaga Rapunsel tuan Clue. Dia sudah kehilangan orang tuanya sejak bayi" Clue mengangguk kemudian berjalan keluar bersama Rapunsel.
"Paman kucing, kita akan pergi kemana." Tanya Rapunsel. "Berkeliling dunia ini." Clue menggendong Rapunsel kemudian terbang ke langit. "Waahhh." Rapunsel terkejut saat dirinya terbang. "Apa kamu belum pernah terbang sebelumnya." Tanya Clue. "Belum paman, semua orang tidak mau membawa Rapunsel terbang. Mereka berkata bahwa Rapunsel masih terlalu kecil." Balas Rapunsel. "Kamu memang masih kecil." Clue tersenyum.
1 Jam kemudian Clue melayang turun saat melihat sebuah kota. Clue membuat telinganya menjadi panjang kemudian berjalan memasuki kota bersama Rapunsel. "Wahh, desa ini lebih besar dari pada tempat tinggal Rapunsel." Rapunsel melihat banyak bangunan. "Ini adalah kota Rapunsel, tempat tinggalmu adalah sebuah desa." Clue melihat Rapunsel. "Ahh, kakek juga pernah bercerita tentang kota kepada Rapunsel."
"Jika kamu ingin membeli sesuatu katakan pada paman. Paman akan membelikannya." Clue melihat Rapunsel. "Yeee, paman kucing memang yang terbaik." Rapunsel senang. "Dia terlalu polos." Clue tersenyum.
1 Jam kemudian Rapunsel sedang duduk di sebuah kursi dan memegangi perutnya. "Rapunsel tidak pernah sekenyang ini paman." "Itu karena kamu membeli semua yang kamu lihat." Balas Clue. "Hehe." Rapunsel tersenyum. "Baiklah, 5 menit lagi kita akan meninggalkan kota ini." "Baik." Rapunsel mengangguk.
Saat melayang turun. Clue melihat elf wanita berambut coklat yang sedang mandi. "Sepertinya aku melihat pemandangan yang indah." Clue menatap tubuh wanita berambut coklat. Beberapa detik kemudian Clue melihat wanita menghilang. "Apa kamu sudah puas untuk melihat-lihat. Jika kamu sudah puas, maka aku akan mengambil kedua bola matamu." Clue mendengar suara elf wanita dibelakangnya.
"Boomm." Clue menahan serangan elf wanita dengan mudah. "Bagaimana bisa kamu menahan seranganku." Elf wanita terkejut. "Bukan kamu saja yang menerobos demi god, dan sepertinya aku pernah melihat wajahmu." Clue menatap elf wanita. Wanita menatap Clue dan berteriak. "Kamu adalah pria di pertarungan antar galaxy itu." Elf wanita menyerang Clue. namun Clue dengan mudah menghindar.
"Ahhh, mengapa paman dan kakak wanita berkelahi." Rapunsel terkejut. Elf wanita melihat gadis kecil dan berkata. "Apa kamu menculik gadis kecil itu." Mendengar kata elf wanita Clue merasa jengkel. "Paman kucing tidak menculikku. Rapunsel yang ingin pergi dengan paman kucing." Rapunsel menggeleng.
"Apa kamu telah mencuci otaknya." Elf wanita melihat Clue. "Hei, kesabaranku ada batasnya. Apa kamu ingin menjadi peringkat kaisar lagi." Clue menatap wanita. mendengar kata Clue elf wanita berkata. "Gadis kecil, kakak akan mengantarkanmu pulang." Elf wanita melihat Rapunsel. "Rapunsel tidak ingin pulang, Rapunsel ingin pergi bersama paman kucing." Rapunsel menggeleng.
Elf wanita berjalan ke arah Rapunsel kemudian menyentuh kepalanya. "Sepertinya kamu tidak mencuci otaknya." "Aku tidak seburuk apa yang kamu pikirkan." Balas Clue kemudian melihat danau. "Rapunsel, jika kamu ingin mandi. Maka mandilah." "Baik paman kucing." Rapunsel berjalan ke arah danau kemudian melepas bajunya.
"Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu." Elf wanita melihat Clue. "Pertama-tama perkenalkanlah dirimu terlebih dahulu." Clue melihat elf wanita. "Namaku adalah Grace." Elf wanita melihat Clue. "Namaku Clue." Clue mengulurkan tangannya. Grace kemudian menjabat tangan Clue.
"Baiklah, ceritakan siapa pemenang pertarungan antar galaxy 8 tahun lalu." Tanya Grace. "Pemenangnya sudah jelas yang berdiri di hadapanmu." Clue tersenyum. "Cihh, kamu pasti menang karena menggunakan skill licik itu." Grace melihat Clue.
"Tebakanmu benar. Aku memang menang dengan skill dadu. Apa kamu iri dengan skill ku." Clue tersenyum. "Buat apa aku iri dengan skillmu." Grace mencibir. "Lalu mengapa kita tidak bertarung lagi. Aku akan melawanmu tanpa menggunakan skill dadu itu." Clue tersenyum.
"Dunia ini akan hancur, jika kita bertarung dengan serius. Terlebih lagi kamu membawa seorang gadis kecil." Grace melihat Rapunsel yang sedang asik mandi. "Bilang saja kamu takut padaku." Clue berjalan ke arah danau. "Pria ini." Grace jengkel.
"Benar, baumu saat ini berbeda dengan baumu di pertarungan antar galaxy." Grace melihat Clue. "Karna aku yang sekarang bukanlah manusia." balas Clue. "Paman kucing, apa kamu ingin ikut mandi." Rapunsel berteriak. "Tidak. paman akan melihat dari sini saja." Clue menggerakan jarinya kemudian air membentuk lumba-lumba dan melompat di depan Rapunsel. "Byuurr." "Wahhh." Clue menggerakan jarinya kemudian Rapunsel menaiki lumba-lumba. "Paman kucing, kamu adalah yang terbaik." Rapunsel berteriak dengan senang.
Grace yang melihat Clue berkata. "Kamu pria yang tidak buruk. Ngomong-ngomong kenapa gadis itu memanggilmu paman kucing." "Karena aku adalah seekor kucing." balas Clue. "Jangan bercanda denganku." Balas Grace. "Buat apa aku bercanda denganmu." Clue menggerakan jarinya kemudian lumba-lumba melompat ke langit. "Ahhhh." Rapunsel berteriak.
10 menit kemudian Clue melihat Rapunsel yang telah selesai mandi dan berpakaian. "Baiklah, aku akan pergi." Clue melihat Grace. "Tunggu." Grace melihat Clue. "Ada apa." Balas Clue. "Aku akan ikut denganmu, aku takut kamu melakukan sesuatu yang buruk padanya." Balas Grace. "Baiklah, kamu bisa ikut denganku." Balas Clue. Clue tahu Grace masih penasaran dengan dirinya.