
Clue melihat panah angin yang agak hitam dan berkata. "Aneh, panah angin yang awalnya putih menjadi sedikit hitam. Apa itu juga pengaruh tumbuhan hitam itu." Clue bingung. "Aku tidak peduli, karena tumbuhan itu dapat meningkatkan kekuatanku. Aku akan mencarinya dan memakannya lagi." kata Clue mulai terbang ke langit.
Beberapa menit kemudian Clue melihat 5 sosok manusia berkulit putih dengan ekor ular yang hidup. "Ssshh. Kita menemukan manusia." "Ayo makan dia." manusia berekor ular berbicara bahasa manusia. "Heh, kalian ingin memakanku." Clue kesal kemudian membuat bola api dan melemparkan ke arah monster manusia berekor ular. "Ahhh. Sakit." "Sial, bola api ini dapat melukai jiwa kita." "Benar, terlebih lagi dia setingkat iblis tingkat menengah. Semuanya ayo lari." Kata manusia berekor ular lari.
"Ehhh." Melihat serangannya berefek Clue menyeringai. "Sepertinya tumbuhan hitam itu bermanfaat." Clue kemudian membuat puluhan bola api dan melemparkan ke arah kawanan manusia berekor ular. "Ahhh." "Ahhh." "Ahhh." Jeritan terdengar.
Clue yang saat ini berdiri merasakan energi yang mengalir ke badannya. "Energi yang berasal dari iblis ini 10x lebih kuat dari pada energi yang berasal dari monster. Apakah ini manfaat membunuh iblis yang setingkat kultivator peringkat s." Clue tersenyum. "Jika aku terus menerus menyerap energi iblis ini. Aku pasti akan bertambah kuat dengan cepat.
Sementara itu di Jakarta, Indonesia. Di sebuah ruangan berkumpul beberapa orang. "Kemarin sebuah gerbang aneh muncul di kota Jember." Kata seorang pria paruh baya berjaz hitam. "Lalu setelah gerbang itu terbuka, jumlah monster yang muncul di Indonesia berkurang drastis. Mungkin hanya seratus monster tingkat s yang muncul di Indonesia." Lanjut pria paruh baya.
"Kejadian ini sangat aneh pak." Balas pria paruh baya berseragam hitam. "Apakah kita perlu mengirimkan beberapa hunter untuk memasuki gerbang. Aku dengar Fernando juga telah memasuki gerbang itu. Mungkin di dalam gerbang itu terdapat dunia yang penuh harta." Kata wanita paruh baya.
"Idemu tidak buruk, ayo kita kirimkan 1 hunter tingkat raja dan 10 hunter tingkat s untuk memasuki gerbang itu." Balas pria paruh baya berjaz hitam. "Baik pak." Balas semua orang di dalam ruangan. "Lalu berapa total korban jiwa sampai saat ini." tanya pria paruh baya. "Kita telah kehilangan total 40% penduduk Indonesia pak." Balas wanita paruh baya. "Sigh, berarti hanya lebih dari 160 juta penduduk Indonesia saat ini." balas pria paruh baya berjaz hitam.
1 jam telah berlalu di dunia nyata, sementara 10 jam telah berlalu di neraka. Saat ini Clue yang sedang melayang di langit tiba-tiba turun dan mencabut tanaman hitam. "Hahaha, setelah mencari selama berjam-jam aku akhirnya menemukan tumbuhan ini lagi." Clue tertawa senang kemudian memakan tumbuhan hitam.
Setelah memakan tumbuhan Clue merasakan tubuhnya panas dan kepalanya tiba-tiba pusing. "Saatnya bertambah kuat." Clue tersenyum kemudian duduk dan berkultivasi. 30 menit kemudian Clue membuka matanya dan berkata. "Aku merasa dapat merasakan mahluk hidup dalam jarak 650 meter."
Clue menghembuskan napas kemudian 320 panah angin muncul di udara. "Sepertinya kekuatanku meningkat 50 poin. Panah angin yang aku keluarkan juga semakin hitam." Kata Clue melihat 320 panah angin bewarna hitam. "Tanaman ini hidup di neraka, apa aku tidak akan berubah menjadi iblis jika mengkonsumsinya terus menerus." Clue berpikir.
"Heh, aku terlalu berpikir serius. Jika aku tidak memakan tumbuhan ini. aku tidak akan bisa membunuh puluhan iblis yang kutemui." Clue tersenyum. "Baiklah, saatnya berburu iblis lagi." kata Clue lalu melesat pergi.
Di suatu tempat di neraka beberapa orang tiba-tiba melayang turun dari langit dan mendarat di tanah. "Uuhh, gravitasi disini 10x lebih berat dari pada di bumi." Kata Seseorang yang terbaring di tanah. "Benar, aku bahkan sulit untuk berdiri." Balas pria yang sedang duduk dan mencoba berdiri.
"Uuekk." Seorang pria tiba-tiba muntah darah. "Hei kenapa denganmu." Tanya seorang pria. "Uueek." Kemudian pria lain mulai muntah darah. "Hei, ueekk." Pria yang bertanya juga tiba-tiba muntah darah. "Disini sangat beracun. Ayo kita kembali." Kata pria. "Apakah kita bisa kembali." Kata seorang pria yang mata, hidung bahkan telinganya mengeluarkan darah. Pria yang bertanya mengigit bibirnya saat melihat pria yang baru berbicara dengannya. "Sepertinya kita semua akan dikuburkan di sini." Kata pria berbicara dengan mata, hidung dan telinga yang mengeluarkan darah.
"Oh, rupanya kamu." Kata Clue menaruh tumbuhan di saku celananya. Melihat Clue menaruh tumbuhan hitam di sakunya pria berbadan kekar berkata. "Tumbuhan jiwa itu tercemar oleh lingkungan neraka. Aku sarakankan kamu membuangnya dan tidak memakannya."
"Oh." Clue terkejut dengan kata pria berbadan kekar. "Lalu apa efek jika aku memakan tumbuhan ini." "Jiwamu cepat akan lambat sama seperti milik iblis, kemudian kamu akan menjadi manusia setengah iblis." Balas pria berbadan kekar. "Apa!" Clue terkejut mendengar kata pria.
"Aku tidak bercanda, jika kamu memakan tumbuhan itu terus menerus kamu akan menjadi manusia setengah iblis. Mungkin kamu bahkan bisa berubah menjadi iblis." Kata pria berbadan kekar. "Sepertinya tebakanku benar, tapi aku tidak akan membuang tumbuhan ini." balas Clue. "Itu terserahmu, aku sudah memperingatkanmu." Kata pria berbadan kekar.
"Benar, perkenalkan aku Xiao Yan dari china." Pria berbadan kekar mengulurkan tangannya. "Fernando Clue De Lopez dari Indonesia." Clue menjabat tangan Xiao Yan. "Benar, karena kita sudah bertemu, mengapa kita tidak bertarung. Aku dari dulu sangat ingin bertarung denganmu, orang yang mengalahkan Sakata." Xiao Yan mengeluarkan auranya.
"Haha, kamu akan menyesal jika bertarung denganku." Clue juga melepaskan auranya. Merasakan aura Clue yang sebanding dengannya, Xiao Yan bergumam. "Apa dia sekuat ini tanpa bantuan system."
"Apa kamu masih ingin bertarung. Saat ini kita berada di neraka, wilayah para iblis." Clue menyeringai. "Hahaha, jangan sebut namaku Xiao Yan, jika aku takut bertarung." Xiao Yan tertawa. Clue dan Xiao Yan tersenyum kemudian mulai beradu pukulan. "Booom." "Booom."
Saat ini dikejauhan seorang wanita melihat ke arah utara dan berkata. "Seorang ahli yang setara denganku sedang bertarung." wanita kemudian melesat ke arah utara. Tidak lama setelah pergi wanita melihat Clue dan Xiao Yan sedang bertarung. "Ternyata mereka berdua." Kata wanita. Saat melihat Clue yang seimbang bertarung dengan Xiao Yan wanita berkata. "Ada yang berbeda dengannya."
"Sepertinya kita sedang di awasi." Kata Clue memukul Xiao Yan. "Dia adalah wanita yang berasal dari Thailand. Jadi kamu tidak perlu khawatir." Balas Xiao Yan menghindari pukulan Clue. Lalu Xiao Yan memukul Clue. "Hoo, Baiklah kalau begitu." Clue menghindari pukulan Xiao Yan.
"Hei, aku akan mulai serius." Kata Xiao Yan tiba-tiba tubuhnya mulai berubah. Kedua sayap muncul dari punggungnya, tubuhnya perlahan diselimuti sisik bewarna merah, dan ekor merah yang tiba-tiba mulai tumbuh. Melihat transformasi Xiao Yan Clue berkata. "Aku juga akan serius." "Buzzz." Petir hitam menyelimuti tubuh Clue.
"Ini." Xiao Yan dan Wanita berkata secara bersama saat melihat petir hitam yang menyelimuti tubuh Clue. "Menurut kabar petirmu bewarna ungu, mengapa menjadi hitam. Aku juga merasakan petirmu sama seperti para iblis yang aku bunuh." Balas Xiao Yan.
"Kamu sudah tahu jawabannya. Aku sudah memakan tumbuhan hitam itu." Balas Clue. "Dasar bodoh." kata Xiao Yan melesat ke arah Clue. "Kamu yang bodoh." Petir di tubuh Clue membentuk sepasang sayap, dan Clue melesat ke arah Xiao Yan. "Booom." "Booom."
"Buzzz." Xiao Yan membuka mulutnya dan menyemburkan api. "Bukan Cuma kamu yang menguasai elemen api." Tangan Clue tiba-tiba diselimuti api hitam dan meninju ke arah api Xiao Yan. "Booomm." Api hitam Clue dan Api Xiao Yan bertabrakan.