
"Kemarilah anak nakal, ayah selalu menyayagimu. Meskipun kamu selalu membuat masalah." kata Usman tersenyum. Adrian tersenyum kemudian memeluk Usman. "Tapi masalah yang Clue buat lebih banyak dari masalah yang ku buat yah." Adrian tersenyum kecut. "Jangan menyalahkan anakmu. Tanpa dia aku tidak akan hidup kembali." Usman tersenyum.
"Benar, kek. Kamu tadi bilang alam kematian. Bisakah kamu menceritakan alam kematian tersebut." Tanya Clue. Mendengar kata Clue Usman berkata. "Lebih baik kita duduk terlebih dulu sebelum bercerita. Dan persiapkan mental kalian saat mendengar ceritaku."
"Ceritakan saja kek. Aku tidak akan terkejut." Kata Clue kemudian duduk. Adrian memiliki ekspresi serius kemudian duduk di samping Clue. Melihat Clue dan Adrian duduk Usman kemudian mulai bercerita. "Setelah aku mati di penjara. Aku berada di sebuah tempat gelap gulita tidak terhitung lamanya."
"Setelah itu sosok berjubah hitam tiba-tiba muncul dan membawaku ke sebuah padang gurun yang begitu panas. Di padang gurun itu aku melihat berbagai mahluk yang berbaris begitu panjang. Dan anehnya kakiku bergerak sendiri dan ikut berbaris. Saat aku bertanya kepada mahluk bermata satu di depanku dimana kita berada. Mahluk itu menjawab kita berada di alam kematian atau alam penghakiman." Kata Usman serius.
"Di alam kematian atau alam penghakiman adalah tempat berkumpul semua mahluk hidup di semua planet yang telah mati. disana adalah tempat untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kita saat hidup. Jika kita sering melakukan perbuatan baik dari pada perbuatan buruk, kita akan reinkarnasi. Namun jika kita sering melakukan perbuatan jahat dari pada perbuatan baik. Kita akan dikirim ke neraka." Kata Usman.
"Lalu apa tidak ada surga yah." Balas Adrian. "Surga itu ada. Tapi syarat memasukinya sangat sulit." Balas Usman. "Apa syarat memasukinya yah." Adrian penasaran. "9x melakukan perbuatan baik saat hidup. Yang artinya saat hidup kembali kita selalu melakukan perbuatan baik. Tapi kita bisa memilih untuk tidak memasuki surga dan bisa reinkarnasi dengan memiliki kenangan terakhir saat kita hidup." Kata Usman. Mendengar kata Usman, Clue dan Adrian terkejut.
"Sungguh informasi yang mengejutkan." Clue tiba-tiba bangkit kemudian melihat langit. "Sudah kuputuskan tujuanku selanjutnya adalah pergi ke surga. Tapi pertama-tama aku akan memenangkan pertempuran antar galaxy." Clue tersenyum.
"Benar Clue, bagaimana caranya kamu menghidupkan kakek." tanya Usman. Clue kemudian mengatakan bahwa dirinya bertemu pelindung planet bumi dan dirinya diberi ramuan pembangkit orang mati olehnya. Namun sebagai bayaran ramuan. 3 tahun lagi Clue harus berpartisipasi dalam perang antar galaxy.
"Aku sungguh terkejut mendengar katamu Clue. Awalnya aku tidak percaya bahwa mahluk bermata satu menyebut dirinya dewa. Tapi setelah mendengar ceritamu dan menyaksikan monster yang muncul di bumi. Aku percaya bahwa ada sebuah eksistensi yang mengatur segalanya." balas Usman.
Mendengar kata kakenya Clue berkata. "Jangan terlalu dipikirkan kek. Semuanya akan terjawab di masa depan. Tapi yang pertama-tama kakek harus menjadi lebih kuat." Clue melemparkan sebuah pil kepada kakeknya.
Clue yang sedang membantu kakeknya menyerap energi di dalam pil, tidak sadar bahwa ada sebuah mata raksasa transparan di langit yang melihat dirinya. Mata raksasa kemudian menghilang setelah tidak lama melihat Clue.
1 Jam kemudian Clue melihat kakeknya telah berhasil menyerap energi di dalam pil. "Aku merasa tubuhku lebih ringan dan bertenaga Clue." kata Usman. "Telan ini lagi kek." Clue melemparkan pil level 1 kepada Usman. "Baiklah." Usman tanpa basa-basi menelan pil. Clue lalu mulai membantu Usman menyerap energi di dalam pil.
14 jam kemudian Clue melihat matahari mulai terbit dan melihat kakeknya membuka mata. "Baiklah kek, saat ini kamu memiliki kekuatan 90 yang setara hunter tingkat C." kata Clue. "Kakek tidak menyangka akan memiliki kekuatan seperti ini." Usman tersenyum. "Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi ke Jakarta." Kata Clue. "Baik." Balas Usman dan Adrian.
15 menit kemudian Clue, Adrian dan Usman telah tiba di Jakarta. "Clue, siapa dia." tanya Daus. "Dia adalah kakekku." Balas Clue. "Jangan bercanda Clue, bukankah kakekmu sudah meninggal." Daus tersenyum. "Ayah apa itu kamu." Daus mendengar sebuah suara dibelakangnya dan melihat Hery, Indah, Fiona dan Ye Jin.
"Kamu ternyata juga disini Hery." Usman tersenyum melihat Hery. "Ayah." Hery menangis kemudian berlari dan memeluknya. "Clue, apa dia benar-benar kakek." Fiona menatap Clue. "Dia adalah kakek, aku menghidupkannya kembali." Balas Clue. mendengar kata Clue Fiona meneteskan air mata dan lari memeluk Usman.
"Kakek." "Oh, cucu kecilku ternyata sudah jadi wanita yang cantik." Usman mengelus rambut Fiona. "Ayah mertua." Indah menangis dan berjalan ke arah Usman. "Indah." Usman mengelus rambut Indah.
"Halo kek." Kata Ye Jin. "Dia adalah pacarku kek." Kata Clue mengenalkan Ye Jin. "Aku tidak percaya bahwa wanita korea juga bisa jatuh kepadamu." Usman menggeleng. "Heh, hanya wanita bodoh yang tidak jatuh hati kepadaku kek." Clue mencibir. "Aku harap kamu tidak meninggalkannya seperti mantan pacarmu yang lain." balas kakek Clue. "Aku tidak bisa janji." Clue bersiul.
"Baiklah, kalian silakan reuni aku ingin pergi." kata Clue. "Kamu ingin pergi kemana Clue." tanya Usman. "Membunuh monster. Aku ingin bertambah kuat dengan cepat." balas Clue. "Baiklah, jangan sampai kamu terluka Clue. Jika kamu lelah kembalilah dan istirahat." Usman tersenyum. "Tentu kek aku akan kembali jika ingin istirahat. Cucumu adalah manusia terkuat di bumi. Jadi tidak ada seorangpun yang bisa menyakitiku. Jadi kakek tidak perlu khawatir." Balas Clue tersenyum kemudian menghilang.
Melihat Clue menghilang Fiona berkata. "Kakek tidak perlu khawatir. Clue sangat kuat." "Aku tahu, tapi seorang kakek selalu mengkhawatirkan cucunya." Balas Usman. "Benar Adrian, apa mantan istirmu disini." "Cihhh, dia tidak mungkin disini. Clue koma saja dia tidak menjenguknya." Adrian mencibir. "Jika Clue mendapatkan kasih sayang seorang ibu dari kecil, Clue pasti tidak akan menjadi playboy."