
Clue dan Ajeng terkejut mendengar kata pria. "Apa kalian tidak tahu bahwa aku adalah seorang buronan." Balas Clue. "Kami tahu bahwa kamu adalah buronan." Balas pria. "Lalu kenapa kalian masih ingin merekrutku." Balas Clue.
"Karena kemampuanmu." Balas pria. "Kamu dapat menyelesaikan dungeon tingkat a seorang diri. Kamu juga dapat kabur dengan selamat dari kejaran asosiasi, polisi dan tentara." Kata pria. "Apa keuntunganku jika bergabung guild garuda kuning." Balas Clue. "Kami akan membereskan masalahmu. Kamu mungkin hanya akan dipenjara paling lama 3 bulan." Kata pria. "Menarik, lalu bagaimana jika aku menolak untuk bergabung dengan guild garuda kuning."
"Kamu akan kehilangan kesempatan emas, dan menyesal kemudian hari. Terlebih lagi kamu sudah menyinggung guild banteng merah. Karena seseorang yang kamu bunuh berasal dari guild banteng merah. Pria yang kamu bunuh juga mempunyai seorang kakak yang menjadi hunter tingkat a. Saat ini dia berada di Jember dan sedang mencarimu."
"Oh, ini semakin menjadi menarik." Kata Clue. "Baiklah, kami pergi dulu. Hubungi nomor ini jika kamu tertarik untuk bergabung. Aku sarankan kamu juga pergi dari rumah ini, karena beberapa jam lagi asosiasi akan datang kemari." Kata ketiga pria kemudian pergi.
"Clue apa yang akan kamu lakukan. Apa kamu akan bergabung dengan guild garuda." Tanya Ajeng. "Aku tidak ingin terikat dengan guild manapun. Tapi jika situasinya bertambah buruk. Mungkin aku akan bergabung dengan guild garuda kuning." Balas Clue.
"Baiklah, aku akan pergi." kata Clue. "Kamu mau pergi kemana." Tanya Ajeng. "Aku tidak tahu, aku akan mencari rumah kosong untuk dijadikan tempat bersembunyi." Balas Clue berjalan ke arah kamar. Tidak lama kemudian Clue keluar kamar dengan membawa tas. Clue juga memakai masker dan topi.
"Apa kamu ingin menggunakan sepeda motorku." Kata Ajeng. "Tidak perlu. Aku akan berlari saja." balas Clue. "Kalau begitu hati-hati Clue." Ajeng mendekat ke arah Clue lalu mencium pipinya. Clue melihat Ajeng kemudian berjalan ke luar rumah. "Jika tidak ada pilihan lain, aku akan meningkatkan kekuatanku dengan cepat dan menerobos peringkat s. Setelah menerobos peringkat s, tidak ada yang perlu aku takutkan." Kata Clue penuh percaya diri.
1 jam kemudian Clue telah berada di sebuah gudang kosong. Clue mengambil sebuah alat dan menyentuhnya. "Titt." Clue melihat angka 280. "Baiklah, saatnya meningkatkan kekuatan." Clue mengambil kristal biru dari atasnya kemudian menghancurkannya. Clue merasakan energy alam begitu padat dan lantai tiba-tiba menjadi basah. Clue lalu memejamkan matanya dan berkultivasi.
Sementara itu di rumah Ajeng. "Kemana perginya Hunter Fernando." Kata pria berpakaian hitam. "Aku tidak tahu. Dia bilang ingin mencari rumah kosong untuk bersembunyi." Balas Ajeng. "Dia berkata jujur." Kata polisi di samping pria berpakaian hitam. "Baiklah, lain kali jika dia kemari kabari kami. Jangan takut dengan ancamannya." Kata polisi kemudian pergi diikuti pria berpakaian hitam. Melihat pria berpakaian hitam dan polisi pergi Ajeng menghela nafas. "Semoga kamu baik-baik saja Clue."
Keesokan harinya di pagi hari Clue membuka mata dan menggerakan badannya. Clue mengambil sebuah alat dari dalam tas dan menyentuhnya. "Tittt." Clue melihat angka 290 yang muncul. "Dalam satu hari aku berkultivasi selama 10 jam. Jika aku terus berkultivasi seperti ini, hanya butuh 11 hari lagi aku menerobos tingkat s." kata Clue tersenyum.
"Baiklah, saatnya pergi dari sini. Berdiam disini selama satu hari sangat membosankan." Kata Clue memakai masker dan topi. Clue mengambil tas kemudian keluar dari gudang. "Apa yang kamu lakukan di dalam gudang." Saat keluar gudang Clue melihat pria paruh baya. Clue menebak pria adalah penjaga gudang. "Aku hanya beristirahat di dalam." Kata Clue melesat pergi. Pria paruh baya melihat kecepatan Clue dan terkejut. "Dia pasti seorang hunter."
"Tidak lama setelah berlari Clue melihat sebuah dungeon yang dijaga oleh dua pria berpakaian hitam. "Hehe, kesempatan bagus. Aku ingin bertarung melawan monster dan mencari tahu seberapa kuat diriku." Kata Clue melesat kea rah dungeon.
Dua pria melihat Clue melesat ke arah mereka dan berkata. "Hei, berhenti berlari." "Ughh." Dua pria melihat Clue mencengkram leher mereka dan membawa mereka berdua memasuki dungeon.
"Lepaskan kami." Clue melihat pria mencoba berkata dan hendak menyerangnya. "Clue lalu melepas dua pria." "Uhuk-uhuk." Dua pria memegangi tenggorokan mereka. "Mengapa hanya hunter tingkat c yang menjaga pintu masuk dungeon. Seharunya yang menjaga pintu dungeon adalah hunter tingkat b."
"Uhuk-uhuk. Karena semua anggota asosiasi tingkat b ke atas sedang mencarimu." Balas pria berpakaian hitam. "Oohh." Clue terkejut mendengar kata pria berpakaian hitam. "Apa belum ada yang memasuki dungeon ini." kata Clue. "Belum, dungeon ini baru saja muncul 30 menit yang lalu." Balas pria.
Clue melihat di dalam dungeon hanya ada tebing batu dan berkata. "Kalian boleh pergi." kata Clue. "Apa kamu melepaskan kami." Kedua pria terkejut. "Benar, aku melepaskan kalian." Balas Clue. "Kalian berdua bisa memberi." Sebelum menyelesaikan kata-katanya Clue melihat kedua pria telah berlari ke lubang dungeon.
"Aku belum menyelesaikan apa yang ingin aku katakan" Clue menggeleng. "Anggota asosiasi, polisi dan hunter akan kesulitan jika ingin menangkapku disini. Karena medan di dungeon ini sangat berbahaya. Hanya hunter tingkat a yang dapat melompat dari satu tebing ke tebing yang lain." kata Clue melihat tebing lain yang jaraknya 10 meter lebih darinya. Clue mengambil aba-aba kemudian melompat.
"Bukk." Clue melihat ke belakang dan berkata. "Hunter tingkat b yang kemampuanya meningkatkan kekuatan fisik mungkin bisa melompat juga." Kata Clue. "Baiklah, kali ini aku akan mencoba parkour melompat dari tebing ke tebing tanpa terbang." Clue tersenyum.
Setelah melompati 4 tebing Clue melihat 5 burung raksasa bewarna ungu sebesar 10 meter yang terbang ke arahnya. "Kali ini lawanku adalah burung" kata Clue tiba-tiba melesat ke udara dan melihat ke lima burung menembakan bola petir. "Boom." "Booom." Clue melihat dampak ledakan bola petir dan berkata. "Petir ya. Kali ini aku akan menguasai elemen baru lagi." Clue menyeringai.
Clue membuat 5 tombak angin dan melemparkan ke arah 5 burung. "Buzzz." "Quaak." 5 tombak menembus kelima sayap burung. Kelima burung kehilangan keseimbangan dan mulai jatuh ke bawah. "Hehe, ternyata begitu mudah mengalahkan burung ini." Clue membuat 5 tombak angin lagi dan melemparkan ke arah burung. "Buzz." 5 tombak menembus tubuh burung. "Quaak." 5 burung menjerit sebelum kematian mereka.
"Hehe, kristal elemen petir aku datang." Clue tertawa dan terbang ke bawah. Clue melihat 5 mayat burung kemudian membuat pedang yang terbuat dari angin. Clue kemudian mulai membalah dada burung. 5 menit kemudian Clue memegang kristal bewarna ungu. "Hehe, aku sudah tidak sabar untuk menguasai elemen petir. Tapi pertama-tama aku akan berburu burung terlebih dulu, dan mengumpulkan banyak kristal petir. Aku tidak tahu kapan mereka akan datang." kata Clue.
Sementara itu di sebuah ruangan. Seorang pria berpakaian hitam menerima panggilan telvon. "Apa, hunter Fernando memasuki dungeon. Dimana lokasinya, aku akan segara kesana." Tidak lama kemudian pria menutup panggilan dan menghubungi nomor lain. "Beritahu semuanya untuk berkumpul di tempat dungeon muncul. Hunter Fernando saat ini memasuki dungeon."
1 Jam telah berlalu di dalam dungeon. Saat ini Clue berdiri di atas mayat burung raksasa. "Baiklah, aku sudah sampai di tahap 4 dan mendapatkan 50 kristal." Kata Clue. "Dengan menunggu kedatangan mereka aku akan berkultivasi." Kata Clue terbang ke udara kemudian mendarat di atas tebing. Clue memecahkan kristal bewarna ungu dan melihat tubuhnya seperti tersengat listrik. "Sungguh luar biasa." kata Clue kemudian memejamkan mata dan berkultivasi.
Sementara itu di luar dungeon sudah 6 menit berlalu. Saat ini di luar dungeon terdapat puluhan polisi, tentara dan anggota asosiasi. "Ayo masuk ke dalam." Kata seorang polisi. Kemudian semua orang masuk ke dalam.