
Beberapa menit kemudian Ye Jin keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk. "Mengapa kamu tidak menunggu di kamar." Kata Ye Jin. "Aku bukan tipe orang yang masuk ke kamar seseorang tanpa ijin dari pemilik." Balas Clue. Mendengar balasan Clue Ye Jin kemudian berjalan ke arah kamarnya. Clue melihat Ye Jin berjalan kemudian mengikutinya.
Setelah tiba di kamar Ye Jin berbaring di ranjang dan berkata. "Ini adalah pengalaman pertamaku, jadi pelan-pelanlah." "Tentu Nona cantik." Clue tersenyum kemudian membuka bajunya. Saat melihat tubuh berotot dan burung Clue, Ye Jin tersipu malu. Clue naik di kasur kemudian melepas handuk yang membalut Ye Jin.
"Tubuhmu sangat indah, terutama dada dan bagian bawahmu." Kata Clue. "Jangan banyak bicara." Ye Jin tersipu malu mendengar kata Clue. "Baiklah, kalau begitu aku tidak akan banyak bicara." Kata Clue kemudian mencium bibir Ye Jin.
40 menit kemudian Clue memakai baju dan melihat Ye Jin yang terbaring di ranjang. "Setelah selesai bertemu ketua asosiasi aku akan kembali kemari." Kata Clue. "Emm." Ye Jin mengangguk. Clue tersenyum kemudian berkata. "Mulai sekarang kamu adalah wanitaku." Clue mencium kening Ye Jin kemudian menghilang. Melihat Clue menghilang Ye Jin bergumam. "Aku tidak tahu mengikutinya akan menjadi pilihan yang benar atau salah."
Saat ini Clue kembali di hotel dan melihat Hoobin bersama beberapa orang. "Apakah kamu ayah Hoobin." Kata Clue melihat pria paruh baya. Clue tahu bahwa pria paruh baya di depannya adalah hunter tingkat s. "Benar, saya adalah ayah Hoobin, Seong Jin ketua asosiasi korea. Saya senang bertemu anda hunter Fernando." Kata Seong Jin berbicara bahasa inggris dan mengulurkan tangannya. "Saya juga senang bertemu anda." Clue dan Seong Jin berjabat tangan.
"Mengapa kita tidak berbicara di café sambil memakan sesuatu." Kata Seong Jin. "Baiklah, aku juga ingin menikmati makanan khas korea yang lain." balas Clue. "Kalian tunggu disini, saya akan berbicara berdua dengan Hunter Fernando." Kata Seong Jin. "Baik ketua." Balas Hoobin dan beberapa orang. Clue dan Seong Jin kemudian berjalan ke arah cafe.
Setelah tiba di café Clue dan Seong Jin memasan makanan. "Aku pesan Bulgogi dan Soju." Kata Clue. "Aku pesan sama dengannya." Kata Seong Jin. "Baik." Pelayan mengangguk kemudian berjalan menuju dapur. "Tidak perlu basa-basi. Apa yang ingin kamu bicarakan." Kata Clue melihat Seong Jin.
Mendengar kata Clue Seong Jin berkata. "Aku ingin bekerja sama denganmu." "Kamu ingin aku bekerja sama dengan asosiasi hunter korea." Balas Clue. "Benar, aku tahu kedatanganmu ke korea untuk bertemu Mori Han guildmaster Phoenix. Tapi tidakah sayang sekali jika kembali ke Indonesia dengan membawa tangan kosong." Balas Seong Jin.
"Apa maksudmu Seong Jin." Kata Clue melihat Seong Jin. "Jika anda bekerja sama dengan asosiasi hunte korea. Saya akan memberikan anda 1 jet pribadi. Saya juga akan membantu anda untuk berperang melawan pemerintah Indonesia." Kata Seong Jin menatap tajam pada Clue.
Clue tersenyum mendengar kata Seong Jin kemudian berkata. "Lalu apa yang kamu inginkan dariku." "Jika suatu saat korea selatan tidak bisa mengatasi kawanan monster yang muncul. Saya harap anda pergi ke Korea selatan untuk membantu membunuh semua monster." balas Seong Jin.
"Bukankah Korea Selatan memiliki banyak hunter kuat. Terlebih lagi ada Mori Han yang kekuatannya melebihi tingkat raja." Balas Clue. "Dunia sudah berubah hunter Fernando. Anda tidak tahu apakah monster yang kekuatannya setara dengan anda dan Mori Han tiba-tiba muncul."
Clue mengangguk mendengar kata Seong Jin. Dia tahu cepat atau lambat monster tingkat a akan muncul. Clue percaya jika hanya monster tingkat a Indonesia dan Korea Selatan masih bisa mengatasinya. Tapi beda lagi jika monster tingkat s yang muncul.
"Baiklah. Aku setuju bekerja sama. Besok pagi sediakan 1 jet pribadi. Untuk melawan pemerintah Indonesia, aku seorang diri sudah cukup." Clue tersenyum. "Jika begitu. Mulai saat ini anda adalah sahabat Korea Selatan saudara Fernando." Kata Seong Jin tersenyum. Clue dan Seong Jin kemudian berjabat tangan.
Melihat Seong Jin pergi Clue tiba-tiba menghilang. "Ahhh." Clue tiba-tiba muncul di dalam kamar Ye Jin dan mengagetkannya. "Jangan muncul secara tiba-tiba." Kata Ye Jin yang menutupi dadanya dengan pakaian.
"Apa kamu baru selesai mandi." Tanya Clue. "Benar, aku baru selesai mandi." Balas Ye Jin. "Buat apa mandi. Aku masih ingin bersenang-senang denganmu." Kata Clue menarik Ye Jin ke ranjang. "Ahh, apakah kamu masih belum puas." Ye Jin terkejut. "Tidak ada kata puas saat bercinta dengan wanita cantik sepertimu." Clue tersenyum dan mengelus pipi Ye Jin. "Dasar **** boy." Ye Jin tersipu. "Aku bukan lagi **** boy, melainkan **** man." Clue tertawa kemudian mencium bibir Ye Jin.
Keesokan harinya Clue terbangun dan melihat Ye Jin tidur di pelukannya. "Sepertinya dia tertidur pulas karena tadi malam aku terlalu bersemangat." Clue tersenyum. Clue turun dari kasur kemudian mengenakan pakaiannya. Setelah selesai berpakaian Clue mencium bibir pink Ye Jin kemudian menghilang.
Tidak lama kemudian Clue muncul di bandara. Clue kemudian mencari keberadaan pilot yang bersamanya ke Korea Selatan. "Ahh, tuan Fernando." Kata seorang pria terkejut saat melihat Clue. "6 Jam dari sekarang kita akan kembali ke Indonesia." Kata Clue melihat pria yang tidak lain seorang pilot. "Baik tuan." pria mengangguk. Mendengar jawaban pria Clue kemudian menghilang. Melihat Clue menghilang pria bergumam. "Aku tidak menyangka akan kembali ke Indonesia dengan cepat. Ini bahkan tidak sampai 36 jam aku tiba di Korea Selatan."
Clue muncul di dalam kamar Ye Jin dan bergumam. "Dia seperti putri tidur." Clue naik di kasur kemudian mencium dada Ye Jin. "Emmm." Ye Jin mengerang. "Putri tidur, ayo bangun." Clue mencium bibir Ye Jin dan meremas dadanya. "Emmm." Ye Jin mengerang dan perlahan membuka matanya. "Ini masih pagi Clue." kata Ye Jin. Sejak bercinta tadi malam, Clue menyuruh Ye Jin memanggilnya dengan nama Clue.
"Bangunlah, ayo kita sarapan dulu. Apa kamu tidak lapar." Kata Clue. "Aku ingin tidur beberapa menit lagi." kata Ye Jin. Clue menggendong Ye Jin kemudian berjalan ke arah kamar mandi. "Ahh, turunkan aku." Ye Jin terkejut tiba-tiba Clue menggendongnya. "Aku akan memandikanmu." Clue menyeringai kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Saat masuk ke dalam kamar mandi tiba-tiba suara desahan dan rintihan terdengar.
30 menit kemudian Clue dan Ye Jin keluar dari kamar mandi dengan telanjang. "Mengapa kamu masih memiliki begitu banyak kekuatan. Bukankah tadi malam kita melakukannya berulang kali." Kata Ye Jin heran. "Karena aku bukan manusia biasa. Kekuatanku melebihi hunter tingkat raja." Clue tersenyum. "Apa kamu memiliki baju pria." Kata Clue masuk ke dalam kamar dan duduk di kasur.
"Ye Jin membuka lemari kemudian mencari pakaian. "Ini pakailah." Kata Ye Jin memberikan celana dan kaos pada Clue. Clue melihat kaos dan celana yang diberikan Ye Jin kemudian memakainya.
Beberapa menit kemudian Clue dan Ye Jin selesai berpakaian. "Apa aku perlu menggunakan make up." Kata Ye Jin melihat Clue. "Kamu sudah cantik tanpa menggunakan make up." Balas Clue. "Hmm, kamu pandai merayu wanita." Ye Jin tersipu.
"Baiklah, aku akan menunggumu memakai make up." Kata Clue. "Oke." Ye Jin mengangguk. Beberapa menit kemudian Ye Jin telah selesai memakai make up. "Aku sudah selesai." Kata Ye Jin melihat Clue yang berbaring di kasur. "Baiklah, kalau begitu ayo pergi." Clue bangun kemudian memegang pundak Ye Jin. Beberapa detik kemudian Clue dan Ye Jin menghilang.
Saat ini di café restoran Adrian sedang makan bersama Jasmine dan kedua orang tuanya. Kemudian melihat Clue dan Ye Jin yang tiba-tiba muncul. "Oh, rupanya kalian disini juga." Kata Clue melihat ayahnya dan Jasmine berserta kedua orang tuanya.