Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Bersama Pyokojang



"Skill yang cukup bagus." Kata Clue mengangguk. "Tidak perlu berbohong, aku tahu skill ini tidak bagus." Balas Pyokojang. "Oh, apa kamu mempunyai skill pendeteksi kebohongan." Tanya Clue. "Aku punya." Balas Pyokojang mengangguk.


"Apakah aku perlu mempelajari skill pendeteksi kebohongan juga." Clue berpikir. "Sepertinya tidak perlu untuk saat ini." gumam Clue. "Baiklah, ayo kita pergi" Clue muncul di pundak Atlas. Pyokojang melayang kemudian juga duduk di pundak Atlas. "Menuju barat." kata Clue. "Baik." Balas Atlas mulai berlari.


6 Jam kemudian Clue melihat langit gelap dan berkata. "Kita akan beristirahat disini." "Baik tuan." "Mengecillah Atlas." "Baik tuan." tubuh Atlas mulai mengecil dan menjadi seukuran Clue. Clue kemudian melemparkan sebuah kapsul ke tanah. Beberapa detik kemudian dua tenda muncul.


"Kamu tidurlah disana." Clue menunjuk tenda. "Apa kamu selalu tidur setiap malam." Pyokojang melihat Clue. "Benar, tidur itu sangat penting. Meski ahli tingkat kaisar tidak membutuhkan tidur lagi." Balas Clue masuk ke dalam tenda. Melihat Clue masuk ke dalam tenda, Pyokojang juga masuk ke dalam tenda.


1 jam telah berlalu Clue keluar dari tenda dan melihat Atlas yang sedang duduk. "Anda tidak tidur tuan." tanya Atlas. "Ssshh, diamlah." Kata Clue dengan suara pelan kemudian masuk ke dalam tenda Pyokojang.


"Mengapa kamu masuk ke dalam tendaku." Pyokojang melihat Clue. "Aku kedigingan jika tidur sendiri, bisakah aku tidur denganmu." Clue tersenyum. "Jangan berbohong." Pyokojang melototi Clue. "Aku tertarik denganmu Pyokojang." Kata Clue. Pyokojang menatap Clue.


"Baiklah, karena kamu sudah menyelamatkanku. Kamu boleh tidur denganku. Tapi jangan lakukan hal yang aneh." Pyokojang menatap Clue. "Hehehe, terimakasih." Clue senang kemudian tidur di samping Pyokojang.


1 Jam kemudian Clue yang sedang tidur meremas pantat Pyokojang. "Hei, apa yang kamu lakukan." Pyokojang berdiri dan melotot kepada Clue. "Aku sudah tidak tahan Pyokojang." Clue menarik tangan Pyokojang dan mencium bibirnya. "Emmm." Pyokojang mencoba melawan, namun kekuatannya lebih lemah dari Clue.


"Kamu sungguh cantik Pyokojang." Bisik Clue dan menjilati leher Pyokojang. "Kamu binatang." Pyokojang marah. "Benar, aku adalah binatang." Clue mencium bibir Pyokojang dan meremas dadanya. "Eemmm."


Clue melepas pakaian Pyokojang dan berkata. "Bukan hanya memiliki wajah yang cantik. Kamu juga memiliki dada dada dan tubuh yang indah." Clue menjilati perut Pyokojang. "Emmm." Pyokojang mengerang dan menarik rambut Clue.


Clue melepas celana Pyokojang dan melihat panties bewarna pink. Clue tanpa basa-basi menghisap panties Pyokojang. "Ahhh." Pyokojang mendesah. Saat ini Atlas yang berada di luar tenda memiliki wajah merah. "Aku teringat dengan istriku yang berada di rumah." "Ahhh." Sebaiknya aku pergi." kata Atlas berjalan menjauh dari tenda.


3 Jam kemudian Clue melihat Pyokojang disampingnya. "Aku tidak memilki hutang lagi padamu." Kata Pyokojang. "Hehe, baiklah. Ayo kita lanjut tidur." Clue tersenyum. "Binatang." Balas Pyokojang.


360 Jam telah berlalu setelah perang antar galaxy dimulai. Saat ini Clue sedang duduk di pundak Atlas dan bergumam. "Tabel status." Sebuah tabel muncul di depan Clue.


Nama : Fernando Clue De Lopez


Usia : 30 tahun


Level : 600 next level (0/60,000) exp


Ras : Manusia elite tingkat Tinggi


Kekuatan : 80,000


Agility : 80,000


Stamina : 78,000/80,000


Ki/Mana : 77,500/80,000


Poin : 0


Melihat statusnya Clue bergumam. "Masih kurang 400 level lagi untuk menerobos peringkat Demi god." "Eh, ada kota juga di dunia ini." kata Pyokojang yang duduk di samping Clue. Clue melihat gedung-gedung tinggi di kejauhan dan berkata. "Aku ingin tahu bagaimana kabar keluargaku sekarang." Pyokojang terdiam mendengar kata Clue.


Tidak lama kemudian Clue tiba di sebuah kota. Clue melompat dari pundak Atlas dan melihat sebuah rumah yang tidak asing baginya. Clue masuk ke dalam rumah dan tanpa sadar berkata. "Aku pulang." Pyokojang terkejut melihat tindakan Clue.


"Rumah ini mirip dengan rumahku saat di bumi." kata Clue. "Guardian pasti yang membuat tiruan rumahmu." Balas Pyokojjang. "Aku tahu." Clue menghela nafas. "Namun rumah ini hancur saat aku memasuki dungeon. Para hunter berengsek itu menghancurkan rumahku." Clue menggertakan giginya. "Tapi itu bukan masalah besar. Karena keluargaku selamat. Rumah bisa dibangun kembali." Clue menghela nafas.


Clue melihat di kejauhan dan berkata. "Bersiap lah bertarung, ada 3 musuh yang mendekat." "Aku tahu." Kata Pyokojang berkata dengan serius. Clue dan Pyokojang berjalan keluar rumah. tidak lama kemudian Clue melihat 3 pesawat tempur. "Buzzz." "Buzzz." Clue melihat 3 pesawat tempur menembakan sebuah rudal.


"Menghindar." Teriak Clue. "Ahhhh." Atlas berteriak saat terkena rudal. Clue muncul di udara kemudian menebas pesawat tempur dengan pedangnya. Namun kejadian berikutnya mengejutkan Clue. Pesawat tempur berubah menjadi robot dan menangkis serangan Clue. Clue muncul di kejauhan dan melihat dua pesawar tempur lain menjadi robot.


"Aku tidak menyangka akan bertarung melawan robot." Kata Clue. "Hati-hati manusia itu terlihat lebih kuat dari pada titan disana." Robot melihat Atlas yang berjalan ke arah Clue. "Tuan, biarkan aku bertarung dengan salah satu robot itu." Kata Atlas. "Baiklah, Apa kamu mau bertarung juga Pyokojang." Tanya Clue. "Apa kamu bodoh, aku hanya peringkat kaisar level 2. Sementara ketiga robot itu peringkat kaisar level 5." Teriak Pyokojang di kejauhan.


"Baiklah, kalau begitu. Aku akan membunuh dua di antara kalian bertiga." Clue menyeringai. "Manusia sombong." Balas ketiga robot secara bersamaan. "Armor." Tubuh Clue lalu diselimuti armor hitam. "Czzz." "Czzz." Petir hitam kemudian menyelimuti tubuh Clue.


"Mati kau robot." Clue melesat dengan cepat ke arah salah satu robot kemudian menembus tubuhnya. "Czzz." "Czzz." Tubuh robot berlubang dan menunjukan sebuah kabel dan mesin. Namun beberapa detik kemudian lubang di tubuh robot menutup.


"Tuan, sepertinya kelemahan robot itu adalah benda hitam di dada mereka." kata Blacky. "Aku tahu Blacky." Balas Clue. "Buzzz." Clue menghilang dan melihat salah satu robot menembaknya dengan laser. "Booommm!!." Gedung di belakang Clue meledak akibat terkena tembakan laser. "Manusia itu berbahaya. Harus segera dimusnahkan." Kata kedua robot menembakan laser secara bertubi-tubi kepada Clue. "Booom." "Booom." Clue menghindari laser dengan mudah.


Sementara itu Atlas sedang beradu tinju dengan robot. "Aku akan menghancurkan mahluk aneh seperti kalian." Teriak Atlas kemudian pedang emas muncul di tangannya. "Crashh." Atlas memotong robot menjadi dua bagian. Namun beberapa detik kemudian tubuh Robot yang terbelah terhubung kembali. "Aku akan menghancurkan kamu berkali-kali. Sampai kamu tidak bisa memulihkan diri." Teriak Atlas.


Clue muncul di depan robot kemudian membelah tubuhnya dengan sebuah pedang. Clue mengambil kotak hitam dengan cepat lalu menghancurkannya. "Mati." "Krakkk." Kotak hitam hancur berkeping-keping. "Number 917 ayo lari, manusia ini memiliki kekuatan kaisar level 5." Kata Salah satu robot kemudian melesat pergi menjauh dari Clue.


"Mau lari kemana kamu." Clue mulai melesat dengan kecepatan super. "Buzzz." Clue menembus tubuh robot dan mengambil kotak hitam. "Krakk." Clue menghancurkan kotak hitam dan melihat robot hancur.


Melihat dua temannya telah terbunuh robot yang melawan atlas melesat pergi. "Jangan pergi." kata Atlas mengayunkan pedangnya, namun dihindari oleh robot. Clue melihat mayat robot tidak berubah menjadi kristal putih berkata. "Jangan bilang mereka bukan mahluk hidup." Clue mulai melesat dan mengejar satu robot yang melarikan.


Tidak lama kemudian Clue berhasil mengejar robot. "Manusia, kamu akan mati bersamaku." "Cingg." Tubuh robot mulai bercahaya. Clue muncul di depan robot kemudian mengambil kotak hitam. Cahaya di tubuh robot mulai redup. "System, identifikasi kotak hitam ini." kata Clue.


"Number 917 adalah sebuah senjata yang memiliki kesadaran. Number 917 diciptakan dan diberi kekuatan oleh Hefaitos." "Ini. Senjata ini buat oleh orang yang sama dengan pencipta Blacky. Terlebih lagi orang itu memberinya kekuatan." Clue terkejut melihat notifikasi yang muncul. "System, apakah aku bisa menjadikannya sebagai senjata pribadiku."