
Saat ini di bumi Grace sedang bertarung melawan Celtic. "Aku tidak menyangka ada low god yang tinggal di bumi." Celtic melihat Grace yang sedang melayang di depannya. "Kamu adalah High god, mengapa kamu ada di bumi. Seharusnya kamu ada di dunia dewa." Grace menatap Celtic dengan waspada. Grace tahu Celtic musuh Clue dan telah mati 1 kali di tangan Clue.
"Saat ini aku bukanlah high god lagi. Kekuatanku menurun menjadi mid god karena Clue." Celtic melihat Grace dengan tatapan tajam. "Karena kamu mempunyai hubungan dengan Clue. Maka aku akan membunuhmu." Celtic muncul di depan Grace dan meninju perutnya. "Booom." "Ughhh." Grace melesat ke luar angkasa.
Celtic muncul di depan Grace kemudian menendang perutnya. "Booom!!." Grace melesat sejauh 1 juta km jauhnya. "Terlalu lemah." Celtic muncul 10 meter di depan Grace yang sedang muntah darah dan memegangi perutnya. "Aku akan membunuhmu." Teriak Grace kemudian tombak kayu muncul dari udara kosong.
"Mati." teriak Grace melemparkan tombak. Merasakan bahaya dari tombak Celtic memunculkan pedang cahaya dari udara kosong. "Tebasan cahaya." Celtic mengayunkan pedang cahaya. Pisau cahaya sebesar seribu meter melesat ke arah tombak kayu. "Booom.!!" Ledakan besar terjadi.
Setelah cahaya ledakan menghilang Celtic melihat lengan kanannya hilang. "Aku tidak percaya, diriku masih terluka oleh seranganmu." Kata Celtic kemudian cahaya menyelimuti lengan kanannya yang terpotong. Beberapa detik kemudian lengan kanan Celtic kembali seperti sedia kala. Seperti tidak pernah terluka.
"Sial, bahkan menggunakan soul spear tidak bisa membunuhnya" Grace terkejut saat melihat Celtic. "Baiklah, sekarang saatnya kamu mati." Celtic menyeringai kemudian melesat ke arah Grace. "Clue, jika aku mati. aku akan menghantuimu." Teriak Grace. "Tingg." "Oh, sepertinya kamu tidak jadi menghantuiku." Clue muncul di depan Grace dan memegang pedang cahaya Celtic.
"Clue." Celtic dan Grace berkata secara bersamaan setelah melihat Clue. "Kita bertemu lagi Celtic." Clue menyeringai melihat Celtic." Celtic tiba-tiba menghilang dan muncul 100 meter dari Clue.
"Mengapa kamu mundur." Clue melihat Celtic. Celtic tidak membalas perkataan Clue. Celtic secara reflek mundur saat melihat Clue. "Dia lebih kuat dari 15 tahun lalu." Gumam Celtic di pikirannya. "Aku sudah mengkonsumsi ratusan air kehidupan, buah roh dan pil star. Tentu saja aku lebih kuat dari 15 tahun lalu." Clue menyeringai.
"Kamu bisa membaca pikiranku. Bukankah hanya high god yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran dewa lain." Celtic terkejut. "Jangan samakan aku dengan para dewa. Aku adalah mahluk ilahi." Clue mencibir.
"Baiklah, Celtic. Terima seranganku ini." Clue muncul di depan Celtic kemudian meninjunya. "Booom." Celtic terdorong mundur 10 meter. "Sepertinya perbedaan kekuatan kita terlalu dikit. Jujur tadi aku takut denganmu. Karena kamu bisa menahan seranganku." Celtic mencibir melihat Clue.
"Heh, barusan aku tidak serius." Kata Clue kemudian sayap putih muncul di punggungnya dan tubuh Clue diselimuti api putih. "Api suci. Bagaimana kamu memiliki kemampuan malaikat." Celtic terkejut. "Hehehe, karena aku memiliki system. Jadi semua kemampuan mahluk hidup di alam semesta ini bisa kupelajari." Clue tertawa.
"Sepertinya aku harus serius melawanmu." "Wuss." Sayap cahaya muncul di punggung Celtic. dan tubuh Celtic di selimuti armor cahaya. "Celtic mengangkat pedangnya kemudian jutaan pedang cahaya sebesar 100 meter muncul di luar angkasa dan mengelilingi Clue.
"Hahaha, kamu memiliki kemampuan yang menarik Celtic." Clue tertawa kemudian berkata. "Biarkan Grace masuk ke dalam menara." Grace kemudian terhisap ke dalam menara. "Mati." kata Celtic mengayunkan pedangnya. "Booomm!!." Jutaan pedang cahaya melesat ke arah Clue dan membuat ledakan cahaya yang menyeliaukan luar angkasa. Saat ini Ye Jin yang sedang berada di bumi melihat langit tiba-tiba menjadi menyilaukan. Ye Jin menutup matanya dan berkata. "Aku harap kak Grace baik-baik saja."
Tidak lama kemudian setelah cahaya mulai redup. Celtic melihat Clue yang baik-baik saja tanpa terluka. "Bagaimana kamu bisa tidak terluka setelah menerima seranganku." Celtic terkejut. "Jawabannya sederhana. Aku tidak menerima seranganmu." Clue menyeringai. 1 detik sebelum jutaan pedang cahaya mengenai dirinya. Clue masuk ke dalam menara.
"Mati." Celtic mengayunkan pedang cahaya. "Booom." Clue meninju pedang cahaya dengan tangan yang di selimuti api putih. "Wusss." Hembusan angina kencang membuat bulan dan bumi bergeser.
"Ayo kita bertarung di tempat lain." kata Clue mencengkram lengan Celtic. Clue dan Celtic kemudian menghilang dan muncul 1 miliar km jauhnya dari bumi. "Baiklah Celtic. Aku akan membunuhmu." Clue memukul Celtic. "Booom!!." Celtic menahan tinju Clue dengan pedangnya.
"Tinju lemah seperti itu tidak akan membunuhku." Celtic melihat Clue. "Jika begitu masuklah ke dalam black hole." Teriak Clue kemudian lubang hitam raksasa muncul di depan Clue dan menghisap badan Celtic.
"Sialan, kamu bisa membuat black hole." Celtic terkejut melihat lubang raksasa yang muncul di depan Clue dan menghisap tubuhnya. "Hahaha, matilah Celtic." Clue tertawa. "Berengsek, aku tidak akan mati semudah itu." Celtic kemudian teleportasi dan menghilang. "Apa kamu pikir bisa lolos dariku." Clue menghilang dan muncul di belakang Celtic. "Jangan ikuti aku." teriak Celtic melihat kakinya terhisap ke dalam black hole. "Siapa yang mengikutimu. Aku mengejarmu karena ingin membunuhmu." Clue tertawa.
Celtic menebas kakinya yang terhisap ke dalam black hole dan teleportasi. "Melihat Celtic teleportasi, Clue juga teleportasi dan muncul di depan Celtic. "Hahaha, kamu tidak bisa melarikan diri dariku Celtic. Hari ini adalah kematianmu." Clue tertawa. "Berengsek." Celtic mengutuk.
1 Jam kemudian Clue melihat Celtic terhisap ke dalam black hole. "Akhirnya dia mati juga." Kata Clue kemudian badannya menyusut dengan cepat dan kembali menjadi ukuran normal. "Mengapa kamu tidak menghentikan waktu Clue. Kamu bisa dengan mudah mengalahkanya jika menggunakan skill penghenti waktu." Clue melihat layar yang menunjukan wajah Tian Long di depannya. "Aku ingin bermain-main dengannya." Clue tersenyum kemudian menghilangkan layar. "Keluarkan Grace." Clue kemudian melihat Grace muncul di depannya.
"Lama tidak jumpa." Clue melihat Grace. Grace memeluk Clue dan menangis. "Bajingan berengsek, jika kamu tidak kembali tepat waktu. Mungkin aku sudah mati." Clue melihat Grace dan berkata. "Biasanya kamu akan menamparku. Mengapa kamu justru memelukku." "Jika aku menamparmu. Mungkin kamu akan meninggalkanku lagi." Grace melihat Clue.
Mendengar balasan Grace, Clue tersenyum kemudian mencium bibir Grace. Grace memejamkan matanya dan memainkan lidahnya. "Kamu semakin jago berciuman. Apa waktu di bumi kamu berciuman dengan lelaki lain." Clue melihat Grace. "Seumur hidupku. Hanya kamu saja yang pernah menciumku." Grace melotot. "Haha, aku bercanda." Clue tertawa kemudian mencium bibir Grace sekali lagi.
Beberapa menit kemudian Clue melihat Grace dan berkata. "Ayo kita kembali ke bumi." "Baik." Grace mengangguk. Clue dan Grace kemudian menghilang. 5 menit kemudian Clue berada di sebuah kota dan melihat Ye Jin.
"Lama tidak bertemu." Clue melihat Ye Jin. "Clue." Ye Jin menangis dan memeluk Clue. "Jangan tinggalkan aku." Ye Jin menangis. "Aku tidak meninggalkanmu. Melainkan kamu yang ingin pergi dariku." balas Clue mengelus punggung Ye Jin.
"Baiklah, aku ingin pergi ke dunia dewa. Apa kalian berdua ingin mengikutiku." Clue melihat Grace dan Ye Jin. "Kami akan ikut." Grace dan Ye Jin mengangguk. "Baiklah, biarkan Grace dan Ye jin masuk ke dalam menara." Grace dan Ye Jin kemudian terhisap ke dalam menara.
"Apa kamu tidak ingin bertemu Abraham terlebih dulu." Clue melihat layar yang menunjukan wajah Ye Jin. "Tidak, saat ini aku tidak memiliki hubungan lagi dengannya." balas Clue kemudian menutup layar.
Clue menghancurkan token. Kemudian pusaran hitam muncul di sampingnya. Clue kemudian terhisap ke dalam pusaran hitam. Saat Clue menghilang seorang pemuda tiba-tiba muncul. "Tante Ye Jin dimana kamu. Barusan aku melihat tante Ye Jin dan Tante Grace disini." Pemuda bingung.