Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Bertemu Angel Dan Cindy



Clue dan Ye Jin kemudian masuk ke dalam kamar. "Konsumsilah pil yang aku berikan." Kata Clue. "Baik." Ye Jin mengangguk kemudian menelan pil yang tiba-tiba muncul di tangannya. Melihat Ye Jin menelan pil Clue mengambil 10 pil level 2 dari cincin penyimpanannya.


"Aku ingin tahu apakah pil level 2 juga tidak berpengaruh padaku." Kata Clue lalu menelan 10 pil sekaligus. Tidak lama setelah menelan pil Clue berkata. "10 pil level 2 hanya membuat diriku segar, tidak ada efek lainnya." Clue mengambil ginseng di dalam cincin penyimpannya dan berkata. "Besok aku akan bertanya kepada seseorang, berapa usia tumbuhan ginseng ini."


Clue menaruh kembali ginseng ke cincin penyimpanannya kemudian berjalan ke arah jendela. Clue menatap langit dan berkata. "Aku ingin melihat seperti apa perang antar galaxy itu." Clue tersenyum.


Keesokan harinya Fernando telah berada di penginapan dan melihat Clue berjalan keluar. "Ayo pergi." "Baik kak." Clue tersenyum dan mengikuti Fernando. Fernando melihat sebuah toko dan masuk ke dalam diikuti Clue. "Selamat datang tuan, apa ada yang bisa saya bantu." Pria paruh baya tersenyum saat melihat Fernando.


"Aku ingin kamu memeriksa berapa usia tumbuhan ginseng ini." kata Fernando menaruh ginseng di atas meja. "Biar aku periksa tuan." pria paruh baya mengambil ginseng dan memeriksanya. Setelah beberapa menit memeriksa ginseng pria paruh baya berkata. "Tumbuhan ginseng ini berusia sekitar 100 tahun tuan. Efeknya sama dengan pil level 1." "Seperti yang kuduga efek ginseng juga berubah." gumam Fernando mengingat kenangan bahwa tumbuhan ginseng berumur 1000 tahun setara pil level 1.


"Oh, terimakasih." Fernando mengambil ginseng kemudian memberikan 1 cincin penyimpanan kepada pria paruh baya. "Di dalamnya ada 100 coin emas. Itu imbalan karena membantu memeriksa umur ginseng ini." kata Fernando menepuk pundak Clue lalu menghilang. "Ahhh." Pria paruh baya terkejut melihat Fernando dan Clue. "Dia pasti seorang ahli."


2 jam kemudian Fernando dan Clue tiba di sebuah hutan. "Kak, ini kan hutan zona menengah." Tanya Clue. "Benar, kita kesini agar kamu bisa bertarung dengan monster tingkat d level 10." Balas Fernando. "Ahhh." Clue terkejut mendengar kata Fernando. "Apa kamu takut bertarung dengan monster yang kekuatannya setara denganmu." Fernando menyeringai. Clue menggertakan giginya dan berkata. "Aku tidak takut kak." "Bagus." Kalau begitu ayo kita cari monster


Beberapa menit kemudian Fernando menemukan sebuah serigala tingkat d level 10. "Lawan serigala itu." "Baik kak." Clue melesat ke arah serigala. "Woarr." Serigala dengan mudah menghindari serangan Clue. "Ahhh." Fernando melihat Clue terkena cakaran serigala. "Sepertinya aku harus mengajarinya cara bertarung." Fernando tersenyum kecut.


Sementara itu di Jakarta, Indonesia. Beberapa orang sedang berkumpul di dalam ruangan. "Di kota Jember muncul portal hitam yang aneh. Namun tidak ada monster yang keluar dari lubang itu." Kata pria paruh baya berseragam hitam.


"Mungkin portal hitam mengarah ke tempat lain. Apa kita perlu menyuruh beberapa hunter untuk masuk ke dalam dan mengeceknya." Kata pria paruh baya berseragam coklat. "Hhm, saat gerbang itu muncul kita menyuruh 10 hunter untuk masuk ke dalam. Namun tidak ada kabar lagi dari mereka. apa kamu ingin mengambil resiko kita kehilangan hunter lagi." balas pria paruh baya berseragam hijau.


"Jika begitu kita hanya perlu mengirimkan beberapa hunter tingkat a, tidak perlu hunter tingkat raja dan s." balas pria paruh baya berseragam coklat. "Idemu tidak buruk, kita hanya perlu menyuruh hunter tingkat a masuk ke dalam. Suruh mereka menjelajahi di dalam portal tidak lebih dari 5 menit dan menyuruh mereka keluar lagi." kata wanita paruh baya. "Aku setuju dengan idemu. Suruh beberapa hunter tingkat a masuk ke dalam portal beberapa menit dan keluar untuk melaporkan apa yang ada di dalam." Kata pria paruh baya berpakaian putih. "Baik pak." Balas Semua orang di dalam ruangan.


3 hari telah berlalu saat ini Fernando melihat Clue berhasil membunuh beberapa monster tingkat d level 10. "Kak. Aku berhasil mengalahkan monster tingkat d level 10." Clue tersenyum. Fernando mengangguk kemudian melihat Clue yang tiba-tiba menerobos tingkat c. "Kak. Aku menerobos tingkat c." kata Clue dengan senang. "Karena kamu sudah menerobos tingkat c ayo kita meninggalkan kota ini." kata Fernando. "Kemana kita akan pergi kak." Tanya Clue. "Kesuatu tempat, untuk melihat seseorang." Fernando tersenyum kemudian membawa Clue terbang.


2 jam kemudian Fernando dan Clue melayang di langit. "Kak, apa kita akan meninggalkan kerajaan batu hitam." Tanya Clue. "Benar, kita akan meninggalkan kerajaan batu hitam dan melihat seseorang." Balas Fernando.


1 jam kemudian Fernando melihat sebuah kota kecil dan melayang turun dari langit. Penjaga yang melihat Fernando dan Clue melayang turun dari langit menyambut dengan hormat. "Silakan masuk senior." Kata penjaga. Fernando dan Clue masuk ke dalam kota. "Carilah penginapan dan pesan dua kamar. Aku nanti akan menyusul." Fernando melemparkan cincin kepada Clue. "Baik kak." Clue mengangguk kemudian mencari penginapan.


Fernando mulai berjalan dan berhenti di depan sebuah rumah. Fernando masuk ke dalam rumah dan melihat seorang wanita berusia 30 tahun. "Siapa kamu." Kata wanita melihat Fernando yang masuk ke dalam rumahnya. Fernando melihat wajah wanita dan tersenyum sedih. "Maaf, aku telah masuk ke rumahmu tanpa ijin. Ayahmu menitipkan ini padamu." Kata Fernando melempar cincin ke arah wanita.


"Di dalamnya ada seribu coin emas, seribu pil level 1 dan seribu pil level 2." Kata Fernando. "Gunakanlah pil itu agar kamu bertambah kuat." Fernando tersenyum kemudian menghilang. "Ahh." Wanita terkejut melihat Fernando tiba-tiba menghilang. "Aku lupa mengucapkan terimakasih padanya, dan keberuntungan apa yang ditemukan ayah sampai memberikanku dua ribu pil." Wanita bingung.


Saat ini Fernando menatap rumah wanita dari jauh dan berkata. "Cindy, aku harap kehidupanmu baik-baik saja. Jika kamu terikat denganku, aku takut kamu akan mati seperti di dalam mimpiku." Fernando tersenyum sedih kemudian menghilang.


Fernando saat ini muncul di dalam kamar dan melihat Clue yang sedang berkultivasi. Clue membuka matanya dan berkata. "Ini kunci kamarmu kak." Clue memberikan kunci kepada Fernando. "Berlatihlah, besok kita akan meninggalkan kota ini." kata Fernando. "Baik kak." Clue mengangguk. Fernando kemudian menghilang.


Fernando muncul di depan restoran kemudian masuk ke dalam. "Satu porsi steak daging dan 1 botol anggur." Kata Clue. "Baik, silakan tunggu beberapa menit tuan." balas pelayan. Fernando kemudian duduk dan berkata.


"Di ingatakanku aku dan Cindy makan bersama disini dan bertemu Angel." Clue tersenyum. "Ehh, dia disini." Fernando mendengar sebuah suara dan melihat seorang wanita berjalan ke arahnya. "Aku pesan 1 steak daging dan teh hijau." Kata wanita. "Baik, silakan tunggu." Balas pelayan.


"Benar kenapa kamu tiba-tiba pergi. Aku belum sempat mengucapkan terimakasih padamu." Wanita tersenyum kepada Fernando. "Tadi aku lapar dan terburu-buru untuk makan." balas Fernando. "Ahh, jika kamu mengatakan ingin makan. Aku akan membuatkanmu makanan." Balas wanita.


Seorang wanita masuk ke restoran dan berjalan ke arah Fernando. "Eh, Cindy apa dia kekasih barumu." Kata wanita. "Tidak, kami baru saja berkenalan." Balas Cindy. "Oh, aku kira dia kekasih barumu." Balas wanita kemudian memasan makanan dan duduk di samping Fernando.


"Kenalkan namaku Angel." "Fernando." Balas Fernando. "Fernando berapa tingkat kekuatanmu, aku tidak bisa melihat kekuatanmu." tanya Angel penasaran. Saat melihat Cindy, Angel memeriksa kekuatan Fernando. Namun Angel tidak bisa mengetahui kekuatan Fernando. "Tingkat a." balas Fernando. "Apa!." Angel dan Cindy terkejut mendengar kata Fernando.


"Heh, jika aku jadi dirimu. Aku tidak akan membual di depan wanita." Kata seseorang di meja samping Fernando. "Benar, jangan jadi pembohong demi wanita." Balas pria lain. "Terserah jika kalian tidak percaya." Balas Fernando dengan acuh. Angel dan Cindy saling melihat kemudian tersenyum kecut. Mereka berpikir Fernando adalah pria yang suka membual.


"Nak, jika aku jadi dirimu. Aku tidak akan membual di depan wanita." Kata pria menepuk pundak Fernando. "Jangan memegang pundakku seenaknya." Balas Fernando mengangkat jarinya dan pria terhempas ke dinding dengan sangat keras. "Bruakkk." "Ahhh."


Semua orang di dalam ruangan terkejut melihat Fernando menghempaskan pria dengan mudah. "Pelayan apa pesanannya masih lama." Kata Fernando. "Ahh, ini pesanan anda tuan." pelayan panik dan mengantarkan pesanan Clue.


"Aku makan dulu." kata Fernando. "Ehh, baik." Balas Angel dan Cindy bersamaan. "Pria yang di hempaskan olehnya adalah tingkat c level 7. Namun dirinya mengalahkannya dengan mudah. Jika tidak peringkat a dia pasti peringkat b." gumam Angel.


10 menit kemudian Fernando menghabiskan makanannya dan berkata. "Aku pergi dulu." "Tunggu, apa kamu mau ikut pergi bersamaku." "Tidak tertarik." Balas Fernando lalu menghilang. "Ahhh." Angel dan Cindy terkejut melihat Fernando menghilang. "Aku bahkan belum selesai bicara."


Fernando muncul tidak jauh dari restoran dan berkata. "Maafkan aku Angel, Cindy. Aku tidak ingin kalian terikat denganku. Aku takut jika kalian bersamaku, kalian akan bernasib tragis." Fernando menghela nafas kemudian menghilang.


2 jam kemudian Clue melihat portal hitam dan masuk ke dalam. "Sudah 3 hari aku tidak kembali." Kata Clue kemudian terbang ke langit dengan sangat cepat. "Sepertinya seseorang membersihkan monster di jawa timur." Kata Clue saat tidak menemukan satupun monster selama terbang menuju Jakarta.


5 menit kemudian Clue melayang turun dan melihat Daus. "Akhirnya kamu kembali Clue." kata Daus. "Oh, apa ada sesuatu yang menarik saat aku pergi." tanya Clue. "Benar, kemarin ada hunter yang lebih kuat dariku keluar dari portal di kota Jember. Hunter itu membunuh semua monster yang ada di jawa timur." Balas Daus. "Oh, lalu kemana perginya dia sekarang." tanya Clue penasaran.


"Hunter itu masuk ke dalam portal lagi." balas Daus. "Oh." Clue mengangguk. "Benar, pemerintah saat ini juga sudah tahu fungsi portal yang ada di jember adalah untuk berpindah ke negara lain secara acak. Jadi pemerintah baru-baru ini mengirim hunter tingkat a untuk masuk ke dalam portal." Kata Daus. "Lanjutkan." Kata Clue.


"Pemerintah ingin mengklaim portal sebagai milik mereka dan menarik biaya bagi setiap hunter yang ingin masuk ke dalam. Namun aku mengatakan bahwa portal di temukan olehmu dan mereka mengurungkan niat mereka." kata Daus. "Heh, mereka tetap saja serakah meski situasinya tetap seperti ini." Clue mencibir.


"Mereka melakukan hal seperti itu, karena jumlah monster yang muncul hanya sedikit. Jika jumlah monster yang muncul seperti sebelumnya. Mereka tidak mungkin melakukan hal itu dan fokus untuk membunuh semua monster." kata Daus. "Apa kamu tertarik menjadi Presiden negara ini us." Tanya Clue.


"Haha, mengapa kamu menanyakan hal itu Clue." Daus tertawa. "Jika kamu tertarik menjadi presiden neara ini. Aku akan membuatmu menjadi presiden." Balas Clue. "Jika kamu mengatakan itu beberapa bulan yang lalu aku akan tertarik. Namun setelah monster muncul di dunia nyata aku tidak tertarik. Tujuanku saat ini adalah menjadi kuat dan melindungi keluargaku."


"Benar, ada seorang wanita yang mencarimu. Dia bilang pernah bertemu denganmu di bandara." Kata Daus. "Antar aku ke wanita itu." Balas Clue. "Baiklah." Daus dan Clue kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.


Saat masuk ke dalam rumah Clue melihat seorang wanita yang tidak asing sedang mengobrol dengan Fiona. "Nita." Kata Clue melihat wanita. Clue mengenal Nita saat di bandara. "Ah, Clue akhirnya aku bertemu denganmu." Nita berlari dan memeluk Clue. "Ehem." Fiona terbatuk. "Maaf, aku terlalu senang karena bertemu denganmu." Nita tersipu. "Tidak apa-apa." Balas Clue. "Aneh, mengapa dia bersikap seperti ini. Aku ingat kita dulu tidak terlalu dekat." Gumam Clue.


"Jika kamu sampai mencariku, pasti ada yang ingin kamu bicarakan." Tanya Clue. "Bisakah kita bicara di tempat lain." balas Nita. "Baiklah." Clue menepuk pundak Nita dan menghilang. Clue dan Nita muncul 400 meter dari rumah Daus. "Sekarang bicaralah." Kata Clue.


Nita yang terkejut tiba-tiba dirinya berpindah tempat berkata. "Clue jadikan aku kekasihmu." Nita tersipu malu. "Kamu tidak sakit kan." Clue terkejut dengan perkataan Nita. "Aku tidak sakit. Aku ingin menjadi kekasihmu." Balas Nita tersipu malu. "Mengapa kamu ingin menjadi kekasihku." Balas Clue. "Karena jika menjadi kekasihmu, aku yakin diriku akan baik-baik saja." balas Nita. "Jadi kamu mencari perlindungan." Balas Clue. Nita tersenyum sedih mendengar kata Clue.


"Apa kamu masih virgin." Tanya Clue. Nita menggeleng. "Aku tidak tertarik dengan wanita yang tidak virgin." Balas Clue. Nita sedih mendengar kata Clue. "Jika aku bukan calon ayah. Mungkin aku akan menjadikanmu kekasihku. Tapi tidak lama lagi aku akan menjadi seorang ayah." Balas Clue. "Baiklah kalau begitu Clue." Nita berkata dengan sedih kemudian berjalan pergi.