Rebirth With System

Rebirth With System
S4 Mid God Lao Khan



"Bukankah aku sudah mengatakan dunia ini seluas langit ke 1 sampai langit ke 7." Clue melihat Grace. "Kamu sudah mengatakannya, tapi tetap saja aku bahagia setelah menemukan kota." balas Grace.


"Di dalam kota terdapat banyak mid god. Dengan kekuatan kalian saat ini, mustahil mengalahkan mid god. Kecuali diriku dan Tian Long." Clue melihat Steven, Grace, Pyokojang dan Wulan. "Jika kalian menerobos low god. Kalian mungkin bisa mengalahkan mid god." kata Clue.


"Selama aku bergabung dengan Qilin, Meski aku tidak bisa mengalahkan mid god. Mereka tidak akan bisa menyentuhku." Kata Steven penuh percaya diri. "Jangan meremehkan Mid god. Perbedaan kekuatan low god dan Mid god begitu besar." Clue melihat Steven. "Baiklah, aku tidak akan meremehkan mid god." Balas Steven.


"Baiklah, ayo masuk ke kota." Clue berjalan ke arah kota diikuti Pyokojang dan yang lain. Saat Clue dan yang lain masuk ke dalam kota. Mereka menjadi pusat perhatian. "Apa dia low god yang di bicarakan." "Dia kelihatan begitu lemah." "Abaikan saja mereka." kata Clue. "Baik." Wulan dan yang lain mengangguk.


Clue kemudian masuk ke dalam sebuah toko diikuti Pyokojang dan yang lain. "Apa yang kamu inginkan." Seorang pria melihat Clue. "Apa kamu mempunyai buah roh." "Aku mempunyai 10 buah roh berusia 1000 tahun." pria melihat Clue.


"Aku ingin menukar buah roh dengan pil star." Clue melihat pria. "100 pil star tingkat rendah untuk 1 buah roh. 10 pil star tingkat menengah untuk 1 buah roh dan 1 pil star tingkat tinggi untuk 1 buah roh." Pria melihat Clue.


Clue kemudian mengeluarkan 100 pil star dan menaruhnya di meja. Pria memeriksa 100 pil star kemudian menaruh semua pil di cincin ruang. "Ini ambilah." Pria memberikan buah bewarna hijau ke Clue. Clue melihat buah kemudian notifikasi muncul. "Buah Roh berusia 1000 tahun. Mengkonsuminya dapat memperkuat jiwa dan menyembuhkan jiwa yang terluka. Mendapatkan 1000 poin tambahan saat pertama kali mengkonsumsinya."


"System, setelah aku mengkonsumsi buah roh ini. Apa buah roh akan ada di tabel shop." Tanya Clue. "Setelah anda mengkonsumsi buah roh. Buah roh akan anda di tabel shop." Balas System di pikiran Clue. "Sigh, sayang sekali dulu aku tidak pernah memakan buah roh ini." Clue menghela nafas kemudian menyimpan buah roh di tabel penyimpanan.


"Apa kamu memilki jantung dewa naga." Tanya Clue. "Untuk saat ini stock masih kosong." Pria menggeleng. "Kalian semua belilah buah roh. Buah itu bisa memperkuat jiwa kalian." Clue melihat Wulan dan yang lain. "Aku beli 1 buah roh." Tian Long mengeluarkan 100 pil star. Pria memeriksa pil kemudian memberikan 1 buah roh pada Tian Long. Steven dan yang lain kemudian membeli buah roh.


Beberapa menit kemudian Clue meninggalkan toko. "Apa kota ini tidak memiliki restoran." Tanya Grace. "Dewa tidak butuh makan. Kita di kota ini hanya untuk membeli buah roh." Balas Clue. Clue kemudian melihat pria berotot setinggi 3 meter yang berdiri di depannya.


"Hei, apa kamu kucing yang membunuh anggota keluarga Khanku di menara." Pria berotot melihat Clue. Clue melihat pria dan berkata. "Status Lao Khan."


Nama : Lao Khan


Usia : 10,300 Tahun


Ras : Mid God


Job : Pemimpin Pertama Keluarga Khan


Kekuatan : 30,000,000


Agility : 30,000,000


Vitalitas : 30,000,000


Stamina : 29,900,000 / 30,000,000


Ki/Mana : 29,990,000 / 30,000,000


Info tambahan : Memiliki Tubuh Special


"Kekuatanku bahkan tidak mencapai 10% miliknya." Clue berkata dengan serius. "Hei, kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku." Pria menatap Clue. "Sepertinya kamu salah orang. Bukankah kamu lihat, aku bukan seekor kucing." Balas Clue.


"Sepertinya begitu." Lao Khan melihat Clue. "Time stop." Saat hendak menghentikan waktu Lao Khan memukul Clue. "Boooomm!!." "Clue melesat sejauh 10 ribu meter jauhnya. "Cluee!!." Grace, Tian Long, Steven, Pyokojang dan Wulan menatap waspada Lao Khan. Mereka tahu bahwa Clue yang terkuat dari mereka dapat dipukul dengan mudah.


"Apa kalian para semut sudah bosan hidup." Lao Khan melihat Steven dan yang lain. "Berengsek, siapa yang kau sebut semut." "Summon." "Booom." "Uugghhh." Sebelum menyelesaikan perkataanya Lao Khan memukul Steven. Steven terlempar sejauh 50 ribu meter jauhnya.


Tian Long mengeluarkan pedangnya dan rambutnya menjadi abu-abu. Grace mengeluarkan tombaknya. Wulan mengeluarkan sebuah seruling dan tubuh Pyokojang di selimuti cahaya emas. "Hehe, aku akan mengalahkan kalian semua dalam beberapa detik." Lao Khan tertawa.


"Kamu meremehkanku. Hentikan." Sebelum menyelesaikan perkataannya Lao Khan memukul Tian Long. "Booom." Tian Long terlempar sejauh 20 ribu meter. "Soul Spear." Saat hendak melemparkan tombaknya Lao Khan muncul di depan Grace dan memukul perutnya. "Ugghhh." "Boooom." Grace terlempar sejauh 50 ribu meter.


Saat ini Clue sedang berbaring dan melihat luka di tubuhnya sembuh dengan cepat. "Meski aku bisa melihat 2 detik ke depan. Tapi tetap saja, dia lebih cepat dariku." Clue berdiri. "Jika aku memiliki 10% kekuatannya. Aku tidak akan terkena pukulannya." Clue melihat kejauhan kemudian menghilang.


"Hehe, hanya tersisa 2 semut demi god." Lao Khan tertawa melihat Wulan dan Pyokojang. Wulan melihat Lao Khan dan meniup seruling. "Ilusi tidak berpengaruh padaku. Hancur." teriak Lao Khan mengeluarkan auranya. "Ahhh." Wulan batuk darah. "


"Mati." Lao Khan muncul di depan Pyokojang dan memukulnya. "Time Stop." Clue melihat waktu berhenti namun Lao Khan tetap bergerak dan meninju Pyokojang. "Ahhhh." "Booom." "Pyokojang.!!" Clue berteriak.


"Aku tidak menyangka bahwa rumor kamu bisa menghentikan waktu itu benar. Beruntung aku memiliki artefak yang dapat membantuku bergerak bebas meski waktu berhenti." Lao Khan melihat Clue.


"Segel Kekuatan Lao Khan." Kata Clue dengan ekspresi buruk dan melemparkan token segel. Merasakan bahaya Lao Khan menghancurkan token dan menghilang. Melihat Lao Khan menghilang Clue berkata. "Jika bertemu lagi, aku akan membunuhmu dengan kejam." kata Clue dengan serius.


"Non aktifkan time stop." Waktu berjalan kembali kemudian Clue muncul di samping Wulan yang sedang duduk dengan memegang dadanya. "Holy water." Badan Wulan kemudian diselimuti air.


"Berengsek, beraninya kamu menyerangku sebelum aku memanggil hewan kontrakku." Steven datang dan meraung. "Clue, dimana dia." Steven berkata dengan ekspresi serius. "Dia melarikan diri." Balas Clue. "Ciihh, dasar pengecut." Steven mencibir.


Clue kemudian melihat Tian Long kembali. "Apa dia pergi." tanya Tian Long. "Ya, dia pergi." balas Clue kemudian melihat Wulan yang berdiri. "Terimakasih Clue, sudah mengobatiku." Wulan berterima kasih. "Ayo pergi dari sini." Kata Clue melihat Wulan yang sudah pulih.


"Setelah membuat keributan, apa kalian ingin pergi begitu saja." Clue melihat seorang pria yang tiba-tiba muncul di depannya. "Apa kamu percaya, jika aku akan membunuhmu." Kata Clue menatap tajam pada pria.


"Aku tahu kamu memiliki kemampuan untuk membunuh mid god. Tapi apa kamu tidak takut untuk di hukum kembali Clue." pria tersenyum. Clue menatap pria dan berkata. "Ayo pergi." Clue melesat pergi kemudian di ikuti Steven, Wulan, dan Tian Long.


Melihat Clue pergi pria berkata. "Aku sebagai pemilik kota ini seperti tidak di hargai." Pria menghela nafas kemudian menjentikan jarinya. Bangunan dan jalan hancur kemudian kembali seperti sedia kala.


Saat ini Clue melihat Pyokojang yang sedang berbaring dan tidak sadarkan diri. "Holy water." Tubuh Pyokojang kemudian di selimuti air. "Uuhh." Clue melihat Tian Long datang bersama Grace.


"Apa kamu baik-baik saja." tanya Clue. "Semua organ dalamku terluka." Balas Grace dengan wajah pucat. "Holy water." Kata Clue lalu tubuh Grace di selimuti oleh air. "System, keluarkan Mary Smith." Clue kemudian melihat Mary di sampingnya. "Apa kamu tahu Lao Khan." Tanya Clue melihat Mary.