
"Apa ini pertama kalinya buatmu." Tanya Fernando melihat Veronica. "Tidak." Veronica menggeleng. "Karena ini bukan pertama kalinya buatmu. Aku tidak akan ragu-ragu." Balas Fernando. Fernando dan Veronica mulai berhubungan badan.
1 Jam kemudian Fernando sedang duduk di kasur dan melihat Veronica yang berbaring dengan telanjang. Fernando mengambil 2 botol air mineral dari tabel penyimpanan dan memberikan kepada Veronica. "Minumlah." Kata Fernando.
Veronica terkejut melihat botol air mineral muncul dari udara kosong. "Bagaimana bisa kamu memunculkan air mineral dari udara kosong." Tanya Veronica. "Yang perlu kamu ketahui aku adalah awakened." balas Fernando meminum air.
"Apa kamu masih sekolah." Tanya Fernando melihat Veronica sedang minum. "Sebentar lagi aku lulus sekolah." Balas Veronica. "Apa kamu biasa tidur dengan laki-laki." Tanya Fernando.
"Tidak, aku hanya tidur dengan kekasihku. Tapi saat ini aku tidak memiliki kekasih." Balas Veronica. "Jadi begitu." Balas Fernando mengambil uang 5 juta dari tabel penyimpanan.
Fernando kemudian memberikan uang 5 juta kepada Veronica. "Ambilah." Veronica terkejut melihat Fernando memberinya banyak uang. "Kamu serius memberiku uang sebanyak ini." Tanya Veronica. "Iya." Fernando mengangguk.
Melihat uang tidak palsu Veronica tersenyum dan memeluk Fernando. "Mengapa kita tidak bermain satu ronde lagi." "Jangankan satu ronde. Aku masih kuat untuk bermain 1 jam lagi." Fernando mendorong Veronica di ranjang dan mencium bibirnya. "Eemmm." Veronica memeluk Fernando.
1 Jam kemudian Fernando keluar dari kamar bersama Veronica. Fernando kemudian membayar biaya kamar. "Silakan datang lagi." Resepsionis wanita tersenyum melihat Fernando.
"Jangan lupa. Besok kita akan bertemu lagi di bar karaoke setelah kamu pulang sekolah." Veronica mencium pipi Fernando dan berjalan pergi. "Yoo, bagaimana pengalaman pertamamu." Clue tiba-tiba muncul di samping Fernando. "Aku tidak menyangka pengalaman pertamaku bersama wanita yang tidak virgin." Balas Fernando.
"Tapi apa kamu puas dengannya." Tanya Clue. "Aku puas, karena dia sangat baik saat berhubungan badan." Balas Fernando. "Baiklah, ayo kita kembali." Kata Clue teleportasi bersama Fernando.
Clue dan Fernando muncul di ruang tamu. "Mandilah dulu kemudian makanlah." Kata nenek Fernando melihat kemunculan Clue dan Fernando. "Baik nek." Fernando mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Keesokan harinya Fernando pergi ke sekolah. "Fernando." Fernando melihat 3 teman sekelasnya memanggilnya. "Aku dengar dari penjaga bar karaoke. Kamu dan Veronica pergi ke hotel." Kata pemuda berkulit putih tersenyum. "Hei, pelankan suaramu." Balas Fernando. "Hehe, baiklah." Pemuda berkulit putih mengangguk.
"Fernando, kamu di panggil kepala sekolah." Pria berotot yang tidak lain Dafy melihat Fernando. "Baik pak." Balas Fernando berjalan ke ruang kepala sekolah. "Tok." "Tok." Fernando mengetuk pintu. "Masuklah." Kata sebuah suara. Fernando membuka pintu dan masuk ke dalam.
"Ada apa bu Erika memanggilku." Tanya Fernando melihat kepala sekolah. "Apa kamu ingin pindah sekolah di Jakarta. Di Jakarta fasilitas latihan untuk awakened lebih lengkap dari sekolah ini." Kata Erika melihat Fernando.
"Tidak bu, lebih baik aku sekolah disini." Balas Fernando. "Baiklah jika itu keputusanmu. Aku mengatakan ini karena kamu awakened tingkat 6." Kata Erika. "Kamu bisa pergi ke kelasmu. Sebentar lagi pelajaran akan dimulai." Kata Erika. "Baik bu." Fernando mengangguk dan keluar dari ruangan.
Fernando masuk ke dalam kelasnya lalu duduk di kursi miliknya. "Apa kamu di tawari untuk pindah sekolah." Tanya pemuda berkulit putih. "Benar, bagaimana kamu bisa tahu." Tanya Fernando. "Karena setiap murid yang menerobos awakened tingkat 6 akan di tawari pindah sekolah oleh kepala sekolah." Balas pemuda berkulit putih.
"Lalu apa kamu setuju untuk pindah sekolah." Tanya pemuda berkulit putih. "Aku menolak." Balas Fernando. "Ehh, mengapa kamu menolak." Pemuda berkulit putih bingung. "Aku lebih nyaman untuk tinggal di kota ini." Balas Fernando melihat pohon di samping kelasnya.
"Apa kamu memiliki janji dengan Veronica." Tanya pemuda berkulit putih yang bernama Junior. "Benar." Balas Fernando. Mendengar kata Fernando Junior tersenyum. "Baiklah selamat bersenang-senang." Fernando mengangguk kemudian mulai berlari.
10 Menit kemudian Fernando tiba di depan bar karaoke dan melihat Veronica yang berdiri menunggunya. "Apa kamu kesini dengan berlari." Tanya Fernando. "Benar." Balas Fernando mengusap keringat di dahinya. "Stamina awakened sungguh menyeramkan." Veronica menghela nafas.
"Kita akan pergi kemana." Tanya Fernando melihat Veronica. "Terserah kamu." Balas Veronica. "Ayo kita nyanyi." Fernando masuk ke dalam bar karaoke. "Baiklah." Veronica mengikuti Fernando. Fernando memesan satu ruangan kemudian masuk ke dalam ruangan di ikuti Veronica.
"Kamu yang pilih lagunya." Kata Fernando. "Baik." Veronica mengangguk dan memilih lagu. Setelah memilih lagu Veronica mulai menyanyi. Melihat Veronica yang menyanyi Fernando memeluk Veronica dari belakang dan meremas dadanya. "Teruslah bernyanyi." Bisik Fernando melepas pakaian Veronica.
5 menit kemudian Veronica berhenti bernyanyi dan berciuman dengan Fernando. "Apa kamu yakin ingin melakukan disini." Tanya Veronica. Saat ini Veronica tidak mengenakan pakaian sama sekali. "Aku yakin." Balas Fernando. Veronica kemudian duduk di atas Fernando. "Aahh." Veronica mengerang.
2 Jam kemudian Fernando melihat Veronica menjilati miliknya. "Glek." "Glek." Veronica menelan cairan milik Fernando. "Kamu sungguh luar biasa." Fernando mengelus pipi Veronica. Veronica tersenyum saat Fernando memujinya.
"Baiklah, pakai bajumu. Kita akan pulang." Kata Fernando. "Baik." Veronica mengangguk. Fernando mengambil uang 4 juta dari tabel penyimpanan dan memberikan kepada Veronica. "Ambilah." Veronica mengambil uang dan tersenyum. "Terimakasih Fernando."
Beberapa menit kemudian Fernando dan Veronica keluar dari bar karaoke. "Fernando, bolehkah aku minta nomor teleponmu." Tanya Veronica. "Aku tidak membawa smartphone. Aku juga tidak ingat nomor teleponku sendiri." Balas Fernando berbohong. Sebenarnya Fernando belum membeli smartphone.
"Ahh, baiklah kalau begitu." Balas Veronica. "Fernando besok adalah hari libur. Ayo kita pergi jalan-jalan." Veronica tersenyum. "Baiklah. Tunggu aku jam 9 di depan sekolahku." Kata Fernando. "Baik." Veronica tersenyum. "Sampai bertemu besok Fernando." Veronica mencium pipi Fernando kemudian berjalan pergi.
"Apa kamu tertarik dengan perempuan sepertinya." Clue tiba-tiba muncul di samping Fernando. "Aku tidak terlalu tertarik. Aku bersamanya hanya untuk melupakan Dini." Balas Fernando.
"Aku pikir kamu sudah melupakan perempuan itu." Kata Clue. "Ini baru beberapa hari setelah melihatnya dengan pria lain. Bagaimana bisa aku melupakannya dengan cepat." Fernando tersenyum kecut.
"Aku bisa menghapus ingatanmu tentangnya. Apa kamu mau ingatan tentangnya di hapus." Tanya Clue. "Tidak, aku bisa melupakannya secara perlahan." Balas Fernando. "Baiklah, jika itu keinginanmu." Balas Clue.
"Besok adalah akhir pekan. Kamu memiliki janji dengan bu Erika." Kata Fernando. "Aku tahu, kamu tidak perlu memberitahuku." Balas Clue. "Apa kamu tahu dimana tempat tinggal bu Erika." Tanya Fernando. "Aku tahu." Balas Clue. Fernando terdiam mendengar kata Clue.
Beberapa menit kemudian Clue dan Fernando tiba di apartemen. "Jangan lupa mandi terlebih dulu sebelum makan." Kata nenek Fernando. "Baik nek." Balas Fernando masuk ke dalam kamarnya.
"Apa kamu tidak ingin makan Clue." Tanya nenek Fernando melihat Clue masuk ke dalam kamarnya. "Aku akan makan jika lapar. Meski aku tidak akan pernah lapar." Balas Clue. Nenek Fernando terdiam mendengar kata Clue.