
Teriakan pria menarik perhatian murid lain "Wahh, bukankah dia gusov murid dalam nomor 5. Siapa pemuda itu yang membuat marah Gusov. Sepertinya dia bukan murid akademi Royal." Kata para murid "Cihh, semut berani berteriak kepadaku." Clue mengejek. "Nak, kau mencari pemukulan." Gusov marah baru kali ini dia di permalukan oleh seseorang yang lebih muda darinya. "Gusov melesat ke arah Clue.
"Berhenti." Clue mendengar teriakan dan seorang perempuan cantik dengan kulit putih, dan dada ukuran c cup berada di depannya menghentikan Gusov. "Fitria minggir aku akan memberikan dia sebuah pelajaran" kata Gusov. Perempuan yang disebut Fitria mencibir lalu berkata. "Jika aku tidak menghentikanmu kamu mungkin akan mati." Kata Fitria. "bagaimana mungkin aku bisa kalah dan mati di tangan pemuda itu." kata Gusov mengejek. "Oh. Baiklah aku akan membiarkanmu menyerang orang yang membunuh wakil patriack dan patriack dari 4 sekte" kata Fitria.
Mendengar kata Fitria Ekspresi Gusov mulai jelek sementara semua murid terkejut. Dia mendengar bahwa ada pemuda yang melakukan pembantaian di acara pernikahan anak perdana menteri, dan membunuh 5 ahli peringkat B level 1. Serta banyak ahli peringkat C level 10. Gusov pun mulai berkeringat dan mulai bersujud. "Maafkan aku tuan muda. Aku tidak tahu bahwa sebenarnya itu tuan muda Clue." Gusov tahu bahwa pemuda bernama Clue yang tidak lain anak perdana menteri.
Melihat Gusov bersujud Clue berkata "Pergilah." Mendengar pemuda memaafkannya Gusov senang dan mulai berterimakasih sebelum meninggalkan. Melihat Gusov pergi perempuan cantik berbalik dan berkata kepada Clue. "Kita bertemu lagi, dan tidak kusangka kekuatanmu meningkat secara tidak normal." Perempuan tersenyum.
"Apa kita pernah bertemu" Clue menatap pada perempuan cantik di depannya, Clue berpikir belum pernah bertemu dengannya. Perempuan tersenyum lalu mengambil topeng dari cincin penyimpanannya dan mulai memakai topeng. Seketika wajah perempuan berubah setelah memakai topeng. "Apakah kamu ingat." Perempuan tersenyum. Clue terkejut melihat perubahan wajah perempuan dan mulai mengingat wajah perempuan.
"Apakah kamu penjaga toko pelangi." Kata Clue. "Benar itu aku." Perempuan tersenyum lalu melepaskan topengnya. "Perkenalkan namaku Fitria." Perempuan mengulurkan tangannya kepada Clue. "Clue." Clue menjabat tangan Fitria.
"Baiklah tuan Clue apa ada seseorang yang ingin kamu cari di akademi knight." Tanya Fitria. "Ada dia tunanganku." Clue mengangguk. Medengar Clue mempunyai tunangan Fitria menghela nafas. "Bagaimana mungkin dia tidak akan mempunyai kekasih, dia juga tampan dan kuat." Fitria bergumam di dalam hatinya. "Bolehkah saya tahu siapa tunangan tuan Clue. mungkin saya mengenalnya dan bisa mengantar tuan Clue kekamarnya." Tanya Fitria. "Namanya Lisa dia seusiaku." Balas Clue.
"Oh, apakah dia Lisa murid luar akademi knight." Kata Fitria. "Mungkin." kata Clue. Mendengar kata Clue ekpsresi Fitria mulai berubah. Menurut rumor yang dia dengar Lisa berpacaran dengan pangeran ke 5. "Ayo ikuti aku." Fitria mengantar Clue ke sebuah kamar di bagian luar akademi kngiht.
Saat tiba di luar kamar Clue dan Fitria mendengar suara desahan dan rintihan di dalam kamar. Ekspresi Clue berubah sementara wajah Fitria tersipu. Clue menendang pintu yang terkunci dan menghancurkannya. "Bruak." Di dalam sebuah ruangan Clue melihat perempuan dan seorang laki-laki sedang berhubungan badan. Dia terkejut perempuan yang sedang berhubungan badan tidak lain adalah Lisa.
"Siapa yang berani memasuki kamar secara paksa dan mengangguku." Kata pemuda tampan berumur 25 tahun marah berteriak lalu menoleh kepada Clue dan Fitria. "Itu, itu kamu." Lisa terkejut melihat Clue. "Lisa kamu mengenalnya." Tanya pemuda di samping Lisa. "Dia yang memperkosaku dan mengambil keperawanku." Lisa menggigit bibirnya. Clue dan Fitria terkejut mendengar kata Lisa. "Jadi itu kau yang memperkosa pacarku." Pemuda di samping Lisa marah dan melesat ke arah Clue.
"Paa." Clue menampar dan mengirim pemuda melesat menabrak dinding "bruak." "Pemuda mengeluarkan seteguk darah dan sepotong gigi lalu menunjuk Clue dengan ketakutan. "Apa kamu tahu ayahku siapa." "Ayahmu hanya raja di kerajaan kecil, apakah aku harus membunuh ayahmu juga." Kata Clue menghina.
Mendengar kata Clue pemuda terkejut. Pemuda melihat wajah Clue yang tidak asing dan mulai ketakutan "Itu kamu anak perdana menteri." Ekspresi Lisa juga mulai berubah ketika mendengar Clue, dia juga tahu mengenai pembantaian kemarin di ibukota.
"Apa.! Kamu berbohong padaku, kamu sebenarnya tunangan tuan Clue. Gadis ******." "paa." "paa." Pemuda menampar Lisa berkali-kali. "kenapa kamu menamparku." Lisa menangis melihat kedua pipinya bengkak. "Karena kamu telah berbohong kepadaku, sekarang aku tahu alasan kamu tidak perawan." Pemuda meninggalkan kamar Lisa dan mengejar Clue. Lisa mulai menangis dia menyesali perbuatannya.
"Tuan Clue, aku salah. Tolong maafkan aku. Aku telah di tipu oleh ****** itu." kata pemuda membungkuk memohon maaf. "Baiklah itu juga bukan kesalahanmu." Clue merasakan pemuda jujur dan tidak berbohong saat berbicara. "Terimakasih tuan Clue. Jika tuan Clue tidak sibuk mainlah di istana kerajaan. Saya akan menyambut tuan Clue dengan sangat hormat." Pemuda meninggalkan dengan memegang pipinya yang masih sakit dan bengkak karna tamparan Clue.
Melihat pemuda pergi Clue mulai berteriak "Agung keluarlah." Mendengar teriakan Clue para murid mulai menuju ke arah teriakan "Siapa yang berani berteriak dan meneyebutkan nama patriack, dia pasti bosan hidup." Kata beberapa murid. "Eh, pemuda itu yang berteriak, aku menarik kata-kataku sebelumnya."
Setelah melihat Clue yang berteriak semua murid diam, mereka telah mengetahui siapa Clue. Beberapa elder luar dan dalam juga tiba saat mendengar suara teriakan. Saat melihat siapa yang berteriak elder luar dan dalam diam. Mereka tidak ingin menegur iblis kecil yang berani membunuh ayahnya sendiri dan membunuh 4 patriack sekte.
Tidak lama kemudian laki-laki tua tiba di depan Clue." "Tuan muda Clue, apa ada yang bisa saya bantu." Laki-laki tua adalah patriack akademi Royal. Clue mengenali pria tua di depannya. Dia melihat saat bertarung kemarin ada seorang pria tua peringkat B level 1, yang diam-diam sedang menonton dirinya saat membunuh 5 ahli peringkat B level 1. Pria tua tersebut tidak lain patriack akademi knight.
Clue tahu bahwa patriack akademi knight mempunyai hubungan buruk dengan perdana menteri, karena memperebutkan ginseng berumur 3000 tahun di pelelangan. "Tolong usir prempuan bernama Lisa dari akademi ini." Clue menunjuk Lisa yang sedang menonton. Lisa terkejut mendengar kata Clue. Lisa menangis lalu berlari ke arah Clue dan memegang kakinya. "Maafkan aku. Aku sangat menyesal. Aku tahu diriku salah." Lisa menangis memohon. "Maaf, di dunia ini tidak ada obat untuk penyesalan." Clue melihat jijik kepada Lisa lalu pergi. Fitria menatap jijik kepada Lisa kemudian mengejar Clue.
"Elder, tolong usir dia." Kata Patriack lalu mengejar Clue. Para elder yang sedang menonton mengangguk dan mulai menyeret Lisa seperti barang. "Cihh, tidak kusangka dia adalah ******. Dia menghianati tuan Clue yang sangat tampan." Para perempuan mulai menghina saat Lisa diseret. Lisa menangis dia sangat menyesal telah berhianat. Jika dia bisa memutar waktu dia tidak akan pernah berhianat.
"Tuan Clue." kata Fitria. "Ada apa." Clue berhenti. "Jika kamu ada waktu datanglah kerumahku di dekat toko pelangi." Kata Fitria tersipu. Fitria tahu ini kesempatan untuk dekat dengan pemuda di depannya. "Baiklah, aku akan memikirkannya." Clue mengangguk.
Clue juga melihat patriack akademi yang mendekat ke arahnya. "Jika tidak keberan tuan muda Clue masuklah ke dalam, aku punya beberapa teh atau bir yang sangat lezat." Kata patriack. "Terimakasih, Aku sedang sibuk. Lain waktu aku akan berkunjung lagi." Kata Clue lalu terbang ke langit.
"Fitria apa kamu tertarik dengannya." Kata patriack. "Benar paman, dengan bakatnya dia sebanding dengan jenius dari kerajaan besar." "Hiss." Mendengar kerajaan besar patriack meneguk air liur. "Apa kamu akan pergi ke karajaan menengah setelah ayahmu menerobos peringkat B level 1." Kata patriack.
"Benar, 2 bulan lagi akan ada senior yang datang memeriksa hasil penjualan toko dan memberikan barang. Karena ayahku telah menerobos ke peringkat B level 1. Dia akan ditempatkan di cabang kota kecil di kerajaan menengah." kata Fitria. Patriack mengangguk paham. Toko pelangi adalah sebuah toko misterius yang bahkan kerajaan tingkat menengah tidak berani menyinggung. Patriack berpikir pusat utama toko pelangi di kerajaan besar.