
"Dia melarikan diri." Kata salah satu pria berotot. "Sepertinya informasi yang kita dapat kurang. Menurut informasi dia tidak pernah menggunakan token teleportasi." Balas pria berotot lain. "Jika kita bertemu dengannya. Langsung gunakan cawan suci untuk menyegel kekuatannya. Agar dia tidak dapat melarikan diri lagi."
Saat ini Clue berada di luar kota dan berkata. "Sepertinya, aku harus menutupi identitasku mulai sekarang." Clue mengambil topeng putih dari tabel penyimpanan dan memakainya. Setelah memakai topeng putih Clue berjalan memasuki kota.
6 Bulan telah berlalu setelah Clue bertarung melawan 2 pria berotot. Saat ini Clue sedang berada di penginapan bersama seorang wanita. Saat hendak melepas pakaian Clue melihat dua pria berotot menghancurkan pintu. "Bruaakk." "Berengsek, lagi-lagi kalian berdua." Clue mengutuk saat melihat dua pria berotot.
"Teleportasi." Kata Clue kemudian muncul di luar kota sejauh 1000 km dari penginapan. "Wusshh." Clue melihat dua pria berotot muncul di depannya. "Aku tidak menyangka, kalian memiliki skill teleportasi." Kata Clue dengan waspada kemudian menghancurkan token teleportasi.
Saat Clue hendak teleportasi salah satu pria berotot mencengkram leher Clue dan pria berotot lainnya memegang pundak Clue. "Ugghhh." Dua pria berotot dan Clue teleportasi. "Boomm!!." Setelah teleportasi. Dua Pria berotot memukul Clue ke tanah. "Ughhh." Clue muntah seteguk darah.
Salah satu pria berotot mengeluarkan sebuah cawan yang bersinar dan berkata. "Segel kekuatan Fernando Clue De Lopez." Clue melihat cahaya putih keluar dari tubuhnya dan masuk ke dalam cawan.
Saat cahaya putih masuk ke dalam cawan. Clue merasakan kekuatannya menjadi tingkat Kaisar. "Sial, kekuatanku menghilang." Clue panik dan mengusap darah di bibirnya. "Blacky armor." "Baik bos." Jam hitam di tangan Clue menjadi sebuah armor hitam.
"Buuzzz." Clue mulai melesat dengan cepat. "Bodoh." Kata dua pria berotot kemudian muncul di depan Clue, lalu meninju Clue ke tanah. "Booom!!." "Aaagghh." Clue berteriak dan beberapa detik kemudian kehilangan kesadaran.
Setelah sadar Clue melihat dirinya berada di sebuah penjara dan kedua tangannya terikat rantai emas. "Akhirnya kamu bangun." Clue melihat seorang wanita cantik yang tangannya terikat rantai emas sama seperti dirinya.
"Siapa kamu." Kata Clue melihat wanita cantik. Clue tahu wanita cantik pasti telah membuat masalah di dunia dewa sama seperti dirinya. "Sebelum bertanya siapa diriku sebaiknya kamu mengenalkan diri terlebih dulu Fernando Clue De Lopez." Balas wanita.
"Jika kamu tahu siapa diriku. Mengapa aku harus mengenalkan diri." Clue mencibir. "Hahaha, kamu sangat menarik. Pantas saja Tian Long kalah olehmu." Wanita tertawa.
Mendengar kata Tian Long Clue berkata dengan serius. "Siapa dirimu." "Aku adalah Bai Li, guardian yang menjaga planet Tian Long berasal." Balas wanita cantik. Clue terkejut mendengar kata Bai Li.
"Di dunia nyata."
"Tunggu, jadi wanita itu yang di cari Tian Long." Steven terkejut. "Oohh. Apa yang Tian Long katakan padamu saat aku terjabak di dalam kekosongan." Tanya Clue penasaran.
"Sebelum dia pergi, Tian Long berkata ingin menemukan guardian yang menjaga planet miliknya. Karena guardian itu menyimpan jiwa kekasih wanita yang dia cintai." Balas Steven. "Jadi begitu." Clue mengangguk paham. "Baiklah, aku akan lanjut bercerita."
"Flashback again."
"Mengapa kamu bisa di penjara." Tanya Clue. "Rahasia." Balas wanita tersenyum. Clue mendengus mendengar kata Bai Li. "Apa yang kamu lakukan di dunia dewa, sampai membuatmu di penjara." Tanya Bai Li. "Aku akan menjawab pertanyaanmu, jika kamu menjawab pertanyaanku." Clue tersenyum.
"Aku di penjara karena ikut campur dalam pertempuran antar galaxy." Balas Bai Li. "Maksudmu." Tanya Clue. "Aku membuat keberuntunganmu buruk dan dadumu hanya mendapatkan angka 1." Balas Bai Li. "Sial, jadi itu ulahmu." Clue terkejut.
"Baiklah, jelaskan alasanmu bisa di penjara disini." Tanya Bai Li. "Aku mencuri ribuan air kehidupan milik para dewa." Balas Clue. "Kamu sungguh berani." Bai Li terkejut. "Tunggu, kenapa kekuatanmu hanya tingkat kaisar. Bukankah kamu menerobos demi god saat mengalahkan Bathara." Bai Li terkejut.
"Dua dewa berotot menggunakan sebuah cawan untuk menyegel kekuatanku." Balas Clue. "Keberuntunganmu sungguh buruk. Kekuatanmu tidak akan kembali setelah di segel oleh cawan suci." Balas Bai Li.
Mendengar kata Bai Li Clue menjadi panik. "System, apa yang dikatakannya benar." Melihat tidak ada jawaban system. Clue semakin panik. "Tabel status." Namun tidak ada layar yang muncul di depan Clue.
"Sial, bagaimana cara keluar dari penjara ini." Kata Clue dengan panik. "Rantai emas ini hanya bisa dihancurkan oleh high god." balas Bai Li. "Kamu adalah guardian, bukankah kamu seharusnya high god." tanya Clue.
"Aku bisa dengan mudah menghancurkan rantai emas ini. Tapi aku akan di kejar jika keluar dari penjara ini. Dan hukumanku akan di tambah." Balas Bai Li. "Memang berapa lama hukumanmu di penjara ini." Tanya Clue. "100 Tahun." Balas Bai Li. "Sial, itu terlalu lama." Clue panik. Clue takut dirinya akan dihukum 100 tahun di penjara.
"100 tahun bagi seorang dewa bukanlah waktu yang lama. Kamu peringkat kaisar, kamu bisa hidup selama 10 ribu tahun." Kata Bai Li. "Tetap saja 100 tahun itu sangat lama bagiku yang baru berusia 35 tahun." Clue mengutuk.
"Tidak ada salahnya mencoba." Clue tersenyum. "Aku akan membantumu. Tapi saat kamu tertangkap, jangan bilang bahwa aku yang melepas rantai emas milikmu." Kata Bai Li. "Tentu. Aku berjanji tidak akan mengatakannya." Clue berbicara dengan serius.
Bai Li menunjuk rantai emas milik Clue kemudian laser putih keluar dari jarinya. Clue melihat rantai emas mulai berubah warna menjadi perak. "Kamu bisa menghancurkannya." Kata Bai Li. "Kraakk." Clue menghancurkan rantai emas. "Teleportasi." Kata Clue. Namun Clue melihat dirinya tidak teleport.
"Mengapa aku tidak bisa teleport." Clue panik. "Penjara ini sudah di beri penghalang agar setiap penjahat tidak bisa teleportasi." Kata Bai Li. "Berengsek." Clue mengutuk kemudian memegang besi. "Uugghh." Clue tidak bisa membengkokkan besi.
"Besi itu hanya bisa di bengkokkan oleh High God." kata Bai Li. Clue melihat dinding di belakangnya kemudian memukulnya. "Bruaakk." Clue melihat dinding tidak hancur.. "Dinding itu juga hanya bisa di hancurkan oleh high god." kata Bai Li.
Clue menghela nafas kemudian duduk dan bersandar di dinding. "Mengapa kamu tidak meminta bantuanku untuk menghancurkan besi itu." Tanya Bai Li.
"Jika kamu menghancurkan besi ini. Kamu akan ketahuan jika membantuku. Aku tidak ingin menyeretmu ke dalam masalahku." Balas Clue. "Pria yang menarik." Bai Li mengangguk.
6 Jam kemudian Clue melihat seorang pria datang membawa makanan. "Nona Bai Li ini makanmu." Kata pria memberikan Bai Li makanan enak.
Pria kemudian memberikan Clue makanan. "Heii, mengapa kamu hanya memberiku roti keras. Sedangkan dia menerima daging ayam." Clue menyentuh roti dan melihat pria.
"Jangan bandingkan Nona Bai Li dengan pria sepertimu. Yang mencuri air kehidupan milik para dewa yang lemah." Pria jijik melihat Clue. "Mengapa kamu tidak memakai rantai emas." Pria tersadar saat melihat Clue tidak memakai rantai emas.
"Rantai emas yang aku pakai tiba-tiba redup. Jadi aku menghancurkannya." Clue menyeringai. Pria melihat Clue kemudian berjalan pergi. "Apa kamu mau makanan milikku." Tanya Bai Li. "Aku adalah ahli tingkat kaisar. Aku tidak akan kelaparan meski tidak makan selama 1 tahun." Balas Clue. "Baiklah, jika kamu tidak mau." Balas Bai Li kemudian mulai makan.
3 Jam kemudian Clue melihat dua pria berotot datang dan membuka jeruji besi. Salah satu pria berotot kemudian merantai kedua tangan Clue. "Bai Li, jangan membantu dirinya." Kata dua pria berotot melihat Bai Li.
"Aku tidak di bantu olehnya. Aku sendiri yang melepas rantai emas ini." Clue melihat pria berotot. Dua pria berotot melihat Clue, kemudian mengkunci jeruji dan berjalan pergi.
"Mereka berdua adalah Tomas dan Tomi. Dua high god yang di tugaskan mengurus semua penjahat di dunia dewa." Kata Bai Li. "Oohh. Siapa yang menugaskan mereka." Tanya Clue. "Rahasia." Balas Bai Li. Clue mencibir mendengar kata Bai Li.
Waktu perlahan berlalu dan sudah 6 bulan Clue di penjara. "Clue, ayo keluar." Kata dua pria berotot membuka jeruji besi. Clue berjalan keluar di dampingi oleh dua pria berotot. Setelah keluar dari penjara, dua pria berotot membawa Clue teleportasi.
Clue tiba-tiba muncul di sebuah ruangan dan melihat puluhan dewa sedang berkumpul. "Duduklah." Kata dua pria berotot melihat Clue. Clue kemudian duduk di kursi. "Apa kamu tahu kesalahanmu Clue." Kata pria bermata tiga.
"Aku tidak tahu." Balas Clue. "Kesalahanmu pertama mencuri ribuan air kehidupan milik banyak dewa. Kesalahan keduamu, kamu merebut dan memperkosa istri dan wanita para dewa." Kata pria bertanduk merah.
"Aku tidak merebut dan memperkosa istri mereka. Istri mereka sendirilah yang mau denganku." Balas Clue. "Dia berbohong hakim, dia merebut istriku." Teriak seorang pria. "Benar, dia merebut istriku. Bagaimana bisa istriku yang telah setia bersama diriku selama seribu tahun tiba-tiba selingkuh." Teriak dewa lain.
"Dewa Clue, karena kejahatanmu. Kamu dijatuhi hukuman reinkarnasi." Kata seorang pria berjubah hitam mengetok palu. "Apaa." Clue terkejut dengan perkataan pria berjubah hitam.
"Hahaha, hukuman itu sangatlah bagus." "Hahaha, butuh ratusan tahun bagi dia untuk kembali ke dunia dewa." Semua dewa di dalam ruangan tertawa.
"Baiklah, bawa dia ke kolam reinkarnasi." Kata pria berjubah hitam. Clue kemudian di bawa pergi oleh dua pria berotot. Tidak lama kemudian Clue melihat sebuah kolam di depannya. "Aku harap dikehidupan berikutnya kamu menjadi sosok yang baik." Kata dua pria berotot mendorong Clue ke kolam. "Bajingan." Clue mengangkat dua jari tengahnya dan jatuh ke kolam.
"Di dunia nyata."
"Setelah jatuh di kolam reinkarnasi, aku terlahir sebagai kucing." Kata Clue melihat semua orang. "Sungguh perjalanan hidup yang menarik." Clue mendengar sebuah suara dan melihat ke langit. Clue terkejut melihat mata raksasa di langit.