Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Membunuh Assasin



Clue bingung kemudian mulai memejamkan matanya dan berkultivasi. Beberapa menit setelah memejamkan matanya, Clue merasakan dirinya menyatu dengan tanah dan dapat merasakan mahluk hidup dalam jarak 26 meter. "Kemampuan untuk merasakan mahluk hidup bertambah jauh." Gumam Clue terkejut. Clue kemudian terus memejamkan matanya.


1 jam kemudian Clue membuka matanya dan berkata. "Saatnya lanjut berburu." Clue kemudian mengambil tasnya dan berjalan pergi. Tidak lama setelah berjalan Clue melihat 16 golem yang tiba-tiba muncul dari tanah.


"Aku hanya perlu menyerang dengan 3 panah angin, untuk menghancurkan kalian semua." Kata Clue kemudian 10 panah angin sepanjang 2 meter muncul dari udara. Panah angin mulai berputar kemudian mulai melesat ke arah para golem. "Buzzz." "Buzzz." Melihat panah angin mengenai tubuh golem. Clue sekali lagi membuat 10 panah angin. "Mati." kata Clue melemparkan panah angin ke arah golem.


3 jam telah berlalu Clue saat ini sedang duduk di dekat tumpukan batu. "Dengan kekuatanku saat ini. Aku hanya bisa mengalahkan 32 golem tanpa terluka." Kata Clue. "Aku akan tetap disini, sampai seseorang masuk dungeon. Kemudian aku akan melihatnya bertarung melawan golem." Kata Clue mengambil kristal bewarna coklat dari dalam tasnya. Clue lalu menghancurkan dengan tangannya. Merasakan energy alam begitu padat Clue memejamkan matanya.


30 menit telah berlalu di luar pria berpakaian hitam tiba-tiba berkata. "Kamu bisa masuk." "Hehe, tentu." Kata pria tersenyum kemudian memasuki dungeon. Pria memasuki dungeon dan melihat langit gelap dan gurun yang tandus. "Sepertinya monster di dungeon ini adalah golem. Aku ingin melihat dia berada di tahap mana saat ini." kata pria kemudian berlari.


Beberapa menit setelah berlari pria melihat Clue yang sedang duduk. "Hehe, sepertinya dia baru saja menyelesaikan tahap ke empat dan beristirahat. Kalau begitu aku akan membunuhnya langsung saat ini." kata pria kemudian tubuhnya tiba-tiba menghilang.


Clue yang saat ini berkultivasi tiba-tiba membuka matanya. "Hawa membunuh, sepertinya aku akan membunuh lagi." kata Clue tiba-tiba membuat 3 bola api dan melemparkan ke sebuah arah.


"Bomm." "Bomm." "Arghh, sial. Bagaimana dia bisa tahu keberadaan diriku." Pria tiba-tiba muncul dengan badan hangus dan penuh luka. "Hebat, kamu tidak mati setelah terkena 3 bola apiku. Sepertinya kamu lebih tangguh dari pada golem di dungeon ini." kata Clue terkejut.


"Bajingan, jangan samakan aku dengan golem." Kata pria kemudian tubuhnya di selimuti cahaya hitam dan melesat ke arah Clue. "Sampah." Badan Clue tiba-tiba diselimuti angin kemudian melesat ke arah pria. "Bukk." "Bukk." Clue meninju udara dan pria terpukul mundur. Clue membuat 10 panah angin kemudian melemparkan ke arah pria. "Mati!." "Tidak!." Pria berteriak melihat 10 panah angin melesat ke arahnya. "Buzz." "Buzz." "Buzz." 10 panah angin menembus tubuh pria.


Clue melihat mayat pria sudah menjadi daging cincang. "Sial, sungguh menjijikan." Kata Clue kemudian menginjak tanah dan sebuah lubang sedalam 1 meter muncul." Clue kemudian mengerakan tanganya dan mayat pria masuk ke dalam lubang karena hembusan angin. Clue menginjak tanah dan lubang mulai tertutup oleh tanah.


Clue melihat tanah dan berkata. "Aku lupa untuk menanyakan mengapa dia ingin membunuhku. Terlebih lagi akan bahaya jika pihak asosiasi tahu aku membunuh seseorang." Kata Clue dengan ekspresi buruk. "Sigh, sepertinya aku akan keluar dungeon sekarang." kata Clue mengambil tasnya kemudian berlari menuju tempat dia datang.


Tidak lama kemudian Clue keluar dari dungeon. Clue mengabaikan tatapan banyak orang kemudian pergi. "Tidak lama setelah pria itu masuk ke dalam dungeon. Dia langsung keluar." Kata seorang pria. "Mungkin dia diusir oleh pria itu." Kata orang lain. "Mungkin saja." balas pria lain.


Beberapa menit kemudian Clue telah kembali di rumahnya dan duduk di lantai kamarnya. "Hari ini aku tidak beruntung. Aku hanya mendapatkan total 40 kristal. 4 telah kugunakan saat berada di dalam dungeon." kata Clue melihat kristal yang tergeletak di lantai. "Baiklah, saatnya meningkatkan kekuatanku. Aku tidak ingin berada di posisi itu lagi." Kata Clue mengingat saat dia di interogasi oleh pihak asosiasi.


Keesokan harinya di sebuah ruangan pria berkata. "Diketahui bahwa hunter Albert tingkat b dari guild banteng merah telah menghilang kemarin saat memasuki dungeon." "Oh, apa dia masuk seorang diri." Balas pria berkacamata hitam. "Benar, dia masuk seorang diri. Setelah hunter Fernando Clue De Lopez memasuki dungeon." Balas pria. "Hmm, ceritakan apa yang kamu tahu." Kata pria berkacamata hitam. Pria kemudian mulai bercerita tentang Clue yang keluar dari dungeon 3 menit setelah hunter Albert memasuki dungeon.


"Hmm. Albert adalah seorang assassin yang memiliki kekuatan 150. Kemampuan dia adalah menghilang dan menambahkan kecepatan. Tidak mungkin Fernando bisa mengalahkannya hanya dalam waktu beberapa menit. Kecuali Fernando menyembunyikan kekuatan aslinya." Kata pria berkacamata.


"Lalu siapa yang memasuki dungeon setelah hunter Albert." Tanya pria berkacamata hitam. "10 hunter tingkat b dari guild garuda kuning." Balas pria. "Baiklah, kejadian seperti ini sering terjadi. Jika bukan Fernando yang membunuh Albert. Maka 10 pria dari guild garuda kuning yang membunuh Albert." Kata pria berkacamata hitam.


"Lalu apa yang harus kita lakukan." Kata pria. "Apakah hunter Albert memiliki keluarga." Tanya pria berkacamata hitam. "Dia hanya memiliki kakak yang juga seorang hunter tingkat a dari guild banteng merah." Balas pria. "Masalah ini akan sedikit menjadi rumit." Kata pria berkacamata hitam.


Sementara itu di suatu tempat seorang pria menghancurkan meja dengan tinjunya. "Bruakk. Siapa yang berani membunuh adikku." "Ada dua kemungkinan 10 hunter tingkat b dari guild garuda kuning. Atau hunter tingkat c Fernando Clue De Lopez. Tapi menurut informasi hunter Fernando Clue De Lopez keluar dari dungeon 3 menit setelah adikmu Albert memasuki dungeon." Kata seorang pria.


"Hmm, jika begitu maka pembunuhnya adalah 10 orang dari guild garuda kuning. Adikku tidak akan begitu bodoh untuk mati di tangan golem tingkat b. Karena dia memiliki kemampuan menambahkan kecepatan dan menghilang."


"Ayo ikut aku Jember. Aku ingin bertemu mereka." kata pria. "Baiklah, Tapi tidak gratis jika mengajakku. Karena aku juga seorang hunter tingkat a." balas pria tersenyum. "Aku akan memberimu wanita perawan. Apa itu cukup." Kata pria. "Hahaha. Cukup." Pria tertawa.


Saat ini Clue duduk di kamarnya dan memegang sebuah alat. "Tittt." Clue melihat angka 110. "Aku masih sangat lemah. Tapi saat ini aku bisa merasakan mahluk hidup dalam jarak 35 meter." Kata Clue. "Clue, ada seorang wanita yang mencarimu." Clue mendengar sebuah teriakan.


Clue memejamkan matanya dan melihat wanita yang dimaksud kakeknya. "Ternyata Vina." kata Clue lalu keluar dari kamar. Saat keluar dari kamar, Clue melihat Vina yang duduk di kursi. "Vina." Kata Clue pura-pura terkejut. "Hehe, lama tidak bertemu." Balas Vina. "Mengapa kamu tidak mengabariku jika sudah tiba di Jember." Balas Clue.


"Aku kehilangan smartphoneku saat di kereta. Jadi aku tidak bisa menghubungimu." Kata Vina. "Lalu bagaimana kamu tahu rumahku." Balas Clue. "Aku bertanya kepada setiap orang dimana rumah Fernando Clue De Lopez anak dari seorang koruptor. Kemudian semua orang memberi tahu arah ke rumahmu." Kata Vina. Clue tersenyum kecut mendengar kata Vina.


"Clue, apa kamu tidak ingin mengenalkannya kepada kakek." kata kakek Clue. "Dia adalah Vina calon pembantu di rumah ini." kata Clue kemudian mulai bercerita. "Oh, jadi begitu. Tidak kusangka kamu begitu royal. Tapi berkat bantuanmu. Ibunya bisa selamat." Kata kakek Clue. "Benar pak, saya sangat berterimakasih kepada Clue. Karena membantu biaya operasi ibuku." Vina tersenyum.