
"Beruntung monster yang muncul hanya goblin yang kekuatannya sedikit lebih kuat dari manusia normal. Jika monster yang muncul hobgoblin akan beda lagi ceritanya. Mungkin puluhan ribu orang akan meninggal." Kata pria paruh baya berjaz hitam. Semua orang diruangan tersenyum kecut mendengar kata pria berjaz hitam. Mereka tahu perkataan pria berjaz hitam adalah benar. Jika monster Hobgoblin yang muncul mungkin puluhan ribu nyawa akan melayang.
2 Jam telah berlalu saat ini Clue berada di sebuah perkebunan apel bersama Adrian. "Clue, setelah kita mengubur kakekmu. Apa yang akan kamu lakukan." Tanya Adrian duduk di sebuah batu. "Tentu saja berburu goblin. Aku ingin membuat ayah menjadi kuat, dan bisa melindungi diri sendiri." Clue tersenyum dan memetik apel. "Baiklah, aku akan mengikuti perkataanmu." Adrian tersenyum.
1 jam 30 menit telah berlalu saat ini Clue berada di kota Jember bersama ayahnya Adrian. Clue tetap menyelimuti badan Adrian dengan angin. Karena Clue takut Adrian menghirup udara yang tercemar. "Baiklah, yah. Ayo kita kuburkan kakek disini." Kata Clue melihat tumpukan puing yang tidak lain adalah rumahnya. "Baiklah." Adrian mengangguk. Clue menginjak tanah kemudian lubang sedalam 2 meter muncul.
10 menit kemudian Clue dan ayahnya sudah mengubur jasad Usman kakek Clue. "Kek, aku bernjanji akan membunuh semua orang yang telah membuatmu meninggal. Dan seseorang yang memberi perintah menjebloskanmu ke dalam penjara." Kata Clue berdiri.
"Ayah, ayo pergi." kata Clue. "Baik." Adrian mengangguk. Clue memeriksa tanda-tanda kehidupan dalam jarak 500 meter dan berkata. "Sepertinya ada beberapa goblin yang masih bertahan hidup." Kata Clue kemudian merangkul ayahnya dan terbang.
Tidak lama kemudian Clue dan ayahnya mendarat di tanah dan melihat beberapa goblin tergeletak di jalanan. "Bahkan monster tidak dapat bertahan dari udara yang tercemar." Adrian terkejut melihat goblin yang tergeletak di tanah dan mencoba bangkit saat meliihat dirinya.
"Baiklah yah, bunuh mereka." kata Clue membuat tombak tanah sepanjang 1 meter. "Oke." Adrian mengangguk kemudian mengambil tombak dan mulai menusuk kepala goblin. "Ceepp." "Baiklah yah. Ayo kita berburu semua goblin yang berada di kota Jember." Kata Clue. "Baik." Adrian mengangguk. Clue kemudian membawa Adrian terbang.
Beberapa jam kemudian Clue melihat Adrian yang membunuh goblin menggunakan tombak tanah. "Saat ini kekuatan ayah seharusnya 10 atau 11. Dia setara hunter peringkat e." kata Clue. Clue melihat langit mulai gelap dan berkata. "Baiklah yah, untuk hari ini sudah cukup. Ayo kita tinggalkan kota Jember dan mencari tempat untuk beristirahat." "Oke." Adrian mengangguk. Clue kemudian merangkul Adrian dan terbang ke langit.
30 menit kemudian Clue dan Adrian masuk ke dalam rumah kosong. "Apa tidak masalah kita masuk ke dalam rumah seseorang." Kata Adrian. "Jangan khawatir yah, mungkin pemilik rumah ini sudah meninggal akibat serangan goblin." Kata Clue menghidupkan lampu. Adrian tersenyum kecut mendengar kata Clue.
"Clue ayah akan mandi terlebih dulu, sudah lama ayah tidak mandi." Kata Adrian. "Apa ayah perlu bantuanku. Aku bisa membuatmu bersih dengan cepat." kata Clue memunculkan bola air dari tangannya. "Haha, tidak perlu." Adrian tertawa kemudian berlari menuju kamar mandi. Adrian menebak Clue akan melemparnya dengan bola air jika dirinya mengatakan ya.
Keesokan harinya Clue sedang duduk di depan teras dan melihat sebuah lubang hitam yang muncul. Clue kemudian melihat beberapa hobgoblin yang muncul. "Menarik, kali ini Hobgoblin yang muncul." Kata Clue.
"Wooa." Hobgoblin berteriak dan berlari ke arah Clue dengan membawa kapak. "Mati." kata Clue membuat satu panah angin kemudian menggerakan panah angin untuk membunuh semua goblin. "Bussh." "Bussh." Satu panah angin melesat dan menembus semua kepala hobgoblin.
"Mengapa ukurannya jauh lebih besar. Apakah para goblin berevolusi." Kata Adrian terkejut. "Tidak yah, mereka adalah hobgoblin. Seharusnya kamu sudah tahu." Balas Clue. "Benar, aku lupa. Hobgoblin adalah monster di dungeon tingkat d. Jadi saat ini monster tingkat d yang muncul di bumi." Kata Adrian. "Benar yah, aku tidak tahu kapan monster tingkat s muncul di bumi. Karena itu aku perlu meningkatkan kekuatan ayah dengan cepat." kata Clue. "Baiklah." Adrian mengangguk. "Kalau begitu, ayo kembali di kota Jember, dan berburu hobgoblin disana." Kata Clue merangkul Adrian kemudian terbang.
Kuala Lumpur, Malaysia. "Raja, saat ini monster yang muncul adalah hobgoblin bukan goblin lagi." Kata pria mengenakan jaz hitam. "Saat ini kita masih bisa menangangi hobgoblin. Tapi beda cerita jika monster tingkat a yang muncul. Negara Malaysia kita akan hancur." Kata pria paruh baya yang di panggil raja.
"Tok, tok. Raja aku mempunyai berita." Kata sebuah suara. "Masuk." Balas pria yang di panggil raja. Pintu terbuka kemudian seorang pria mengenakan jaz hitam masuk. "Bicaralah, apa berita yang kamu punya." Balas raja.
"Ada berita bahwa hunter Fernando masih hidup. Kemarin Hunter Fernando telah membebaskan semua napi di penjara Nusakambangan di Indonesia yang terkenal." Balas pria. "Hebat, seorang manusia yang bertahan hidup setelah terkena ledakan bom nuklir. Saat ini pemerintah Indonesia pasti sangat depresi. Karena mereka gagal membunuhnya dan Indonesia telah kehilangan kota Jember." Raja menggeleng.
"Raja saya mempunyai sebuah ide bodoh. Apa raja ingin mendengarnya." kata pria. "Katakan idemu." Balas raja. "Bagaimana jika kita mengkontrak hunter Fernando untuk melindungi Malaysia. Dengan adanya dia setidaknya kekuatan Malaysia bertambah kuat, dan kita bisa membunuh monster lebih mudah." Balas pria.
"Idemu sangat berbahaya. Jika kita mengkontrak dirinya. Negara Malaysia akan menjadi musuh Indonesia. Aku juga tidak tahu apakah dia orang yang bisa dipercaya atau tidak." Kata raja. "Tapi aku akan mempertimbangkan idemu itu. Jika sampai monster tingkat a muncul. Aku akan mengambil resiko dan mengkontrak dirinya." Lanjut raja.
6 jam telah berlalu saat ini di kota Jember. Clue melihat ayahnya membunuh hobgoblin dengan sebuah pedang. "Crashh." Kepala Hobgoblin terjatuh dan menggelinding ke tanah akibat tebasan Adrian. "Saat ini kekuatan ayah mungkin sekitar 21 atau 22. Ayah dapat mengalahkan satu dan dua hobgoblin dengan mudah." Kata Clue.
"Tapi ada hal yang aneh. Aku merasa udara di Jember semakin membaik. Apakah hal ini terjadi karena mayat monster yang terbunuh mengeluarkan energi alam." Clue merenung. "Jika tebakanku benar. Cepat atau lambat kota Jember dapat dihuni kembali jika aku terus membunuh monster di kota ini." kata Clue.
3 hari telah berlalu saat ini Clue sedang bersama dengan ayahnya dan melihat harimau api dan hobgoblin keluar dari lubang hitam. "Aku tidak menyangka monster tingkat c akan muncul dalam 3 hari setelah hobgoblin muncul." Kata Clue menggeleng. Adrian menepuk bahu Clue dan berkata. "Nak, aku ingin bertarung 1 lawan 1 dengan harimau api. Kamu bisa membunuh semuanya." "Baiklah, jika itu keinginan ayah." Clue mengangguk kemudian menginjak tanah.
"Ceepp." "Ceepp." "Woaarrr." "Wooaa." Beberapa harimau api dan hobgoblin terbunuh akibat tanah yang tiba-tiba menjadi runcing dan menusuk tubuh mereka. "Aku ingin tahu kapan diriku memiliki kekuatan sepertimu nak." Adrian tersenyum. Mendengar kata Adrian Clue tersenyum dan berkata. "Ayah saat ini setidaknya harus memiliki kekuatan 50 sampai 60. Bukankah ayah juga bisa mengendalikan elemen angin."