
"Apa, bahkan dungeon tingkat a muncul di benua asia." Clue terkejut. "Benar." Ajeng mengangguk. "Jika aku menerobos tingkat s, apa di setiap negara diseluruh dunia akan muncul dungeon tingkat s." Clue bergumam. Clue tahu bahwa fenomena aneh ini terjadi karena dirinya, hal itu yang membuat Clue untuk tidak menerobos ke tingkat s dengan sangat cepat.
"Benar, jika ada dungeon s yang muncul di negara Indonesia apa yang akan kamu lakukan. Bukankah kamu sudah tahu bahwa boss dungeon tingkat s setara hunter tingkat raja. Lalu ada ratusan monster yang setara hunter tingkat s. Apa kamu pikir hanya dengan 5 hunter tingkat s dan puluhan hunter tingkat a bisa menyelesaikan dungeon tingkat s. Untuk menyelesaikan dungeon tingkat s dibutuhkan minimal 10 hunter tingkat s untuk mengalahkan boss dungeon." Kata Clue. Mendengar kata Clue Ajeng hanya terdiam.
"Jika dungeon tingkat s tidak dapat diselesaikan dalam waktu 7 hari. Monster yang ada di dalam dungeon akan keluar. Lalu kamu seharusnya sudah tahu apa yang akan terjadi." Kata Clue. Ajeng merenung mendengar kata Clue.
"Lalu apa keuntunganku membiarkanmu tinggal dirumahku." Kata Ajeng melihat Clue. "Aku akan melindungimu jika dungeon tingkat s muncul di Indonesia." Clue tersenyum. "Apa kamu tidak takut, aku akan melaporkan keberadaanmu kepada pemerintah." Balas Ajeng. "Cobalah melapor. Aku juga dapat mengalahkan mereka jika ingin." Kata Clue penuh percaya diri.
Ajeng menatap Clue lalu berkata. "Apa tingkat kekuatanmu saat ini." Clue mengambil alat dari dalam tasnya dan menyentuhya. "Titt." Ajeng melihat angka 270 yang muncul. "Meski kekuatanku hanya 270. Aku percaya diri dapat mengalahkan 10 hunter tingkat a yang jauh lebih kuat dariku." Mendengar kata Clue Ajeng mengangguk. "Baiklah, kamu boleh tinggal di rumahku. Tapi aku tetap membencimu, karena kamu meninggalkanku sendirian di hotel."
Clue tersenyum kemudian memeluk Ajeng. "Aku tidak suka jika ada seseorang yang ingin memanfaatkan diriku. Terlebih lagi kamu menghipnotisku." Bisik Clue. "Bukankah saat ini kamu yang memanfaatkan diriku." Ajeng menatap Clue. "Benar, aku memanfaatkanmu. Apa kamu tidak suka." Balas Clue.
Ajeng menghela nafas dan melepaskan diri dari pelukan Clue. "Hari ini aku ada janji, jadi." Sebelum menyelesaikan kalimatnya Clue mencium bibir Ajeng dan meremas pantatnya. "Eemm." Ajeng berusaha melepaskan diri. Namun perlahan Ajeng menikmati berciuman dengan Clue.
Beberapa menit kemudian. Clue berhenti mencium Ajeng dan berkata. "Apa kamu masih mau pergi." "Berengsek, kamu sudah tahu jawabannya." Ajeng memeluk Clue. Clue dan Ajeng kemudian berciuman.
2 jam telah berlalu saat ini Clue dan Ajeng sedang berbaring di ranjang tanpa mengenakan pakaian. "Jika kamu tidak menjadi buronan. Aku pikir kamu tidak akan menemuiku. Aku tahu kamu tidak akan melibatkan orang disekitarmu dalam bahaya." Kata Ajeng. "Kamu sudah tahu, jika kamu tidak mengajakku ke hotel dan menghipnotisku. Aku tidak akan berada disini saat ini." Balas Clue. "Sudahlah, aku tidak keberatan kamu melibatkanku. Terlebih lagi aku bisa bersamamu." Ajeng tersenyum.
"Kamu wanita bodoh." kata Clue. "Baiklah, wanita bodoh ini akan membuat makanan." Kata Ajeng memakai pakaian dan keluar kamar. Ajeng tidak marah dirinya dikatakan bodoh oleh Clue. Sebab dirinya masih tidak bisa melupakan masa lalu.
2 tahun lalu saat Ajeng kehilangan kedua orang tuanya karena kecelakaan mobil. Saat itu Ajeng begitu terpukul karena kehilangan kedua orang tuanya. Terlebih lagi kedua orang tuanya meninggalkan hutang yang jumlahnya cukup besar. Ajeng meminta bantuan kepada para kerabatnya. Namun semua kerabatnya mengacuhkan dirinya.
Saat Ajeng menjual dirinya sebagai pelacur. Saat itulah dia bertemu dengan Clue pria yang membelinya. Clue terkejut mengetahui bahwa dirinyalah yang pertama menghilangkan kesucian Ajeng. Lalu Clue ingin mendengar alasan apa Ajeng menjadi seorang pelacur. Mendengar cerita Ajeng Clue tersentuh dan memberikan kesepakatan kepada Ajeng.
Setelah 11 bulan bekerja di restoran milik ayah Clue. Ajeng terkejut Clue menembak dirinya. Ajeng tahu bahwa Clue adalah seorang playboy namun tetap menerima cinta Clue. Ajeng berharap dia bisa merubah sifat Clue yang suka bermain dengan wanita. Namun 1 bulan kemudian Ajeng terkejut mendengar bahwa Clue jatuh koma. Saat itu Ajeng begitu terpukul dan menangis melihat Clue yang berbaring tidak berdaya di rumah sakit.
20 menit kemudian Clue sedang berada di ruang makan bersama Ajeng. Clue melihat telur goreng dan mie instan di atas meja makan. "Clue." Tanya Ajeng. "Apa." Balas Clue. "Terimakasih karena dulu kamu sudah menolongku." Kata Ajeng. "Jangan membahas masa lalu." Kata Clue.
"Tapi uang 50 juta bukan jumlah kecil. Aku tahu meski menjadi pelayan di restoran selama 2 tahun tidak akan dapat melunasi hutangku." Kata Ajeng. Clue mengabaikan kata Ajeng dan melahap mie instan. "Aku tahu kamu tidak kekurangan uang, tapi aku sangat berterima kasih karena bantuanmu. Jika kamu tidak menawarkanku pekerjaan saat itu. Mungkin saat ini aku sudah rusak dan tetap menjadi pelacur." Ajeng tersenyum.
"Kamu mungkin tidak tahu, tapi aku mengenal pemilik tempat pelacuran. Aku menyuruhnya untuk menghubungiku jika memiliki wanita baru yang masih virgin. Lalu sama sepertimu, aku menyarankan mereka untuk berhenti menjadi pelacur." Kata Clue. "Aku sudah tahu, karena itu kamu di cap sebagai playboy dan sering berganti pasangan." Balas Ajeng. Clue mengabaikan kata Ajeng dan melahap mie instan.
6 jam telah berlalu saat ini Clue sedang berkultivasi di sebuah kamar. Clue mendengar suara pintu terbuka dan membuka matanya. "Apa aku boleh tidur denganmu." Kata Ajeng. "Hei, bukankah tadi siang kita sudah melakukan itu." Balas Clue. "Tidak, aku hanya ingin tidur denganmu saja. Kita tidak perlu melakukan itu, punyaku juga masih sakit." Balas Ajeng tersipu.
"Baiklah, naik ke kasur dulu. Aku masih ingin berlatih." Kata Clue. Ajeng mengangguk kemudian naik ke kasur. "Apa dia sangat suka bermeditasi." Gumam Ajeng. Ajeng sudah melihat Clue duduk dan memejamkan matanya dari 6 jam lalu.
4 jam kemudian Clue membuka matanya dan melihat Ajeng yang tertidur. "Sigh, dasar wanita bodoh." kata Clue membetulkan selimut Ajeng. Kemudian Clue tidur disampingnya.
Keesokan harinya Clue dan Ajeng berada di ruang makan. "Aku akan pergi ke supermarket." kata Ajeng. "Apa kamu ingin aku temani." Kata Clue. "Tidak, jika kamu menemaniku. Aku takut seseorang akan mengenalimu." Ajeng menggeleng. "Baiklah jika begitu." Kata Clue melahap daging. "Aku pergi." Ajeng tersenyum kepada Clue kemudian pergi.
30 menit kemudian Clue yang sedang berada di ruang tamu melihat Ajeng kembali bersama 3 pria. Saat melihat 3 pria ekspresi Clue berubah. Clue menyadari bahwa 3 pria setidaknya hunter tingkat a.
"Hunter Fernando akhirnya kami menemukanmu." Kata salah satu pria tersenyum kepada Clue. Clue lalu melihat ke arah Ajeng. "Maaf Clue, mereka tahu bahwa kamu berada di rumahku." Ajeng meminta maaf. "Kamu tidak perlu menyalahkannya. Kami tahu keberadaanmu bukan karena dia." Kata pria lain.
"Apa kalian bukan dari asosiasi." Tanya Clue. "Benar, kami bukan dari asosiasi." Balas salah satu pria. "Lalu ada perlu apa kalian menemuiku." Balas Clue. "Kami ingin merekrutmu ke guild garuda kuning." Balas pria.