
"Seperti yang kalian semua inginkan beberapa hari lalu. Jika dia berhasil keluar dari formasi ilusi yang kita buat, kita akan mengikutinya." Kata pria paruh baya melihat semua ahli yang datang. "Mulai saat ini kami anggota keluarga Arsya akan menjadi pengikutmu." Kata seorang pria paruh baya.
"Kalian bertiga akan menerima segel budak dan menjadi budakku selama 100 tahun. Sementara anggota keluarga kalian, harus bersumpah setia menjadi pengikutku" 3 pria paruh baya terkejut dengan yang dikatakan Clue.
"Jika tidak setuju, aku akan membunuh kalian bertiga." Clue menatap 3 pria paruh baya. "Kami bersedia menjadi budak anda selama seratus tahun." 3 pria paruh baya berkata secara bersamaan. "Bagus." Clue berjalan ke arah 3 pria paruh baya kemudian melukai jarinya. Clue menyentuh dahi 3 pria paruh baya dan berkata. "Kontrak budak aktifkan." "Uuhhh." 3 pria paruh baya memegangi kepala mereka.
"Saatnya kalian bersumpah setia" Clue melihat puluhan ahli tingkat kaisar. "Kami bersumpah setia kepada tuan Clue selama seratus tahun." teriak semua ahli tingkat kaisar secara bersama. "Bagus, Sam, Jaden dan kalian semua bisa kembali. Mary kamu mengikutiku di lantai ini." "Baik." Balas semua orang di belakang Clue.
Mendengar kata Clue 3 pria paruh baya terkejut. Mereka tidak menyangka Clue akan membawa seluruh keluarga Smith untuk melawan keluarganya. "Siapa nama kalian bertiga." Clue melihat 3 pria paruh baya. "Saya Arsya Wiguna tuan, pemimpin keluarga Arsya." "Saya Arsya Hermansyah tuan." "Saya Arsya Wicaksono tuan." kata ketiga pria paruh baya.
"Baiklah, karena kalian semua sudah menjadi pengikutku, cepat keluarkan semua barang beharga kalian. Jika aku menemukan satu buah jarum yang bahkan kalian sembunyikan. Aku akan menghukum kalian." Clue menyeringai. Semua ahli tingkat kaisar terkejut mendengar kata Clue. "Jika dalam hitungan 3 detik kalian tidak menyerahkan barang beharga kalian. Kalian akan mendapat hukuman." Mendengar kata Clue semua ahli tingkat kaisar mulai menyerahkan harta mereka termasuk. "Arsya Wiguna, Arsya Hermansyah, dan Arsya Wicaksono"
5 menit kemudian Clue melihat semua orang dan berkata. "Aku mengambil 15 air kehidupan tingkat rendah, 50 star pil, dan 4 token teleportasi khusus. Kalian bisa mengambil barang-barang ini." tanpa menunggu jawaban semua orang, Clue berjalan ke arah villa diikuti Mary.
Melihat Clue berjalan ke arah Villa Arsya Wiguna berkata. "Ambil barang-barang kalian." Wiguna melesat mengejar Clue. "Aku ingin istirahat, antar aku ke kamar." Clue melihat Wiguna yang muncul di sampingnya. "Baik tuan." Wiguna mengangguk.
Tidak lama kemudian Clue berdiri di depan pintu. "Kamu bisa pergi." "Baik." Wiguna mengangguk. "Ayo kita istirahat." Clue melihat Mary. "Baik tuan." Mary mengangguk. Clue dan Mary kemudian masuk ke dalam kamar.
Keesokan harinya di lantai 93, di sebuah ruangan sedang berkumpul puluhan orang. "Pemimpin, keluarga Smith dan Arsya telah tunduk pada kucing itu." Kata seorang pria berotot. "Keluarga Smith dan Arsya memiliki 3 demi god. Jadi saat ini ada 6 demi god di pihak kucing itu." Kata Pria berotot berdiri dari kursi.
"Aku umumkan pada semua anggota keluarga Khan untuk meninggalkan lantai ini dan bersembunyi di lantai atas. Jangan pernah menunjukan diri kalian di depan kucing itu. Jika kalian tidak ingin mati." Teriak pria berotot. "Baik pemimpin." Teriak semua orang di dalam ruangan.
5 Hari telah berlalu, saat ini Clue telah berada di lantai 93 dengan Mary, dan 3 demi god keluarga Arsya. "Ayo kita menuju kediaman keluarga Khan." Kata Clue melihat Mary dan 3 demi god. "Baik." Balas Mary dan 3 demi god. Clue kemudian terbang diikuti Mary, dan 3 demi god dibelakangnya.
Clue yang melayang di langit melihat sebuah villa. "Mengapa kediaman keluarga Khan tidak berpenghuni." Kata Wicaksono melihat villa yang tidak berpenghuni di bawahnya. "Mereka pasti melarikan diri. Karena mereka tahu bahwa tidak bisa menang melawan tuan kucing." Mary melihat Clue.
"Baiklah, kalian berpencar dan temukan ahli keluarga kan di lantai ini." "Baik." Mary dan 3 demi god kemudian melesat pergi. Clue melihat villa di bawahnya kemudian melayang turun. Clue masuk ke dalam villa kemudian mulai mencari ruang penyimpanan harta.
"Kalian bertiga bisa kembali ke lantai 92." Clue melihat 3 demi god. "Baik." Balas 3 demi god kemudian pergi. Clue melihat Mary dan berkata. "Kamu tunggulah disini, aku akan menyelesaikan misi di lantai 93." "Baik tuan." Mary mengangguk. Clue kemudian menghilang.
Sementara itu di lantai 94, di sebuah ruangan 5 orang sedang berkumpul. "Hengsin Khan, apa kamu berencana meninggalkan menara dan naik ke dunia dewa." Kata pria paruh baya yang tidak lain adalah Tang Hao. "Benar, aku akan meninggalkan menara dan naik ke dunia dewa." Balas pria berotot yang di panggil Hengsin Khan. "Lalu bagaimana dengan anggota keluargamu." Tanya Tang Hao. "Aku menyuruh mereka untuk bersembunyi di lantai atas." balas Hengsin Khan.
"Mengapa kamu tidak bergabung dengan keluargaku untuk melawan kucing itu." Kata Tang Hao melihat Hengsin Khan. "Aku tahu bahwa kamu memiliki kebencian pada kucing itu. Karena kucing itu telah membunuh anakmu. Tapi kamu harus menggunakan otakmu Tang Hao. Kucing itu dapat membunuh ahli demi god dengan mudah."
"Sebelum keluarga Arsya menyerah padanya, mereka membuat formasi ilusi hati yang dapat membuat ahli demi god menjadi gila. Tapi apa kamu tahu, bahwa kucing itu menghancurkan ilusi keluarga Arsya dengan mudah." Hengsin Khan melihat Tang Hao. Tang Hao terdiam mendengar kata Heng Shin. "Baiklah Tang Hao, aku akan pergi. Aku sarankan kamu melupakan dendammu terhadap kucing itu dan juga pergi meninggalkan menara." Hengsin Khan berjalan pergi diikuti pria berotot di belakangnya.
Melihat Heng Shin Khan pergi, Tang Hao mencengkram kursi dan membuatnya meleleh. "Pemimpin apa yang akan kita lakukan sekarang." tanya seorang pria. "Kumpulkan semua anggota keluarga." Balas Tang Hao berjalan pergi. "Baik." Balas kedua pria.
Beberapa menit kemudian, Tang Hao sedang duduk di sebuah kursi dan melihat puluhan orang di ruangan. "Kucing sialan itu telah berada di lantai 93." Tang Hao melihat semua orang. "Kalian hanya memiliki 3 pilihan. Pertama, turun ke lantai 1 lalu meninggalkan menara ini. Tapi ini beresiko, karena kalian semua bisa bertemu dengan kucing itu di lantai 93. Kedua bersembunyi di lantai atas seperti yang di lakukan keluaga Khan. Ketiga yaitu bertarung sampai mati melawan kucing itu." Tang Hao melihat semua orang di dalam ruangan. "Aku akan memberikan waktu 1 hari bagi kalian semua untuk mengambil keputusan." Kata Tang Hao berjalan pergi.
5 Hari telah berlalu, saat ini Clue telah berada di lantai 94 bersama Mary. "Sepertinya mereka tidak meninggalkan lantai ini." kata Clue merasakan puluhan ahli di kediaman keluarga Tang. "Keluarga Tang tidak pengecut seperti kelurga Khan." Kata Mary melihat villa besar dari kejauhan. "Kalau begitu, ayo kita mengunjungi keluarga Tang." "Baik." Clue dan Mary kemudian terbang ke arah kediaman keluarga Tang.
Saat ini Tang Hao sedang berdiri bersama puluhan ahli dibelakangnya. "Mengapa kalian begitu bodoh. aku sudah menyuruh kalian pergi." Tang Hao melihat puluhan ahli. "percuma saja jika kita pergi ke lantai atas pemimpin. Kucing itu pasti akan mencari kita, lalu membunuh kita semua." Kata seorang pria. Tang Hao menghela nafas dan berkata. "Sepertinya keluarga Tang akan berakhir hari ini."
Tang Hao kemudian melihat Clue dan Mary yang muncul di hadapannya. "Aku tidak tahu, apakah harus menyebutmu idiot atau pemberani. Karena kamu sudah tahu bahwa tidak bisa mengalahkan diriku." Clue melihat Tang Hao.
"Heh, kamu bisa menyebutku idiot yang pemberani. Karena jika aku melarikan diri, jiwa anakku yang kamu bunuh. Pasti tidak bisa tenang disana." Tang Hao menatap Clue. "Hahaha, Tang Hao kamu begitu bodoh. apakah kamu berpikir, akulah yang membunuh anakmu." Clue menyeringai.
"Huh." Tang Hao terkejut dengan kata Clue.
"Aku bukanlah psikopat. Aku tidak akan membunuh seseorang yang tidak memilki niat buruk padaku. Anakmu tidak memiliki niat buruk padakku. Bagaimana bisa aku membunuhnya." Clue menggeleng. "Jadi, kamu tidak membunuh anakku." Tang Hao terkejut. "Benar, aku tidak membunuh anakmu." Clue mengangguk.