Rebirth With System

Rebirth With System
S5 Reuni



"Suara ini. Apa kamu Ray." Fernando melihat pemuda berusia 20 tahun berkulit putih dan berambut hitam. "Benar aku adalah Ray bagaimana penampilanku." Ray menyentuh rambutnya. "Kamu tidak lebih tampan dariku." Fernando tersenyum. "Sialan." Ray mengutuk.


"Lama tidak bertemu Ray." Fernando memeluk Ray. "Benar, sudah lama kita tidak bertemu Fernando." Ray tersenyum dan memeluk Fernando. "Tian Long." Fernando melihat Tian Long. "Halo Fernando." Tian Long tersenyum. Fernando dan Tian Long berjabat tangan.


"Apa kamu Viona." Fernando melihat perempuan berkulit putih dan berambut hitam. "Benar, aku Viona." Viona mengangguk. "Kamu sangat cantik Viona." Fernando tersenyum. "Semua wanita itu cantik Fernando." Fernando dan Viona berjabat tangan.


"Fernando apa kamu sudah selesai." Ambar membuka pintu. "Aahh." Ambar terkejut melihat Clue dan yang lain. "Clue." Ambar berlari dan memeluk Clue. "Lama tidak berjumpa nek." Clue memeluk Ambar.


"Hiks hiks. Baguslah jika kamu baik-baik saja." Ambar menangis. "Makeup mu akan luntur jika terkena air matamu nek." Clue melihat Ambar yang menangis di pelukannya. "Aku tidak peduli." Ambar menangis.


"Kita bisa melanjutkan reuni nanti. Acara pernikahan Fernando akan dimulai." Clue melihat Ambar. "Baiklah." Ambar menghapus air matanya. Clue, Tian Long, Fernando dan yang lain keluar ruangan.


5 menit kemudian Clue duduk di kursi dan melihat Fernando memasangkan cincin di jari Dini kemudian mencium keningnya. "Selamat Fernando." Ray berteriak dan bertepuk tangan. Clue tersenyum dan bertepuk tangan.


6 Jam kemudian Clue berada di ruangan bersama Tian Long, Fernando dan yang lain. "Fernando ceritakan bagaimana kamu bisa mengenal istrimu." Kata Ray melihat Fernando. "Saat itu di sekolah." Fernando mulai menceritakan kisahnya bertemu dengan Dini.


3 Jam kemudian Clue berada di atas gedung dan melihat langit malam. "Ternyata kamu disini." Ambar melayang turun dari langit dan berdiri di samping Clue. "Ada apa nek." Clue melihat Ambar. "Bisakah kamu memanggilku dengan namaku." Balas Ambar.


"Baiklah, ada apa Ambar." Clue melihat Ambar. "Setelah kamu pergi, entah mengapa aku selalu memikirkanmu." Kata Ambar memeluk Clue dari belakang. Clue menghela nafas mendengar kata Ambar. Apa yang di takutkan selama ini ternyata terjadi.


Clue melihat wajah Ambar yang berusia 40 tahun dan berkata. "Wajar jika seorang nenek merindukan cucunya." "Tidak, perasaanku padamu berbeda dengan Fernando." Ambar menggeleng.


Clue menghela nafas dan membuka tabel shop. Clue mengambil pil bewarna pink dan memasukan ke dalam mulut Ambar. Saat menalan pil Ambar melihat cairan hitam keluar dari tubuhnya. "Clue pil apa yang barusan kamu berikan padaku" tanya Ambar.


"Pil awet muda. Saat menelannya kamu akan menjadi sedikit muda." Balas Clue. "Aahh." Ambar terkejut mendengar kata Clue. Clue teleportasi bersama Ambar ke pantai. "Baiklah, bersihkan dirimu." Kata Clue melihat cairan hitam lengket di tubuh Ambar. "Baik." Ambar mengangguk dan mandi di tepi pantai.


Beberapa menit kemudian Ambar telah membersihkan tubuhnya. "Lihatlah dirimu." Clue memberikan cermin kepada Ambar. "Aahh." Ambar terkejut melihat wajahnya kembali muda saat dia berusia 30 tahun.


"Terimakasih banyak Clue." Ambar senang dan memeluk Clue. "Clue, apa kamu bisa memberiku pil seperti itu lagi." Ambar melihat Clue dengan tatapan memohon.


"Sama seperti pil spirit. Pil ini awet muda tidak berefek jika kamu menelannya sekarang. Kamu harus menunggu 1 tahun sebelum mengkonsumsi pil awet muda lagi." Balas Clue. "Ahh, sayang sekali." Ambar kecewa.


"Apa kamu menyukaiku." Clue melihat Ambar. Mendengar kata Clue wajah Ambar memerah. "Mengapa kamu masih bertanya." Balas Ambar. Clue memeluk Ambar dan mencium bibirnya. Ambar memeluk Clue dan memejamkan matanya.


Ambar sudah menunggu momen Clue mencium dirinya. Setelah kembali muda nafsu wanita Ambar terbangkitkan, dan setiap hari Ambar selalu memikirkan Clue.


Clue membuka pakaian Ambar dan melihat dada bulat miliknya. "Dadamu sangat bagus untuk wanita tua." Kata Clue menjilati dada Ambar. "Emm, kultivator usia di bawah 100 tahun masih di anggap muda Clue." Ambar mengerang.


Clue berhenti menjilati dada Ambar kemudian menusuk pussynya. "Aaahh." Ambar menjerit dan memeluk Clue. "Mengapa terasa menyakitkan." Kata Ambar memeluk Clue.


"Setelah mengkonsumsi pil awet muda, kamu akan kembali virgin." Kata Clue melihat darah yang mengalir di pussy Ambar. Saat hendak berbicara Clue mencium bibir Ambar. "Emmm." Ambar memejamkan matanya dan memeluk Clue.


2 Jam kemudian Clue sedang duduk di ranjang dan melihat Ambar yang sedang berbaring telanjang di sampingnya. "Makan pil ini, setelah itu ayo kita kembali." Clue memberikan pil pemulihan kepada Ambar. "Baik." Ambar mengangguk dan menelan pil.


5 menit kemudian Fernando yang sedang bersama Tian Long, Ray, dan Viona, melihat Clue kembali bersama Ambar. "Clue apa sekarang aku harus memanggilmu kakek." Kata Fernando. Wajah Ambar memerah saat mendengar kata Fernando.


"Kamu tetap panggil aku seperti biasanya." Balas Clue. "Clue apa yang kamu berikan kepada Ambar. Wajah Ambar sekarang terlihat lebih muda." Kata Viona melihat Ambar. "Pil awet muda, apa kamu mau." Kata Clue.


"Aku mau." Viona mengangguk. Clue memberikan pil awet muda kepada Viona. "Viona menangkap pil bewarna pink dan menelannya secara langsung. Viona melihat cairan hitam keluar dari tubuhnya. "Pergilah ke kamar mandi." Kata Clue. "Aku tahu." Balas Viona berjalan ke kamar mandi.


"Dimana istrimu." Tanya Clue kepada Fernando. Meski Clue tahu bahwa Dini sedang berada di kamar. "Dia sedang tidur di kamar." Balas Fernando. "Berikan ini padanya." Clue memberikan pil awet muda kepada Fernando. "Baik." Fernando menangkap pil dan menyimpanannya di tabel penyimpanan.


7 hari kemudian Clue sedang berada di ruangan dan membagikan 10 air kehidupan tingkat rendah kepada Fernando, Ray, Viona dan Ambar. "Apa boleh aku memberikan air kehidupan milikku kepada Dini." Tanya Fernando. "Terserah kamu." Balas Clue.


"Baiklah, ayo kita pergi." Kata Clue melihat Ray dan Viona. "Clue kapan kamu akan menemui kita lagi." Ambar memeluk tangan Clue. "Mungkin 10 tahun lagi." Balas Clue. "Ahh, mengapa sangat lama sekali." Ambar terkejut.


"Bagi kultivator tingkat kaisar yang mampu hidup 10 ribu tahun. 10 tahun itu bukanlah waktu yang lama." Balas Clue. "Benar, sebelum kamu pergi ayo kita foto bersama." Kata Fernando. "Baiklah, ajak juga Dini foto bersama." Balas Clue. "Baiklah." Fernando mengangguk dan memanggil Dini.


"Ahh, apa kalian akan pergi." Dini melihat Clue, Tian Long, Ray dan Viona. "Benar, kita akan pergi." Balas Clue. "Sudahi basa-basinya ayo kita foto." Kata Ray. "Kamu sungguh tidak sabaran." Viona melihat Ray,


"Baiklah, ayo berbaris." Kata Clue. "Baik." Balas Fernando dan yang lain. Fernando memberi timer kepada kamera dan berdiri di samping Clue. Urutan foto dari kiri ke kanan Ambar, Dini Fernando, Clue, Tian Long, Ray, Viona. "Ckreekk."


Fernando mengambil foto dan menunjukan kepada Clue dan yang lain. "Duplikat." Kata Clue menyentuh foto. Foto yang awalnya 1 menjadi 6. "Ahh." Dini terkejut dengan foto yang berubah menjadi 6. Clue memberikan foto kepada Fernando, Tian Long, Ray, Viona, dan Ambar.


"Masing-masing memegang 1 foto dan kuharap kalian menjaga foto ini." kata Clue melihat Fernando dan yang lain. "Tentu." Balas Fernando dan yang lain.


"Baiklah Fernando, Ambar kita pergi." Kata Clue. "Aku selalu menunggumu kembali Clue." kata Ambar. Clue tersenyum dan teleportasi bersama Tian Long, Ray dan Viona. "Ahh." Dini terkejut melihat Clue dan yang lain menghilang.