Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Membunuh Sakata



1 Jam kemudian Clue melihat orang yang dikenalnya. "Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi Clue." kata Sakata melihat Clue. "Benar, saat di ruangan putih, aku terlalu fokus kepada domba sialan itu sampai mengabaikanmu." Clue menatap Sakata dengan senyum.


"Tinnggg." "Buzzzz." Clue dan Sakata tiba-tiba beradu pedang. "Kali ini aku akan mengalahkanmu." Tubuh Sakata kemudian di selimuti aura ungu. "Heh, Justru aku yang akan mengalahkanmu dengan mudah." Clue mencibir kemudian berkata. "Aktifkan skill time stop." Namun Clue terkejut melihat Sakata tetap bergerak.


"System mengapa skill time stop tidak berfungsi." Tanya Clue. "Jawaban pertama lawan anda juga menguasai skill mengendalikan waktu. Jawaban ke dua yaitu waktu di dunia ini sudah berhenti. Dan skill anda otomatis tidak berfungsi." Balas system.


Clue melihat Sakata tiba-tiba muncul di depannya dan mengayunkan pedangnya. "Perisai." Clue menahan tebasan Sakata dengan perisai yang tiba-tiba muncul di tangannya. "Boooomm." Ledakan terjadi.


"Hei Sakata, apa kamu mempunyai skill pengendali waktu." tanya Clue muncul dari asap tanpa terluka sedikitpun. "Aku tidak mempunyai skill seperti itu." Balas Sakata melihat Clue yang tidak terluka sedikitpun. "Jika begitu waktu di dunia ini berhenti. Tapi mengapa awan tetap bergerak." Kata Clue melihat langit.


"Saat anda mencapai kekuatan tertentu anda dapat membuat langit cerah menjadi malam secara tiba-tiba. Jadi tidak ada yang mustahil jika awan bergerak meski waktu berhenti." Kata System. "Jika kamu berkata seperti itu, aku sangat ingin menerobos peringkat Demi god dengan cepat." Clue menyeringai.


"Berengsek, beraninya kamu tidak serius melawanku." Sakata marah kemudian aura ungu yang menyelimuti tubuhnya berubah menjadi armor. Sakata membuang pedang miliknya kemudian dua pedang ungu muncul di tangannya. "Clue, aku akan membuatmu menyesal karena meremehkanku." Teriak Sakata kemudian mengayunkan pedangnya.


"Buzz." Clue melihat dua pisau ungu sepanjang 10 meter melesat ke arahnya. Clue muncul di langit dan melihat dua pisau ungu berbelok dan melesat ke arahnya. "Menarik." Kata Clue menggerakan jarinya kemudian dua tombak angin sebesar 10 meter muncul dan melesat ke arah pisau ungu. "Booomm." Ledakan terjadi.


Clue muncul di langit dan melihat Sakata. "Jika kemampuanmu hanya seperti ini, kamu tidak layak menjadi lawanku Sakata." Clue menghina. "Sialan kau Clue, aku akan membunuhmu." Naga ungu sebesar 10 meter tiba-tiba muncul di belakang Sakata.


"Hahaha, bagus. Tapi bukan dirimu saja yang dapat mengendalikan racun." Clue tertawa kemudian naga ungu sebesar 10 meter muncul di belakangnya dan mulai menari-nari di langit. "Ini tidak mungkin, bagaimana kamu bisa mempelajari kemampuan racun. Saat di korea kamu tidak menguasai kemampuan racun." Sakata terkejut.


"Hahaha, aku telah mendapatkan kembali systemku. Terlebih lagi systemku sepertinya lebih hebat dari pada milikmu." Clue tertawa. "Kau terlalu banyak bicara Clue. kemampuanku mengendalikan racun lebih hebat dari pada kamu." Teriak Sakata kemudian naga ungu melesat ke arah Clue. "Woaarr."


Setelah kabut beracun menghilang Clue melihat Sakata duduk dan batuk darah. "Uhukk." "Bagaimana bisa racunmu lebih kuat dariku." tanya Sakata dengan wajah hitam serta mata, telinga dan hidungnya mengeluarkan darah. "Jawabannya sederhana. Kamu hanyalah peringkat raja level 10. Sementara aku peringkat kaisar." Balas Clue.


Mendengar kata Clue Sakata tertawa. "Hahaha, aku sungguh bodoh bisa berpikir menang darimu." Kata Sakata kemudian meninggal dengan tersenyum. Clue kemudian melihat tubuh sakta berubah menjadi kristal putih dan kepingan ungu.


"Ini." Clue mengambil kepingan ungu kemudian notifikasi muncul. "Selamat anda telah mendapatkan system 232." "Apakah anda ingin menyerap system 232. YA/TIDAK." "Eh, ini." Clue terkejut melihat notifikasi di depannya.


"System, berapa jumlah mahluk hidup yang memiliki system di seluruh alam semesta." Tanya Clue penasaran. "Saya tidak tahu." Balas System. "Baiklah, seraplah system 232." Kata Clue. "Proses penyerapan dimulai." "Loading 0%." "Loading 0,1%." "Aku ingin tahu berapa banyak pil yang bisa aku dapatkan per hari di tabel shop." Clue tersenyum.


Clue mengambil kristal putih kemudian menghancurkannya. "Lalu cahaya putih masuk ke dalam kepala Clue. "Jika system sedang tidak aktif. Informasi skill itu langsung muncul dalam pikiranku." "Tapi sangat disayangkan. Aku mendapatkan skill raja racun. Sementara kemampuan racunku tingkat kaisar." Clue menghela nafas.


Clue melihat pedang Sakata yang tergeletak di tanah dan berkata. "Karena kamu mati tanpa meninggalkan mayat utuh. Maka aku hanya akan menggubur pedangmu." Kata Clue menginjak tanah kemudian lubang sedalam 1 meter muncul. Clue melempar pedang ke tanah dan berkata. "Aku ingin tahu apakah guardian marah karena aku membunuh ahli yang mewakili bumi." Clue menyeringai dan mengangkat jari tengahnya ke langit.


Sementara itu di ruangan putih domba berkulit putih marah melihat sikap Clue. "Bajingan ini, harus di beri pelajaran tuan Bathara." Kata Bell. Pria tua memegang dadanya dan berkata. "Abaikan saja dia." "Baik." Bell mengangguk.


1 Jam kemudian Clue melihat sebuah emoticon ekspresi senyum yang muncul di depannya. "System telah di perbarui." Kata Emoticon. "Apa kamu bisa berubah menjadi gambar hewan atau manusia." "Tidak, saat ini saya hanya bisa melakukan seperti ini." balas system dengan emoticon datar.


"Baiklah, buka tabel shop." Emoticon kemudian berubah menjadi tabel shop. Clue melihat pil yang dia bisa dapatkan per hari adalah 1000 sementara stock ramuan ajaib menjadi 10. "Hahaha, sepertinya aku akan memburu pengguna system lainnya." Clue menjilati bibirnya.