Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Balas Dendam



15 menit kemudian Clue melihat sebuah istana dan berkata. "Saatnya membuat kunjungan." Clue menepuk pundak Adrian kemudian menghilang.Clue dan Adrian muncul di dalam ruangan dan melihat seorang pria paruh baya sedang membaca sebuah dokumen. "Sepertinya kamu cukup sibuk pak presiden." Kata Clue. "Ahhh." Pria paruh baya yang di panggil presiden terkejut ketika melihat Clue tiba-tiba muncul di depannya.


"Ada apa pak." Dua pria berjaz hitam membuka pintu saat mendengar teriakan. "Kamu." Dua pria terkejut saat melihat Clue. "Kalian tidak perlu panik, aku kesini hanya ingin bertanya. Bukan mencari masalah." kata Clue lalu duduk di sebuah kursi. Kedua pria saling melihat kemudian berjalan dan berdiri dibelakang presiden.


"Apa yang ingin kamu tanyakan." Kata Presiden melihat Clue. "Yah, bertanyalah." Kata Clue melihat ayahnya yang masih berdiri. Adrian melihat presiden kemudian menghela nafas dan berkata. "Saya ingin bertanya, siapa yang memberi perintah untuk menangkap diriku dan ayahku." Mendengar kata Adrian presiden terkejut.


Presiden melihat Adrian kemudian berkata. "Mungkin kamu bisa bertanya langsung kepada Ajun Komisaris Besar Polisi yang bertugas di kotamu." "Kota Jember saat ini tidak berpenghuni. Jadi kemana dia." balas Clue. "Saat ini seluruh ajun komisaris besar polisi yang pernah bertugas di jawa timur berada di Yogyakarta." Balas Presiden. "Siapa namanya." Tanya Clue tanpa basa-basi. "Edi Suparto." Balas Presiden.


Clue melihat mata presiden kemudian berkata. "Ayo pergi yah." Kata Clue menepuk pundak Adrian dan menghilang. Melihat Clue dan Adrian menghilang presiden berkata. "Apa kalian berdua masih bisa merasakan keberadaanya." "Tidak presiden." Balas dua pria. "Jika begitu, cepat hubungi pria yang kusebutkan namanya tadi. Suruh dia untuk tutup mulut, dan tidak menyebutkan nama lain." balas Presiden. "Baik pak." Kedua pria mengangguk kemudian salah satu pria mulai menyalakan smartphone.


Saat ini Clue dan Adrian sedang terbang di langit. "Apa yang dikatakannya benar." tanya Adrian. "Aku tidak tahu. Kita langsung bertanya kepada pria bernama Edi ini dan menyiksanya. Kita akan tahu apakah dia orang yang menyuruh ayah dan kakek untuk di penjara atau tidak." Kata Clue.


Saat ini disuatu tempat seorang pria paruh baya sedang berteriak. "Apa!! Fernando akan mendatangiku. Bukankah aku juga di suruh untuk menahan keluarganya. Sigh. Baiklah kalau begitu." Pria paruh baya menghela nafas dan berkata. "Aku harap dengan kematian diriku. Keluargaku dan penduduk Indonesia akan aman." Pria paruh baya mengingat video saat Clue membunuh gabungan para hunter, tentara, polisi dan anggota asosiasi.


5 Menit kemudian Clue dan Adrian melayang di atas markas polisi. Clue melihat bahwa dirinya diperhatikan oleh puluhan polisi dan melayang turun. Saat Clue dan Adrian melayang turun semua polisi menjauh. Para polisi sudah diberi tahu bahwa Fernando akan datang. "Siapa di antara kalian yang bernama Edi Suparto dan memiliki pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi." Kata Clue.


"Aku Edi Suparto, orang yang kamu maksud." Kata seorang pria paruh baya berpakaian abu-abu berjalan maju. "Apa kamu yang menyuruh ayahku dan kakekku untuk ditahan." Tanya Clue. "Benar, aku yang mengusulkan rencana untuk menangkap ayah dan kakekmu." Balas Edi. Clue membuat 1 panah angin dan melemparkan ke arah seorang polisi. "Ahhh." Seorang polisi mati dengan tubuh berlubang.


"Aku tanya lagi apakah kamu yang mengusulkan rencana untuk menangkap ayah dan kakekku." Kata Clue melihat Edi. "Benar, aku yang mengusulkan rencananya. Jadi tolong jangan membunuh orang lain." balas Edi dengan gugup. Dia tahu semua polisi di markas adalah hunter dengan tingkat b dan a. Sementara polisi tingkat s belum kembali dari berburu monster."


Clue sekali lagi membuat 1 panah angin dan melemparkan ke arah seorang polisi. "Bushh." "Ahhh." Seorang polisi sekali lagi mati dengan perut berlubang. "Sial, jika begini kita semua akan mati. Mengapa kita tidak melawannya saja." teriak seorang polisi. "Benar, lebih baik mati dari pada kehormatanku di injak-injak."


Mendengar kata polisi, Clue menjadi bingung. "Apa kalian semua bodoh. kalian akan mati jika melawanku. Jika kalian mati, istri kalian akan menjadi janda. Kemudian anak kalian akan menjadi yatim. Benar, jika kalian semua mati, aku akan mencari tahu keberadaan istri kalian. Jika istri dan anak kalian cantik, hehehe. Kalian tahu kan." Clue tertawa.


"Berhenti hunter Fernando. Aku lah orang yang mengusulkan rencananya." Kata Edi dengan tangan gemetar. Clue muncul di depan Edi kemudian mematahkan lengan kanan Edi. "Krak." "Ahhhh." Edi berteriak kesakitan saat lengan kanannya di patahkan oleh Clue.


"Aku tanya sekali lagi. Apakah kamu yang mengusulkan rencananya." Tanya Clue dengan suara berat. "Benar, aku yang mengusulkan rencananya." Edi menjawab dengan menahan rasa sakit. "Krak." "Ahhh." Clue mematahkan lengan kiri Edi. "Sial, dia begitu kejam. Dia adalah iblis berbentuk manusia." kata seorang polisi menahan amarahnya saat melihat Clue menyiksa Edi.


"Cepat jawab. Apakah kamu yang mengusulkan rencananya." Kata Clue mengeluarkan auranya. "Uuhh." Semua polisi gemetar ketakutan saat merasakan aura Clue. "Aku sebenarnya disuruh." Kata Edi. "Bagus, siapa yang menyuruhmu." Balas Clue menghilangkan auranya. "Komisaris Besar Eko Suratno." Balas Edi. "Antar aku menemuinya." Kata Clue. "Maaf, tapi dia sudah mati 1 bulan lalu karena serangan monster tingkat a." balas Edi. "Apa yang dikatakan dia benar." kata Clue melihat semua polisi.


"Benar hunter Fernando. Komisaris besar Eko Suratno meninggal akibat serangan monster tingkat a 1 bulan lalu." Jawab beberapa polisi. "Kalian tahu kan, apa akibatnya berbohong. Aku tidak akan ragu untuk meratakan kota Yogyakarta." Balas Clue. "Glek." Semua polisi menelan air liur mendengar kata Clue. Clue memegang pakaian Edi dan berkata. "Ayo pergi yah." "Oke." Adrian melihat semua polisi kemudian mengikuti Clue yang pergi berlari.


Setelah berlari cukup jauh Clue berhenti dan melemparkan Edi ke tanah. "Terserah kamu ingin melakukan apapun padanya yah." Edi melihat Adrian dan berkata. "Kumohon tolong jangan menyentuh keluargaku." "Bagaimana yah, apa kita perlu membunuh keluarganya juga." Kata Clue melihat Adrian yang menatap Edi. "Tidak perlu, keluarganya tidak memiliki salah. cukup dia saja yang mati." kata Adrian kemudian membuat pisau angin dan menebas leher Edi. "Uuhh." Edi melihat badannya sendiri tanpa kepala sebelum meninggal.


Melihat Edi yang meninggal dengan kepala terpotong Clue menghela nafas. "Harusnya kita siksa dulu dia yah." Melihat Adrian tidak membalasnya Clue berkata. "Apa kita perlu mencari pria yang bernama Eko Suratno." Adrian menghela nafas dan berkata. "Kita kembali saja. Sepertinya mereka tidak berbohong, pria bernama Eko itu pasti sudah mati."


Adrian melihat langit dan berkata. "Yah, pria yang menyuruh kita di penjara akhirnya telah meninggal. Ayah bisa tenang sekarang." Clue menghela nafas mendengar kata Adrian. Clue berpikir pria yang bernama Eko Suratno pasti juga suruhan. Clue menebak orang-orang atas dari pemerintah yang memberi perintah agar ayah dan kakeknya di penjara.


"Cepat atau lambat negara Indonesia akan hancur akibat serangan monster. Jadi aku tidak perlu turun tangan untuk menghancurkan pemerintah secara langsung." Kata Clue. Saat datang ke korea selatan dan menerima informasi bahwa perang antar galaxy terjadi 3 tahun lagi. Clue kehilangan minat untuk menghancurkan sistem pemerintahan di Indonesia.


"Baiklah yah. Kalau begitu kita kembali." Kata Clue melihat Adrian. "Oke." Clue memegang pundak Adrian kemudian menghilang. Setelah 10 menit Clue dan Adrian pergi, seorang pria muncul di samping mayat Edi. "Pengorbananmu sungguh besar akp Edi. Jika kamu membocorkan bahwa Jendral polisi yang menyuruhmu secara langsung. Maka pemerintah Indonesia mungkin sudah di hancurkan olehnya." Kata pria mengambil sebuah alat kecil di balik baju Edi.


Sementara itu Clue dan Adrian telah berada di kota Lumajang. "Kita sudah membalas dendam kematian kakek. saatnya kita berburu monster." kata Clue. "Oke." Adrian mengangguk. Clue dan Adrian kemudian mulai berburu monster.