
Tubuh Clue kemudian tiba-tiba diselimuti oleh api lalu 8 bola api muncul dari udara. "Mati." kata Clue lalu bola api melesat ke arah kawanan harimau. "Boom." "Boom." "Woarr." Bos harimau marah lalu terbang di udara. "Woarr." "Woarr." Semua harimau mulai meraung dan melesat ke arah Clue. "Cari mati." Clue sekali lagi membuat bola api dan melemparkan ke arah harimau. "Boom." "Boom." Melihat 8 harimau terkena bola api, Clue tetap tidak berhenti dan membuat 8 bola api lagi.
5 menit telah berlalu Clue melihat hanya tersisa bos harimau api. "Hanya tersisa kamu sendiri. Apa kamu tetap tidak berani bertarung." Kata Clue menyeringai. Merasakan provokasi Clue harimau tiba-tiba menyemburkan beberapa bola api ke arahnya. "Boom." "Boom." Clue melompat kesamping dan melihat beberapa pohon meledak terkena bola api.
Melihat bola api mengarah ke arahnya, tiba-tiba tubuh Clue diselimuti api. "Boom." Clue berjalan dengan tubuhnya tanpa luka. "Saat berada dalam mode ini, aku kebal terhadap api. Namun aku tetap tidak kebal terhadap serangan fisik." Kata Clue lalu melesat ke arah bos harimau api.
"Mati." Clue membuat 8 bola api dan melemparkan ke arah harimau api." "Boom." "Boom." "Woarr." Harimau terkena salah satu bola api lalu kehilangan keseimbangan dan jatuh di tanah. "Mati.!" kata Clue melihat harimau api kemudian mulai membuat 8 bola api dan menembakan ke bos harimau api. "Boom." "Boom." "Woaarr." Harimau api menjerit saat kematiannya.
Clue kemudian melihat lubang dungeon tiba-tiba muncul. "Akhirnya selesai juga." Kata Clue tersenyum. "Baiklah, saatnya memanen kristal tapi sebelum itu aku akan berganti pakaian." Kata Clue.
Sementara itu di bandara di dekat lubang dungeon sudah berkumpul puluhan hunter. "Kapan dia mati." kata seorang pria. Namun setelah beberapa detik pria berkata, Clue keluar dari dungeon dengan membawa tas.
"Apa!!. Bagaimana dia bisa menyelesaikan dungeon." Teriak pria melihat dungeon menghilang setelah Clue keluar. Clue mengabaikan tatapan semua orang kemudian berjalan pergi. "Tunggu." Clue melihat pria dari asosiasi berjalan ke arahnya.
"Bagaimana kamu bisa menyelesaikan dungeon. Kamu hanyalah hunter dengan kekuatan 50." Kata pria. "Aku memiliki kemampuan tahan api. Di dalam dungeon aku bertemu harimau api. Jadi aku beruntung." Kata Clue menunjukan api yang tiba-tiba muncul dari jarinya. "Apa!! Tahan terhadap api." Semua orang terkejut saat mendengar kata Clue. "Sial, dia sungguh beruntung." Kata seseorang melihat Clue. Pria berpakaian hitam menatap aneh kepada Clue.
Clue lalu berjalan ke arah petugas bandara. "Apa jadwal penerbangan Jakarta-Jember di tunda. Kata Clue. "Benar, karena dungeon muncul semua jadwal penerbangan di tunda. "Mungkin jadwal penerbangan Jakarta-Jember akan beberapa jam lagi." Balas petugas. "Sepertinya aku harus menunggu." Kata Clue berjalan ke arah kursi kosong kemudian duduk.
Saat ini di sebuah ruangan seorang pria berkumis berkata. "Lapor pak. Hunter Fernando Clue De Lopez berhasil menyelesaikan dungeon error tingkat c." "Hmm. Jika begitu suruh hunter tingkat b atau a yang bekerja di cabang jember untuk memperhatikannya. Kemungkinan dialah yang membunuh 4 hunter." Balas pria paruh baya. "Baik pak." Balas pria berkumis.
Sementara itu di bandara Clue yang sedang duduk di hampiri oleh beberapa orang. "Halo saudara Clue." Clue melihat seorang pria yang berbicara kepadanya. "Dia bukan orang biasa." Gumam Clue. "Saya adalah Rudi Hunter tingkat A dari guild Armagedon. Saya tertarik dengan saudara Clue, karena menyelesaikan dungeon tingkat c seorang diri. Jika anda tertarik bergabunglah dengan guild Armagedon." Kata pria bernama Rudi menyerahkan sebuah kertas kepada Clue.
"Jika anda tertarik bergabung atau bertanya-tanya tentang keuntungan bergabung guild. Maka hubungilah nomor itu." Kata Rudi tersenyum kemudian pergi di ikuti beberapa orang. Clue melihat Rudi kemudian menaruh kertas di saku celananya.
"Menyelesaikan dungeon tingkat c dengan kekuatan 50 hanya dalam waktu 3 jam memang mengundang kehebohan." Kata Clue membuka smartphone dan melihat beberapa berita tentang dirinya. "Seorang hunter dengan tingkat kekuatan 50 menyelesaikan dungeon error tingkat c dalam waktu 3 jam tanpa terluka sama sekali." "Pak, dimohon untuk mematikan jaringan internet saat pesawat akan lepas landas." Kata seorang pramugari. "Maaf, aku akan mematikannya." Balas Clue menatap pantat wanita.
Beberapa jam telah berlalu Clue turun dari pesawat dan berkata. "Aku kembali." Clue tersenyum kemudian berjalan sambil bermain smartphone. "Halo Paman Jono, bisa kau jemput aku di bandara sekarang." kata Clue. "Baik. Tunggu aku akan pergi." Balas Jono. Clue mematikan smartphonenya kemudian berjalan pergi.
40 menit kemudian Clue melihat mobil berhenti di depannya. "Maaf merepotkanmu malam-malam begini." Kata Clue masuk ke dalam mobil. "Haha, santai saja saudara Clue." Jono tertawa. "Apa kakek baik-baik saja saat aku pergi." kata Clue. "Pak Usman baik-baik saja saudara Clue." Jono tersenyum. "Baguslah." Clue tersenyum.
40 menit kemudian Clue sampai di rumahnya. Saat masuk ke dalam rumah, Clue melihat kakeknya sedang duduk di kursi. "Apa kakek tidak tidur." Kata Clue. "Kakek menunggumu." Balas kakek Clue tersenyum. Clue tersenyum kemudian berjalan ke arah kakeknya dan memeluknya.
"Bagaimana kondisi ayahmu disana." Kata Kakek Clue. "Ayah baik-baik saja kek." Clue tersenyum dan melepas pelukan. "Baiklah, kamu pasti lelah. Jadi istirahatlah." Balas kakek Clue. "Kakek juga beristirahat." Balas Clue berjalan ke kamarnya dengan membawa tas.
Saat tiba di dalam kamar Clue memembuka tasnya dan menaruh di ranjang. Clue melihat jumlah Kristal merah dan berkata. "Menurutku tebakanku, jumlah kristal yang aku dapatkan saat berburu pasti lebih dari 200." Clue tersenyum kemudian mulai menghitung kristal.
"210, Jumlah yang sangat banyak." Clue tersenyum bahagia melihat 210 kristal merah di ranjang. "Ditambah 80 kristal hijau. Maka aku memiliki 290 kristal. Jika aku menjual semuanya, bukankah aku akan kaya." Kata Clue. "Uhuk. Saat ini ekonomi sudah baik. Sementara itu aku perlu meningkatkan kekuatanku." Kata Clue. "Tapi besok saja untuk berkultivasi." Clue tersenyum lalu menaruh semua kristal merah di dalam tas. Setelah selesai menaruh semua kristal, Clue berbaring di ranjang dan memejamkan matanya.
Keesokan harinya Clue terbangun dan melihat jam. "Sial, sudah jam 12. Aku bangun terlalu siang." Kata Clue turun dari ranjang dan berjalan ke luar kamar. "Dimana kakek bi." Kata Clue melihat bi Inem. Clue merasakan bahwa hanya bi Inem yang berada di rumah. "Pak Usman keluar dengan Jono." Balas bi Inem. "Jadi begitu, apa ada makanan." Tanya Clue. "Tunggu saudara Clue, aku akan menghangatkan makanan terlebih dulu." Balas bi Inem. "Baiklah, jika begitu aku akan mandi dulu." Kata Clue.
30 menit berlalu Clue telah selesai mandi dan berjalan keluar dari kamarnya. "Ahh, kakak Clue." Clue melihat seorang gadis beramput panjang yang memakai seragam sekolah. "Oh, ternyata kamu Fani. Sudah lama aku tidak melihatmu, dan kamu semakin bertambah cantik." Kata Clue. "Hehe, kakak Clue bercanda." Fani tersipu. "Apa kamu kemari ingin menemui ibumu." Kata Clue. "Benar kak, aku barusan juga membantu membuatkan masakan untukmu." Fani tersenyum.
"Sungguh calon istri idaman." Clue berjalan ke arah Fani dan mengelus rambutnya. Fani tersipu saat Clue mengusap rambutnya. "Kemana ibumu." Tanya Clue. "Ibu sedang berbelanja di supermarket kak." Balas Fani. "Apa kamu sudah makan, jika belum ayo makan bersama." Kata Clue. "Emm, baik kak." Balas Fani malu.
Beberapa menit telah berlalu Clue melihat Fani yang duduk di sampingnya. "Apa kamu kenyang." Tanya Clue. "Aku kenyang kak." Fani tersenyum. Clue tersenyum kemudian mengambil tisu dan mengusap bibir Fani. "Ada bekas makanan di mulutmu." Kata Clue. Fani tersipu malu.