
"Besok ketua ingin kita menculik murid bernama Fernando saat Jember Fashion Carnaval dimulai dan membuat sedikit kekacauan." Kata pria berkacamata menunjukan foto Fernando. "Sepertinya aku pernah melihatnya." Kata pria berjaz hitam.
"Dia pemuda yang kita temui saat berada di taman. Menurut informasi 1 bulan yang lalu dia manusia biasa. Namun saat ini dia awakened tingkat 7. Anehnya dia bisa bertambah kuat dengan cepat. Tidak seperti awakened lain. Yang butuh 1 bulan untuk meningkatkan beberapa poin kekuatan." Kata pria berkacamata.
"Menarik. Sepertinya dia punya rahasia untuk bertambah kuat dengan cepat." Kata pria berjaz hitam. "Apa kamu tahu bahwa presiden negara ini juga menjadi awakened tingkat 3." Kata pria berkacamata. "Aku tahu. Aku menonton beritanya kemarin." Balas pria berjaz hitam. "Bisa dibilang dia cukup beruntung menjadi awakened, meski hanya awakened tingkat 3." Kata pria berjaz hitam.
Saat ini Clue dan Fernando telah kembali di apartemen. "Apa kamu sudah melupakan Dini." Tanya Clue. "Aku sudah melupakannya. Memangnya ada apa dengannya." Tanya Fernando. "Tidak ada." Balas Clue masuk ke dalam kamarnya.
Keesokan harinya Clue melihat Fernando yang sedang makan bersama neneknya. "Kamu tidak ingin makan dulu Clue." Tanya nenek Fernando. "Tidak nek, aku tidak lapar." Balas Clue keluar dari apartemen.
"Karena jalan akan ditutup. Aku tidak perlu mengendarai mobil." Kata Clue menghilang dan muncul di depan rumah Dini. "Tok." "Tok." Clue mengetuk pintu. "Tunggu sebentar." Clue mendengar suara dan melihat pintu terbuka.
"Ohh. Ternyata itu kamu Clue." Ibu Dini tersenyum kepada Clue. "Aku ingin mengajak Dini melihat Jember Fashion Carnaval Tante." Kata Clue menjabat tangan ibu Dini. "Duduklah dulu. Dini masih mandi." Balas Ibu Dini. Clue masuk ke dalam dan duduk di kursi.
"Rupanya kamu." Kata ayah Dini melihat Clue. "Paman." Clue menjabat tangan ayah Dini. "Kak Clue. Apa kamu sudah lama menungguku." Dini keluar dari kamarnya. "Tidak, aku baru saja tiba." Clue tersenyum. "Baiklah, ayo kita pergi." Kata Dini menarik tangan Clue.
"Jangan pulang terlalu malam." Ayah Dini melihat Clue. "Berarti tidak masalah jika Dini pulang pagi." Balas Clue. "Anak ini." Ayah Dini tidak bisa berkata-kata saat menghadapi Clue.
"Apa aku boleh pulang pagi yah." Tanya Dini. "Tidak boleh. Kamu masih berusia 15 tahun." kata Ayah Dini. "Huu." Dini cemberut. "Baiklah paman, tante. Kami pergi." Kata Clue teleportasi bersama Dini.
Clue dan Dini muncul di alun-alun kota dan melihat orang-orang mengenakan berbagai macam busana. "Kak, ayo kita cari tempat dingin untuk berteduh." Kata Dini. "Baiklah." Clue mengangguk.
Saat ini di dekat apartemen Clue, pria berjaz hitam melihat ratusan tikus yang memiliki bom di beadannya. "Ayo mulai rencana kita." Kata pria berkacamata. "Baiklah." Kata pria berjaz hitam dan berkata. "Menyebarlah." "Ciitt." "Ciitt." Ratusan tikus menyebar.
Clue yang sedang makan ice cream bersama Dini melihat kejauhan. "Ada apa Sayang." Tanya Dini melihat Clue. "Boom!!." "Booom!!." Clue mendengar suara ledakan. "Suara apa itu." Semua orang terkejut mendengar suara ledakan.
"Suara itu berasal dari dekat apartemenku." Kata Clue memejamkan matanya. Clue melihat Fernando sedang bertarung dengan dua pria. "Aku tidak menyangka mereka akan menargetkan Fernando." gumam Clue. "Din." Clue melihat Dini. "Iya sayang." Dini melihat Clue. "Aku akan mengantarmu pulang." Balas Clue menghilang bersama Dini.
Clue dan Dini muncul di sebuah ruangan. "Ahh. Mengapa kalian kembali." Ibu Dini terkejut melihat kemunculan Clue dan Dini. "Ada beberapa kecoak yang minta di bunuh tante." kata Clue menghilang dan muncul 20 meter dari lokasi Fernando bertarung.
"Berengsek. Bukankah informasinya dia awakened tingkat 7. Mengapa kekuatannya setara dengan awakened tingkat 9." Kata pria berjaz hitam melihat Fernando yang kulit badannya bewarna merah. "Menurut informasi dia memiliki kemampuan mode berserk yang dapat meningkatkan kekuatan fisik dan kecepatannya." Kata pria berkacamata.
"Kalian telah merusak mobil seseorang, jika orang itu tahu mobilnya di rusak oleh kalian. Kalian berdua akan mati mengenaskan." Kata Fernando melihat mobil Clue yang rusak akibat ledakan bom.
Clue yang berada sejauh 20 meter dari lokasi Fernando melihat mobilnya. "Sial, para kecoak ini sangat ingin mati. Beraninya mereka merusak mobilku." Clue mencibir dan muncul di belakang pria berjaz hitam dan pria berkacamata.
"Mengapa kalian merusak mobilku." Kata Clue. Pria berjaz hitam dan pria berkacamata terkejut dan menyerang Clue secara bersamaan. "Rasanya sangat geli." Kata Clue menjentik dahi kedua pria. "Boomm." "Boomm." Kedua pria terlempar sejauh 100 meter dan menghancurkan beberapa rumah.
"Ehh. Mereka berdua pingsan." Kata Clue muncul di samping kedua pria yang tidak sadarkan diri. Clue menghilang dan muncul di depan Fernando dengan membawa kedua pria yang tidak sadarkan diri.
"Kamu akan mendapatkan banyak exp dan coin setelah membunuh mereka berdua." Kata Clue melemparkan dua pria di depan Fernando. Saat hendak membunuh kedua pria, Fernando melihat neneknya yang berjalan ke arahnya.
"Jangan bunuh mereka Fernando. Jika kamu membunuh mereka berdua. Kamu tidak ada bedanya dengan mereka." Kata nenek Fernando. Fernando mengigit bibirnya dan berkata. "Aku tidak bisa membunuh mereka." "Baiklah, aku hargai keputusanmu." Kata Clue menghilang bersama dua pria yang tidak sadarkan diri.
Clue muncul di sebuah ruangan dan melihat pria paruh baya berpakaian putih sedang duduk di kursi. "Oohh. Sudah lama kita tidak bertemu Clue." Kata pria paruh baya yang tidak lain adalah Presiden.
"Siapa kedua pria itu." Tanya presiden melihat dua pria yang tergeletak di lantai. "Mereka berdua adalah anggota asosiasi penjahat yang menyerang sekolah awakened di Jember dan menculik anak ketua asosiasi cabang Jember." Balas Clue.
Presiden terkejut saat mendengar kata Clue. "Cahyo masuklah." Kata pria paruh baya. Seorang pria berseragam hitam masuk ke dalam ruangan. "Cari anggotamu yang memiliki kemampuan hipnotis kemudian intograsi mereka." Kata presiden.
"Siap presiden." Pria bernama Cahyo membawa dua pria yang tidak sadarkan diri. "Duduklah. Sudah lama kita tidak mengobrol." Kata presiden. Clue duduk di kursi. "Bukankah kamu tidak ingin menangkap anggota asosiasi penjahat. Mengapa kamu berubah pikiran." Tanya Presiden.
"Mereka berdua merusak mobilku. Jadi aku memberi mereka pelajaran. Terlebih lagi mereka berdua menargetkan Fernando." kata Clue. Presiden terkejut mendengar kata Clue. "Sepertinya Fernando di incar karena dia tiba-tiba menjadi awakened tingkat 7 padahal 1 bulan yang lalu dia adalah awakened tingkat 1." Kata presiden.
"Benar Clue, apa kamu tidak tertarik bekerja pada pemerintah. Pemerintah akan membayarmu dengan mahal." Kata Presiden. "Aku tidak tertarik." Balas Clue tanpa basa-basi. Mendengar balasan Clue presiden tidak kecewa. Karena dia tahu Clue akan menolak tawarannya.
"Benar, Apa kamu masih memiliki pil awakened. Jika kamu masih memiliki pil awakened. Aku akan membelinya." Tanya presiden. Clue mengambil 10 pil spirit level 1 dari tabel penyimpanan.
"Aku tidak tahu bagaimana caramu membuat pil ini. Bahkan para peneliti di negara ini tidak bisa membuat pil yang kamu jual." Kata presiden melihat 10 pil sprit level 1 di dalam kotak kayu. "Lebih baik berhenti saja untuk mencoba pil ini. Karena di dunia ini tidak akan ada yang bisa membuat pil ini selain diriku." Balas Clue. Presiden tidak bisa berkata-kata saat mendengar kata Clue.