
"Tidak masalah bagiku Gin." Kata berbisik Clue. "Berhenti patriack." Kata Gin. "Kamu berkata berhenti, tapi celana dalammu sudah basah." Clue menyentuh ****** ***** Gin. Gin tersipu mendengar kata Clue.
Melihat Gin terdiam Clue mengendong Gin ke ranjang. "Patriack anda akan menyesal melakukan dengan wanita tua sepertiku." Kata Gin tersipu. "Aku tidak akan menyesal." Kata Clue mencium bibir Gin. "Emm." Gin tidak menolak ciuman Clue.
"Kamu sangat cantik Gin, untuk wanita seusiamu." Clue mengelus wajah Gin. "Kamu terlalu memujiku patriack, wajahku sudah memiliki banyak kerutan." Gin tersipu. Clue dan Gin mulai berciuman.
2 jam kemudian Clue dan Gin sedang berbaring di ranjang. "Gin jika kita bersama panggil saja aku Clue." Kata Clue. "Apa itu boleh patriack. Aku memanggil namamu" Gin tersipu. "Tentu." Clue menjawab. "Clue kamu tahu aku wanita tua dan memiliki cucu." Kata Gin. "Lalu apa masalahnya. Kamu masih cantik dan seksi" Balas Clue.
Gin tersipu lalu berkata. "Aku tidak percaya bahwa setelah seribu tahun lamanya aku akan bersama dengan lelaki lagi, dan lelaki itu jauh lebih muda dariku." "Umur bukan masalah." Kata Clue lalu mencium bibir Gin.
1 jam kemudian Clue dan Gin memakai pakaian. "Baiklah, besok kita akan melakukannya lagi." Clue memeluk Gin dan mencium bibirnya. Gin membalas ciuman dan memeluk Clue. "Aku tunggu." Kata Gin. Clue tersenyum lalu meninggalkan ruangan Gin. Melihat Clue keluar ruangannya Gin terbaring di kamarnya lalu berkata. "Tidak kusangka wanita tua sepertiku masih laku." Gin tersenyum. "Clue." Gin tersipu memanggil nama Clue.
Clue saat ini sudah di kamarnya dan melihat Karen yang mengenakan lingerie seksi bewarna merah. "Tuan, apa kamu melakukan dengannya." Kata Karen. "Benar, aku melakukan dengannya, dan aku akan memakai tubuhnya terus." Balas Clue.
"Apakah dia lebih baik dari Karen tuan." kata Karen menggoda. "Tetap kamu yang terbaik cantik." Clue mencium bibir Karen. "Karen cinta tuan." Karen membalas ciuman Clue.
3 hari kemudian Clue dan Gin sedang berjalan bergandengan tangan di halaman sekte. "Clue ayo ke ruanganku." Kata Gin memeluk lengan Clue. "Baik." Balas Clue lalu berjalan bergandengan tangan dengan Gin.
Saat ini di halaman sekte. "Apa kamu tahu bahwa patriack dan wakil patriack Gin bersama." "Aku sudah tahu, aku sering melihat patriack dan wakil patriack jalan bergandengan tangan." "Apakah mereka berdua berkencan." "itu pasti." Para siswa mulai mengobrol.
Sementara Clue dan Gin sudah berada di sebuah ruangan."Gin 2 minggu lagi aku akan meninggalkan sekte." Kata Clue. "Ahh, kamu mau pergi kemana." Balas Gin terkejut. "Ada urusan yang perlu aku tangangi dan setiap satu bulan sekali aku akan kembali ke sekte, dan selama 3 hari aku akan tinggal di sekte." Balas Clue.
"Jadi kita tidak bersama ya." Balas Gin. "Tenang Gin, itu masih 2 minggu lagi dan setiap aku kembali, kita akan melakukan hubungan badan selama 3 hari dan aku akan membuatmu pingsan kelelahan." Clue tersenyum. "Awas kamu berbohong." Gin tersenyum dan mencium bibir Clue. Clue lalu membalas ciuman Gin.
Beberapa menit kemudian Gin tertidur dan bersandar di dada Clue. "Clue semua orang di sekte tahu bahwa kita bersama." Kata Gin mengelus dada Clue. "Itu bagus Gin, karna kamu sudah jadi milikku dan tidak ada pria yang berani mendekatimu." Clue tersenyum.
"Huh, meskipun aku tidak bersamamu, tidak ada pria yang berani mendekatiku. Karna aku wanita tua yang jelek." Balas Gin. "Kamu tidak jelek Gin, kamu cantik, sangat seksi dan panas. Kamu juga memiliki payudara yang sangat besar, yang di idamkan semua wanita." Clue tersenyum. "Kamu pandai merayu." Gin tersipu. "Clue aku cinta kamu, gunakan tubuh tuaku sepuasmu." Gin berkata dengan tersipu dan mencium bibir Clue. "Aku juga mencintaimu Gin, dan aku akan memuaskan tubuhmu tuamu." Clue membalas ciuman Gin.
1 tahun telah berlalu dan saat ini Clue sedang duduk bersama Gin dan Karen. "Gin besok aku akan meninggalkan sekte dan menuju benua tengah." Kata Clue. "Ahh, lalu anda berhenti menjadi patriack." Balas Gin. "Benar, lalu apakah kamu ingin ikut denganku pergi ke benua tengah atau menjadi patriack kembali." Tanya Clue. "Aku akan ikut denganmu." Kata Gin dengan tegas.
"Lalu bagaimana dengan cucumu Gin." Kata Karen berbicara. Gin melihat Karen dan berkata. "Aku akan menyuruhnya tinggal di sekte ini sampai dia mencapai peringkat ss level 5." "Baiklah, kumpulkan semua elder Gin dan katakan aku ingin berbicara sesuatu." Kata Clue. "Baik." Gin mengangguk dan pergi. Melihat Gin pergi Karen berkata. "Apakah tuan belum memberikan dia pil kecantikan."
"Belum, tanpa pil kecantikan dia sungguh sangat menarik dan panas. Jadi jika dia mengkonsumsi pil kecantikan dia akan sebanding denganmu. Apakah kamu tidak masalah." Kata Clue. "Tidak masalah tuan, Gin selalu baik padaku selama ini." Kata Karen tersenyum. Clue tersenyum dan berkata. "Mungkin beberapa hari lagi aku menerobos peringkat raja, lalu setelah itu aku kan memberinya pil kecantikan."
Beberapa menit kemudian Clue, Gin dan Karen berkumpul di ruangan bersama semua elder. "Aku mengumpulkan kalian disini karna aku ingin berbicara sesuatu." Kata Clue. Clue melihat semua elder dan berkata. "Aku ingin meninggalkan benua tengah." "Ahh." Semua elder terkejut mendengar kata Clue.
"Mungkin beberapa hari lagi aku akan menerobos peringkat raja." Kata Clue. "Selamat patriack karna akan menjadi peringkat raja." Kata semua elder. "Maaf jika aku selama menjadi patriack hanya bisa memberikan sedikit kontribusi." Kata Clue. "Tidak patriack, selama satu tahun menjabat. Senjata yang anda berikan setiap 1 bulan sekali sangat mendukung keuangan sekte. Menjadikan sekte semakin makmur." Kata seorang perempuan paruh baya. "Benar patriack, meski anda cuma 1 tahun menjadi patriack hal yang anda berikan ke sekte sangat bagus."
"Baiklah kalau begitu mulai hari ini aku mengundurkan diri menjadi patriack dan menunjuk Dimas menjadi patriack baru." Kata. "Ahh." Semua orang terkejut termasuk Dimas. "Patriack masih ada wakil patriack Gin yang lebih pantas menjadi patriack dari pada aku." Kata Dimas.
"Aku ingin mengikuti kekasihku menuju benua tengah." Kata Gin. Karna semua orang tahu bahwa dia menjalin hubungan dengan Clue. Gin secara terang-terangan memanggil Clue dengan sebutan kekasih. "Ahh, jadi begitu." Semua elder menghela nafas.
"Baiklah kalau begitu aku akan pergi sekarang." Kata Clue. "Ahh, mengapa begitu cepat patriack." Kata beberapa orang berkata bersamaan. "Kalian tahu aku belum pergi ke benua tengah sama sekali, dan aku penasaran dengan benua tengah." Sekali lagi semua orang terkejut mendengar kata Clue.
"Jadi anda bukan berasal dari benua inti dan benua tengah patriack." Kata seorang pria paruh baya. "Huh, memangnya aku pernah menyebutkan berasal dari sana. Aku lahir di dunia lain dan baru beberapa tahun sampai disini." Balas Clue. "Glek." Semua orang meneguk air liur. Mereka tahu bahwa di dunia lain energi alamnya lebih buruk dari dunia ini. Mereka heran bagaimana cara Clue berkultivasi dengan cepat.
"Baiklah kalau begitu kalian boleh pergi, dan aku tidak perlu acara perpisahan. Karna aku bisa kesini kapan saja." Kata Clue. "Baik patriack." Kata semua elder berkata bersama. Clue, Gin dan Karen lalu berjalan menuju ruangan.
"Gin apakah kamu sudah berbicara dengan cucumu." Kata Clue. "Sudah, dan dia setuju untuk menunggu sampai mencapai peringkat ss level 5 sebelum pergi ke benua tengah." Balas Gin. "Baiklah kalau begitu ayo kita pergi sekarang juga." Clue memeluk Gin dan Karen. Beberapa detik kemudian Clue, Gin dan Karen menghilang.
Beberapa jam kemudian Clue, Gin dan Karen tiba di suatu tempat dan melihat penghalang seperti kaca yang menjulang tinggi ke langit dan membentang ke arah barat dan rimur. "Seseorang yang menciptakan penghalan ini sangat hebat." kata Clue memuji. "Benar, dia hebat sekali." Balas Gin.
Clue, Gin dan Karen melewati penghalang. Saat melewati penghalang Clue tidak merasakan apapun. "Menajubkan suatu saat aku pasti bisa membuat seperti itu, tapi pertama-tama aku akan menguasai dunia ini." Gumam Clue.