
"Boomm." Naga yang terbuat dari angin dan raksasa yang terbuat dari tanah bertabrakan. Setelah asap menghilang Clue melihat wanita Berdiri terengah-engah. Sementara Fitria sudah pingsan.
"Pertarungan selesai. Ini nomormu." Wasit berkata dan memberikan nomor baru kepada wanita yang memenangkan pertandingan. Sementara Clue sudah melesat ke arena setelah melihat Fitria pingsan.
Clue melihat wanita dan wanita melihatnya. Clue tersenyum lalu melemparkan sebuah pil kepada wanita. "Itu bisa memulihkan stamina dan manamu. Setelah turnament selesai kita akan keluar bersama." Kata Clue. "Terimakasih dan aku menunggunya." Wanita menangkap pil lalu mengkonsumsinya.
Wanita terkejut merasakan stamina dan mananya terisi begitu cepat."Oh, siapa namamu." Tanya Clue. "Nama saya Intan." Balas Intan. "Aku harap kamu bisa masuk 10 besar." kata Clue lalu membawa Fitria yang pingsan ke panggung. "Jika aku beruntung." Balas wanita lalu melompat dari arena.
Setelah sampai di panggung Clue mengambil sebuah pil penyembuh dan memasukan ke mulut Fitria. Beberapa detik kemudian Fitria terbangun dan menatap Clue yang sedang memeluknya. "Maafkan aku sayang, aku kalah." Kata Fitria sedih. "Tidak masalah, kamu sudah berusaha keras." Clue mencium kening Fitria.
"Pertarungan selanjutnya adalah pemegang nomor 7 dan pemegang nomor 154." Teriak wasit. "Ahh, giliranku." Kata Felicia lalu melesat ke arah arena. "sial, keberuntunganku sangat buruk." kata seorang pria yang juga melesat ke arena saat melihat musuhnya adalah Felicia.
"Pertarungan dimulai." "Aku menyerah." Setelah wasit mengumumkan pertarungan dimulai pria langsung menyerah. "hehe, keputusan yang baik." Felicia tertawa saat musuh yang dia hadapi menyerah. Setelah menerima nomor baru Felicia lalu turun dari arena dan berjalan ke arah panggung.
"Kakak Felicia selamat atas kemenanganmu" kata Fitria tersenyum. "juara 1 pasti kamu dapatkan." Kata Ratna. Dinda Kane dan Ken juga mengucapkan selamat kepada Felicia. hanya Clue yang mengangguk saat melihat Felicia. "Hehe, musuhnya terlalu lemah." Kata Felicia lalu duduk di samping Clue.
Waktu perlahan berjalan dan 160 peserta sudah bertarung, dan menyisahkan 80 perserta yang lolos. "Baiklah kita akan lanjut ke pertarungan ke 2, pemegang nomor 1 dan pemegang nomor 80 harap naik ke arena." Kata salah satu wasit. Tidak lama kemudian 2 orang pria naik ke arena. "Pertarungan dimulai." Tanpa basa-basi 4 wasit berteriak.
"Terima ini." seorang pria membuat puluhan tombak angin dan mengarahkan ke musuhnya. "Rasakan ini." begitu pula pria lain, dia membuat ratusan panah api dan mengarahkan ke musuhnya.
"Hoam." Clue menguap karena bosan menonton pertandingan. "Kemampuan mereka hanya begitu-begitu saja." Kata Clue saat melihat peserta yang bertarung. "Hehe maklum bro Clue, mereka hanyalah peringkat B beda dengan anda yang sudah mencapai peringkat A." Kata Kane.
Beberapa menit kemudian pertandingan pertama babak ke 2 sudah selesai dan dilanjutkan ke pertarungan lain. Clue yang bosan melihat pertandingan mengobrol dengan kekasihnya dan juga dengan Dinda, Kane , Ken.
"Pemegang nomor 7 dan pemegang nomor 74 harap naik ke arena." Teriak salah satu wasit. Felicia dan seorang pria melesat ke arah arena. "Pertandingan dimulai." "Aku menyerah." Sama seperti sebelumnya. Musuh Felicia langsung menyerah saat pertandingan dimulai. Setelah Felicia menerima nomor baru, Felicia langsung turun dari arena dan berjalan ke panggung.
Sama seperti sebelumnya semua orang yang berada di panggung mengucapkan selamat kepada Felicia. Kecuali Clue yang hanya mengangguk kepada Felicia.
Seiring berjalanya waktu 80 peserta sudah bertarung, dan menyisahkan 40 perserta yang lolos. "Baiklah, pertandingan hari ini berakhir. Bagi kalian 40 peserta yang lolos ke babak berikutnya. Kalian bisa menginap di vila yang sudah kami sediakan." Kata Dika. "Jika kalian berminat, ikuti aku." Kata Dika turun dari panggung dan berjalan keluar dari colloseum.
Clue ketiga kekasihnya serta Dinda, Kane dan Ken juga berjalan dari panggung dan meninggalkan colloseum. Clue melihat setidaknya ada 35 peserta yang mengikuti . Clue melihat wanita yang mengalahkan Fitria juga mengikuti Dika.
Saat wanita melihat Clue menatapnya, wanita tersenyum kepada Clue. "Huh, wanita itu ingin sekali dipukul." Kata Fitria saat melihat perempuan tersenyum kepada Clue. "Heh, kamu kalah dengannya, jadi kamu tidak bisa memukulnya." Kata Clue mengejek. Fitria hanya cemberut saat Clue mengejeknya.
Tidak lama kemudian Clue sampai di istana, sementara Dika dan peserta lainnya menuju sebuah Vila yang terletak di sebelah istana. Setelah sampai di istana Clue memasuki kamar dengan Ratna.
Esok harinya Clue bersama 3 kekasihnya dan juga Dinda, Dika, Kane dan Ken sudah berada di colloseum. "Jika tebakanku benar, penonton disini hampir mencapai sepuluh ribu." Clue bergumam saat melihat para penonton yang berada di colloseum.
Saat ke empat wasit yang sudah stand by di pojok arena melihat Dika menatap ke arah mereka. Salah satu wasit berteriak. "Pemegang nomor 1 dan pemegang nomor 2 harap naik ke arena." Anehnya saat ini tidak nomor 1 dan nomor 40 yang berjuang melainkan nomor 1 dan nomor 2 yang berjuang.
"wuss, wuss." Seorang perempuan dan seorang pria melesat ke arena. Saat ke empat wasit melihat perempuan dan pria sudah berada di arena mereka berteriak. "Pertarungan dimulai."
Pertardingan terus berlanjut dan sudah 3 pertandingan selesai. Saat ini Felicia naik ke arena setelah mendengar teriakan wasit "Pemegang nomor 7 dan nomor 8 harap naik ke arena." "Pertandingan dimulai." Teriak 4 wasit saat melihat Felicia dan seorang pria sudah tiba di arena.
Kali ini musuh Felicia tidak menyerah melainkan mencoba menyerang Felicia. "Meskipun aku akan kalah. Aku akan mencoba yang terbaik untuk melawanmu." Kata pria lalu membuat Naga api sebesar 10 meter. Naga api pun mengarah ke Felicia. Felicia hanya mencibir lalu menghindari naga api. "boom." Setelah menghindari naga api Felicia melesat ke arah pria dengan memegang sebuah pedang. "Crash." "argh, aku menyerah." Pria menjerit saat lengannya terpotong oleh Felicia.
"Hehe, bagus." Kata Clue melihat Felicia menang dengan mudah. "Pemenangnya adalah pemegang nomor 7, ini nomormu." Teriak salah satu wasit lalu melemparkan sebuah nomor ke Felicia. Felicia menangkap nomor dan kembali ke panggung. Sementara pria mempunyai wajah jelek dan turun dari arena dan memegang lengannya yang terpotong.
"Kerja bagus, lain kali kamu harus lebih agresif." Kata Clue saat melihat Felicia. "Hehe baiklah sayang. " Felicia tertawa dan duduk di samping Clue. Dika, Dinda, Kane dan Ken tercengang saat mendengar kata Clue untuk membuat kekasihnya lebih agresif. "aku tidak boleh membuat marah kekasihnya." Dinda bergumam saat melihat Felicia
Pertarungan terus berlanjur dan akhirnya 40 peserta selesai bertarung. "Baiklah kita akan lanjut ke pertarungan ke 2, pemegang nomor 1 dan pemegang nomor 2 harap naik ke arena." Teriak wasit. Tidak lama kemudian seorang perempuan dan seorang pria naik ke arena. "pertarungan dimulai." Kata wasit saat melihat kedua peserta sudah tiba di arena.
Setelah beberapa menit pertadingan selesai dan dimenangkan oleh pria. Pria mengambil nomor yang diberikan wasit lalu turun dari arena. Setelah pria dan perempuan yang kalah meninggalkan arena wasit berkata. "pemegang nomor 3 dan nomor 4 harap naik ke arena."
Felicia lalu naik ke arena. Setelah melihat musuhnya Felicia tertawa "Haha, Sepertinya kamu tidak bisa masuk ke dalam 10 besar." musuh Felicia adalah Intan yang mengalahkan Fitria. Intan cemberut mendengar kata Felicia. "Pertandingan dimulai." "Aku menyerah." Saat wasit selesai berbicara Intan melompat dari arena. "Cihh, pengecut." Ejek Felicia saat melihat Intan langsung menyerah dan melompat dari arena.
Saat Felicia menerima nomor baru, Felicia juga turun dari arena dan berjalan ke panggung. "Hehe, selamat untuk kakak Felicia karna sudah masuk 10 besar." kata Fitria tersenyum. "Selamat Nona Felicia berhasil masuk 10 besar." Dinda juga mengucapkan selamat. Semua yang ada di panggung mengucapkan selamat kepada Felicia kecuali Clue. Clue tetap diam saat melihat kemenangan Felicia. Baginya itu adalah hal wajar Felicia memenangkan pertandingan. Clue hanya memuji jika Felicia bertindak kejam terhadap musuhnya.
Pertarungan terus berlanjut dan akhirnya 10 peserta yang lolos ke babak berikutnya sudah terpilih. Saat 10 pertarungan ke 2 sudah selesai Dika berdiri lalu berkata. "Baiklah pertarungan memperebutkan peringkat ke 11 dan ke 20 sederhana. Kalian semua akan melawan 1 vs 1 dan siapa yang menang paling banyak akan peringkat 11 dan yang terendah akan berada di peringkat 20. Jika ada yang mempunyai nilai kemenangan sama maka peringkatnya juga akan sama." kata Dika.
Dika melihat ke arah 4 wasit lalu duduk kembali. Setelah Dika duduk seorang wasit berteriak. "10 peserta yang sudah kalah dalam babak 20 besar harap naik ke arena." "wuss, wuss, wuss." Tidak lama kemudian 10 peserta sudah naik ke arena. Seorang wasit melemparkan nomor kepada 10 peserta dan berkata. "Pertarungan pertama nomor 1 dan nomor 2."
Para ahli yang tidak mempunyai nomor 1 dan nomor 2 turun dari arena. Setelah melihat hanya dua orang yang tersisa di arena ke empat wasit berteriak. "pertarungan dimulai."
Clue yang melihat pertarungan lalu bergumam. "Menarik, sistem memperebutkan peringkat 11 sampai 20 seperti sistem sepak bola di duniaku."
Setelah beberapa jam peringkat 11 sampai 20 di putuskan, dan wasit mengumumkan nama-nama peringkat. "peringkat 11 yaitu Edi, Peringkat 12 yaitu Intan, Peringkat 3 yaitu Yazid...
"Tidak buruk, dia berhasil meraih peringkat 12." Kata Clue saat melihat Intan peringkat 12. "Huh." Fitria mendengus saat mendengar Clue memuji perempuan yang mengalahkannya.
"Baiklah, pertarungan hari ini cukup sampai disini hadiah peringkat 11 sampai 20 akan di berikan besok. Peserta yang lolos serta kalian peringkat 11 sampai 20. Jika bersedia, kalian tetap bisa menginap di vila yang sudah kami sediakan." Kata Dika. "Besok adalah pertarungan Final memperebutkan juara 1 sampai 10, dan ketiga raja dari 3 kerajaan besar akan ada untuk menonton." Kata Dika melanjutkan.
"Haha, besok aku akan melihat ratu Rapunsel." "Benar, aku ingin melihat seperti apa sosok ratu yang beruntung memiliki seorang anak jenius." Kata penonton saat mendengar ratu Rapunsel akan ada untuk menonton pertandingan.