Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Bandara



Setelah berdiam diri beberapa menit Clue kemudian berdiri dan mulai membelah dada goblin. Clue berjalan ke arah hobgoblin kemudian membelah dadanya. Saat membelah dada hobgoblin, Clue melihat badannya gemetar. "Sial, ternyata dia belum mati." kata Clue kemudian terus membelah dada hobgoblin dan menemukan sebuah kristal putih yang ditengahnya terdapat warna hijau.


Clue mulai mengambil kristal dan menaruhnya di saku. Setelah menaruh Kristal Clue melihat sebuah lubang hitam yang tiba-tiba muncul. "Lubang dungeon akan muncul setelah bos dungeon terbunuh." Clue tersenyum kemudian berjalan ke arah lubang dungeon.


Clue keluar dari dungeon dan melihat beberapa orang melihat dirinya. "Bagaimana kamu bisa menyelesaikan dungeon. Bukankah kamu hanya hunter tingkat e." kata pria penjaga dungeon melihat lubang dungeon mulai menghilang setelah Clue keluar. "Aku hanya beruntung." Clue tersenyum kemudian berjalan ke arah motor sportnya.


Melihat Clue pergi pemuda berkata. "Hei, karena dia menyelesaikan dungeon. Kembalikan uangku. Aku belum memasuki dungeon." "Ahh, baik." Pria penjaga dungeon mengangguk. "Menarik, hunter tingkat e menyelesaikan dungeon tingkat e seorang diri." Pemuda tersenyum melihat Clue pergi.


30 menit kemudian Clue sudah kembali di rumahnya dan sedang duduk di dalam kamarnya. Clue mengambil kantong plastik di saku bajunya kemudian melihat isi di dalamnya. "Aku ingin tahu berapa jumlah kristal yang aku dapatkan." Clue tersenyum kemudian mulai menghitung kristal.


"Aku mendapatkan 21 kristal bewarna hijau, dan 1 kristal bewarna putih. Sebelumnya di dungeon aku menyerap 3 kristal. Jadi aku mendapatkan 25 kristal. Jumlah yang cukup banyak." Clue tersenyum. "Baiklah, saatnya menyerap kristal lagi." kata Clue menghancurkan salah satu kristal dengan palu dan mulai berkultivasi.


2 jam kemudian Clue membuka matanya dan merasakan perubahan di seluruh tubuhnya. "Aku merasa tubuhku berada di kondisi puncak." Kata Clue tersenyum kemudian mengambil alat di laci dan mengecek tingkat kekuatannya. "Titt." Clue melihat angka 20 yang muncul.


"20 ya, jadi kekuatan saat ini setara hunter tingkat d." kata Clue tersenyum kemudian melihat dirinya di cermin. Aku merasa tinggiku menjadi 185 cm dan ototku semakin terbentuk." Kata Clue menebak tinggi badannya.


"Baiklah, apakah aku bisa menghancurkan kristal itu dengan tangan kosong." Kata Clue kemudian mulai menggengam kristal bewarna hijau. "Kretak." Melihat kristal pecah Clue tersenyum dan memejamkan mata.


Saat berkultivasi, Clue menyadari dirinya bisa mengalirkan energi alam ke dantiannya. "Haha, ini adalah cara berkultivasi dengan benar." Clue tertawa kemudian mulai meneruskan kultivasi. Clue juga menyadari bahwa hanya 90% energi alam yang mengalir ke dantiannya. 10% lagi energi yang dia serap tetap mengalir di otot, daging, tulang, dan sel-selnya.


Keesokan harinya Clue mengambil alat pengukur kekuatan kemudian menyentuhnya. "Titt." Clue melihat angka 25 muncul. "Sangat bagus, aku bertambah kuat. Sementara tubuhku tetap tidak bertambah tinggi dan berotot." Clue tersenyum melihat dirinya di cermin. Clue menebak setelah bisa mengalirkan energi alam ke dantian, dirinya tidak bertambah tinggi dan berotot lagi.


"Clue, cepat berangkat. 2 jam lagi adalah jadwal penerbanganmu." Clue mendengar sebuah suara. "Baik kek." Clue mengambil sebuah tas kemudian keluar kamar. Clue melihat kakeknya dan Jono berada di ruang tamu.


"Clue apa kamu bertambah tinggi lagi." kata kakek Clue melihat Clue. "Haha, sepertinya begitu." Clue tersenyum. "Baiklah cepat pergi." balas kakek Clue. "Baik kek." Clue mencium tangan kakeknya kemudian pergi bersama Jono. Melihat Clue pergi kakek Clue berkata. "Apakah aku harus senang atau sedih saat cucuku menjadi seorang hunter." Kakek Clue tahu bahwa Clue telah resmi menjadi seorang hunter.


Clue duduk di sebuah kursi dan melihat jadwal penerbangan. "Kurang 1 jam lagi sebelum jadwal penerbanganku. Apa yang akan aku lakukan selama 1 jam dari sekarang." Clue bingung. Clue melihat seorang wanita yang di kenalnya dan berkata. "Dia sepertinya perawat yang merawatku di rumah sakit."


"Hei." Clue berdriri dan berjalan ke arah wanita. "Ahh, siapa kamu." Kata wanita. "Apa kamu tidak mengenalku, aku adalah Fernando Clue de lopez." Balas Clue. "Ahh, jadi anda saudara Fernando. Anda semakin bertambah tinggi. Aku sulit mengenali anda." Balas wanita. "Jangan bicara terlalu formal. Terlebih lagi aku masih belum tahu namamu." Balas Clue. "Namaku Nita." Wanita tersenyum.


"Benar, mengapa kamu disini." Kata Clue. Nita sedih kemudian bercerita tentang ayahnya yang meninggal, dan Nita berencana pulang di kota kelahirannya Jakarta. "Aku turut berduka cita, atas kematian ayahmu." Kata Clue. "Terimakasih." Nita tersenyum.


"Apa kamu juga ingin pergi ke Jakarta." Tanya Nita. "Benar, aku akan mengunjungi ayahku yang di penjara." Balas Fernando "Ahh, benar. Kamu adalah anak pejabat yang korupsi itu." Kata Nita berteriak. Clue melihat setiap orang menatap dirinya saat mendengar teriakan Nita.


Clue mengabaikan tatapan setiap orang kepadanya kemudian mulai memejamkan mata. Melihat Clue memejamkan mata seperti orang tertidur Nita berkata. "Maaf, aku tidak sengaja berteriak." Nita merasa bersalah. "Itu bukan salahmu." Balas Clue tetap memejamkan matanya.


Clue yang memejamkan matanya tiba-tiba menggerakan tangannya untuk menghentikan seseorang yang ingin menyentuh pundaknya. "Siapa kamu." Kata Clue membuka mata dan berdiri melihat seseorang yang ingin menyentuh pundaknya.


"Kamu tidak perlu tahu namaku, apakah kamu anak dari Adrian si koruptor itu. Kudengar anaknya jatuh koma." Balas pria melepaskan tangannya dari Clue. Pria melihat tangannya kesakitan dan bergumam. "Mengapa pria ini begitu kuat. Apakah dia juga hunter tingkat d."


"Kamu juga tidak perlu tahu apakah aku anak dari orang yang kamu sebutkan." Kata Clue. "Cihh, anak dan orang tua sama-sama menjengkelkan." Balas pria, dia yakin Clue anak dari Adrian si koruptor, karena wajahnya sangat mirip. Terlebih lagi dia telah mendengar teriakan Nita yang menyebutkan Clue anak dari koruptor."Kamu beruntung karena di bandara dilarang bertarung." Kata pria kemudian pergi, dia tahu Clue bukan orang yang bisa di ganggu dengan mudah. "Aku yang seharusnya berkata seperti itu, aku bisa mudah mematahkan tanganmu." Kata Clue melihat pria pergi.


Clue melihat banyak tatapan orang kepadanya dan berkata. "Jika kalian menjadi pejabat, kalian 90% juga akan korupsi." Clue kemudian duduk dan memejamkan matanya tanpa melihat Nita yang terkejut di sampingnya. "Apakah pria ini sama dengan pria yang jatuh koma selama satu tahun di rumah sakit." Gumam Nita kebingungan.


1 jam kemudian Clue membuka matanya saat mendengar sebuah suara. "Ayo bangun dan pergi." kata Nita. Clue berdiri kemudian berjalan pergi. Nita tersenyum kecut melihat dirinya di acuhkan oleh Clue.


Beberapa menit kemudian Clue sudah ada di dalam pesawat dan duduk di sebuah kursi. Clue kemudian melihat Nita yang duduk di sebelahnya. "Aku tidak tahu nomor kursi kita sama." Nita tersenyum kemudian duduk. Clue hanya terdiam kemudian memejamkan mata. Melihat Clue mengabaikannya Nita tersenyum kecut kemudian memainkan ponselnya.


Beberapa menit kemudian Clue melihat seorang pramugari mulai menjelaskan berbagai hal. Clue melirik sekilas ke arah wajah Nita kemudian tatapannya terfokus ke dadanya. "Dia tidak buruk juga." Gumam Clue.