Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Dimulainya Pertempuran antar galaxy



Keesokan harinya Clue yang sedang makan dan mengobrol dengan semua orang melihat pria tua yang tiba-tiba muncul di depannya. "Sebentar lagi perang antar galaxy akan dimulai. Apa kamu sudah menyampaikan salam perpisahan." Kata pria tua melihat Clue. Clue melihat semua orang yang terus mengobrol dan berkata. "Apa mereka tidak bisa melihatmu." "Benar, mereka tidak bisa melihatku." Balas pria tua. "Clue, kamu bicara dengan siapa." Tanya Adrian.


"Baiklah, ayo pergi. Salam perpisahan untuk seseorang yang tidak akan bertemu lagi. Sementara aku akan kembali lagi ke bumi dan bertemu dengan mereka lagi." Clue menyeringai. "Baiklah, kalau begitu aku akan membawamu ke ruang tunggu." Pria tua mengangguk kemudian dirinya dan Clue menghilang.


Clue saat ini berada di ruangan putih dan melihat 9 sosok yang dia kenal. "Halo semuanya." Clue mendengar suara dan melihat sosok domba bulat berbulu putih dengan tanduk emas di kepalanya. "Perkenalkan aku adalah Bell salah satu peri yang akan menjelaskan apa itu perang antar galaxy kepada kalian."


"Info Bell." Gumam Clue melihat sosok domba berbulu putih yang menyebut dirinya peri memiliki level 900 di atas kepalanya.


Nama : Bell


Usia : 900 tahun


Ras : Peri


Kekuatan : 90,000


Agility : 90,000


Vitalitas : 90,000


Stamina : 88,000/90,000


Ki/Mana : 89,000/90,000


"Tingkat kaisar." Gumam Clue melihat kekuatan Bell. "Hei, manusia rendahan. Berani sekali kamu melihat kekuatanku." Domba berkulit putih melihat Clue dan berbicara dengan nada menyeramkan. "Hahaha, apa kamu mau bertarung. Aku sudah lama tidak makan daging domba." Clue tertawa menyeramkan.


Melihat Clue tidak takut dengan dirinya dan justru menantang dirinya bertarung, domba berkulit putih terbatuk dan berkata. "Uhuk, baiklah aku akan menjelaskan apa itu perang antar galaxy kepada kalian semua."


"Perang antar galaxy adalah perang yang di adakan setiap 10 ribu tahun sekali. Dalam perang antar galaxy 10 ribu planet berpatisipasi, dan setiap planet mengirim 10 peserta untuk bertarung." "Jadi ada 100 ribu peserta yang akan bertarung." kata pria berbadan kekar yang tidak lain Xiao Yan.


"Benar, 100 ribu peserta akan dikirim ke satu planet dan akan mulai bertarung." "Ting." "Oh, sepertinya sudah waktunya pertarungan dimulai. Aku harap kalian masuk dalam 100 besar dan ikut berpatisipasi dalam ronde ke 2." Kata Bell kemudian melihat Clue dan lainnya menghilang.


Saat ini Clue melihat dirinya berada di sebuah padang rumput. Clue memejamkan matanya dan memeriksa area sekelilingnya. "Aku hanya menemukan 2 mahluk hidup, dalam jarak 250 ribu meter dariku. Kekuatan mereka juga lebih lemah dariku." kata Clue.


"Keburuntungan mereka berdua sangat buruk karena berada di dekatku." Clue menyeringai kemudian berkata. "Clone." "Booom." Clue melihat tiruan dirinya muncul di sampingnya. "Pergilah ke utara dan bunuh dia." kata Clue. "Baik." Balas clone Clue lalu menghilang. Melihat clonenya menghilang, Clue terbang ke arah selatan dengan sangat cepat."


Beberapa menit kemudian Clue yang terbang di langit melihat peluru yang melesat ke arahnya. Clue menangkap peluru dengan tangannya dan melihat tangannya mengeluarkan sedikit darah. "Hehehe, menarik. Baru kali ini ada senjata yang bisa melukaiku." Clue tertawa kemudian menghilang.


10 ribu meter jauhnya dari Clue pria berbaju putih dengan memegang sniper berkata. "Dia pria yang kuat." Sniper di tangan pria kemudian berubah menjadi sebuah rocket launcher. "Pria mulai membidik kemudian menekan pelatuk." "Buzzz." Rocket melesat dengan cepat.


Clue tiba-tiba muncul di langit dan melihat sebuah rocket yang melesat ke arahnya. Clue muncul 100 meter dari pria dan melihat rocket berbalik dan melesat ke arahnya. "Menarik, rocket itu menargetkanku." Clue mengayunkan tangannya kemudian tombak angin muncul dan melesat ke arah rocket. "Booomm!!." Ledakan besar terjadi.


Clue melayang turun dari udara dan mendarat di depan pria. "Apa kalimat terakhirmu sebelum mati." kata Clue melihat pria. "Hehe, yang akan mati itu kamu bukan aku." kata pria menembakan senjata yang tiba-tiba muncul di tangannya.


"Buzzzz." "Booomm." Sebuah laser menghancurkan padang rumput. "Aku akan terluka jika terkena serangan itu." Kata Clue muncul di belakang pria. Pria berbalik kemudian mengayunkan pedang laser ke arah Clue.


Clue menghilang dan muncul 10 meter dari pria. Clue melihat bajunya robek akibat terkena tebasan pria. "Senjatamu sangat menarik, bisa berubah menjadi apa saja." kata Clue. "Sepertinya, aku meremehkanmu." Kata pria kemudian berkata. "Transform." Pedang laser berubah menjadi kotak hitam dan menempal didadanya.


Kotak hitam mulai berubah bentuk menjadi armor hitam dan melapisi tubuh pria. Clue yang melihat perubahan pria berkata. "Menarik. Seperti film yang pernah aku tonton." Kata Clue melihat armor hitam pria.


"Baiklah, sekarang kamu akan menyesal karena mencari masalah denganku." Kata pria kemudian muncul di depan Clue dan meninju perutnya. "Booom." Clue terlempar sejauh 100 meter dan melayang di udara.


"Hahaha, sungguh hebat. Kekuatanmu meningkat drastis. Kamu saat ini setara Peringkat kaisar level 3." Clue tertawa kemudian melesat ke arah pria. "Hahaha, sebutkan namamu." Teriak Clue lalu meninju pria. "Booomm." "Ledakan terjadi saat Clue dan pria beradu tinju.


"Namaku adalah Robert." Balas pria. "Hahaha, ingat Robert. Orang yang akan membunuhmu adalah Clue king gamer. Orang yang akan membunuh para dewa." Clue tertawa kemudian berkata. "Mati." "Ceeppp." Robert melihat kebelakang dan melihat sosok Clue lain menusuk jantungnya dengan pedang yang terbuat dari petir.


"Uuhh." Robert batuk darah dan menembakan laser dari tangannya ke arah Clue. "Booom." Clue menghilang dan melayang di atas langit. Sementara salah satu dirinya hancur menjadi serpihan tanah. "Aku terlalu membuang waktu denganmu." Clue menjentikan jarinya kemudian tanah runcing mulai menusuk armor Robert. "Cepp." "Cepp." "Cepp."


"Ada kata-kata terakhir." Kata Clue melihat Helm yang melindungi muka Robert tiba-tiba terbuka. "Kamu kuat, tapi kamu masih bukan tandingan temanku yang bernama Tian Long." Kata Robert lalu menghembuskan nafas terakhirnya.