
Clue muncul di neraka dan melihat pria berkulit putih dan berambut hitam panjang duduk di sebuah kursi sementara Ambar duduk di sampingnya.
"Nenek." Fernando melihat neneknya. "Fernando." Ambar berlari ke arah Fernando. Fernando dan neneknya berpelukan. "Status Graham Clue De Lopez." Kata Clue kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Graham Clue De Lopez
Usia : 130 Tahun
Level : 300 next level (0/300,000,000) exp
Ras : High Demon
Kekuatan : 300.000.000
Agility : 300.000.000
Vitalitas : 300.000.000
Stamina : 299.999.000/300.000.000
Ki/Mana : 299.999.500/300.000.000
Info : Varian diri anda di alam semesta 4
"Dia lebih kuat dariku." Gumam Clue melihat status pria berambut hitam panjang bernama Graham. "Terimakasih sudah menyelamatkan Ambar, Graham Clue De Lopez." Kata Clue melihat pria berambut hitam panjang yang memiliki dua tanduk di kepalanya.
"Sebaiknya kamu tidak mengajak diri kita di alam semesta lain yang belum mencapai tingkat god. Mereka hanya akan menjadi bebanmu." Pria bernama Graham melihat Fernando, Ray, dan Viona. Fernando, Ray dan Viona terdiam mendengar kata Graham. Apa yang dikatakan Graham adalah kebenaran. Mereka bertiga hanya menjadi beban Clue.
"Apa kamu membaca ingatan Ambar." Clue melihat pria bernama Graham. "Benar aku membaca ingatannya." Graham mengangguk. "Apa yang di katakannya benar Clue. Jika tidak ada aku dan dia. Mungkin hanya dirimu yang akan selamat. Fernando, Ray, dan Viona akan mati di neraka." Kata Raizel.
"Apa yang di katakan kalian berdua benar. Sepertinya aku harus mengantarkan kalian kembali ke alam semesta kalian." Clue melihat Fernando, Ray, Viona dan Ambar. "Clue bukankah kamu mengatakan bumi di alam semestaku sudah hancur." Kata Fernando.
"Aku merasakan bahwa bumi di alam semestamu telah di buat kembali." Balas Clue. Fernando dan Ambar terkejut mendengar kata Clue. "Ayo kita pergi." Kata Clue membuat portal hitam. Clue masuk ke dalam portal di ikuti Fernando, Ray, Viona dan Ambar. Raizel melihat Graham dan masuk ke dalam portal.
Clue, Fernando dan yang lain berada di sebuah kota. "Bumi di alam semestamu sama seperti bumi di alam semestaku." Raizel melihat Fernando. "Dini." Fernando melihat seorang perempuan berusia 15 tahun berambut hitam panjang.
"Din, pemuda itu memanggilmu. Apa kamu mengenalnya." Kata seorang pria di samping Dini. "Aku tidak mengenalnya kak. Ayo kita pulang, ibu dan ayah pasti menunggu kita." balas Dini melihat Clue, Fernando dan yang lain.
Fernando terkejut saat Dini mengatakan tidak mengenalnya. "Ingatannya tentang dirimu sudah terhapus. Dia tidak mengingatmu lagi." Clue melihat Fernando. "Itu lebih bagus jika dia tidak mengingatku." Fernando tersenyum.
"Mori Han aku akan membunuhmu." Ray marah dan melesat ke arah Mori Han. "Berhenti Ray." Clue muncul di langit dan memeluk Ray. "Lepaskan aku Clue, aku akan membunuhnya." Ray berteriak marah. "Dia bukan Mori Han dari alam semesta dirimu. Terlebih lagi dia high god. Kamu tidak akan bisa mengalahkannya." Kata Clue.
Mendengar kata Clue, Ray berhenti berteriak. "Bagaimana kalian bisa tahu namaku." Mori Han bingung. Mori Han tidak pernah ingat tentang Clue, Fernando, Ray, Viona dan Raizel. Clue menunjuk dahi Mori Han dan mentransfer ingatannya.
Mori Han menerima ingatan Clue dan terkejut bahwa bumi telah di hancurkan. "Sial, pantas saja aku merasa kehilangan sesuatu. Ternyata ingatanku di hapus." Kata Mori Han. "Aku tidak menyangka bumi di buat kembali dan semua manusia yang mati di hidupkan kembali." Kata Mori Han.
"Baiklah Fernando kita akan berpisah." Clue melihat Fernando dan Ambar. "Aahh, mengapa kamu ingin pergi begitu cepat." Ambar terkejut melihat Clue ingin pergi. Clue mengabaikan Ambar dan melihat Fernando. "Jika kita bertemu kembali, aku ingin melihat kamu sudah menikah dengan Dini dan memiliki seorang anak."
"Hahaha, jika kamu kembali terlalu lama. Mungkin aku dan Dini sudah memiliki cucu." Fernando tertawa. Clue tersenyum dan memeluk Fernando. "Jaga dirimu baik-baik Fernando." "Kamu juga Clue." Fernando tersenyum dan memeluk Clue.
"Aku pergi nek." Clue melihat Ambar. "Jika kamu sudah mengalahkan mereka. Temui kami Clue." Ambar menatap Clue dengan mata berkaca-kaca. "Tentu. Aku akan menemui Fernando dan nenek setelah mengalahkan mereka." Clue tersenyum dan memeluk Ambar. "Hiks hiks." Ambar menangis memeluk Clue.
"Mori Han, sebagai guardian planet ini. Aku titipkan Fernando dan Ambar kepadamu." Clue melihat Mori Han. "Kamu tidak perlu khawatir. Fernando dan Ambar adalah manusia terkuat di dunia ini. Tidak ada yang bisa mengalahkan mereka." Balas Mori Han.
Clue membuat portal dan masuk ke dalam portal. "Fernando jaga dirimu." Ray melihat Fernando. "Tentu Ray. Jika kita bertemu kembali, aku ingin melihat wujud manusiamu." Fernando tersenyum. "Jangan sampai calon istrimu tergila-gila setelah melihat wujud manusiaku." Ray tersenyum dan masuk ke dalam portal. "Anjing ini." Fernando tersenyum melihat Ray.
"Meski waktu yang kita habiskan bersama sebentar, aku senang mengenalmu dan Ambar." Viona tersenyum dan masuk ke dalam portal. "Aku juga senang mengenalmu Viona." Fernando tersenyum.
"Jika kita bertemu lagi aku harap kamu sudah menerobos alam dewa." Raizel melihat Fernando dan masuk ke dalam portal. "Aku tidak tahu butuh berapa lama untuk menerobos alam dewa." Balas Fernando.
"Wuuzz." Fernando melihat portal menghilang. "Energy di dunia ini sangatlah buruk bagi kultivator, setelah kalian berdua menerobos tingkat kaisar. Aku akan mengirim kalian ke alam dewa." Kata Mori Han melihat Fernando dan Ambar. "Baiklah." Fernando mengangguk.
Saat ini Clue berada di sebuah hutan. "Ray, jaga dirimu baik-baik. Jika kita bertemu kembali. Aku ingin mendengar kabar bahwa kamu berhasil mengalahkan Mori Han." Clue tersenyum dan memeluk Ray. "Hahaha tentu Clue, aku pasti akan mengalahkan Mori Han." Ray tertawa dan memeluk Clue dengan tubuh anjingnya. Clue tersenyum dan masuk ke dalam portal.
"Anjing jelek jaga dirimu baik-baik." Viona masuk ke dalam portal. "Kamu juga angsa jelek." Balas Ray. "Sampai jumpa anjing husky." Kata Raizel masuk ke dalam portal. "Sampai jumpa juga vampire." Balas Ray. Melihat Clue, Viona dan Raizel masuk ke dalam portal Ray menghela nafas. "Akhirnya aku sendiri lagi."
Saat ini Clue, Viona dan Raizel berada di tepi danau. "Jaga dirimu baik-baik Viona." Clue mengelus kepala Viona. "Kamu juga Clue, aku harap kamu bisa membalaskan dendammu. Dan berhenti mengelus kepalaku." Balas Viona.
"Aku juga berharap kamu berhasil membalaskan dendammu." Clue tersenyum dan masuk ke dalam portal. "Sayang sekali aku tidak bisa menghisap darahmu." Raizel melihat Viona dan masuk ke dalam portal. "Vampire sialan ini." Viona mengutuk melihat Raizel.
"Oohh, bukankah ini alam semestaku." Raizel melihat dirinya di sebuah kota. "Kita juga harus berpisah Raizel." Clue melihat Raizel. "Baiklah jika itu kemauanmu Clue." balas Raizel. "Ambil ini." Clue memberikan 10 pil soul tingkat tinggi kepada Raizel.
"Itu sebagai tanda terimakasih karena sudah menyelamatkan Fernando, Ray dan Viona." Kata Clue mengulurkan tangannya. "Jika mereka bukan diriku dari alam semesta lain. Aku tidak akan menyelamatkan mereka." Balas Raizel menjabat tangan Clue. "Sampai juga Raizel." Kata Clue masuk ke dalam portal.
Saat ini Clue berada di neraka dan melihat Graham. "Ambil ini. 10 pil itu sebagai hadiah karena kamu menyelamatkan Ambar." Clue melemparkan 10 pil soul tingkat tinggi kepada Graham. "Ternyata kamu tahu cara berterimakasih dengan benar." Graham tersenyum menunjukan gigi runcingnya.