
Clue menghela nafas kemudian menyentuh wanita dan menghilang." Wanita terkejut dirinya tiba-tiba berada di tengah desa. Tatapan wanita kemudian terfokus kepada pria yang tergeletak di tanah. Wanita melepas Ning er kemudian berjalan ke arah pria. Ning er melihat bibinya kemudian menyusulnya.
"Sayang." Wanita melihat wajah mayat pria kemudian mulai menangis. "Huaaa, paman. Mengapa paman meninggalkan Ning er." Ning er menangis melihat mayat pamannya. "Dewa kucing apa kamu tidak bisa menghidupkan paman seperti menghidupkan bibi." Ning er melihat Clue. "Aku tidak mempunyai ramuan yang bisa menghidupkan orang mati." balas Clue berbohong. "Huaaa." Ning er menangis. Clue menghela nafas kemudian menghilang.
2 jam kemudian Clue melihat wanita dan Ning er berjalan ke arahnya. "Terimakasih sudah menyelamatkanku." Wanita membungkuk kepada Clue. "Seharusnya kamu berterima kasih padanya, aku menyelamatkanmu karena permintaannya." Balas Clue melihat Ning er.
"Dewa kucing, karena kamu sudah menyelamatkan bibiku. Maka aku akan memberikanmu ikan." Kata Ning er. "Ning er. jaga bicaramu." Wanita memerahi Ning er. "Hahaha, jangan marah padanya. Ning er, hanyalah anak kecil. Memberiku ikan juga tidak buruk. Aktifkan mode demi human." Tubuh Clue kemudian mulai berubah menjadi manusia kucing.
"Ahhh." Ning er dan wanita terkejut melihat perubahan Clue. "Baiklah, karena kamu ingin memberiku ikan. Berikanlah aku ikan yang sudah matang." Clue tersenyum. "Baik dewa kucing, aku akan membuatkanmu ikan." Wanita tersipu melihat Clue kemudian mulai pergi. "Waahh, aku tidak menyangka dewa kucing bisa berubah menjadi manusia." Ning er kagum.
"Bantu bibimu membuat ikan." "Nonaktifkan mode demi human" Kata Clue berubah kembali menjadi kucing dan melompat ke sebuah pohon. "Ahh, baik. Dewa kucing." Ning er kemudian berlari dan menyusul bibinya. "Wanita sangatlah aneh, 2 jam lalu dia menangis sedih karena kehilangan anak dan suaminya. Namun setelah melihat wajahku dia begitu tergila-gila." Clue menghela nafas.
30 menit kemudian Clue melihat wanita menghampirinya. "Dewa kucing, ikan yang anda minta sudah selesai." Kata wanita melihat Clue. "Oh, kalau begitu. Ayo kita makan bersama. Berubah menjadi manusia kucing." Clue kemudian berubah menjadi manusia kucing. "Baik." Wanita tersipu saat melihat wajah Clue. Melihat wanita tersipu padanya Clue bergumam. "Dia pasti terpikat oleh aura tingkat rajaku."
Tidak lama kemudian Clue masuk ke dalam rumah. "Dewa kucing, ikan yang kamu mau sudah matang." Kata Ning er membawa ikan ke meja makan. "Baiklah, kalau begitu ayo kita makan bersama." "Baik." Balas Ning er dan wanita bersama.
Clue, Ning er dan wanita kemudian mulai makan. "Benar, aku belum tau namamu." Tanya Clue kapada wanita. "Namaku Jennie dewa kucing." balas wanita. "Nama yang cantik, secantik orangnya." Balas Clue. "Terimakasih dewa kucing." Jennie tersipu malu.
"Makanlah dengan santai, tidak ada yang mau mengambil makananmu." Clue mengusap sisa makan di bibir Jennie kemudian mengemutnya.. "Ah, iya dewa kucing." Jennie menundukan wajahnya. "Bibi, ada apa denganmu." Ning er bingung melihat bibinya melihat ke bawa meja. "Bibi tidak apa-apa Ning er." balas Jennie.
10 menit kemudian Clue, Ning er dan Jennie selesai makan. "Baiklah, ayo kita pergi." kata Clue kemudian berubah menjadi kucing. "Kita mau pergi kemana dewa kucing." balas Ning er. "Ke kota." balas Clue kemudian melempar Ning er ke pangkuan Jennie. "Ahhh." Ning er berteriak. Clue melompat ke atas kepala Ning er dan bergumam. "Teleport menuju kota." Clue, Jennie dan Ning er kemudian menghilang.
1 Menit kemudian Clue berada di tengah kota. "Tidak kusangka perjalanan ke kota yang membutuhkan waktu 6 jam bisa sampai dalam hitungan detik." Jennie terkejut. "Baiklah, ayo kita cari penginapan." Kata Clue mulai berjalan. "Baik dewa kucing." balas Jennie dan Ning er.
Tidak lama kemudian Clue masuk ke dalam penginapan. "Apa kamu mempunyai uang." tanya Clue kepada Jennie. "Aku memiliki uang dewa kucing." Jennie mengangguk. "Baiklah, pesan 2 kamar. Untukmu dan Ning er." balas Clue. "Baik dewa kucing." Jennie mengangguk.
Jennie kemudian memesan 2 kamar. Setelah membayar biaya menginap, pelayan kemudian mengantarkan Jennie dan Ning er ke kamarnya. "Bibi, mengapa aku tidur sendiri." tanya Ning er. "Ning er, kamu sudah berumur 10 tahun. kamu harus terbiasa tidur sendiri." balas Jennie. "Ah, baik bibi." Ning er mengangguk. Ning er kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Clue melepas celanannya kemudian berkata. "Makan milikku." "Begitu besar. Ah, baik." Jennie tersipu kemudian mulai menjilati milik Clue. "Tidak buruk." Clue kemudian mendorong kepala Jennie. "Uugghh." "Ugghh." "Uughhh."
"Lebih dalam." Clue mendorong kepala Jennie. "Uhuukk." "Uhhukk." Jennie batuk saat Clue melepas kepalanya. Clue melepas celana Jennie dan berkata. "Kamu sungguh mesum. Kamu tidak menggunakan panties. Terlebih lagi bulumu lebat seperti hutan." Jennie tersipu malu saat mendengar kata Clue.
Clue kemudian melepas pakaian Jennie. "Dadamu cukup besar." Kata Clue kemudian menjilati dada Jennie. "Eemmm." Jennie mengerang. Clue berhenti menjilati dada Jennie dan berkata. "Baiklah, saatnya merasakan hidangan utamanya." Clue mulai menusuk pussy Jennie. "Ahhhh." Jennie mendesah dan memeluk Clue.
2 Jam kemudian Clue sedang duduk dan meminum segelas air. "Aku tidak menyangka 2 jam lalu kamu akan menangis sedih setelah kehilangan suami dan anakmu. Namun sekarang kamu seperti lacur yang haus akan hubungan badan."
"Setelah melihat wajahmu, kesedihanku menghilang dewa kucing. Dan setelah menyatu denganmu, aku merasa sangat bahagia." Jennie memeluk Clue dari belakang. "Baiklah, kalau begitu ayo kita mulai ronde ke 2." Clue mendorong Jennie dan mencium bibirnya. "Emmm." Jennie memeluk Clue.
Keesokan harinya Clue, Jennie dan Ning er berada di sebuah restoran. "Benar, apa syarat bagi Ning er untuk masuk ke dalam akademi Jennie." Kata Clue mengigit ikan. "Aku dengar syarat masuk ke dalam akademi adalah memiliki grimoire tingkat perak dan memiliki kontrak dengan hewan berusia minimal 600 tahun."
"Oohh, grimoire tingkat apa yang kamu miliki Jennie." Tanya Clue melihat Jennie. "Aku hanya memiliki grimoire tingkat perunggu dewa kucing." Jennie tersipu malu. "Lalu berapa umur maksimal hewan yang bisa kamu kontrak." Balas Clue. "Hewan dengan maksimal umur 100 tahun dewa kucing." jawab Jennie.
"Ohh, benar aku memiliki nama, jadi jangan panggil aku dewa kucing." balas Clue. "Lalu siapa namamu dewa kucing." tanya Jennie. "Kamu bisa memanggilku Clue." Balas Clue. "Clue." Jennie menyebutkan nama Clue dengan tersipu.
"Setelah selesai makan, aku akan membantu kalian berdua mendapatkan hewan kontrak." Kata Clue mengigit ikan. "Baik dewa Clue." balas Ning er dan Jennie bersamaan. "Cukup panggil Clue, tidak perlu tambahan dewa." Kata Clue. "Oke Clue." Ning er mengangguk. "Baik Clue." Jennie tersenyum melihat Clue.
30 menit kemudian Clue, Jennie dan Ning er berada di sebuah hutan. "Hewan apa yang ingin kamu konrak Ning er." tanya Clue. "Aku ingin kontrak dengan kelinci Clue." balas Ning er penuh semangat. "Kalau kamu Jennie." Clue melihat Jennie. "Aku ingin kontrak dengan kupu-kupu Clue." "Baiklah, kita akan mencari kelinci dan kupu-kupu." Balas Clue. "Baik." Jawab Ning er dan Jennie bersamaan.
Beberapa menit kemudian Clue melihat kupu-kupu hitam sebesar 1 meter. "Apa kamu suka dengan kupu-kupu itu. Usia kupu-kupu itu juga mendekati seratus tahun." kata Clue melihat Jennie. "Aku suka Clue." Jennie mengangguk.
Clue melihat kupu-kupu kemudian berkata. "Kurung." Tiba-tiba kupu-kupu hitam berada di dalam gelembung air. Gelembung air kemudian mulai mendekat kea rah Clue. "Baiklah, lakukan kontrak dengannya." Clue melihat Jennie. "Baik." Jennie mengangguk kemudian buku perunggu muncul di depannya.