
Beberapa menit kemudian Clue memakai pakaian pemuda. Clue juga tidak lupa mengikat tangan pemuda, dan menutup mulutnya. "Aku harus bergerak dengan cepat." Clue mulai memakai topeng yang diberikan oleh Fitria. Wajah Clue pun berubah. Clue mulai berjalan ke arah gerbang sekte angin puyuh.
Saat mendekati penjaga Clue menunjukan token bewarna perak pada penjaga. Penjaga mengangguk dan memperbolehkan Clue masuk. Setelah Clue masuk ke dalam dia bingung untuk menemukan di mana Aren berada. "Hello bro, apa kamu tahu dimana tuan Aren berada." Tanya Clue kepada seorang pemuda.
"Oh, bukankah tuan Aren tinggal di area pusat." Kata pemuda menatap Clue dengan aneh. "hehe, baru seminggu aku bergabung jadi aku tidak tahu dimana dia tinggal." Balas Clue. "Oh, jadi begitu. Pergi saja ke area dalam, kamar tuan Aren di nomor 20." Kata pemuda. "terimakasih bro." Clue pergi meninggalkan pemuda. "Aneh, apa penerimaan murid baru seminggu yang lalu. Perasaan sudah 6 bulan yang lalu." Kata pemuda bingung.
Saat memasuki area pusat Clue diberhentikan oleh 2 penjaga. "Aku ingin menemui tuan Aren, ini sangat penting tolong antarkan aku ke kamarnya." Kata Clue. Dia tahu bahwa peraturan di sekte dan akademi melarang murid luar atau dalam untuk pergi ke area pusat kecuali ada sesuatu dan mereka mempunyai status yang khusus seperti Variz, Angel dan Cindy dulu.
"Ayo aku akan mengantarkanmu." Kata salah satu penjaga. Clue mengangguk dan mengikuti penjaga. Tidak lama kemudian Clue sampai di depan sebuah kamar. "Biasanya para elder dalam selalu sibuk atau keluar. Berharap saja tuan Aren ada." Kata penjaga. Clue mengangguk. "Tuan Aren, apakah kamu ada. Ada seorang murid dalam yang mencarimu." Kata penjaga. "biarkan dia masuk." Kata sebuah suara. Saat mendengar suara Clue menyeringai dia hafal dengan suara ini. "Baiklah, aku pergi dulu." Kata penjaga.
Clue masuk ke dalam kamar dan melihat wajah yang tidak asing lagi, dia mengingat orang ini adalah yang mengejarnya dan menyebabkan ketiga kekasihnya mati. "Nak, aku tidak tahu kamu. Apa apa sesuatu yang kamu katakan." Kata Aren. "Hahaha. Aren sudah lama tidak bertemu." Clue melepas topengnya dan tertawa. "Kamu, ini kamu." Aren terkejut dengan pemuda di depannya.
"Benar, ini aku Clue yang kamu buru 1 setengah tahun lalu." Clue menyeringai. "Karena kamu sudah disini, kamu bisa mati.!!" Aren melesat ke arah Clue. Clue mencibir lalu menusuk dantian Aren. "puchi." "Bagaimana mungkin" Aren terkejut melihat pemuda di depannya dengan mudah menusuk dadanya. "Hehe, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini." kata Clue. Aren meludahkan darah dan pingsan.
Sementara itu di luar sekte pemuda yang pakaiannya di curi oleh Clue sudah tersadar dan berbicara dengan kedua penjaga. "Apa.!! Pakaianmu di curi." Kata kedua penjaga. "Benar, pakaianku di curi oleh seorang pemuda" balas pemuda. "Eh, bukankah itu kamu Pono, apa pakaianmu di curi." Kata pemuda yang di tanya oleh Clue.
"Aku tahu siapa yang mencuri pakaianmu." Kata pemuda. "Siapa dia." Kata Pemuda yang pakaiannya di curi bertanya. "Aku bertemu dengan seorang pemuda yang mengaku baru saja bergabung dengan sekte seminggu lalu, dan bertanya dimana tuan Aren berada. Aku curiga bahwa mungkin saja dia" Balas pemuda. "Itu mungkin saja dia. Ayo cari elder dan pergi menemukan penyusup itu." kata pemuda yang pakaiannya di curi.
Setelah Clue memberikan pil pemulihan level 2 pada Aren. Aren tersadar dan luka di dantiannya 50% sembuh. "Kamu tidak akan bisa pergi dengan mudah." Kata Aren berteriak marah pada Clue. Saat ini dia sudah cacat dan telah jatuh ke peringkat D level 1 "Hehe, jika aku bisa masuk dengan mudah aku juga bisa keluar dengan mudah." Clue menyeringai.
Tiba-tiba Clue melihat notifikasi yang muncul di depannya (Musuh datang dari jarak 400 meter. Jumlah musuh 4 orang. Level musuh antara lain 210, 215, 410, 420) "Cepat sekali aku ditemukan." Clue terkejut. Clue kemudian menebas ***** Aren. "argh." Aren meraung kesakitan. Clue dengan cepat menebas kepala Aren. Kepala Aren menggelinding di lantai. (exp + 1 level up selanjutnya butuh 42637 exp) (Anda mendapatkan 1 coin)
Clue mengabaikan notifikasi lalu keluar dari kamar. Clue mulai berjalan perlahan. "Hei kamu berhenti." Kata kedua penjaga. "Aku tidak pernah melihatmu masuk di area pusat siapa kamu." Tanya kedua penjaga. "Sialan, aku lupa memakai topeng." Kata Clue. Clue mulai melesat menghindari kedua penjaga. "Cepat kejar dia." Kedua penjaga mengejar Clue. tapi kedua penjaga hanya mencapai peringkat C level 10 dan jaraknya sudah jauh dengan Clue.
"Eh, kedua penjaga area pusat mengejarnya apakah itu penyusup yang kalian maksud." Kata orang tua bertanya kepada pemuda yang pakaian di curi oleh Clue. "Sepertinya bukan dirinya, tapi mungkin saja dia mempunyai topeng yang biasa dimiliki oleh pegawai toko pelangi." Kata pemuda. Kedua pria tua mengangguk
"Nak, karena kamu menyusup di sekte angin puyuh kamu tidak akan pernah bisa pergi." Pria tua berteriak dan melesat ke arah Clue. Clue mencibir melihat 2 pria tua melesat ke arahnya. Clue mengambil pedang di cincin penyimpanan dan mulai mengayunkan pedangnya ke arah 2 pria tua.
Setelah memotong salah satu lengan kedua pria tua. Clue dengan sangat cepat berlari dan meninggalkan area dalam. "Elder Jo, Elder Li. Kalian baik-baik saja." Kedua pemuda mulai sadar dari linglung dan berteriak. "Sialan, cepat panggil patriack atau wakil patriack. Pemuda itu setidaknya berada di peringkat B level 6 atau 7." Kata salah satu pria tua yang lengannya terpotong.
"Apaa.!! Peringkat B level 6 dan dia juga begitu muda, jangan bilang dia adalah mosnter tua yang tahu bagaimana meremajakan tubuhnya." Kata salah satu pemuda. "Elder Li, elder Jo, tangan kalian." Kedua penjaga area pusat datang dan terkejut melihat kedua lengan pria tua yang terpotong. "Hei kalian berdua mengapa masih diam, cepat pergi menemui patriack atau wakil patriack dan kalian kedua penjaga pergilah ke kamar Aren." Kata salah satu pria tua. Kedua pemuda dan kedua penjaga mengangguk lalu berlari menuju area pusat.
Sementara Clue sudah berada di area luar. "Itu gerbang keluarnya." Clue menyeringai dan berlari ke arah gerbang. Beberapa detik kemudian Clue meninggalkan sekte angin puyuh dengan lancar. Tanpa menunda waktu Clue berlari dan mulai bersiul. Clue melihat seekor burung kecil yang terbang sangat cepat menuju arahnya. Burung itu tidak lain adalah Pipit.
Saat melihat Pipit, Clue segera memerintahkan Pipit untuk menjadi besar. Clue naik di atas Pipit dan berteriak "Cepat meninggalkan kerjaan golden swing." Pipit terbang dan melesat ke arah barat.
Sementara itu di sebuah ruangan sekte angin puyuh. "Apa, seseorang berani menyusup ke sekte dan memotong lengan Li dan Jo." Teriak pria tua marah. "Benar patriack." Balas kedua pemuda ketakutan yang tidak lain adalah pemuda yang pakiannya di curi oleh Clue dan yang di tanya oleh dia. "Patriack." "Patriack."
Pria tua yang disebut patriack melihat seorang penjaga area pusat ketakutan saat masuk keruangannya. "bukankah kamu seharusnya menjaga pintu masuk area pusat." Tanya pria tua. "Maaf patriack, alasan saya kesini untuk memberi tahu bahwa elder Aren telah mati dengan mengenaskan." Kata penjaga dengan ketakutan. "Apa.!! Aren mati." Patriack terkejut. "patriack jika tebakan saya benar pemuda itu pasti yang membunuh elder Aren." Kata penjaga. "dia sebelumnya pergi ke kamar elder Aren." Penjaga menambahkan.
"Baik-baik, ada seseorang yang berani menyinggung sekte angin puyuh. Kamu aku perintahkan untuk memanggil semua elder yang kekuatannya mencapai peringkat B level 6 dan di atasnya dalam 5 menit." Kata pria tua. "baik patriack." Penjaga cepat keluar ruangan.
"Kalian berdua seperti apa karateristik pemuda yang membunuh Aren dan memotong lengan Li dan Jo" kata patriack. "pemuda itu sekitar 24 tahun, memiliki kulit putih, wajah tampan, rambut panjang sebahu dan tingginya sekitar 180 cm." Kata salah satu pemuda. "baiklah, gambarkan wajah pemuda itu." "baik patriack." Kata salah satu pemuda lalu mengambil sebuah kertas dan kuas dari cincin penyimpanan dan mulai menggambar.
Sementara itu Clue sedang duduk di atas Pipit. Clue menatap langit dan berkata. "Angel, Bunga, Cindy dan kalian semua yang telah mati. Aku telah membalaskan dendam kalian." Clue menghela nafas. "Saat ini musuhku hanyalah pasangan tua yang telah memotong lenganku lebih 2 tahun lalu." Clue menggertakan gigi saat mengingat kenangan dia terhina dan lengannya terpotong. "Tunggulah kalian berdua, cepat atau lambat kalian akan mati." Kata Clue menatap tajam ke barat.
Di sebuah aula ada lebih dari 30 pria tua sedang duduk dan mereka semua bertanya-tanya mengapa mereka dikumpulkan. "Aku memanggil kalian disini untuk mencari seseorang." Kata pria tua yang duduk di sudut aula. Pria tua itu tidak lain adalah patriack sekte angin puyuh. "Siapa yang ingin anda cari patriack." Tanya salah satu pria tua.
"Dia yang harus anda cari. Pemuda ini sekitar 24 tahun, memiliki kulit putih dan tinggi setidaknya 180 cm." Kata patriack menunjukan lukisan wajah Clue. Jika Clue melihat lukisan itu dia pasti sangat terkejut. Lukisan itu 90 persen mirip dengan wajahnya. Para pria tua melihat lukisan dan mulai mengingat wajah pemuda. "Jangan meremehkan pemuda ini, dia membunuh Aren dan dengan mudah memotong lengan Elder Li dan Jo." Kata patriack. "Apa.!! Aren mati, Li serta Jo kehilangan lengan mereka." Semua orang di ruangan terkejut mendengar kata patriack.
"Jika pemuda itu memiliki kekuatan peringkat B level 6 di usia 25 tahun, apakah dia dari kerajaan besar, jika kita menyinggung sebuah sekte, akademi atau keluarga kuat di kerajaan besar bukankah itu hal buruk bagi sekte angin puyuh kita patriack." Kata salah satu pria tua. Patriack menggeleng dan menjawab "Setahuku di kerajaan besar tidak ada jenius seperti dia, mungkin jenius seperti dia berasal dari dinasti Azura.".
"Hiss." Saat mendengar dinasti Azura semua orang yang berkumpul di ruangan meneguk air liur. Mereka tahu Dinasti azura adalah penguasa benua yang mereka tempati, dan 3 kerajaan besar tunduk di bawah di Dinasti Azura. "Tapi tenanglah, jika dia berasal dari dinasi Azura dia tidak akan repot-repot untuk menyusup dan membunuh Aren. Dia hanya perlu menunjukan status dirinya dari dinasti azura pada kami untuk membunuh Aren, jadi menurut pendapatku dia adalah pria tua yang memiliki suatu cara untuk menjadi muda kembali." kata patriack.