
"Mencapai level 440 di umur 390 tahun, terlebih lagi stamina dan mana lebih tinggi 10 poin dari level. Jika itu 1 tahun yang lalu aku akan takut, tapi sekarang tidak." Clue menyeringai. Level Clue mencapai 460, terlebih lagi semua statunya mencapai 524, lebih tinggi 64 poin dari levelnya. Hanya menggunakan peralatan level 3 Clue bisa dengan mudah membunuh Roney.
"Aku kagum dengan manusia di planet ini, jika mereka tidak membuat peralatan yang meningkatkan kemampuan. Manusia di planet ini mungkin sudah musnah dengan para monster yang kekuatan aslinya melebihi levelnya." Kata Clue. Setiap dia melihat status para monster semua statunya lebih tinggi dari levelnya. Contoh si putih, si hitam dan pipit levelnya hanya 440 tapi semua statunya mencapai 470. Sebanding dengan peringkat B level 6.
"Ayah bunuh dia, dia yang telah membuat aku kehilangan lengan" Pemuda berteriak marah menunjuk Clue. "Tenang nak, sebentar lagi dia akan mati" walikota tersenyum. "Kedua perempuan itu jangan membunuhnya yah. Aku ingin bermain-main dengan mereka." Pemuda menatap mesum kepada Felicia dan Fitria. "********." Felicia dan Fitria marah mendengar pemuda.
"Sayang sekali, sebentar lagi ayah dan anak akan mati." Kata Clue mengejek. "hmm, jangan sombong nak, meski kekuatanmu mencapai peringkat B level 5 di usia yang sangat muda dan mempunyai 3 monster peringkat B level 5 itu masih belum cukup untuk mengalahkanku." Kata walikota mendengus setelah mengetahui kekuatan Clue. Tapi ada sedikit ketidak percayaan diri dengan kata-katanya, dia hanya bersama 20 ahli peringkat C level 5, 5 ahli peringkat C level 10, dan 5 ahli peringkat B level 1 dan 2 ." "Apa.!! Peringkat B level 5." Para ahli dan penduduk yang mendengar kata walikota terkejut tidak percaya.
"Baiklah, bagi kalian para ahli yang menonton jika kalian bisa meminjamkan kekuatan untuk membantuku mengalahkan pemuda aku akan senang dan memberikan kalian beberapa hadiah, terlebih lagi kalian bisa memiliki hewan peliharannya jika mampu mengalahkannya." Kata walikota. Beberapa ahli ragu mendengar kata walikota, tapi tetap ada yang berjalan dan berdiri di samping walikota.
Walikota melihat sepuluh orang yang datang untuk membantu dan tidak bisa tersenyum 7 orang adalah peringkat B level 5 dan 3 orang lainnya peringkat B level 4. Ekspresi Clue dan Felicia tidak berubah dari awal dan tetap tenang melihat beberapa ahli yang membantu walikota. Sementara ekspresi Fitria gugup.
Melihat eksprei Fitria gugup Felicia menghibur. "Tenanglah, di pegunungan zona menengah dia telah bertarung melawan puluhan monster peringkat B level 5 sekaligus. Jika hanya beberapa ahli peringkat B level 5 dia bisa mengalahkannya dengan mudah." Kata Felicia percaya diri. Mendengar kata Felicia Fitria mulai tenang.
Meski suara Felicia tidak keras, beberapa ahli yang datang untuk membantu walikota mulai gugup, jika pemuda bisa mengalahkan puluhan monster peringkat B level 5. Maka pemuda di depan mereka dapat mengalahkan mereka. "Jangan gugup, musuh hanya 4 orang. Dia hanya mengalahkan monster peringkat B level 5 bukan manusia peringkat B level 5." Kata walikota. Meski berkata begitu walikota sedikit gugup, dia melihat ekspresi tenang Clue dari awal sampai sekarang.
Di sebuah rumah ada seorang pria tua yang sedang meminum teh, dia tidak lain adalah Fernando. Ada seorang pria yang berjalan kepada pria tua dan berkata. "apakah tuan Fernando, tidak ingin melihat tuan walikota yang akan bertarung dengan seorang pemuda" "Oh, tuan walikota akan bertarung dengan seorang pemuda. Aku akan melihatnya." Kata Fernando menaruh cangkir gelas dan terbang.
"Hehe, akhirnya dia datang juga, jadi aku tidak perlu repot-repot untuk mencarinya." Clue merasakan kehadiran Fernando yang semakin mendekat ke arahnya. Fernando melihat Clue dari jarak 100 meter dan terkejut. "Bukankah itu pemuda yang membunuh anakku. Karena dia sudah disini aku tidak perlu lagi mencari." Fernando mendarat di samping tuan walikota.
"Oh, tuan Fernando terimakasih sudah mau membantu untuk melawan bocah ini." kata walikota tersenyum melihat Fernando datag membantunya. Meski dia tahu Fernando hanya peringkat B level 3. Fernando juga seorang black smith level 3. "aku juga mempunyai dendam kepada pemuda ini tuan Roney." Kata Fernando.
"Oh, jadi begitu. Mari kita membunuhnya bersama-sama." Kata walikota. "Tuan Roney aku tidak bisa merasakan kekuatan dia, seperti apa level kekuatannya." Kata Fernando. "Peringkat B level 5, terlebih lagi dia mempunyai 3 monster peringkat B level 5 di sampingnya." "Hiss, tidak kusangka kenaikan levelnya sangat cepat." Kata Ferguson meneguk air liur.
"Hoam, apa masih lama, jika kamu masih belum percaya diri untuk mengalahkanku. Kumpulkan lebih banyak ahli." Kata Clue mengejek. "Sombong." Kata Ahli yang mendengar Clue. "Hmm, tuan-tuan, jika kalian bisa memimjamkan kekuatan untuk membunuh pemuda ini. Aku akan membuatkan kalian beberapa senjata level 3 secara gratis." Kata Fernando. Mendengar kata Fernando para ahli yang awalnya ragu-ragu semangat dan mulai berdiri di sisi walikota.
Walikota tersenyum melihat setidaknya 20 ahli datang membantu kekuatan mereka antara lain peringkat B level 4 dan 5. Melihat banyak ahli yang membantu walikota dan Fernando Fitria semakin gugup. "Pipit, lindungilah Felicia dan Fitria. Si putih dan hitam kalian akan mengurus ahli di bawah peringkat B level 5." "baik tuan." Pipit, si putih dan hitam mulai membesar.
"Serang." Kata seseorang berteriak, Clue mulai melesat ke arah ahli terdekat. Si putih dan sihitam juga mulai melesat ke arah ahli. Sementara pipit terbang menjauh membawa Felicia dan Fitria yang naik di atasnya." Argh. Argh." Teriakan mulai terdengar. Hanya beberapa detik Clue sudah membunuh 5 ahli peringkat B level 5." "kuat." Kata beberapa ahli, yang melihat Clue dengan santai membunuh peringkat B level 5.
Tanpa mengaktifkan skill apapun Clue dengan mudah mengalahkan musuhnya. Ada perbedan 100 poin level di kekuatan, agility dan vitalitas Clue dengan musuhnya. Hal itu yang membuat Clue mengalahkan musuh dengan mudah.
"Semuanya gunakan keterampilan kalian." Teriak walikota, dia tahu bahwa tanpa menggunakan keterampilan mustahil untuk mengalahkan pemuda. Setelah melihat pemuda membunuh 5 ahli peringkat B level 5 dengan sangat cepat.
Clue menghindar ke samping dan melihat beberapa detik kemudian seorang ahli yang hendak menikam jantungnya. Melihat serangannya gagal ahli tersebut mundur dengan sangat cepat. Detik berikutnya Clue melihat beberapa ahli menuju arahnya.
"Heh, kalian pikir apa hanya kalian yang mempunyai skill untuk meningkatkan kekuatan, agility dan vitalitas" Clue mencibir. "Aktifkan skill mode angin level 2." Beberapa detik kemudian tubuh Clue mulai diselimuti angin. "Kalian semua akan mati dalam 5 menit." Kata Clue serius.
Clue dengan cepat melesat ke arah musuh "argh, argh, argh." Setiap Clue melesat ke arah ahli, pasti ada teriakan terdengar. "Sialan, bagaimana mungkin peringkat B level 5 begitu kuat." Kata Fernando mengerutkan dahinya melihat Clue dengan mudah membunuh ahi peringkat B level 5.
1 menit kemudian Clue berhenti membunuh dan melihat ke arah Fernando dan walikota. "Haha, setengah dari ahli peringkat b level 5 telah mati, sebentar lagi akan menjadi giliran kalian." Clue tertawa. "Hiss." Walikota dan Fernando meneguk air liur. Para ahli yang masih belum terbunuh menatap pemuda dengan ketakutan, dan tiba-tiba ada yang berteriak. "Lari." Para Ahli yang masih selamat mulai lari dengan arah berbeda.
Melihat para ahli yang lari Clue mencibir. "Heh, terlambat untuk melarikan diri." Kata Clue mulai mengejar para ahli yang melarikan diri. "argh, argh." Fernando, walikota dan anaknya mulai saling pandang dan melarikan diri. Clue berhenti mengejar beberapa ahli dan berteriak. Si putih, kamu mengejar Fernando, si hitam kamu kejar anak walikota." "Baik tuan." si hitam dan si putih mulai melesat dan mengejar Fernando dan anak walikota. Sementara Clue mengejar walikota.
Hanya butuh 1 menit Clue sudah menyusul walikota. Walikota berhenti dan menatap Clue. "Bisakah kamu memaafkanku, kita tidak mempunyai dendam." Kata walikota. "Haha, jika kekuatanku lemah, apa mungkin kamu memaafkanku setelah memotong lengan anakmu. Tidak mungkin kan. Karena kamu berniat membunuhku, kamu sudah ditakdirkan mati." Kata Clue mengejek.
"Baiklah, karna sudah begini buat apa melarikan diri." Walikota mulai mengaktifkan keterampilan dan badannya di selimuti api, lalu melemparkan bola api raksasa ke arah Clue. "Bola api." Teriak walikota. Clue mencibir menghindari bola api dengan mudah dan melesat ke arah walikota. "puchi." Clue menusuk jantung walikota. Walikota menyemburkan darah dan jatuh dari udara.
(exp + 440 level up selanjutnya butuh 43000 exp) (Anda mendapatkan 440 coin) (level up anda mendapatkan 5 poin) "hehe. tidak sia-sia aku membunuh lebih dari 20 ahli peringkat B level 5. Imbalannya aku naik 1 level." Kata Clue.
Clue mendarat dan mengambil cincin penyimpaan dari tangan walikota. Beberapa detik kemudian sihitam dan si putih kembali kesisi Clue, dengan membawa Fernando dan anak walikota. Clue melihat Fernando dan anak walikota yang sudah tidak sadarkan diri.
Tidak lama kemudian pipit mendarat di samping Clue. "Sayangku begitu kuat." Kata Fitria kagum. "Heh, mereka semua bukan tandingan sayangku." Felicia berkata. Clue tidak mendengarkan kata kedua perempuan lalu menusuk dantian anak walikota "Cepp." Anak walikota yang tidak sadarkan diri meludahkan darah.
Clue mengambil pil pemulihan level 1 dari cincin penyimpanan dan memberikan ke mulut anak waikota. Meski anak walikota tetap tidak sadarkan diri pendarahan sudah berhenti, meski luka di dantiannya belum sembuh 100%.
"Sayang kenapa kamu tidak membunuhnya." Kata Felicia heran. "Hehe, kadang cacat lebih buruk dari pada kematian." Kata Clue. Felicia dan Fitria mengangguk, anak walikota sudah kehilangan 1 lengannya dan dantiannya lumpuh, sekarang dia hanya manusia biasa dengan 1 lengan.
Felicia berjalan di sisi Clue dan menghunuskan pedangnya di bawah perut anak walikota "crash." Badan anak walikota bergetar beberapa detik setelah Felicia memotong barang pribadinya. "hiss." Clue di samping Felicia meneguk air liur. Sementara Fitria terkejut melihat tindakan Felicia. "Hehe, itu adalah imbalan karna ingin bermain-main denganku." Kata Felicia.
"Sejak kapan kamu menjadi kejam." Kata Clue. Felicia berjalan disisi Clue dan memeluk lengannya. "sejak berada disisi sayangku." Felicia tersenyum. Clue tersenyum kecut dan mengelus rambut Felicia. "Fitria apa kamu tidak ingin memotong anggota badannya yang lain." Tanya Felicia. "tidak, dia menjadi cacat dan kehilangan barang pribadinya itu adalah sebuah hukuman yang pantas." Kata Fitria. Clue mengangguk lalu berjalan ke arah anak walikota dan memberikan pil pemulihan level 1.
Pendarahan di barang pribadi anak walikota sudah berhenti dan luka di dantiannya sudah sembuh. Tapi anak walikota tetap cacat dan kultivasi peringkat C level 3 sudah hilang, menjadi peringkat D level 1.