Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Memasuki Dungeon Tingkat B



10 Menit kemudian Clue berhenti di sebuah gedung. Clue turun dari motor sportnya kemudian memasuki gedung. Clue mengambil nomor antrian kemudian duduk di kursi kosong. "Nomor 21." Clue melihat dirinya langsung di panggil.


"Aku ingin memperbarui statusku." Kata Clue menyerahkan kartu identitasnya. "Silakan sentuh ujung alat ini." kata wanita menunjukan sebuah alat. Clue kemudian menyentuh ujung alat. "Tittt." Wanita melihat angka 85 dan berkata. "Tingkat c, silakan masuk ke dalam ruangan."


Clue lalu berjalan ke dalam ruangan. Saat masuk ke dalam ruangan Clue melihat seseorang di depan computer. Serta pria yang memegang kamera. "Pria yang memegang kamera berubah." gumam Clue. "Berdirilah, aku akan memfotomu." Kata pria. "Oke." Balas Clue.


"Cekrek." Pria memfotoku Clue. "Silakan duduk, dan tunggu beberapa menit." Kata pria. Clue mengangguk lalu duduk. Beberapa menit kemudian pria menyerahkan sebuah kartu kepada Clue. "Totalnya 100 ribu." Setelah membayar Clue lalu keluar dari ruangan.


Clue melihat smartphonenya dan berkata. "Untuk sekarang aku libur berburu monster. Aku masih memiliki banyak kristal." Clue kemudian keluar gedung lalu berjalan ke arah motor sportnya. "Brumm." Clue menyalakan mesin kemudian pergi. Saat Clue pergi pria berkacamata hitam tiba-tiba muncul. "Menarik, dalam 2 minggu dia telah menjadi hunter tingkat c, terlebih lagi dia menarik perhatian ketua. Aku ingin tahu apa batasnya hanya sampai tingkat c."


Sementara itu di suatu tempat seorang pria sedang berdiri tidak jauh dari lubang dungeon. "Sial, apa dia tidak memasuki dungeon hari ini." kata pria. "Jika dia tidak memasuki dungeon selama 1 minggu. Aku akan membunuhnya meski dia tidak memasuki dungeon, lalu mencari tempat sepi untuk mengubur mayatnya." Kata pria.


20 menit kemudian Clue telah kembali di rumahnya dan duduk di lantai. Clue menghancurkan kristal kemudian merasakan hawa di kamarnya menjadi panas. "Saatnya kultivasi." kata Clue kemudian memejamkan matanya.


Sementara itu di ruang tamu kakek Clue mengusap keringat di dahinya. "Mengapa akhir-akhir ini hawa di rumah ini semakin panas. Tapi saat aku keluar rumah, hawanya tidak sepanas di dalam." Kata kakek Clue kemudian berjalan ke arah kamar Clue. Saat membuka pintu kamar dan merasakan hawa di kamar Clue begitu panas. Sementara Clue duduk dan memejamkan matanya. "Apa yang dilakukan oleh Clue. Apa Clue yang membuat hawa di rumah ini semakin panas." kakek Clue bingung kemudian menutup pintu.


Keesokan harinya Clue membuka matanya dan melihat tubuhnya di penuhi cairan hitam. "Sepertinya aku menerobos lagi." Clue tersenyum kemudian berjalan ke arah kamar mandi. Beberapa menit kemudian Clue keluar dari kamar mandi dan menyentuh sebuah alat. "Tittt." Clue melihat angka 100. "Dengan begini seharusnya aku bisa mengendalikan energi alam untuk terbang." Clue kemudian mulai berkonsentrasi dan badannya mulai melayang. "Bagus." Kata Clue melihat dirinya melayang.


"Apa aku juga bisa menggunakan 2 elemen secara langsung." Kata Clue lalu tangan kanannya di selimuti api dan tangan kirinya diselimuti angin. "Hahaha, dengan begini aku tidak takut jika bertarung dengan hunter tingkat a. Aku juga bisa merasakan mahluk hidup dalam jarak 25 meter." Clue tertawa.


Clue berjalan mengambil smartphone dan melihat aplikasi hunter. "Dungeon tingkat b baru saja muncul di sekitar area rumahku. Hehe, ini waktu yang cocok untuk berburu. Aku juga ingin melihat seberapa kuat diriku sekarang." Clue tersenyum kemudian mulai memakai pakaian.


Beberapa menit kemudian Clue tiba di dekat ladang padi dan melihat sebuah lubang dungeon yang dijaga dua pria berpakaian hitam. Clue juga melihat ada beberapa orang yang membawa senjata. "Sepertinya mereka semua hunter tingkat c." kata Clue saat merasakan kekuatan orang-orang yang membawa senjata.


"Hei, apa kamu mau bergabung dengan kelompok kami memasuki dungeon. Kami kekurangan satu orang." Kata seorang pria yang membawa busur panah. "Apa tingkat kalian semua." Tanya Clue. "Kami semua hunter tingkat c." Balas pria. "Oh, tapi aku tidak tertarik untuk bergabung. Aku berencana memasuki dungeon sendirian." Kata Clue berjalan ke arah pria berpakaian hitam.


Pria gemuk mengambil smartphone dari saku celananya dan membuka aplikasi hunter. Pria gemuk kemudian mengetik nama Hunter Fernando Clue De Lopez. "Benar, dia tidak lama ini menyelesaikan dungeon error tingkat c." kata pria gemuk melihat info. "Rumah tempat dia tinggal juga tidak jauh dari sini." Lanjut pria gemuk.


Clue menyerahkan kartu identitas hunternya kepada pria berpakaian hitam. "Saat ini masih belum ada yang mendaftar untuk memasuki dungeon. Jika kamu sudah membayar biaya masuk. Kamu bisa memasuki dungeon." Balas pria mengembalikan kartu identitas kepada Clue. "Baiklah, aku akan menstransfer uang ke rekening asosiasi." Kata Clue mengambil smartphone dari dalam tas yang dia bawa.


Beberapa menit kemudian pria berpakaian hitam berkata. "Kamu boleh masuk. Kami akan memberimu waktu 30 menit untuk berburu di dungeon sendirian. Setelah 30 menit berlalu, kami akan membiarkan hunter lain masuk." "Aku tahu." Kata Clue berjalan memasuki dungeon.


Setelah Clue memasuki dungeon, seorang pria berjalan ke arah pria berpakaian hitam dan menyerahkan sebuah kartu. "Aku sudah membayar biaya memasuki dungeon." Pria berpakaian hitam mengambil kartu kemudian mengecek smartphonenya. "Kamu boleh memasuki dungeon 30 menit lagi." kata pria berpakaian hitam. "Tentu." Pria berpakaian hitam tersenyum.


Setelah memasuki dungeon Clue melihat dirinya berada di gurun yang sangat tandus. "Jika tebakanku benar. Lawanku kali ini adalah golem." Kata Clue melihat bulan bewarna merah yang menjadi penerang di langit malam.


Setelah tidak lama berjalan Clue melihat tanah tiba-tiba bergetar lalu 4 golem setinggi 4 meter muncul dari tanah. "Menurut info golem memiliki sedikit kekebalan terhadap serangan sihir. Aku ingin tahu apakah info itu benar atau bohong." Kata Clue membuat 4 bola api.


"Ukuran bola api 2 kali lebih besar saat aku menerobos tingkat b." kata Clue menembakan bola api ke arah golem. "Booom." "Boomm." 4 bola api mengenai 4 golem. "Hmm." Clue merasakan bahaya kemudian melompa mundur. "Duar, duar." Clue melihat beberapa batu menghantam tempat dia berada sebelumnya.


"Kelihatannya mereka tidak terluka sama sekali." Kata Clue melihat 4 golem. "Lalu aku akan mencoba lagi." kata Clue membuat 4 bola api sekali lagi. "Boomm." "Booom." 4 bola api meledak saat mengenai 4 golem. "Sekali lagi." kata Clue melihat 4 golem yang masih berdiri tegak. 4 bola api muncul lalu melesat ke arah 4 golem. "Boom." "Booom."


"Bruakk." Clue kemudian melihat 4 golem hancur. "Ternyata membutuhkan 3 kali serangan bola api untuk membuat mereka hancur." Kata Clue berjalan ke arah tumpukan batu. Clue lalu mengambil sebuah kristal dari tumpukan batu. "Jika aku menyerap kristal ini, mungkin aku bisa menguasai elemen tanah." Kata Clue melihat kristal bewarna coklat yang dia pegang. "Tapi aku tidak beruntung. Aku hanya mendapatkan 1 kristal dari 4 golem." Clue melihat tidak ada kristal lagi di tumpukan batu. "Sigh, semoga di tahap selanjutnya aku mendapatkan banyak kristal." Gumam Clue menaruh kristal ke dalam tasnya kemudian berjalan pergi.


10 menit telah berlalu saat ini Clue baru saja berhasil mengalahkan 8 golem. "Kali ini aku mendapatkan 4 kristal." Kata Clue memegang kristal bewarna coklat di tangannya. "Baiklah, saatnya mencoba menyerap energi di dalam kristal ini." kata Clue menghancurkan kristal.


Saat menghancurkan kristal, Clue tidak merasakan apa-apa. "Aneh, aku hanya merasakan energi alam yang begitu padat. Aku tidak merasakan perubahan suhu seperti menghacurkan kristal api dan udara begitu sejuk seperti menghancurkan kristal angin." Kata Clue.