
Nama : Mori Han
Usia : 140 Tahun
Ras : High God
Kekuatan : 190.000.000
Agility : 190.000.000
Vitalitas : 190.000.000
Stamina : 180.000.000/190.000.000
Ki/Mana : 180.000,000/190.000.000
Info : Guardian Planet Bumi Alam semesta nomor 6
"Pantas wajahnya sama dengan Mori Han. Ternyata dia Mori Han dari alam semesta lain. Aku tidak menyangka Mori Han di alam semesta ini menjadi guardian." Gumam Clue melihat status Mori Han.
"Mengapa kamu berada di planet ini." Mori Han melihat Clue. "Aku tertarik melihat planet yang kamu jaga. Dan memutuskan untuk menetap di planet ini sementara waktu." Balas Clue berbohong. "Hehh, rupanya kamu tidak ingin berbicara jujur." Mori Han tahu bahwa Clue berbohong.
"Besok tinggalkan planet ini. Atau aku akan menghajarmu." Kata Mori Han. "Dengan kekuatanmu, kamu tidak bisa mengalahkanku." Balas Clue. "Heh, apa kamu mau mencoba bertarung sekarang." Mori Han mengeluarkan auranya. "Aku harap kamu tidak menyesal setelah bertarung denganku." Clue juga mengeluarkan auranya.
Saat ini di alam semesta lain sosok cahaya kuning berkata. "Clue High Divine Being yang melarikan diri berada di alam semesta nomor 6." "Biar aku yang pergi. Kali ini aku tidak akan membiarkannya kabur." Kata sosok cahaya abu-abu.
Clue yang mengeluarkan auranya tiba-tiba merasakan bahaya. Clue keluar dari rumah dan melihat mata raksasa di langit. "Clue, jangan berpikir untuk melarikan diri lagi." Kata sebuah suara. "Sial, dia menemukanku." Clue mengutuk.
"Siapa kamu." Mori Han tiba-tiba muncul di langit dan menatap mata raksasa. "Aku tidak mempunyai urusan denganmu, menyingkirlah." Kata sebuah suara. "Jangan berpikir aku takut denganmu. Karena ukuranmu yang besar." Mori Han berteriak. "Apa dia sudah gila." Kata Clue melihat Mori Han.
"Karena kamu ingin mati bersama Clue, aku akan mengabulkannya." Kata sebuah suara. Clue melihat jari raksasa yang mengarah ke bumi. "Aku harus pergi." Clue masuk ke dalam rumah dan membuat lubang hitam. Clue membawa Fernando dan neneknya yang tidak dapat bergeram ke dalam lubang hitam. "Booom!!." Bumi meledat akibat jari raksasa. "Dia melarikan diri lagi." Kata mata rakasasa.
Saat ini Clue, Fernando dan neneknya berada di ruangan putih. "Clue, dimana kita sekarang." Fernando melihat Clue. Fernando ingat sebelumnya dia berada di rumah. Clue menyentuh dahi Fernando dan neneknya.
Fernando dan neneknya terkejut saat Clue mentransfer sebuah ingatan pada mereka berdua. "Aku tidak menyangka jika waktu bisa berhenti dan mata raksasa tiba-tiba muncul di langit." Nenek Fernando terkejut melihat ingatan Clue.
"Apa yang terjadi pada bumi sekarang Clue." Tanya nenek Fernando melihat jari raksasa yang mengarah ke bumi. "Aku pastikan bumi saat ini hancur." Balas Clue. Nenek Fernando terkejut mendengar kata Clue. Sementara Fernando terdiam dan membisu.
"Jika begitu, semua teman-teman yang aku kenal saat ini telah mati." Fernando melihat Clue. "Benar." Clue menghela nafas dan mengingat Dini. "Maafkan aku karena tidak bisa menyelamatkanmu Din." Gumam Clue.
"Kalian berkultivasilah dulu. Aku ingin mencari lokasi planet yang bisa kita tempati." Kata Clue melihat Fernando dan nenek Fernando. "Baik." Fernando dan neneknya mengangguk.
Saat ini di alam semesta lain seekor anjing husky bewarna putih hitam sedang duduk di sebuah kursi. "Tabel status." Anjing husky berbicara dan sebuah layar status muncul di depannya.
Nama : Clue Ray
Usia : 1 Tahun
Ras : High Beast
Kekuatan : 10.000
Agility : 10.000
Vitalitas : 10.000
Stamina : 10.000/10.000
Ki/Mana : 10.000/10.000
Poin : 0
"Saat ini kekuatanku mencapai 10 ribu poin. Tapi aku masih tidak bisa berubah menjadi manusia." Kata anjing husky. "Aku tidak menyangka akan di khianati oleh kekasih dan sahabatku sendiri." Anjing husky teringat saat dirinya hendak menerobos alam dewa. Namun kekasih dan sahabatnya tiba-tiba menusuk jantungnya dengan pedang.
"Mori Han, Pyokojang aku bersumpah akan membunuh kalian berdua." Kata anjing husky. "Terlebih lagi aku sangat sial karena berinkarnasi menjadi seekor anjing." Kata anjing husky menggerakan ekornya.
Saat ini di sebuah hutan, lubang hitam tiba-tiba muncul dan dua pria serta 1 wanita tua keluar dari lubang hitam. "Udara di sini lebih baik dari pada di bumi." Kata pemuda yang tidak lain Fernando. "Ada dimana kita sekarang Clue." Tanya wanita tua yang tidak lain adalah nenek Fernando.
"Aku tidak tahu. Yang pasti ini di alam semesta lain." Balas Clue berjalan pergi. "Alam semesta lain." Nenek Fernando terkejut mendengar kata Clue. "Ayo kita ikuti Clue nek." Kata Fernando mengikuti Clue. "Baik." Nenek Fernando mengikuti Clue.
Tidak lama setelah berjalan Clue, Fernando dan neneknya melihat seorang pria yang sedang mencari tumbuhan. "Pria itu sekuat diriku." Fernando bergumam. "Permisi, bolehkah kami bertanya." Kata nenek Fernando melihat pria. Pria melihat nenek Fernando dan berbicara.
"Aku lupa jika kita berada di dunia lain." Kata nenek Fernando tidak mengerti bahasa yang di ucapkan pria. Clue berjalan ke arah pria dan menyentuh dahinya. Pria tiba-tiba pingsan saat Clue menyentuh dahinya.
"Apa kamu membunuhnya." Tanya nenek Fernando. "Fernando suruh nenekmu untuk tidak bicara omong kosong." Clue melihat Fernando. "Nek, Clue bukanlah pembunuh berdarah dingin. Clue tidak akan membunuh manusia yang tidak bersalah." Fernando melihat neneknya. "Maafkan aku Clue." Nenek Fernando merasa bersalah.
"Aku membaca ingatannya. Dunia ini bernama planet Azure. Di dunia ini ada 4 benua. Benua barat di huni oleh Manusia. Benua timur di huni oleh ras monster. Benua utara di huni oleh ras goblin Dan benua selatan di huni oleh ras Elf. Anehnya semua ras yang tinggal di dunia ini menggunakan bahasa mandarin kuno." Kata Clue menunjuk dahi Fernando dan neneknya. Cahaya putih masuk ke dalam dahi Fernando dan neneknya.
Fernando dan neneknya mendapatkan pengetahuan tentang planet dimana mereka berada dan bahasa mandarin kuno. "Aku tidak menyangka bahwa dunia ini seperti di film-film." Ambar terkejut saat menerima ingatan dari Clue. "Ras Elf." Fernando bergumam dan memikiran wanita elf bertelinga panjang.
"Uuhh. Mengapa aku tiba-tiba terbaring di tanah." Pria memegangi kepalanya. "Bisakah kamu antarkan kami ke desamu. Kami sudah tersesat di hutan selama 2 hari." Kata Clue berbohong. "Baiklah, ikuti aku." Balas pria tidak menaruh kecurigaan kepada Clue. Clue, Fernando dan neneknya mengikuti pria.
Beberapa menit kemudian Clue, Fernando dan neneknya berada di sebuah desa. "Semua manusia yang tinggal di desa ini tidak ada yang lebih lemah dariku." Gumam Fernando dengan serius. "Itu adalah hal wajar, karena semua manusia di dunia ini adalah kultivator. Setelah berusia 10 tahun mereka semua mulai berkultivasi." Balas Clue saat membaca ingatan pria.
"Sudah lama desa ini tidak menerima pengunjung dari luar." Clue melihat pria tua tersenyum kepadanya. "Perkenalkan, aku adalah Angga kepala desa di sini." Pria tua tersenyum dan mengulurkan tangannya. "Clue." Clue menjabat tangan pria tua. "Fernando." Fernando menjabat tangan pria tua. "Ambar." Nenek Fernando menjabat tangan pria tua.
"Apa kalian sudah makan." Tanya pria tua. "Kami belum makan." Balas Clue. "Jika begitu, ayo ikut kerumahku. Aku akan menyiapkan makanan untuk kalian." Pria tua tersenyum. "Baiklah." Clue mengikuti pria tua. Fernando dan Ambar kemudian mengikuti pria tua.
Clue, Fernando dan Ambar kemudian masuk ke dalam sebuah rumah. "Buatkan makanan. Desa kita kedatangan tamu." Pria tua tersenyum melihat wanita paruh baya. "Baik." Wanita paruh baya tersenyum kemudian berjalan ke arah dapur.
"Orang di desa ini sangatlah baik." Kata Ambar melihat wanita paruh baya yang berada di dapur. "Clue, aku merasa ada yang aneh dengan desa ini." Fernando berbisik kepada Clue. "Penduduk di desa ini semuanya kanibal. Mereka suka memakan daging manusia." Clue berbicara di pikiran Fernando.