
"Hanya kalian, mustahil untuk mengalahkanku." Clue melesat ke arah elf yang menyerangnya. "Bukk." "Bomm" elf yang menyerang Clue terlempar sejauh 200 meter dan menabrak sebuah bukit akibat terkena pukulan Clue.
"Semuanya serang. Kita tidak bisa mengalahkan dia seorang diri" Kata seorang elf berteriak. Dia tahu mustahil untuk mengalahkan seseorang yang bisa membuat elf lain melesat sangat jauh hanya dengan sekali pukul. Clue menyeringai lalu mengambil sebuah pisau peringkat 4 dan mulai melesat ke elf.
"Crash." "Arghh." "Arghh" setiap Clue melesat menuju salah seorang elf. Pasti ada suara teriakan terdengar. (Exp + 580 level up selanjutnya butuh 83,730) (Anda mendapatkan 580 coin) Clue mengabaikan notifikasi yang muncul dan berjalan ke arah elf yang tersisa.
"Jangan, kumohon jangan bunuh aku" kata elf wanita paruh baya ketakutan. "Maaf, kamu sudah ditakdirkan mati setelah menyerangku. Clue melesat ke arah elf wanita yang tersisa dan menusuk lehernya. "ceep." (Exp + 590 level up selanjutnya butuh 83,140) (Anda mendapatkan 590 coin)
Clue mulai melesat ke arah timur dimana elf yang dia pukul berada. Kemudian Clue melihat elf yang terkena pukulannya pingsan. Tidak lama kemudian Ratna tiba di samping Clue dan berkata. "Sayang, apakah kamu akan membunuhnya juga." "benar, dia ditakdirkan mati." Kata Clue lalu menusuk jantung elf yang pingsan (Exp + 585 level up selanjutnya butuh 82,555) (Anda mendapatkan 585 coin) "Baiklah, ayo pergi." Kata Clue menggendong Ratna lalu melesat menuju ke arah timur.
Sementara itu di kota menengah sebelumnya yang Clue kunjungi. "kenapa mereka belum kembali." Kata elf wanita paruh baya. "Mungkin mereka semua menuju ke kota besar." Kata elf pria yang bertanya kepada Clue. "Hmm, aku akan pergi." Kata elf wanita paruh baya terbang ke langit menuju ke arah timur. "Hei Gladis, tunggu aku." Kata elf pria terbang dan mengikuti elf wanita paruh baya.
Tidak lama kemudian elf pria dan elf wanita paruh baya sampai di tempat Clue membunuh beberapa elf. Elf pria dan wanita paruh baya terkejut melihat beberapa mayat dan mereka mengenali semua mayat tersebut. "Sialan, bukankah mereka Alberto, gussion, Frank dan teman-temannya yang mengejar manusia tersebut." Kata elf wanita paruh baya. "Sepertinya kekuatan manusia itu bukanlah peringkat B level 10. Dia pasti menyembunyikannya dengan baik." Kata elf pria. "Lalu apa yang harus kita lakukan dengan mayat mereka semua." Kata elf wanita paruh baya.
"Kita harus mengubur mayat mereka semua. Tidak boleh ada yang tahu bahwa manusia itu membunuh mereka semua" Kata elf pria. Elf wanita menatap aneh kepada elf pria dan berkata. "kenapa kamu begitu peduli dengan manusia itu." "Aku tidak peduli dengannya. Tapi itu adalah kesalahan mereka sendiri membuat marah manusia tersebut. Mereka mendapat karmanya" balas elf pria. Elf wanita hanya terdiam mendengar kata elf pria.
Sementara itu Clue dan Ratna sedang melesat menuju timur. "Sayang, sepertinya banyak elf yang tidak menyukaimu." Kata Ratna. "Benar, aku pikir kebanyakan elf di kota menengah tidak menyukaiku karena mereka berpikir kekuatannya setara denganku. Beda dengan elf di kota kecil yang lebih lemah dariku. Mereka hormat kepadaku karena kekuatan mereka lebih lemah dariku." Balas Clue.
Ratna mengangguk mendengar kata Clue dan berkata "lalu bagaimana dengan elf di kota besar." "Mereka akan memandang rendah diriku. Mungkin mereka akan menyerahkanku kepada elf yang membenci manusia." Balas Clue. Ratna terdiam mendengar kata Clue.
4 hari kemudian Clue dan Ratna sudah berada di perbatasan gunung area bahaya. "Jangan pernah menjauh dariku." Kata Clue berkata serius dengan Ratna. "Baik sayangku." Ratna tersenyum kepada Clue. Clue dan Ratna memasuki pegunungan area bahaya.
Sementara itu di sebuah kota besar yang tidak jauh dengan pegunungan area bahaya ada dua elf pria yang mengobrol. "Bos. Kudengar ada manusia yang berburu di pegunungan area bahaya." "Hmm. kamu mendengarnya dari siapa." Kata elf pria yang mempunyai bekas luka di wajahnya. "Dari beberapa orang yang melihatnya menuju ke pegunungan area bahaya." Kata elf pria.
"Heh menarik. Suruh beberapa orang untuk mengawasi perbatasan pegunungan area bahaya. Jika manusia itu keluar cepat kabari aku." Kata elf yang mempunyai bekas luka di wajahnya. "baik bos." Elf pria mulai meninggalkan. "Heh. Luka di wajahku telah di berikan oleh manusia-manusia biadab itu. Karena salah satu manusia sudah datang ke benua timur. Manusia itu tidak akan pernah bisa pergi." Elf yang memiliki bekas luka di wajahnya menyeringai.
3 bulan sudah berlalu Clue Dan Ratna terus berburu di pegunungan area bahaya tanpa meninggalkan pegunungan. Sementara itu disebuah kota besar elf yang memiliki luka diwajahnya sedang duduk di sebuah ruangan, lalu datang seorang elf. "Bos. Selama 3 bulan lebih manusia itu tidak keluar dari pegunungan area bahaya." Kata elf pria. "Hmm. rupanya manusia itu tidak berniat untuk keluar ya." Balas elf yang memiliki bekas luka di wajahnya.
Mengapa kita tidak memasuki pegunungan area bahaya dan mencarinya bos." Kata elf pria. "Heh, pegunungan area bahaya terlalu luas. Terlebih lagi kekuatanku hanya peringkat A level 5. Jika aku bertemu dengan puluhan monster peringkat A level 5 aku akan mati. Meski aku mempunyai peralatan level 4." Kata elf dengan bekas luka diwajahnya. "Lalu bagaimana bos." Balas elf pria
"Tunggu 3 bulan lagi. Jika dia tidak keluar. Aku akan pergi ke inti kota dan bertemu orang itu. Dia juga membenci manusia." Kata elf dengan bekas luka di wajahnya menyeringai. "Ahh. apakah orang itu yang mempunyai peringkat A level 7." Kata elf pria. "Benar. orang itu." Balas Elf pria yang memiliki bekas luka diwajahnya.
3 bulan lagi berlalu di pegunungan area bahaya ada seorang pemuda dan perempuan yang berdiri di atas mayat seekor beruang raksasa. "Sayang. kamu sangat hebat. Dalam 6 bulan kamu sudah menerobos ke peringkat A level 3. Terlebih lagi kamu sudah mengalahkan monster beruang peringkat A level 4 hanya dengan kekuatan fisik." Kata Ratna semangat.
"Heh, kamu juga sangat hebat. Dalam waktu 2 bulan sudah menerobos 3 level." Clue mengelus kepala Ratna. "Hmm. Aku menerobos berkat bantuan pil dan tumbuhan ginseng yang telah sayang berikan. Aku tidak bisa dibandingkan dengan dirimu." Kata Ratna tersenyum kecut. "Jangan bersedih, jika kamu terus bersamaku. Kamu akan terus bertambah kuat dan mengalahkan para jenius dari berbagai benua." "Hehe. itu pasti suatu saat aku akan mengalahkan para jenius. Terlebih lagi aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu" Ratna tersenyum dan memeluk Clue.
"Sayang, berapakah usia tumbuhan itu." kata Ratna penasaran. Selama 6 bulan berburu di pegunungan area bahaya dia dan Clue sudah menemukan beberapa tumbuhan ginseng berumur 3000 tahun. Tapi reaksi Clue tidak pernah sebahagia ini. "Hehe. ini tumbuhan ginseng berumur empat ribu tahun sangat bermanfaat bagiku." Balas Clue. "Ahh. selamat sayang telah menumukan tumbuhan yang langka." Ratna bahagia.
Clue tersenyum dan mulai mengkonsumsi tumbuhan ginseng. Beberapa detik kemudian notifikasi muncul di depan Clue. "anda mendapatkan 20 poin." Clue tersenyum dan bergumam tabel status."
Nama : Clue
Umur : 26 tahun
Job : Patriack Akademi Knight
Level : 685 next butuh 91,000 exp
Ras : Manusia
Kekuatan : 813 (+324)
Agility : 813 (+324)
Vitalitas : 813 (+324)
Stamina : 713/813
Mana : 713/813
Poin : 20
Coin : 19, 470,200
Tabel status muncul di depan Clue. Clue mulai menambahkan 4 poin pada kekuatan, agilty, vitalitas, stamina dan mana. Sinar putih menyelimuti tubuh Clue. "Meski levelku hanya 685 tapi statusku setara dengan level 817. Sekali lagi aku bertambah kuat " Gumam Clue tersenyum.
"Sayang, selamat untuk sekali lagi bertambah kuat." Kata Ratna tersenyum. Meskipun Ratna tidak bisa melihat tabel status Clue. Setiap sinar putih menyelimuti tubuh Clue. Ratna yakin Clue bertambah kuat. "Hehe, baiklah ayo berburu lagi. Masih ada 5 bulan lebih sebelum kita kembali ke benua barat." Kata Clue. Ratna mengangguk.
Sementara itu disebuah ruangan, ada 2 elf pria yang sedang mengobrol. "Apakah manusia itu belum keluar sama sekali dari pegunungan area bahaya." Kata elf yang memiliki bekas luka di wajahnya. "Belum bos. Manusia itu tidak pernah muncul sama sekali." Balas Elf pria. "Baiklah. Kamu suruh orang-orang mu untuk terus mengamati perbatasan pegunungan area bahaya. Aku akan pergi ke kota inti." Balas elf yang memiliki bekas luka lalu meninggalkan ruangan.