Rebirth With System

Rebirth With System
S5 Serangan Kucing Liar



"Baiklah, kamu bisa membeli daging sekarang. Aku akan mengurus mayat anjing ini." Kata Clue. "Baik." Fernando kemudian berjalan pergi. Clue melihat mayat anjing kemudian menteleportasikannya sejauh 1000 meter ke tempat acak.


Saat ini di atap sebuah gedung seorang pria berjaz hitam melihat sebuah smartphone dan berkata. "Keberadaannya tiba-tiba menghilang. Apa anjing itu telah di kalahkan oleh seseorang." "Jika anjing hanya kalah, keberadaanya tidak akan menghilang. Yang berarti anjing itu telah di bunuh." Pria berjaz hitam kemudian melompat dari atap gedung.


5 Menit kemudian Fernando telah kembali ke rumah dengan membawa daging ayam. "Nek, aku menaruh daging di lemari pendingin." Kata Fernando. "Jangan lupa mematikan lampu, jika kamu ingin tidur." Balas nenek Fernando. "Baik nek." Fernando mematikan lampu ruang tamu dan berjalan ke kamarnya.


Saat masuk di dalam kamarnya. Fernando melihat Clue yang berbaring di kasur dalam bentuk kucing. "Kamu masih belum menceritakan tentang dunia ini padaku." kata Clue melihat Fernando.


"1 Tahun lalu saat aku koma. 10% dari jumlah manusia di dunia ini membangkitkan kemampuan. Dan mereka yang membangkitkan kemampuan di sebut awakened."


"Anjing yang menggila tadi pasti perbuatan awakened yang mampu mengontrol hewan." Kata Fernando. "Apa kamu ingin aku mencari tahu siapa yang mengontrol anjing itu." Tanya Clue. "Tidak perlu. Jika aku sudah kuat. Aku akan mencari pengontrol anjing itu dan menghajarnya sampai babak belur." Fernando tersenyum.


"Bagus. Jangan mudah bergantung pada orang lain." Clue mengangguk. "Kekuatan awakened juga di bagi menjadi 9 tingkat. Awakened tingkat 1 yang terlemah, dan awakened tingkat 9 yang terkuat."


"Apa tidak ada awakened yang melebihi tingkat 9." Tanya Clue. "Ada, awakened yang kekuatannya melebihi tingkat 9 disebut awakened tingkat s. Di negara Indonesia hanya ada 1 awakened tingkat s." kata Fernando. "Sepertinya dunia ini cukup menarik." Clue tersenyum.


Saat ini di suatu tempat seorang pria berjaz hitam melihat mayat anjing. "Benar dugaanku, ada seseorang yang membunuh anjing ini." Kata pria berjaz hitam membawa mayat anjing kemudian menghilang.


Keesokan harinya Fernando yang sedang duduk, membuka matanya kemudian menghembuskan napas. "Tabel status." Kata Fernando kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Fernando Clue De Lopez


Usia : 16 Tahun


Level : 8 next level (0/8) exp


Ras : Manusia


Kekuatan : 8


Agility : 8


Vitalitas : 8


Stamina : 7/8


Ki/Mana : 8/8


Poin : 0


Coin : 7


"Aku bertambah kuat dengan kultivasi namun aku tidak mendapatkan coin." Kata Fernando melihat statusnya. "Harga buku skill tingkat 1 yaitu 100 coin. Sementara aku hanya memiliki 7 coin." Fernando menghela nafas kemudian berjalan keluar dari kamarnya.


Fernando melihat Clue sedang makan bersama neneknya. "Ayo makan Fernando, sebelum aku menghabiskan semuanya." Clue tersenyum. Fernando menghela nafas kemudian duduk dan mulai makan.


20 menit kemudian Fernando telah selesai makan. "Aku akan berangkat nek." Kata Fernando mengambil tas dan keluar dari rumah. "Hati-hati saat di jalan." Balas wanita.


Saat ini di suatu tempat dua pria berada di sebuah ruangan. "Bukankah itu anjing yang telah kamu berikan darahmu. Mengapa dia mati." Tanya seorang pria berkacamata. "Tadi malam aku melepaskannya, dan tidak kusangka ada seseorang yang membunuhnya." Balas pria berjaz hitam.


"Itu adalah hal wajar, karena di kota ini terdapat banyak awakened." Balas pria berkacamata. "Jadi seberapa jauh kamu bisa mengontrol hewan yang telah kamu berikan darah milikmu." Tanya pria berkacamata. "100 meter. Setelah melewati itu. Aku tidak bisa mengontrol hewan itu lagi." Balas pria berjaz hitam.


Saat ini Fernando sedang berjalan dan melihat sebuah gedung yang besar. "Apa itu tempat sekolahmu." Clue tiba-tiba muncul di samping Fernando.


"Tidak, ini adalah sekolah khusus awakened. Sementara aku hanya manusia biasa." Fernando tersenyum. "Benar, jangan tiba-tiba muncul di sampingku seperti itu. Kamu membuatku kaget." Fernando melihat Clue.


"Kemampuanku adalah teleportasi, jadi wajar jika aku muncul di mana saja." Balas Clue. Fernando mengabaikan Clue dan terus berajalan. "Anak ini." Clue jengkel dan mengikuti Fernando.


"Mengapa kamu mengikutiku. Aku ingin pergi sekolah." Balas Fernando. "Aku hanya penasaran, dimana tempatmu sekolah." Balas Clue.


Beberapa menit kemudian Fernando sampai di depan sekolahnya. "Semuanya yang berada disini hanyalah manusia biasa." Kata Clue merasakan semua murid sekolah adalah manusia biasa.


"Itu adalah hal wajar, jika ada seorang siswa yang terbangkitkan. Dia akan di pindahkan ke sekolah khusus awakened." Balas Fernando. "Baiklah, selamat sekolah." Clue berjalan pergi. "Kamu ingin pergi kemana." Tanya Fernando. "Rahasia." Balas Clue berjalan pergi.


Saat ini Fernando masuk ke dalam kelas dan duduk di dekat jendela. "Setelah terbangun dari koma sangat sulit untuk hidup normal seperti dulu." Gumam Fernando melihat jendela.


Fernando melihat perempuan berkulit putih berambut hitam panjang yang duduk di depannya.


"Aku sangat iri dengan seseorang yang awakened." Fernando melihat perempuan berkulit putih berambut hitam panjang yang duduk di depannya berbicara.


"Dini apa kamu memiliki waktu luang setelah sekolah." Tanya Fernando. "Ada, memangnya kenapa." Balas perempuan yang di panggil Dini.


"Ayo ikut aku pergi ke taman setelah pulang sekolah." Balas Fernando. Dini terkejut kemudian tersenyum. "Baiklah. Tapi aku tidak bisa pergi lama-lama." "Tidak masalah." Fernando tersenyum.


"Teman-teman. Barusan Fernando mengajak Dini kencan." Kata seorang pemuda berambut cepak. "Sial, aku hanya mengajak Dini pergi ke taman." Balas Fernando. "Itu sama saja mengajak Dini kencan." Teriak pemuda.


"Tidak buruk. Tapi dia masih kalah dariku dalam hal wanita." Clue saat ini dalam bentuk kucing duduk di pohon yang berjarak 10 meter dari kelas Fernando. Clue melihat dan mendengar saat Fernando mengajak perempuan pergi ke taman.


7 Jam kemudian Fernando telah pulang sekolah dan berjalan bersama seorang perempuan di sebuah taman. "Sial, mengapa dia disini." Fernando melihat Clue yang duduk di sebuah kursi dan memakan es krim. "Apa kamu mengenalnya." Tanya perempuan.


"Aku mengenalnya. Dia adalah temanku." Kata Fernando melihat Clue. "Oohh. Kamu ada disini Fernando." Clue melihat Fernando dan melambaikan tangannya. Fernando mengabaikan Clue dan berkata. "Dini apa kamu mau es krim." "Aku mau." Perempuan yang di panggil Dini mengangguk.


"Kamu ingin rasa apa." Tanya Fernando. "Rasa Vanilla." Balas Dini. "Baiklah, kamu tunggu disini. Aku akan membeli es krim." Kata Fernando berjalan ke arah penjual es krim.


Saat sampai di penjual es krim Fernando mendengar teriakan. "Aaaahhh." Fernando melihat 2 kucing yang memiliki mata merah mencakar pakaian Dini.


"2 kucing itu sama seperti anjing tadi malam. Kucing itu sama kuatnya dengan anjing yang tadi malam kamu hadapi." Fernando mendengar suara Clue di pikirannya. Fernando tahu bahwa hal mudah bagi seseorang seperti Clue yang menjelajahi alam semesta untuk berbicara lewat pikiran.


"Bantu aku menangani satu kucing itu Clue." Kata Fernando berlari ke arah Dini yang ketakutan. "Baiklah." Balas Clue kemudian melempar sebuah batu kecil ke arah kucing. "Busshh." Batu kecil menembus kepala kucing. Mata merah kucing kembali normal, kemudian kucing tergeletak di tanah tidak bernyawa.


"Kucing sialan." Fernando menendang kucing hitam. "Gggrr." Kucing hitam menghindari tendangan Fernando. "Gggrr." Kucing hitam melihat ke arah Clue kemudian berlari menjauh.