
Melihat Fitria yang sudah mati seorang pria berkata. "Sialan, hari ini kami tidak beruntung." "Cih, itu semua karnamu berkata ingin menjadikan dia budak untuk ras elf. Seharunya kamu tidak berkata begitu." "Hoh, bukankah kita mencari wanita muda untuk dijual ke ras elf." "kalian berdua berhenti bertengkar. Kita akan mencari perempuan lagi di pegunungan ini." sekelompok pria mulai pergi ke arah berlawanan dimana Maya pergi
Saat ini Maya yang sedang berlari menjauh tiba-tiba berhenti dan berkata. "Shit, aku seharusnya tidak meninggalkanya." Maya menggertakan gigi lalu berbalik dan melesat ke arah Fitria berada.
Tidak lama kemudian Maya kembali ke tempat dimana dia dan Fitria terpisah lalu kaget dengan yang dilihatnya. Maya mendekati tubuh Fitria yang sudah tidak bernyawa dan berkata. "Maafkan aku Fitria." Maya menangis. "Aku akan mengubur jasadmu. Lalu akan membalaskan kematianmu." Maya menggertakan giginya.
Di sebuah ruangan "Apa, pencuri berambut putih membunuh ribuan ras kita di kota Tropi dan hanya beberapa orang yang tersisa." Kata salah satu iblis terkejut. "Benar tuan." Balas iblis didepannya. "Dia pasti membalas dendam, karna beberapa ras kita membunuh keluarganya dan menghancurkan sektenya." Kata Iblis dengan ekspresi buruk. "Lalu apa yang kita perbuat tuan." Tanya Iblis. "Kita akan pergi ke kota itu, aku ingin bertemu dengannya."
5 bulan telah berlalu semenjak Clue tiba di benua Endles dan saat ini disebuah ruangan ada seorang iblis yang berteriak. "Sialan, Clue si pencuri itu berani membantai puluhan ribu ras kita dan menghancurkan puluhan kota kecil dan besar." Teriak seorang iblis yang mengenakan pakaian mewah. "Lalu apa yang akan kita perbuat yang mulia, setiap kali kita mengirim ahli peringkat raja untuk menemukan dirinya. Namun ahli peringkat raja yang kita kirim tidak dapat menemukan dirinya. Dia tidak menyerang kota yang ditempati oleh ahli peringkat raja yang kita kirim" Kata seorang iblis.
"Hmm." Iblis yang mengenakan pakaian mewah mendengus lalu berkata. "Cepat cari siapa yang membunuh keluarga dan menhancurkan sektenya lalu tangkap mereka." "Baik yang mulia." Jawab seorang iblis lalu menghilang. "Kali ini ras kami meyinggung musuh yang mengerikan, bahkan lebih mengerikan dari pada mahluk hijau dan manusia babi itu." kata iblis yang mengenakan pakaian mewah. "Jika ini terus berlanjut aku takut ras kami akan dimusnahkan olehnya." Iblis menghela nafas.
Di sebuah ruangan ada 5 iblis yang berkumpul. "Sialan, aku tidak percaya dia terlalu kejam. Membantai puluhan ribu ras kami." Kata seorang iblis. "Benar, aku takut jika ini terus berlanjut ras kita akan dimusnahkan olehnya." "Hmm, jika kita tidak membunuh keluarganya dan menghancurkan sektenya ini tidak akan terjadi." "Jangan dibahas lagi, jika seseorang ahli mendengar kamu berkata seperti itu. dia akan menyerahkan kita ke orang itu." "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang." "kita berharap ahli peringkat raja ras kita bisa mengalahkan dirinya." "Apa kamu bodoh, manusia itu tidak pernah menyerang kota yang ditempati ahli peringkat raja dan setiap ahli peringkat raja yang mencarinya tidak pernah menemukannya. Jadi mustahil dia kalah dengan peringkat raja jika tidak pernah bertarung sama sekali" Mendengar kata temannya keempat Iblis terdiam.
Di sebuah kota. "Haha, ras iblis terlalu bodoh. Mereka menyinggung seseorang yang salah." "Haha, benar. Menurut rumor puluhan ribu iblis telah mati ditangannya dan puluhan kota kecil dan besar hancur olehnya." "Kudengar dia menguasai beberapa akademi dan sekte tingkat menengah. Aku ingin bergabung dengan sektenya." "Benar, aku juga ingin bergabung dengan sektenya. Cepat atau lambat dia akan menguasai dunia ini seperti yang dia katakan." Rumor tentang Clue membantai puluhan ribu ras iblis dan mengancurkan puluhan kota telah tersebar di delapan benua dan membuat kegemparan entah itu ras Elf, Manusia dan Monster.
Sementara itu Clue berada disebuah rumah. "Tidak buruk, selama 5 bulan aku membunuh iblis dan menyerap batu alam yang aku peroleh, aku level up 80 kali. Saat ini aku level 610 namun kekuatanku setara level 860." Kata Clue tersenyum.
"Tuan, air hangatnya sudah siap." Osilda yang hanya mengenakan pakaian dalam berjalan ke arah Clue. "Baiklah, kalau begitu ayo kita mandi." Clue melepas pakaian dan armornya lalu berjalan ke kamar mandi dengan memeluk Osilda. Osilda yang dipeluk oleh Clue tersipu.
6 bulan sekali lagi berlalu dan saat ini Clue sedang melayang di atas kota bersama Osilda disisinya. "Sudah 11 bulan aku menetap di benua Endles dan membantai puluhan ribu iblis. Saat ini aku sudah level 700 dan kekuatan asliku setara level 950." Gumam Clue.
Clue menatap Osilda dan berkata. "Tidak buruk, hampir 1 tahun kamu menerobos 5 level dan mencapai peringkat B level 10." Mendengar kata Clue Osilda tersipu. "Jika tuan Clue tidak memberikan Osilda pil dan batu alam serta tumbuhan ginseng, Osilda tidak akan menerobos dengan cepat." Clue tersenyum lalu menggelus kepalanya. "Apakah kamu senang berada disisiku." "Sangat senang tuan Clue. Osilda merasa beruntung memiliki tuan Clue." jawab Osilda antusias.
"Baiklah, kita akan meninggalkan benua Endles, dan kembali ke benua barat." kata Clue. Mendengar kata Clue mata Osilda berbinar. Clue mengambil sebuah token dan berkata. "Menuju benua barat kerajaan Glizzard." "Tujuan terdeteksi teleportasi akan dilakukan dalam hitungan 3 detik." Tidak lama kemudian badan Clue dan Osilda bersinar hitam dan menghilang.
Beberapa detik setelah Clue dan Osilda menghilang, seorang iblis tiba ditempat Clue dan Osilda mengilang. "Dia seperti yang dirumorkan, tidak ada seorang peringkat raja dari ras kami yang bisa menyentuhnya." Kata Iblis lalu menghilang.
Clue saat ini muncul di sebuah ruangan bersama Osilda disampingnya. "Ahh." Clue melihat seorang pelayan perempuan menjerit melihat dia. "Pangeran Clue." kata pelayan berteriak. Clue mengabaikan pelayan dan mulai berjalan dimana ruangan Rapunsel biasa berada diikuti Osilda dibelakangnya. "Pangeran." "Pangeran." Semua pelayan berkata dengan hormat saat melihat Clue.
"Ibu." Kata Clue saat tiba di sebuah ruangan melihat seorang wanita berusia 40an sedang duduk. Wanita melihat ke arah seseorang yang memanggilnya ibu lalu berkata. "Kamu akhirnya kembali nak." Kata wanita yang tidak lain adalah Rapunsel.
Clue berjalan ke arah Rapunsel. "Nak, apa." Sebelum menyelesaikan perkataanya Rapunsel terkejut Clue memeluknya dan mencium bibirnya. "ermm." Rapunsel mengerang saat berciuman dengan Clue. Osilda yang melihat Clue mencium ibunya sendiri berjalan keluar ruangan.
Clue yang saat ini mencium bibir Rapunsel mulai meremas pantatnya. Merasakan pantatnya diremas Rapunsel berkata. "Nak, jangan kurang ajar. Aku ini ibumu." Mendengar kata Rapunsel Clue melihat wajah Rapunsel dan tertawa. "Haha, meski ibu berkata begitu, tapi kenapa wajah ibu tidak marah." "Huhh, kamu berani." Sebelum menyelesaikan perkataanya Clue sekali lagi mencium bibir Rapunsel dan meremas payudara. "errmm." Rapunsel mengerang.
"Nak, berhenti." Kata Rapunsel. Clue melihat Rapunsel yang mengeluarkan air mata. "Kenapa kamu menangis. Bukankah ini yang kamu inginkan." Kata Clue. Mendengar kata Clue Rapunsel terdiam. "Oh, apakah kamu takut diketahui oleh para pelayan dan pengawalmu. Kalau begitu kita akan melakukan ditempat sepi." Kata Clue. "Tunggu."
Sebelum menyelesaikan perkataannya Clue dan Rapunsel sudah menghilang dari sebuah ruangan. "Nak, dimana kita." Kata Rapunsel melihat dirinya tidak berada di ruangan melainkan sudah berada di tepi danau. "Kita, ada disebuah hutan yang berjarak 50 kilo dari istana." Kata Clue. Mendengar kata Clue Rapunsel terkejut.
"Baiklah, tempat ini sepi kamu tidak perlu ragu lagi." kata Clue tersenyum. Mendengar kata Clue Rapunsel berkata. "Nak, jika kita meneruskan hal ini, aku takut tidak bisa menjadi ibumu lagi." Mendengar kata Rapunsel Clue tersenyum lalu membelai wajah Rapunsel dan berkata. "Lalu kamu akan jadi wanitaku mulai sekarang." Badan Rapunsel bergetar mendengar kata Clue.
"Kenapa kamu menangis lagi." Clue mengusap air mata di pipi Rapunsel. "Apa yang kamu katakan benar." kata Rapunsel. Clue tersenyum dan mengganguk. Melihat Clue mengangguk Rapunsel bergetar lalu memeluk Clue dan mencium bibirnya. Clue terkejut melihat Rapunsel yang berinisiatif memeluk dan mencium bibirnya.
"Baiklah, apa kita akan melakukan disini, atau mencari sebuah penginapan." Kata Clue sambil meremas payudara Rapunsel. "Penginapan." Kata Rapunsel tersipu malu. Clue mengangguk dan beberapa detik kemudian dirinya dan Rapunsel menghilang.
Beberapa menit kemudian Clue dan Rapunsel sudah ada sebuah kamar. "Baiklah, buka pakaianmu." Kata Clue melihat Rapunsel yang berdiri didepannya. Rapunsel tersipu dan mengangguk lalu melepas semua pakiannya. Clue yang melihat tubuh telanjang Rapunsel mengangguk. "Tubuhmu masih sangat bagus untuk seorang wanita tua."
Mendengar kata Clue Rapunsel tersipu dan berkata. "Aku selalu merawat tubuhku." Clue tersenyum lalu melepaskan pakainnya. Rapunsel tercengang saat melihat punya Clue. Clue mengabaikan ekspresi terkejut Rapunsel dan mulai mencium bibirnya. "ermm." Rapunsel mengerang.
Sementara itu di istana. "Ahh, kemana perginya Ratu." Kata salah satu pelayan. "Ratu Rapunsel pergi dengan tuan Clue." kata Osilda yang berjalan melewati pelayan. "Oh, jadi begitu."
Keesokan harinya Clue dan Rapunsel berada di dekat perbatasan kota. "Jika kita sampai di istana, kita akan tetap berpura-pura menjadi ibu dan anak, sampai kita pergi ke dunia lain." Kata Rapunsel tersipu. "Baiklah." balas Clue. Clue dan Rapunsel menghilang.