
Keesokan harinya Clue berada di apartemen Aina dan melihat Erika yang sedang duduk di kursi. "Dari mana kamu Aina. Mengapa kamu bersama Clue." Erika melihat Aina dan Clue yang tiba-tiba muncul di depannya. "Tadi malam kami menginap di hotel." Balas Clue merangkul Aina. Aina tersipu malu saat mendengar kata Clue.
Badan Erika gemetar saat mendengar kata Clue. "Clue. Mengapa kamu tidur dengan adikku. Bukankah kamu memiliki diriku." Erika melihat Clue. "Kita hanya berteman Erika." Balas Clue. "Baiklah Aina. Aku akan pergi." Clue mencium kening Aina. "Hati-hati sayang." Aina tersenyum. Clue mengangguk dan menghilang.
"Maaf kak. Clue lebih memilihku dari pada kamu." Aina tersenyum dan berjalan ke kamar mandi. Mendengar kata Aina, Erika terjatuh dan menangis.
Beberapa menit kemudian Erika yang masih menangis berkata. "Jika dia tidak ada. Clue pasti lebih memilihku." Erika menghapus air matanya dan berjalan ke arah kamar mandi. "Kak, aku masih mandi." Kata Aina melihat Erika yang masuk ke dalam kamar mandi.
"Ceepp." Erika menusuk dada Aina dengan tangannya. "Uugghh. Apa yang kamu lakukan kak." Aina muntah darah dan melihat Erika. "Tidak ada yang boleh merebut Clue dariku." Kata Erika menarik tangannya. "Uugghh." Aina melihat Erika jatuh ke lantai.
Saat ini Clue berada di tepi jalan melihat kejauhan. "Apa dia sudah gila." Clue menghilang dan muncul di apartemen Aina. Clue melihat Aina yang tergeletak di kamar mandi dengan lubang di dadanya.
"Clue." Erika melihat kemunculan Clue. "Mengapa kamu membunuh adikmu sendiri." Clue menatap Erika. "Dia berani merebutmu dariku. Jadi aku membunuhnya." Erika tersenyum. "Sial, bagaimana wanita gila sepertimu bisa menjadi kepala sekolah." Clue mengutuk.
Clue melihat smartphonenya dan menghubungi Samuel. "Ada apa Clue." Kata Samuel. "Datanglah ke apartemen Erika. Erika membunuh adiknya sendiri." Balas Clue. "Apaa." Samuel terkejut mendengar kata Clue. "Cepat datanglah kesini." Kata Clue. "Baik aku akan kesana." Balas Samuel menutup panggilan.
"Kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu." Kata Clue melihat Erika. Mendengar kata Clue Erika berkata. "Clue, bukankah kamu memiliki kemampuan teleportasi. Ayo kita pergi di luar negeri dan menetap disana." Erika tersenyum. "Aku tidak sudi bersama dengan wanita gila sepertimu." Clue mencibir. Badan Erika gemetar saat mendengar kata Clue.
Beberapa menit kemudian Clue melihat Samuel datang bersama beberapa polisi. Samuel melihat mayat Aina yang tergeletak tak bernyawa di lantai. Samuel melihat Erika dan berkata. "Ayo ikut denganku ke kantor." "Tidak." Kata Erika melompat dari jendela. "Centarr." "Tangkap dia." Teriak Samuel. "Baik." Balas beberapa polisi.
Clue menghilang dan muncul di depan Erika yang melarikan diri. "Jangan berpikir untuk kabur." Clue meninju perut Erika. "Uugghh." Erika memegangi perutnya dan terjatuh. "Terimakasih Clue." Kata polisi membergol tangan Erika. Clue tahu bahwa borgol yang di gunakan polisi terbuat dari bahan khusus.
"Clue bisakah kamu ceritakan kejadiannya padaku." Kata Samuel melihat Clue. Clue menceritakan bahwa dirinya dan Aina menginap di hotel. Saat dirinya kembali ke apartemen Aina untuk mengambil barangnya yang ketinggalan. Clue melihat Erika membunuh Aina. "Aku tidak menyangka dia cemburu dengan adiknya sendiri. Bahkan sampai membunuh adiknya." Samuel menghela nafas. "Baiklah, jika begitu aku pergi." Kata Clue menghilang.
1 Jam kemudian Clue berada di tepi pantai dan melihat sebuah pesan masuk dari Fernando. "Apa kamu tahu, Erika kepala sekolahku membunuh adiknya sendiri. Motif membunuh adiknya sendiri di karenakan rasa cemburu. Dia sudah gila." Clue membaca pesan. "Benar, dia sudah gila." Clue membalas pesan Fernando.
Keesokan harinya Clue sedang berada di apartemen barunya. "Ada apa." Kata Clue mengangkat panggilan dari Presiden. "Apa kamu tidak tertarik untuk menjadi kepala sekolah di sekolah khusus awakened." Kata Presiden. "Aku tidak tertarik." Balas Clue menutup panggilan.
Saat ini di negara lain Pria berambut pirang sedang duduk di kursi dan berkata dengan ekspresi buruk. "Menurut informasi Clue hanya menjentikan jari kemudian ratusan anggota asosiasi penjahat kita terbakar." "Jika dia memiliki kemampuan seperti itu. Mustahil bagi kita untuk mengalahkannya." Kata pria berjenggot dengan ekspresi buruk.
3 hari kemudian Clue yang sedang bersama Dini melihat sebuah pesawat yang menjatuhkan bom. "Sepertinya ada banyak orang gila di dunia ini." Kata Clue membuat lubang hitam. Bom masuk ke dalam lubang hitam dan menghilang.
Saat ini di negara lain pria berambut pirang melihat sebuah bom yang tiba-tiba turun dari langit. "Booomm!!." Bom meledak saat menyentuh tanah dan membuat ledakan yang sangat dahsyat.
"Kak, apa barusan kamu yang membuat lubang hitam itu." Tanya Dini. "Itu aku. Aku memindahkan bom itu ke tempat lain." Balas Clue. "Waahh. Kamu sungguh luar biasa kak." Dini kagum dengan kemampuan Clue. "Baiklah, ayo kembali." Kata Clue melihat Dini. "Baik kak." Dini mengangguk. Clue dan Dini kemudian menghilang.
1 Jam kemudian Clue berada di rumah Dini dan melihat berita. "Aku tidak percaya kota Washington hancur total akibat ledakan bom nuklir. 700 ribu manusia di kota itu semuanya meninggal. Dan pelaku yang meluncurkan bom nuklir tidak ditemukan." Kata ayah Dini. Mendengar kata ayahnya Dini melihat Clue. Dini tahu Clue yang menteleportasikan bom nuklir ke Washington.
2 Bulan telah berlalu setelah Clue tiba di alam semesta lain. Saat ini Clue berada di sebuah hutan dan melihat Fernando sedang duduk berkultivasi. "Buuzzz." Angin berhembus dari tubuh Fernando. "Akhirnya kekuatanku mencapai 1000 poin." Fernando membuka matanya dan tersenyum.
"Selamat, karena kekuatanmu mencapai 1000 poin. Saat ini hanya sedikit manusia yang bisa mengalahkanmu di dunia ini." Kata Clue melihat Fernando. "Terimakasih Clue. Berkatmu aku bisa sekuat sekarang." Fernando melihat Clue. "Kamu adalah diriku dari alam semesta lain. Jadi aku harus membantumu bertambah kuat." Balas Clue.
"Benar, ayo kita kembali. Tubuhku sangat bau." Kata Fernando melihat pakaiannya yang kotor. "Baiklah." Balas Clue teleportasi bersama Fernando dan muncul di sebuah ruangan.
"Kamu bau sekali Fernando." kata nenek Fernando melihat kemunculan Fernando. "Aku tahu nek. Jangan mengatakan lagi." Balas Fernando masuk ke dalam kamar mandi. "Seberapa kuat Fernando saat ini Clue." Tanya nenek Fernando melihat Clue. "Dia memiliki kekuatan 1000 poin, setara awakened tingkat s." balas Clue. Mendengar kata Clue nenek Fernando tersenyum. "Terimakasih Clue. Berkatmu Fernando menjadi awakened tingkat s."
"Tidak perlu berterimakasih." Balas Clue keluar dari rumah. Clue duduk di teras rumah dan melihat langit. "Sudah saatnya aku meninggalkan dunia ini dan pergi ke planet lain. Jika terus berada di dunia ini. Perkembanganku akan sangat lama."
30 menit kemudian Clue dan Fernando berada di kamar. "Aku ingin pergi ke lain. Apa kamu ingin ikut denganku." Clue melihat Fernando. "Seperti apa planet lain yang akan kamu kunjungi." Tanya Fernando penasaran. "Yang pasti manusia di planet itu tidak ada yang lemah." Balas Clue.
"Kapan kamu akan berencana pergi." Tanya Fernando. "Besok." Balas Clue. "Lalu bagaimana dengan nenek." Tanya Fernando. "Kamu bisa mengajaknya juga." Balas Clue. "Baiklah, aku akan membicarakannya kepada nenek." Fernando mengangguk kemudian keluar ruangan.
Fernando melihat neneknya yang duduk di ruang tamu dan mulai berbicara mengenai dirinya akan meninggalkan bumi. "Aku tidak tahu bahwa Clue mempunyai kemampuan untuk berpergian ke planet lain." Nenek Fernando terkejut. "Apa nenek akan ikut denganku meninggalkan bumi." Tanya Fernando. "Nenek akan memikirkannya terlebih dulu Fernando." balas Nenek Fernando. "Baiklah nek." Fernando mengangguk.
Clue berjalan keluar dari ruangan dan melihat waktu tiba-tiba berhenti. "Baru 2 bulan aku meninggalkan bumi. Sudah ada mahluk yang setara High God yang berada di planet ini." Clue melihat pria berambut hitam yang duduk di samping Fernando.
"Status pria." Kata Clue kemudian tabel status muncul di depannya.