Rebirth With System

Rebirth With System
S4 Meninggalkan Grace Dan Ye Jin



"Apa yang kalian berdua lakukan." Clue melihat Ye Jin berjalan ke arahnya. "Di saat istrimu sedang sedih. Kamu justru bermain dengan wanita lain." Clue melihat Grace juga berjalan ke arahnya. "Perbaikilah sifatmu Grace. Atau aku akan meninggalkanmu." Clue melihat Grace kemudian menghilang.


"Huh, mengapa dia marah padaku." Grace bingung. "Jika aku menjadi dirimu. Aku akan menuruti perkataannya. Jangan ajak Abraham pergi ke dunia dewa." Bela melihat Ye Jin kemudian pergi. Ye Jin mengigit bibirnya mendengar kata Bela. "Jangan dengarkan dia Ye Jin. Clue itu laki-laki yang tidak memiliki perasaan." Grace menghibur Ye Jin. "Terimakasih kak Grace. Tapi yang dikatakan Clue juga benar. Saat ini Clue dan Abraham tidak memiliki ikatan darah." Balas Ye Jin.


Keesokan harinya Clue melihat semua orang berkumpul. "Baiklah, sudah waktunya kembali ke dunia dewa." "Clue, aku ingin tinggal di bumi." Ye Jin melihat Clue. "Apa." Semua orang terkejut mendengar kata Ye Jin.


"Baiklah, jika itu keputusanmu. Mulai saat ini kita tidak memiliki hubungan apapun lagi." Clue melihat Ye Jin. Badan Ye Jin gemetar saat mendengar kata Clue. "Clue, mengapa kamu berkata seperti itu." Teriak Grace, "Aku sudah bosan dengan sifatmu Grace. Mengapa kita tidak berpisah saja." Clue melihat Grace. Grace gemetar kemudian menampar Clue. "Plaakk." "Tamparan itu menandakan kamu setuju untuk pisah denganku." Balas Clue. "Kamu adalah bajingan Clue." Grace berteriak.


"System, bawa masuk semua orang kecuali Grace dan Ye Jin." Clue memunculkan menara. Semua orang kemudian terhisap ke dalam menara. "Aku harap kalian berdua bisa melupakan diriku." Clue menghancurkan token teleportasi kemudian terhisap ke dalam pusaran hitam.


"Ahhh, dasar bajingan kau Clue." Grace berteriak. Melihat Clue yang pergi meninggalkannya Ye Jin kemudian jatuh pingsan. "Ahhh, Ye Jin." Grace memegangi Ye Jin. "Clue sialan, jika dia tidak menjemput kita berdua kembali. Aku bersumpah akan memotong burungnya." Grace mengutuk.


Saat ini Clue melihat sebuah danau di depannya. Clue duduk di sebuah batu kemudian berkata. "Tabel status." Tabel status kemudian muncul di depan Clue.


Nama : Clue


Usia : 20 Tahun


Level : 400 next level (0/40,000,000) exp


Ras : Mid Divine Being


Kekuatan : 44,000,000


Agility : 44,000,000


Vitalitas : 44,000,000


Stamina : 43,500,000/44,000,000


Ki/Mana : 43,600,000/44,000,000


Poin : 0


"Dengan kekuatanku saat ini. Aku bisa mengalahkan mid god tanpa menghentikan waktu." Clue berkata dengan penuh percaya diri. "Baiklah, pertama-tama aku akan membunuh semua dewa yang berasal dari menara." Clue menutup tabel status kemudian melesat pergi.


Beberapa jam kemudian Clue menemukan sebuah gua. Clue berjalan masuk ke dalam gua dan melihat kolam kecil. Clue mendekat ke arah kolam dan melihat pemberitahuan. "Selamat anda menemukan sumber mata air kehidupan tingkat menengah." "Keberuntunganku sangat bagus. Setelah kembali ke dunia dewa. Aku langsung menemukan mata air kehidupan tingkat menengah." Clue tersenyum.


10 Menit kemudian Clue melihat 140 botol air kehidupan. "Aku akan mengambil 40 botol air kehidupan, dan kalian masing-masing mengambil 25 botol air kehidupan. Apa kalian keberatan." Clue melihat Grace dan semua orang.


"Hahaha, kami tidak keberatan Clue. Aku tahu kamu akan membagikan air kehidupan milikmu untuk keluarga dan para pelayanmu." Steven tertawa. "Ini adalah air kehidupan tingkat menengah. Yang jauh lebih beharga dari air kehidupan tingkat rendah. Kamu memberiku 10 botol saja aku sudah sangat senang." Wulan tersenyum.


"Mengikuti anda adalah pilihan yang tepat. Sayang sekali Grace dan Ye Jin tidak ingin mengikuti anda." Bela tersenyum. "Bela." Pyokojang menatap Bela. "Bukankah kamu tahu Pyokojang. Grace adalah wanita yang sombong. Dia berpikir bahwa dirinya paling suci, bahkan tidak mengijinkan Clue tidur dengannya." "Bela jaga ucapanmu." Pyokojang menatap Bela.


"Apa yang di katakan Bela memang benar Pyokojang. Dia terlalu berpikir tinggi pada dirinya. Aku tidak suka dengan wanita yang memiliki sifat seperti itu." Clue melihat Pyokojang. "Lihat, Clue sendiri saja mengakui bahwa Grace berpikir dirinya paling baik di antara kita." Bela tersenyum. "Ini resikonya jika terlalu rakus pada wanita." Gumam Steven melihat Clue.


"Baiklah, minumlah air kehidupan yang kalian miliki. Aku akan masuk ke dalam menara." Kata Clue kemudian terhisap ke dalam menara. Steven melihat 3 wanita dan berkata. "Jangan ragu untuk mengkonsumsi semua air kehidupan yang kalian miliki. Karena kalian mengikuti Clue. kalian di takdirkan untuk bertarung dengan dewa lain." Bela, Wulan dan Pyokojang mengangguk kemudian meminum air kehidupan yang di berikan Clue pada mereka.


Saat ini Clue berada di dalam menara dan membagikan air kehidupan tingkat menengah kepada Adrian, Usman, Elizabeth, Devy dan Jennie. "Tuan, kamu adalah yang terbaik." Elizabeth, Devy dan Jennie memeluk Clue.


"Meski Ye Jin dan Grace meninggalkan anda. Masih ada kami bertiga yang selalu setia berada di samping anda tuan." Elizabeth melihat Clue. "Aku tahu, kalian bertiga memang yang terbaik." Clue tersenyum dan mengelus kepala Elizabeth, Devy dan Jennie.


"Baiklah, konsumsilah air kehidupan itu. Jika kalian menerobos demi god. Kalian bertiga akan sangat membantuku." "Baik dewa Clue." balas Elizabeth, Devy dan Jennie secara bersama. "Aku pikir kamu akan sedih setelah di tinggalkan Ye Jin dan Grace. Tapi ternyata kamu tidak sedih sama sekali." Adrian melihat Clue. "Kamu sudah tahu sifatku yah. Aku tidak akan sedih jika di tinggalkan seorang wanita." Clue tersenyum.


1 Jam kemudian Clue keluar dari menara dan melihat Bela, Wulan dan Pyokojang berhasil menerobos low god. "Selamat karena kalian bertiga telah menerobos low god dan menjadi dewa." Clue mengucapkan selamat.


"Hehehe, ini berkat air kehidupan yang anda berikan." Bela memeluk lengan Clue. "Baiklah, apa kalian berempat ingin masuk menjelajah dunia dewa atau kembali ke dalam menara." Clue melihat Steven, Wulan dan Pyokojang. "Biarkan aku kembali ke dalam menara Clue. aku ingin memberikan air kehidupan untuk istri dan anakku." balas Steven.


"Aku juga ingin masuk ke dalam menara Clue. aku ingin mengkonsumsi semua air kehidupan yang kamu berikan." Wulan melihat Clue. "Aku juga sama Clue. Aku ingin mengkonsumsi semua air kehidupan yang kamu berikan." Pyokojang melihat Clue. "Baiklah, apa kamu juga ingin masuk ke dalam menara." Clue melihat Bela.


"Tidak, aku ingin berada di luar." Bela menggeleng. "System, biarkan Steven, Wulan dan Pyokojang masuk ke dalam menara." Clue memunculkan menara. Steven, Wulan dan Pyokojang kemudian terhisap ke dalam menara. "Baiklah, ayo pergi." Clue melihat Bela. "Baik." Bela mengangguk.


Beberapa jam telah berlalu. Clue melihat langit perlahan mulai gelap. "Baiklah, kita akan istirahat disini." Clue melemparkan sebuah kapsul. "Booom!!!." Sebuah rumah tiba-tiba muncul. Clue memasuki rumah diikuti Bela.


Saat masuk ke dalam rumah, Bela langsung memeluk Clue. "Apa kamu masih tidak ingin menyentuh tubuhku." Bela melihat Clue. "Baiklah, jika itu kemauanmu." Clue mencium bibir Bela. "Emmm." Bela memejamkan matanya dan mencium Clue.


"Uuhh." Clue melihat bibirnya berdarah karena gigitan Bela. "Maaf, aku tidak bisa mengendalikan diriku." Bela melihat Clue. "Tidak masalah, kamu adalah vampire. Itu adalah hal wajar jika kamu mengigitku." Clue mengusap darah bewarna putih di mulutnya.


"Aku tidak menyangka darahmu sungguh manis Clue." Bela menjilati darah putih di bibirnya. "Bolehkah aku meminum darahmu lagi." Bela menatap Clue dengan tatapan penuh nafsu. "Sepertinya kamu harus di beri pelajaran." "Krekkk." Clue merobek pakaian Bela. "Ahh." Bela menjerit pakaian di robek oleh Clue.


"Dadamu sangat indah." Kata Clue kemudian mengigit dada Bela. "Uuhhh. Bisakah kamu melakukannya dengan lembut." Bela merintih. "Kamu sudah mengigitku. Jadi aku balas gigitanmu." Clue mengigit dada Bela. "Ahhh." Bela menjerit.