
"Baiklah telan ini, maka kamu akan menerobos." Kata Clue mengambil sebuah pil. "ehh ini." Milea terkejut melihat pil. "Ini berbeda dengan pil level 6, tapi efeknya sama. akan membantumu menerobos satu level, dan kamu bisa mengkonsumsi pil level 6 saat berada di peringkat SS level 8." Kata Clue. "Ahh, terimakasih sayang." Milea mencium bibir Clue dan langsug menalan pil. Dia tahu bahwa barang-barang yang Clue punya sangat menajubkan.
Clue yang melihat Milea sedang duduk dan berkultivasi disampingnya menggeleng. "Saat ini aku sudah mempunyai 320 budak. mungkin berita tentang aku menyerang beberapa sekte dan akademi telah menyebar" kata Clue. "Jika mereka ingin perang, maka akan ku berikan perang." Clue menyeringai.
1 jam kemudian tubuh Milea di selimuti petir dan beberapa detik kemudian Milea membuka matanya. "Sayang, aku sudah menerobos peringkat SS level 4." Milea memeluk Clue. "Bagus." Clue membelai wajah Milea. "Dengan begini kamu tidak akan meninggalkanku kan." Kata Milea. "Benar, kamu sangat cantik. Sayang untuk ditinggalkan." Clue mencium bibir Milea."
"Baiklah, pakai ini lalu kita akan mulai pergi ke beberapa sekte dan akademi." kata Clue memberikan sebuah pakaian dalam kepada Milea.
"Sayang, bukankah pakaian ini terlalu terbuka." Milea tersipu melihat Clue memberikan pakaian dalam yang hanya bisa menutupi bagian pentingnya saja. "Pakailah, kamu juga akan mengenakan armor." Kata Clue. Milea mengangguk lalu mulai memakai pakain yang Clue berikan. Begitu juga dengan Clue mulai mengenakan pakaian dan armor.
"Armor yang ada di tabel shop dan di dunia ini begitu tipis seperti pakaian, tidak seperti di dunia tempat aku mendarat yang setebal jaket. Apa karna level blacksmith disana begitu rendah." Gumam Clue melihat Milea menggunakan armor yang menutupi badannya sampai paha namun kedua lengan dan kakinya tidak tertutup armor.
"Aku masih bisa melihat pakain dalammu." Kata Clue tersenyum. "Uhh." Milea tersipu mendengar kata Clue. "Baiklah, ayo pergi." Kata Clue. "Baik sayang." Milea memeluk lengan Clue dan keluar dari kamar. Clue mulai berjalan bersama Milea.
"Ahh, lihat itu tuan Clue." "Benar, kekasih perempuannya lebih tua darinya. Dia terlihat nakal" "huh, memang kamu tahu tuan Clue umur berapa dan perempuan itu umur berapa." Para murid mulai mengobrol. Mereka memanggil Clue tuan. karena telah menjadikan patriack mereka dan para elder menjadi budaknya.
Tidak lama kemudian Clue tiba di sebuah ruangan dan melihat beberapa orang sedang berkumpul. "Tuan." Semua orang diruangan mulai membungkuk melihat kedatangan Clue. "Kumpulkan semua orang dalam 1 jam, kita akan menyerang sekte Anom." Kata Clue. "Baik tuan." Balas semua orang di dalam ruangan. Clue mulai meninggalkan ruangan bersama Milea.
"Sayang, apakah kamu berniat menguasai semua akademi dan sekte tingkat kecil. Jika kamu melakukannya akademi dan sekte tingkat menengah dan atas akan mengambil tindakan." Kata Milea. "Tidak masalah, jika mereka ingin perang maka akan ku berikan. Terlebih lagi aku membutuhkan mereka untuk menjadi pionku dan ku korbankan." Clue menyeringai. Mendengar kata Clue Milea menghela nafas.
Sementara itu di sebuah kota. "Apa kamu dengar pencuri berambut putih mengambil tindakan dan mulai menyerang beberapa akademi dan sekte tingkat kecil." "Benar, dan menurut kabar yang aku dengar. Dia menggunakan kemampuan untuk menjadikan semua ahli di akademi dan sekte menjadi budaknya." "Kemampuannya terlalu mengerikan jika dia bisa menjadikan peringkat SS level 10 budak dia pasti peringkat SSS, rumor mengatakan kekuatannya hanya peringkat SS level 5 hanya palsu." Semua orang dijalanan mulai membicarakan tentang Clue.
Sementara disebuah sekte tingkat kecil dimana Clue pernah tinggal. Terdapat beberapa orang berkumpul. "Apa info yang kalian berikan benar, bahwa pencuri berambut putih itu anakku." Kata pria 40an yang tidak lain adalah Rahmat.
"Benar elder Rahmat, kita bertemu dengan anak elder di dungeon beberapa bulan yang lalu." kata seseorang pria paruh baya. "Jika info yang kalian berikan benar, maka anak kecil itu terlalu mengagumkan. Menerobos peringkat sss dalam umur 20 tahun." Pria tua menggeleng.
"Lalu kenapa dia tidak kembali ke sekte. Apakah dia sudah melupakan sektenya sendiri setelah menjadi kuat" kata seorang pria paruh baya. "Mungkin si kecil itu tidak berani kembali, karna takut membahayakan sekte ini. Karena kalian tahu, bahwa dia sudah membuat semua ras membencinya." Kata pria tua.
"Shit, dia terlalu naif. Hanya karna menjadi peringkat sss begitu muda dia terlalu sombong." Rahmat berkata.
3 hari telah berlalu dan saat ini Clue berada di sebuah ruangan bersama beberapa orang. "Apa masih tidak ada gerakan dari akademi dan sekte tingkat menengah dan tinggi." Kata Clue. "Tidak tuan, selama 3 hari terakhir tidak ada tanda-tanda gerakan dari akademi dan sekte tingkat menengah dan tinggi." Balas seorang pria tua.
"Aneh, mereka jelas mendengar berita tentang aku mengalahkan beberapa akademi dan sekte tingkat kecil. Mengapa mereka tidak mengambil tindakan." Kata Clue heran. "Tuan Clue, ada seseorang utusan dari istana." Kata seorang pria paruh baya memasuki ruangan.
"Eh, utusan dari istana ya." Clue terkejut dia tahu bahwa hanya ada 1 kerajaan di setiap benua. "Aku tidak menyadari kedatangan orang itu, karena orang itu tidak memiliki niat buruk saat kemari. Aku terlalu fokus membahas tentang akademi dan sekte tingkat menengah dan atas. Sampai tidak merasakan lingkungan sekitar" Kata Clue.
Clue mulai merasakan area sekitarnya dan memenukan ada seseorang berlevel 740 dalam jarak 400 meter darinya. "Level 740, jika aku telat berteleportasi aku mungkin akan kalah dalam sekali serang olehnya. Meski dia tidak mempunyai niat buruk aku harus tetap waspada" Gumam Clue.
"Baiklah, Rino dan Hana ikuti cloneku bertemu utusan itu." kata Clue. "Baik tuan." Balas pria tua dan seorang perempuan 40an yang tidak lain Hana. Clone Clue pun meninggalkan ruangan diikuti Hana dan Rino.
"Sayang, apa utusan itu tidak akan sadar bahwa itu bukan dirimu yang asli." Kata Milea. "Mungkin, kutusan akan curiga karna cloneku hanya peringkat A level 5. Meski kekuatan asli cloneku peringkat ss level 6." Mendengar kata Clue sekali lagi semua orang di ruangan terkejut. "Bahkan clonemu lebih kuat dariku." Milea tersenyum kecut.
Sementara itu di sebuah ruangan seorang pria paruh baya sedang duduk dan meminum teh lalu melihat ketiga orang muncul. Saat melihat kekuatan pemuda pria paruh baya terkejut lalu berkata. "Apakah anda pencuri berambut putih." Kata pria paruh baya. "Benar, itu aku." Balas clone Clue.
"Yang mulia ingin anda bekerja untuk kerajaan." Kata utusan. "Dia ingin anda bekerja untuk kerajaan." Clue yang saat ini sedang duduk di sebuah ruangan bersama beberapa orang mendengar sebuah suara dipikirannya yang berasal dari clonennya. "Oh, jadi ini maksut kedatangan utusan kerajaan." Clue pun membalas "Aku menolak."
"Aku menolak." Balas Clone Clue. Pria paruh baya terkejut mendengar kata Clue. "Apakah kamu serius." Ekspresi utusan berubah. "kata dia apakah anda serius." Clue sekali mendengar suara di pikirannya dan membalas. "Aku serius, silakan kamu pergi."
"Aku serius, silakan kamu pergi." Kata Clone Clue. Ekspresi pria paruh baya menjadi buruk dan berkata. "Apakah kamu tidak takut menjadi musuh ras manusia, jika kamu berkerja untuk kerajaan. Semua akademi dan sekte di benua ini tidak akan menyerangmu. Kamu pasti tahu bahwa akademi tingkat menengah dan atas masih belum menyerangmu karna kerajaan memberikan larangan"
Clue yang mendengar suara di pikirannya tersenyum lalu membalas. "Aku tidak takut, jika semua ras menjadi musuhku aku akan memusnahkan mereka semua." Balas Clone Clue. "Sombong." Kata pria paruh baya memukul Clue.
"boom." Clone Clue berubah menjadi asap. "ehh." pria paruh baya terkejut melihat clone Clue menjadi asap. Clue yang berada di ruangan terkejut saat clonenya dipukul oleh pria paruh baya. "Sudah kuduga hasilnya akan begini." Clue menyeringai lalu berkata. "kalian semua teleport ke perbatasan benua sun." Kata Clue. "Baik tuan." Beberapa orang dari ruangan memegang token lalu tubuh mereka bersinar dan menghilang.
"Hana, Rino kalian teleport ke perbatasan benua sun." Clue berbicara. Hana dan Rino yang saat ini terkejut melihat utusan menyerang clone Clue. Mendengar suara dipikirannya, Hana dan Rino kemudian mengangguk. Mereka berdua mengenggam token dan beberapa detik kemudian tubuh mereka bersinar.
"Jangan bilang itu token teleportasi yang dirumorkan." Kata utusan melesat ke Rino. "crash." Kepala Rino terpotong dengan mudah. Saat utusan ingin menyeang Hana. Hana sudah menghilang.
Clue yang merasakan kematian Rino mendengus lalu memegang token dan memeluk Milea. "Teleportasi ke perbatasan benua sun." "Tujuan terdeteksi teleportasi akan dilakukan dalam hitangan 3 detik."
Clue melihat notifikasi yang muncul di depannya lalu berbicara kepada Pria paruh baya melalu pikiran. "Hahaha. Tunggu saja Sugeng kamu akan melihat aku Clue king gamer. Akan menguasi dunia ini cepat atau lambat." Pria paruh baya terkejut mendengar suara dipikirannya dan tiba-tiba ketakutan.
"Jangan bilang dia peringkat Raja." Kata pria paruh baya ketakutan. "Tadi itu jelas bukan tubuh aslinya." Kata pria paruh baya. "Aku harus meninggalkan sekte ini. Sebelum ahli itu berubah pikiran dan membunuhku." Kata pria paruh baya ketakutan dan melesat keluar ruangan.
Sementara itu Clue dan Milea sudah berada di padang rerumputuan. Clue merasakan sekitarnya dan bergumam. "Sepertinya semua teleport ke tempat yang berbeda." Gumam Clue. "Baiklah, ayo ke utara." "Emm." Milea mengangguk. Clue dan Milea pun terbang.
12 jam kemudian di sebuah istana. "Apa, kamu bilang pemuda berambut putih itu bisa berkomunikasi lewat pikiran." Kata pria berumur 50an memakai mahkota yang sedang duduk di sebuah kursi. "Benar tuan." Balas pria paruh baya.
"Kamu bilang bahwa dia mempunyai tubuh palsu." Kata pria 50an. "Benar tuan, tubuh palsunya berbeda dengan bayangan. Tubuh palsunya bisa bicara layaknya orang biasa." Balas pria paruh baya.
"Awalnya aku tidak terlalu serius menghadapi pencuri putih, tapi karna dia seorang peringkat raja. Aku harus serius." Gumam pria 50an. "Cepat cari tahu informasi pencuri berambut putih." "Baik tuan."