Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Melawan 4 hunter tingkat S dan puluhan Hunter tingkat A II



"Sepertinya kalian sangat ingin mati." kata Clue kemudian mengangkat tangannya di udara. "Duar." "Duar." Petir menyambar-nyambar. "Ini tidak mungkin kan." Seorang pria terkejut melihat naga petir raksasa yang muncul dari langit. "Woaarr." Naga petir meraung dan melesat ke arah semua hunter. "Semua hunter serang naga petir itu." Teriak pria berkacamata kemudian membuat naga es dan mengarahkan ke naga petir. Puluhan bola api, panah angin, tombak air, tombak petir juga melesat ke arah naga petir. "Boomm." Ledakan besar terjadi.


Clue melihat semua hunter selamat dan berkata. "Hebat, kalian menangkis kemampuan terkuatku." Kata Clue. "Sial." Seorang pria mengutuk melihat Clue. "Tapi apakah kalian bisa menangkis untuk kedua kalinya." Clue mengangkat tangannya kemudian sekali lagi naga petir raksasa muncul dari langit.


"Jangan takut, aku akan menyembuhkan mana kalian." Kata wanita. Kemudian semua badan hunter diselumuti cahaya hijau. "Nita hunter penyembuh tingkat s." kata Clue melihat wanita. Clue menginjak tanah kemudian tanah menusuk perut Nita. "Ceppp." "Uhukk." Nita muntah darah melihat perutnya tertusuk. "Sial." Deni mengutuk melihat Clue menyerang Nita.


"Woarr." Naga petir melesat ke arah semua hunter. "Semuanya sekali lagi serang naga petir." Teriak pria berkacamata. "Booom." Ledakan besar terjadi sekali lagi. "Sepertinya, aku harus pergi." kata Clue merasakan semua hunter selamat dan melesat ke arah lubang dungeon dengan sangat cepat.


"Sial, dia keluar dari dungeon. siapapun hentikan dia." Teriak pria berkacamata. "Sial, dia cepat." kata pria berotot melesat ke arah Clue. Clue melihat Deni tiba-tiba muncul didepannya. "Bukan Cuma kamu saja yang bisa teleportasi. Clue menghilang dan muncul 5 meter dari Deni. "Apa! dia juga teleportasi." Deni terkejut. "Haha, semuanya kita akan bertemu lagi." Clue tertawa dan keluar dungeon.


"Sial." Pria berkacamata meraung melihat Clue keluar dungeon. "Sepertinya kita menyia-nyiakan kesempatan untuk membunuhnya." Kata wanita telah sembuh dan melihat lubang dungeon. "Kita terlalu meremehkannya." Kata Deni. "Heh, aku juga masih belum bertarung dengan serius." Kata pria berotot. "Tapi apa kamu yakin bisa menahan naga petir tadi dengan kekuatan penuhmu." Kata pria berkacamata. Pria berotot terdiam mendengar kata pria berkacamata.


"Lalu bagaimana ini. Apakah kita keluar dungeon dan mengejarnya." Kata seorang pria. "Kita keluar. Kita tidak tahu apakah dia akan membantai semua hunter di luar atau tidak." Kata Deni. "Jika dia membantai orangku. Aku akan membunuhnya." Kata pria berotot melesat keluar dungeon.


Saat ini Clue keluar dungeon dan melihat ribuan hunter sedang berkumpul. "Dia hunter Fernando." Teriak seseorang melihat Clue melayang di langit. "Haha, kalian sudah tamat. Kalian tidak akan bisa menyelesakan dungeon tingkat s." kata Clue terbang ke langit dengan sangat cepat.


Tidak lama kemudian semua hunter yang memasuki dungeon telah keluar. "Sepertinya dia tidak membantai, dan justru melarikan diri." Kata wanita. "Dia pasti telah kehabisan mana setelah mengeluarkan dua serangan yang begitu dahsyat." Balas pria berkacamata. "Baiklah, semua hunter tingkat b. Ayo memasuki dungeon. Prioritas pertama kita adalah menyelesaikan dungeon ini dalam waktu 6 hari." Teriak Deni. "Baik." Teriak semua hunter tingkat b."


Saat ini Clue telah kembali di rumahnya dan berada di dalam kamarnya. Clue melihat 3 kristal bewarna hitam yang tersisa dan berkata. "Setelah menyerap 3 kristal ini. Aku akan mencari kristal hitam di toko perhiasan." Kata Clue menghancurkan kristal dan memejamkan matanya.


Saat ini di sebuah ruangan seorang pria paruh baya memukul meja. "Kamu bilang mereka gagal membunuh Clue. Bahkan dia bisa selamat dari 4 hunter tingkat s dan 50 hunter tingkat a." kata pria paruh baya. "Benar pak. Robert baru saja yang mengirim laporan." Balas pria berkumis. "Jangan bilang dia memiliki kemampuan hunter tingkat s. Jika dia memiliki kemampuan hunter tingkat s, ini bisa gawat. Dia bisa saja direkrut oleh negara lain. Kemudian meminta bantuan negara lain untuk membebaskan kakeknya." Kata pria paruh baya.


Pria paruh baya terdiam sebentar kemudian berkata. "Lalu seperti apa monster tingkat s di dalam dungeon." "Masih belum ada informasi. Karena Fernando telah menyelesaikan tahap pertama. Saat ini semua hunter belum menuju tahap kedua." Kata pria berkumis. "Menyelesaikan tahap pertama dungeon tingkat s seorang diri. Telebih lagi bisa lolos dari serangan 4 hunter tingkat s dan 50 hunter tingkat a. Dia hunter yang berbahaya." Kata pria paruh baya.


10 menit kemudian Clue tiba di toko perhiasan dan semua penjaga toko ketakutan saat melihat Clue. "Aku ingin kalian mengeluarkan semua kristal hitam. Jika kalian mencoba menyembunyikan satu saja. Aku akan meratakan toko kalian." Kata Clue mengancam. "Ahh. Baik." Seorang wanita panik kemudian masuk ke dalam.


Tidak lama kemudian wanita kembali dengan membawa kantong plastik. Clue membuka kantong plastik dan melihat puluhan kristal berbagai warna. "Kenapa tidak ada warna hitam." Kata Clue. "Kristal bewarna hitam tidak pernah muncul tuan." balas wanita ketakutan. "Sial, aku lupa kalau kristal hitam hanya dimiliki oleh shadow monster tingkat s." gumam Clue.


"Baiklah, aku akan membeli 12 kristal saja." kata Clue mengambil 10 kirstal bewarna coklat dan 2 kristal bewarna ungu. "Katakan nomor rekeningmu. Aku akan menstransfernya." Kata Clue. "Tidak perlu tuan. Anda bisa mengambilnya." Kata wanita ketakutan. "Baiklah kalau begitu. Terimakasih atas kristalnya." Clue tersenyum kemudian pergi. "Fiuh." Akhirnya dia pergi juga semua yang ada di ruangan menghela nafas saat Clue pergi.


Sementara itu di dalam dungeon semua hunter sedang panik bertarung. "Sialan, aku tidak menyangka monster di dungeon ini adalah shadow." Kata seorang pria. "Ahhh." Seorang pria berteriak kemudian kepalanya tiba-tiba mengelinding ke tanah.


"Semua hunter tingkat b mundur. Kalian adalah makanan empuk untuk shadow." Teriak Deni. Deni tahu meski kemampuan teleportasi dan menghilang Shadow tidak sebagus miliknya. Namun hunter tingkat b bukan lawan shadow sama sekali.


Sementara itu Clue sudah di kamarnya dan memegang 12 kristal bewarna coklat dan ungu. "Baiklah, saatnya menyerap kristal dan bertambah kuat." Kata Clue menghancurkan kristal bewarna coklat kemudian memejamkan matanya.


Keesokan harinya Clue berdiri dan menyentuh alat. "Tittt." Clue melihat angka 428 yang muncul. Clue mengambil dua kristal bewarna ungu kemudian menaruh di sakunya. "Kekuatanku 428, aku juga bisa merasakan mahluk hidup dalam jarak 270 meter. Baiklah, aku ingin melihat sampai tahap mana mereka bisa berjuang." Clue tersenyum kemudian menghilang.


5 menit kemudian Clue melihat lubang dungeon hanya di jaga oleh beberapa pria berpakaian hitam. "Hei, kemana perginya semua hunter kemarin yang berada disini." Kata Clue melayang turun. "Ahh, Fernando." Teriak seorang pria. "Jawab pertanyaanku." Kata Clue. "Hunter tingkat c dan d telah kembali ke tempat mereka menginap." Balas pria berpakaian hitam gugup. "Lalu bagaimana dengan hunter tingkat b." kata Clue. "Mereka telah memasuki dungeon." balas pria.


"Bodoh. Hunter tingkat b hanya akan membuang-buang nyawa saat memasuki dungeon tingkat s. Tapi aku tidak peduli." kata Clue berjalan masuk ke dalam lubang dungeon. Setelah memasuki dungeon Clue terkejut melihat ratusan hunter tingkat b yang beristirahat di dalam. "Ahh, dia dia." Seorang pria berteriak saat melihat Clue.


"Fernando." Semua orang berdiri dan bersiap bertempur saat melihat Clue. "Jika kalian menyerangku. Aku tidak akan ragu-ragu untuk membunuh kalian semua." Kata Clue. "Semuanya, jangan takut. Dia hanya sendirian. Sementara jumlah kita ratusan. Ayo serang dia dengan kemampuan terkuat kalian." Teriak seseorang.


Semua hunter kemudian mulai mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Clue melihat ribuan bola api, panah petir, panah angin, tombak tanah, bola air yang mengarah ke arahnya. "Boom." Ledakan besar terjadi. "Kita mengenainya." Teriak seorang wanita. "Apa dia mati." kata seseorang.